Jalsa

Jalsa (जलसा)

Download Indonesian undertekster

Udgivelsesinfo

Jalsa WEBRip Amazon
En kommentar af IPlateex

Tags

webrip
web
BRip
Udgivet den: 2022-05-18
Downloads: 23
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

- Deodoran apa yang kau pakai? - Apa?

Deodoran apa yang kau pakai?

Kau suka?

Menurutmu aku memakainya untuk siapa?

Apa kau bilang?

Apa kau sedang merayuku, Rizwan? Iyakah?

Tunggu.

Tunggu...

Tunggu aku...

Aku juga mau satu.

Naik motornya, bagaimana ya... hmmm...

Mengapa? Kau tak suka?

Aku cuma pikir...

Kau pikir apa?

- Sudahlah. - Ayo, katakan kepadaku.

Lupakan saja.

Kau akan menyesal mendengarnya.

- Apa kau tidak tahu cara merokok? - Tentu aku tahu.

Cara yang dia ajarkan salah.

Kau tahu tentang Chandni dan Alam, kan?

Kau merindukannya, kan?

Rizwan.

Hentikan, Rizwan.

- Lepaskan tanganku! - Alia.

Alia! Dengarkan aku.

Dengar... tunggu...

Jangan ikuti aku, Rizwan.

Dengarkan aku.

- Aku salah. - Menyingkirlah. Kalian semua sama saja!

Mari kita bicara hal lain.

Maksud saya... Anda bisa ajukan pertanyaan berikutnya...

Akan saya jawab. Tetapi saya tidak akan jawab yang ini.

Saya sudah sampaikan soal ini.

Baiklah. Karena Anda bersikeras... Itu pilihan Anda.

Ini negara bebas.

Jadi saya kira ini sudah selesai.

Baiklah kalau begitu.

Senang bertemu Anda. Semoga sukses.

Kita siaran langsung, Pak.

Ya, tetapi saya kemari bukan untuk dihina.

Saya pria terhormat dan bermartabat dan saya juga menghormati Anda.

Anda Maya Menon karena itu saya di sini

tetapi saya tidak siap menjawab pertanyaan konyol Anda.

Tolong lepas mik ini!

Oke, kalau begitu... Baiklah!

Saya tidak lari. Duduk di sini saja. Tidak ke mana-mana.

Berapa sisa waktu kita? 20 menit? Baiklah.

Anda bisa duduk dengan nyaman. Saya juga. Tidak apa-apa.

'Hakim Gulati, terima kasih untuk wawancara yang blak-blakan ini.'

'Meski dijawab dengan diam, pertanyaan takkan bisa dibungkam.'

'Sukai, bagikan, dan berlangganan ke saluran kami.'

'Hati-hati dan jaga diri.'

Kopi?

Apakah itu perlu, Maya? Orang itu--

Aku suka bagian ini.

Ya. Baguslah.

Hai, saya Ayush.

Hari ini saya akan mengajari Anda...

Hai, saya Ayush.

Hari ini saya akan mengajari Anda...

Nenek.

Apa?

Hai, saya Ayush.

Apa, sih? Nenek!

- Kenapa, apa yang aku lakukan? - Nenek melihat ke kamera.

- Tidak, aku hanya... - Iya, Nenek lihat.

Lanjutkan apa yang kau lakukan.

'Ayush, ada apa? Aku bisa lihat semuanya, tahu.'

Mama, Nenek menggangguku.

'Ayo, terus, mengadulah pada ibumu.'

Berapa kali mama bilang, Ayush... jangan berkelahi dengan Nenek

dan jangan melempar bola saat nenek ada, oke?

'Mama, aku tidak melempar, Aku memutarnya.'

Oh! Jadi kamu Hardik Pandya?

'Mama, aku Krunal.'

'Dan jangan berlagak, oke. Aku punya 700 pengikut.'

Wah! Di mana mereka? Apakah sedang menunggumu di pintu?

Apa 700 pengikutmu itu tahu kalau kamu tidak sekolah selama enam bulan?

Dan jangan pakai alasan operasi lagi, oke.

- 'Ya, membosankan.' - Mama membuatmu bosan?

- Kau sudah mandi, Ayush? - 'Iya.'

Bagus sekali. Fisioterapi?

"Aku tidak suka, tetapi sudah."

Oke, sekarang waktunya kerjakan PR.

Ayo, bilang mamamu.

Dia mengelak ketika aku suruh menyelesaikannya.

- Tidak. - Oh, iya.

Ayush.

'Bilang mamamu bahwa ayahmu akan datang besok.'

- 'Mereka berencana pergi ke pantai. - Tunggu, biar aku beri tahu...'

Oh, 'ayah seminggu sekali'-mu!

Kau yakin dia akan datang besok?

Tidak perlu ke pantai dengan ayahmu.

Mama akan antar kamu, akhir pekan ini.

"Mama tidak pernah mengantarku."

Mama janji, Ayush.

Bu, aku akan terlambat malam ini. Aku harus menyelesaikan sebuah cerita.

'Tidak masalah.'

Oke, da.

Krunal, selamat malam.

Da.

Da, selamat malam.

Dan minta Ruksana untuk tetap tinggal.

Enak!

Sedih?

Mau lelucon?

Lelucon gajah?

Gajahnya tenggelam!

Bu, aku berhenti mulai besok.

Mengapa?

Saya sudah minta Ayush selesaikan PR-nya, tidak dilakukannya.

Ibunya menanyakan PR-nya...

setelah ini aku yang akan disalahkan!

Jadi apa rencana kegiatanmu mulai besok?

Tidak banyak. Saya akan mengunjungi Neetu.

Siapa Neetu?

Ingat pacar superstarnya Aliaku, Ranbir Kapoor?

- Oh, jangan dia lagi! - Ya, dia lagi!

Dia menelepon saya kemarin.

Dia tanya, 'Di mana kamu sekarang, Ruks? Datanglah kemari.'

Saya bilang tidak bisa karena saya sangat sibuk.

Saya harus masak buat Ayush... Saya harus mengawasi belajarnya...

Tetapi tidak ada guna semua itu?

Ayush bahkan tidak mau menuruti kata-kata saya.

Bu, saya pikir baik saya bekerja di sana saja.

- Salam, Salim. - Salam.

Aku tidak bisa pergi, Bu. Aku harus selesaikan PR-ku.

Mengapa Ibu tidak telepon anak ini?

Kenapa tidak belajar di sini saja?

Aku tidak bisa tidur di AC.

Aku tidak bisa konsentrasi.

- Apa maksudmu? - Aku tidak bisa fokus, Bu.

Mengapa baru sekarang kau kerjakan?

Jangan ganggu aku sekarang. Kalau aku tidak belajar, aku tidak lulus.

Apa itu maksudnya! Fokus belajar saja.

Dan suruh Imad ke sini, dengan Ayah.

Nyalakan speaker-nya.

Speaker-nya sudah menyala.

- Apakah Ayah ada? - Iya.

- Dengar... antar Imad ke sini. - Tentu.

Dan Alia, aku menitipkan makan malammu ke Bibi Tanuja.

Pastikan kunci pintu dengan benar...

- jangan bertelepon lama-lama. - Oke, baik.

Da.

- Kamu lihat apa? - Aku tahu semuanya!

Kalau kau memberiku cokelat, aku tidak akan mengadukanmu.

Ya?

Vinod-ji, kamu bisa pulang. Aku akan lembur.

Nyonya, saya harap Anda ingat besok...

Saya tidak masuk kerja.

Tidak masalah. Tinggalkan kunci. Aku akan naik taksi.

- Oke, Nyonya. - Terima kasih.

Kamu boleh pergi. Mengapa menunggu? Aku tidak masalah.

Bos, aku punya pekerjaan.

Omong-omong, aku punya pertanyaan.

Apa Hakim Gulati masih kerabat dari pihak ayahmu,

atau ibumu?

Mestinya kau tak memaksa. Serius.

Aku ingin bertanya, dan kulakukan. Itu pekerjaanku.

Kamu tahu, hanya karena kau seorang jurnalis,

kau mengira bisa bebas melakukan apa pun...

mencecar orang dengan segala macam pertanyaan yang tidak nyaman?

Kasihan, pria itu.

Lihat. Dia jadi perbincangan. Pasti dia mengutukimu. Tidak adil.

Kalau tidak adil, tidak usah bekerja denganku.

Aku sudah janji kepadanya... tidak ada pertanyaan yang tidak nyaman.

Aku akan terlihat bodoh!

Itu benar sekali.

Sangat benar.

Tidak ada yang namanya pertanyaan yang salah, Amar Malhotra.

Seperti - apa rencanamu akhir pekan ini?

Tanuja, makanannya sudah siap. Datang dan ambil.

Dan... besok pagi, ingat tampung air untukku juga di ember.

Jangan lupa, seperti kemarin.

- Ibu. - Hm?

Boleh minta garpu?

Garpu.

- Apakah remote ini berfungsi? - Iya.

Tanganku sakit. Terkena bola kemarin.

Kriket?

Ya, aku kapten, Bro.

Aku mencetak 50 angka kemarin.

Kamu?

Ya. 66 tidak keluar.

Maukah kau mengajakku jika lain kali kau bermain?

Kau tidak bisa memukul, melempar, ataupun menangkap.

Mau apa di sana? Sirkus?

Hei, bersikaplah yang baik.

Minta maaflah.

- Tidak apa-apa. - Tidak, Ayush.

Maaf.

Katakan sungguh-sungguh.

Maaf.

Sekarang bilang, 'sayang kamu.'

Sayang kamu.

Aku sayang kamu, Bro.

'Jam berapa kita bertemu?'

Bibi Tanu, Bibi bisa pergi. Jangan khawatir.

- Aku masih harus belajar banyak. - Apa kamu yakin?

Mainkan dari segmen sebelumnya.

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left