De første 200 linjer.
INI KISAH NYATA
Jade, tolong bersihkan kamar mandi.
Joslyn, keluarkan telur, adonan,
patty, dan McMuffin dari freezer, ya?
Nanti aku bantu setelah menyalakan semuanya.
Selamat pagi, tim.
Tidak, tidak.
Jangan takut.
Ikuti saja perintahku, tak ada yang terluka.
Dengar...
Arahkan ke bawah.
Sekarang, aku akan bilang
“Selamat pagi” dengan ramah, lalu kalian jawab.
Selamat pagi.
Bukan... Duane, setelah aku bilang.
Begitu caranya, oke?
Sekarang, selamat pagi, tim.
Selamat pagi.
Ya. Sempurna.
Aku bilang, kalian lakukan. Oke.
Sekarang pakai lagi jaket kalian.
Duane, ambil jaketmu.
Hah? Ambil jaketmu.
Aku tidak punya, Pak.
Kamu tidak punya jaket? Bagaimana bisa?
Aku lupa.
Ya sudah, kamu harus tahan dingin hari ini.
Baik, ayo.
Silakan. Cewe duluan.
Dengar aku.
Kalian tidak akan mati di sini.
Begitu aku keluar, aku telepon polisi
dan mereka bebaskan kalian.
Mungkin malah dapat libur.
Jangan, jangan.
Jangan lihat aku begitu.
Duane, hentikan.
Ini salahmu.
Dingin.
Serius?
Astaga.
Orang macam apa
yang kerja tanpa bawa jaket?
Oke? Puas sekarang?
Telingaku dingin.
Ini bagian cerita
di mana aku harap kau bertanya
bagaimana orang baik seperti aku bisa jadi kriminal.
Halo?
Ini nyala?
Halo?
Sial!
Ayo, Duane.
Selamat pagi. Selamat datang di McDonald's.
Aku tahan sebentar.
Apa-apaan, Duane?
Aku tak bisa salahkan orang tuaku.
Masa kecilku baik-baik saja.
Aku tak pandai di sekolah atau berperilaku.
Aku pandai dalam hal-hal tertentu
yang berharga bagi militer.
Tapi setelah aku keluar dinas,
aku tidak tahu posisiku atau harus apa,
bagaimana memberi anak-anakku hal yang dimiliki anak lain.
Jadi aku membuat pilihan buruk yang menghapus pilihan lainnya.
Dan semua pilihan buruk itu bermula dua tahun lalu
di ulang tahun ke-6 putriku.
Baik, kamu buat harapan.
Sekali lagi.
Sudah membuat permohonan? Apa harapanmu?
Sepeda. Sepeda?
Entahlah, sepeda tidak muat di kotak ini, tapi... sobek saja.
Aku tantang balapan. Ya.
Bagaimana menurutmu?
Keren, kan? Ini Erector Set-ku.
Mari kita buka.
Ada 200 keping di sini.
Tidak!
Ada mesin, gear, katrol,
roda, lampu, sakelar.
Kita bisa membuat hampir apa saja.
Lihat, apa pun yang kamu impikan, kita bisa buat, ya?
Aku dan kamu. Bagaimana?
Bisa bikin sepeda dengan ini?
Bisa.
Bisa.
Tidak percaya temanku dari 82nd
tak bisa belikan sepeda.
Coba ceritakan, kenapa kamu bisa sukses?
Mari lihat.
Minggu ini saja, aku urus paspor dua orang Jepang.
5 ribu per orang.
Lima ribu untuk paspor palsu?
Bukan, paspor asli. Bro...
Bisa aku bantu?
Tidak, tentu tidak.
Kamu tidak bisa bantu apa pun.
Kamu gila?
Kamu tidak bantu aku lakukan apa pun.
Aku tidak butuh bantuanmu.
Lagipula, kita tahu lakukan sesuatu dengan benar
bukan keahlianmu.
Terserah. Itu...
Baik, lalu apa keahlianku?
Coba cerahkan aku, Buddha. Mm.
Berapa debit air selang itu?
12 galon per menit. Mm-hm.
Ada berapa rumah di jalan ini?
Dua puluh delapan.
Dan dari itu, berapa yang punya cerobong?
Garasi?
Berapa yang pakai heat pump bukan AC biasa?
Kamu mau aku jual HVAC atau apa? Cuma...
Bukan, aku mau buat poin.
Ya sudah, buat poinnya.
Observasi.
Detail.
Kamu lihat hal yang orang lain tidak lihat.
Seperti punya penglihatan tembus.
Kau pikir mereka kirim ke Amerika Tengah karena kamu jago nembak?
Itu yang kamu pikir? Tidak. Tidak...
Mereka memilih mu karena yang kamu lihat.
kalau aku punya otak sepertimu,
aku sudah jalankan seluruh dunia.
Kamu orang pintar sekaligus bebal yang pernah kukenal.
Itu gila.
Kamu berhenti isi kolam itu.
Tak ada yang mau masuk.
Airnya dingin sekali.
Jadi, Mama ingin tahu
pestanya bagaimana, dan ya, kita sudah usaha.
Bagaimana menurutmu? soal kolam.
Yang penting sudah mencoba, kan?
Mama!
Hai, yang berulang tahun.
Bagaimana pestanya?
Semua sudah berusaha.
Oh. Siap untuk pesta satunya?
Hai.
Apa kabar?
Hei, bisa bicara sebentar?
Cepat saja.
Aku tahu beberapa bulan ini berat,
kita tak banyak yang dibutuhkan,
itu salahku, aku akui.
Tapi aku sekarang sudah tahu caranya.
hanya gunakan “kekuatan superku”
dan fokuskan otakku. Kekuatan supermu?
Kekuatan supermu? Ya.
Aku tak bisa lagi, Jeff. Tidak.
Aku selesai. Ayolah, jangan begitu.
Selamat tinggal.
Baiklah, kepala pisang.
Ucapkan selamat tinggal.
Sayang kamu!
Tunggu, tunggu, tunggu!
Aku tak menyalahkannya karena menertawakanku.
Menganggapku lelucon.
Tapi ada yang dia tak tahu tentangku.
yang tidak lucu.
Steve tahu yang bisa kulakukan.
Aku melihat yang orang lain tak lihat.
Seperti sekarang, aku melihat anak itu memanjat tangga,
dan aku tahu di bawah atap itu
ada mesin yang mengubah daging dan kentang jadi uang.
Dengan ruang makan yang sama,
penggorengan dengan lampu timer merah,
mesin kocok dengan dua rasa,
dan brankas berisi uang burger
yang tak ada yang peduli kalau hilang.
Mereka kosongkan brankas pada waktu yang sama
setiap Senin pagi di semua McDonald's.
Hai. Selamat datang di McDonald's.
mau pesan apa?
Hah?
Ya. Ya, ya.
Ya, aku sudah tahu.
Terima kasih.
Ada lebih dari 10.000...
McDonald's hampir identik di seluruh Amerika.
Pertanyaannya Berapa yang harus dirampok
untuk membeli rumah sungguhan,
membelikan anak barang bagus dan kembalikan keluargamu?
Ternyata jawabannya 45.
Roofman beraksi lagi,
melubangi atap McDonald's
di sudut Madison dan Jewell, Fayetteville.
Bisa dibayangkan, ini pengalaman menakutkan.
Dia masuk, mengurung kami di freezer
dan memberiku jaketnya.
Dia memberimu jaket? Ya.
Ya, dia tak ingin aku kedinginan.
Dia sebenarnya sangat baik.
Polisi percaya ini pelaku yang sama
yang meneror komunitas
dengan 45 kejadian...
Mm. ...tahun ini saja.
Kami punya sketsa Roofman.
Dia selalu memakai topeng.
Tinggi sekitar 188 cm, bertubuh atletis.
No comments yet. Be the first to leave one.