De første 134 linjer.
Ah! Sialan!
"Apa syarat kartu ESP untuk eksperimen?"
Mana mungkin Kamijou yang Level 0 tahu hal itu.
"Imagine Breaker".
Kekuatan misterius yang ada di tangan kananku.
Rupanya, ia bisa menetralkan...
kekuatan supernatural hanya dengan sentuhan.
Tapi kekuatan menakjubkan ini...
tak berguna saat mengerjakan PR liburan musim panas.
Terlebih, hari ini...
Misaka Mikoto memaksaku untuk jadi pacar gelapnya.
Lalu aku diserang oleh penyihir Aztec.
Kejadian mengerikan ini terus berlanjut.
Pada dasarnya,
PR-ku masih jauh dari selesai.
Jadi Kekuatan Sihir Kanamin...
mengambil bagian Lotus Wand dari Elemen...
untuk dibuat ulang dengan plastik.
- Sungguh luar biasa... - Um, Index.
Aku tak masalah kalau kau menonton TV...
tapi tolong kecilkan suaranya.
Touma tak mau main denganku.
Makanya aku pilih kabur ke dunia TV!
Aduh.
Ah! Kenapa kau menambah bebanku saat aku tak punya waktu luang?!
Eh? Di mana lembar tugas yang sedang aku kerjakan?
Di mana buku sastra kuno? Buku rumus matematika?
- Oh, Touma! - Kau melihatnya?
Sudah jam 3 lewat.
Aku mau jajan.
Aku memang sial...
"Index Librorum Prohibitorum".
Indeks untuk Pustaka Terlarang, ya?
Asal kau tahu, ini sulit.
Menemukan lembar tugas di antara tumpukan manga berserakan.
Touma, aku hebat, 'kan? Iya, 'kan?
Ada yang mau kau ucap? Hei...
Jadi apa inti ucapanmu?
Aku sudah berusaha keras, berikan aku upah yang sesuai.
Berikan aku camilan.
Kau baru saja makan pudingku!
Sepertinya itu enak!
Hari ini, kita akan membuat steik tahu selama lima jam.
Sudah kubilang, aku tak punya waktu untuk itu!
Sekarang sudah jam 5 sore. Tujuh jam lagi untuk ganti hari.
Jika aku begadang pun,
tinggal 15 jam sampai aku harus pergi ke sekolah.
Touma.
Memaksa diri bukan hal yang baik.
Saat stres, otakmu tidak bekerja sepenuhnya.
Santai saja.
Aku tak mau mendengarnya darimu!
Ini dia.
Tali Busur Iblis Angin.
Tali Busur Peluru Tajam.
Tak ada?
Aku punya firasat buruk.
Touma! Apa aku boleh pesan sesuatu?
Apa yang kau inginkan?
Aku mau... yang paling mahal!
Berarti telur mentah seharga 2.000 yen.
Touma!
Index dan aku, Kamijou Touma...
mendatangi restoran demi mengubah suasana.
Aku sedang mengerjakan sisa PR musim panasku.
Terima kasih sudah menunggu...
Rupanya ada di sana.
Waktunya perang.
Esai "Dasar Pengembangan Kekuatan"...
Saya akan segera membersihkannya.
Tapi Touma, kata-katanya masih bisa terbaca.
Kalau kau salin ulang di kertas yang baru...
pasti masih sempat.
Daripada harus membuat ulang, ini masih lebih baik, 'kan?
Sinyal untuk deklarasi perang.
Tali Busur Iblis Pemotong!
Apa yang kau lakukan...
Aku di sini.
Ini di luar rencana, tapi setidaknya aku tak harus bunuh sembarang orang.
Kalau kau menyerah sekarang,
aku tak akan menyentuhmu.
Kalau aku mendapat yang kuinginkan...
PR-ku jadi berkeping-keping.
Hei, kau!
Kau biang keroknya, tanggung jawablah!
Kau harus selesaikan PR-ku!
Bukan urusanku.
Oke. Kamijou merasa sedikit kejam hari ini.
Hah?
Langsung ke intinya saja, jangan libatkan aku dengan mainan anak-anak.
Apa tujuanmu? Apa yang kau lakukan pada Index?
Kau tahu, 'kan? Ini adalah Index Pustaka Terlarang...
yang hapal 103.000 kitab sihir.
Apa kau penyihir?
Begitulah.
Tali Busur Iblis Transparan.
Tunggu, sialan!
Aku menyentuh suatu yang kecil dan lembut!
Apa kau di sana, Index?
Ada apa?
Sial, dia kabur.
Permisi...
Aku tak memberinya ponsel untuk hal semacam ini...
Tentu saja tak dijawab!
Di mana aku harus mencarinya?!
Eh? Hei!
Kau mau ke mana, Sphynx?!
Tunggu!
Hotel?
Jangan-jangan, Index ada di sana!
Apa dia ada di sana, Sphynx?
Ada di sana? Index!
Hoi! Apa kau tak punya rasa terima kasih pada majikanmu?!
Index adalah orang yang memungutmu, tahu?!
Ayo, kita harus mencarinya!
Mengejutkan. Kau telah membuka dua ikatan dalam sekejap.
Penyiksaan tali adalah budaya asli Jepang.
Aku takkan bicara kalau caramu kasar seperti ini.
Sudah kubilang. Tujuanku bukan untuk menyiksamu.
Aku butuh salah satu kitab sihir yang ada dalam dirimu.
Baiklah,
saatnya membuat penahan amplifikasi.
Apa yang ingin dilakukan penyihir itu pada Index?
Sial! Ke mana aku harus mencari?!
Maaf.
Apa yang kau lakukan di sini?
Astaga, kau selalu terlihat berlarian ke suatu tempat.
Kalau kau baik-baik saja, kabari aku lewat telepon.
Oh, iya. Kau tak tahu nomor teleponku, ya?
Eh? Loh?
Ya ampun, kau selalu begini.
Berhenti main-main.
Loh? Kenapa kau terlihat seperti akan menangis?
Aku sedang buru-buru!
No comments yet. Be the first to leave one.