De første 150 linjer.
ERASED-01
Aku takut.
Aku takut untuk menggali pikiranku lebih dalam.
Aku tak melihat ada kekurangan dalam karyamu.
Tapi bagaimana, ya?
Kau perlu menggali lebih dalam saat menggambar.
Karyamu terlalu tertahan. Tak memperlihatkan dirimu.
Usiamu 29 tahun, 'kan?
Mungkin sulit bagimu untuk berhasil sampai kemari.
Piala Dunia 2006 di Jerman dimulai 26 hari lagi...
Kalimat itu terlintas tiap hari. "Andai kulakukan ini sejak dulu."
Tapi kata-kata itu tak pernah jadi penyesalan sesungguhnya.
Kata-kata itu hanya alasan yang datang dan pergi.
Aku takut untuk menggali pikiranku lebih dalam.
Sebuah Kota Di Mana Hanya Aku Yang Menghilang
Aku akan mengantar pesanan.
Ya. Hati-hati di jalan.
Katagiri di sini. Aku juga akan mengantar pesanan.
Baik. Hati-hati.
Fujinuma-san. Jangan makan pizza-nya di jalan.
Aku tak mengerti. Apa itu lelucon zaman dulu?
Aku tak akan memakannya.
Dia selalu mengatakan hal sama setiap kali kami berpapasan.
Lebih tepatnya, hanya itu yang selalu dia katakan padaku.
Tampaknya dia juga tak punya perasaan khusus padaku.
Gadis aneh.
Aku juga tak tertarik dengan anak kecil...
Tak salah lagi. Ini terjadi lagi.
Di mana? Pasti ada sesuatu yang ganjil.
Hei, kau yang di dalam truk! Berhenti!
Hei, sopir truk!
Fujinuma-san? Sedang apa dia?
Sial! Seharusnya aku tak terlibat.
Tapi...
Tapi...
- Kau baik-baik saja? - Hampir saja!
Apa ini?
Ini adalah kilasan hidupku.
Benar, 'kan? Tak ada gunanya terlibat dengan orang lain.
Begitulah. Kurasa tak masalah jika aku mati.
Matanya terbuka.
Selamat pagi, Fujinuma-san. Ini sudah dua hari.
Katagiri?
Apa kau ingat siapa dirimu dan kenapa kau ada di sini?
Fujinuma Satoru, usia 29.
Aku mengejar sebuah truk dan mengalami kecelakaan.
Syukurlah! Mereka bilang kau hampir tak ada luka luar.
Ini keajaiban.
Kau mau aku hubungi seseorang?
Teman atau mungkin pacarmu?
Tak usah. Aku tak punya siapa pun yang perlu kuhubungi.
Potong-potong.
Apa itu? Lelucon zaman dulu?
Aku hanya merasa kau orang yang tertutup.
Kau tak terlihat seperti orang yang terbuka pada orang lain.
Kau juga tak pernah tersenyum.
Tapi aku terkesan.
- Soal apa? - Kau selamatkan anak itu, 'kan?
Aku ada di sana waktu itu.
Sopir truk itu meninggal karena serangan jantung saat mengemudi.
Aku terkejut kau menyadarinya.
Itu hanya kebetulan.
Setelah itu, truk hanya menabrak gudang.
Jadi hanya kau dan sopir yang menjadi korban.
Korban?
Aku sudah menjelaskan semuanya pada Bos.
Dia ingin kau kembali bekerja dan tak usah pikirkan motornya.
- Terima kasih. - Kau baru saja tersenyum.
Hei, Katagiri-kun.
- Kenapa kau bekerja? - Aku terkejut kau menanyakannya.
Benarkah?
Tak ada yang pernah menanyakan itu padaku.
Aku punya sebuah mimpi.
- Jadi begitu. - Hanya itu saja?
Hei, kau tak ragu saat cerita soal mimpi pada orang lain?
Bagaimana jika itu tak terwujud?
Aku tak akan merasa malu.
Aku merasa jika mengatakannya, maka itu akan sungguh terwujud.
Entah kenapa, kata-katanya seakan mengingatkanku.
Tapi aku tak akan cerita padamu.
Hubungan kita tak sedekat itu.
Baiklah. Aku akan pulang setelah memanggil perawat.
Sampai jumpa!
Gadis aneh.
Aku menyebut fenomena itu, "Pengulangan".
Aku tahu itu hanya menyulitkanku, tapi aku tetap saja terlibat.
Aku selalu kembali ke satu hingga lima menit yang lalu...
...dan melihat adegan yang sama.
Itu selalu terjadi tepat sebelum ada kejadian yang buruk.
Seakan seseorang memaksaku untuk mencegah itu terjadi.
Aku langsung mencari hal yang menurutku aneh.
Hasilnya, aku mencegah terjadinya beberapa kecelakaan.
Kebanyakan, hal yang buruk berubah menjadi hal yang biasa.
Tapi terkadang, seperti kali ini, jadi berdampak buruk bagiku.
Kau sudah pulang, Satoru.
- Ibu? - Ibu pergi ke rumah sakit.
Tapi kau masih tidur. Ibu bosan, jadi Ibu kemari.
Kepalamu baik-baik saja?
- Tak apa-apa. - Mengejutkan sekali.
Mereka bilang kepalamu terbentur.
Ibu akan tinggal di sini untuk sementara.
Kenapa begitu?
Putra kesayangan Ibu satu-satunya mengalami kecelakaan.
Tentu saja Ibu ingin merawatnya untuk sementara.
Sudah kubilang aku tak apa-apa.
Aku juga hanya punya satu kasur.
Ibu lihat ada kantung tidur di lemarimu. Itu tak masalah.
- Pergilah ke hotel. - Membuang uang saja.
Benar juga. Aku akan mengganti biaya rumah sakit.
Kalau begitu simpan saja untuk sewa kamarmu.
Dia adalah Ibuku.
Sulit dipercaya usianya 52 tahun, dia tak berubah sama sekali.
Satoru, apa Ibu bisa ke Ueno tanpa ganti kereta?
Tidak bisa. Jadi Ibu kemari hanya untuk berjalan-jalan?
Ibu sudah datang jauh-jauh dari Hokkaido.
Dan Ibu bosan hanya melihatmu setiap hari.
Padahal ini bahkan belum sehari.
Baiklah, ayo kita makan.
Maaf, Ibu merebut kasur dan TV-mu.
Tak apa-apa. Itu lebih baik...
...daripada harus hati-hati saat ke toilet tengah malam.
Hei, kau tak perlu hati-hati saat ke toilet tengah malam.
Ibu tak akan bangun semudah itu.
Dia penyihir.
Kita masuk ke cerita selanjutnya.
Anak kelas satu yang dilaporkan menghilang semalam di Saitama...
...ditemukan aman pagi ini di Yokohama.
Hei, Satoru. Apa kau ingat?
Soal apa?
Kejadian yang terjadi di dekat rumah saat kau kelas lima SD.
Mungkin kau tak ingat lagi.
Kami sangat putus asa.
Kami berusaha keras menghapus kejadian itu dari ingatan kalian.
Kau hampir saja dalam bahaya.
Saat aku masih kelas lima SD...
Penculikan?
Dua teman sekelasku meninggal.
Saat aku masih anak-anak...
...seseorang yang kupanggil "Yuuki" yang berusia 20 tahun...
...sering bermain denganku.
Yuuki bukan nama aslinya.
Aku memanggilnya itu karena dia terus bicara soal keberanian.
Biar kutebak seperti apa anak populer di kelasmu.
Anak ceria yang pintar olahraga.
Dia mengatakan yang dia pikirkan, dan meski sering bercanda...
...tapi ada hal yang bisa membuatnya serius.
Hebat.
Orang populer biasanya seperti itu.
Kenapa kau tak mencoba menirunya?
Apa pun yang kau bisa, meski hanya satu atau dua hal.
No comments yet. Be the first to leave one.