転生したら第七王子だったので、気ままに魔術を極めます
De første 169 linjer.
(Bereinkarnasi Malah Menjadi Pangeran Ketujuh,
jadi Aku Bisa Menyempurnakan Kemampuan Sihirku Sepuasnya, Musim Kedua)
Kalian paham apa yang dilakukannya tadi?
Kita bertiga jatuh bersamaan?
Jangan bercanda!
Teknik ini, jangan-jangan...
Tapi...
Akan kuhabisi!
Dia mengeluarkan sesuatu.
Eh?
Lagi-lagi! Kenapa aku jadi duduk begini?
Ini... karena kakiku...
Sejak tadi tanganku juga tak bisa digerakkan.
Kita tidak paham sudah terkena serangan apa...
Ini pola yang paling berbahaya.
Mustahil... Kemampuan ini...
Tapi ini mustahil!
Dia bisa menghindari tiga serangan mendadak beruntun!
Situasinya jadi membingungkan...
Refleks tak terhenti pada tulang belakangnya.
Lihat ini, menarik sekali, lo.
Bagaimana, ya...
Jadi itu tulang yang sangat tipis?
Ternyata yang dikeluarkannya tadi adalah tulang belakang, ya...
Tidak salah lagi, orang ini adalah...
Terkutuk oleh refleks?
Ya.
Dia orang terkutuk yang lahir di sebuah negeri kecil,
dengan kekuatan sihir tubuhnya dapat menghasilkan benang tulang belakang...
yang bisa keluar tanpa batas.
Jika benang tulang belakang itu disematkan pada lengan dan kaki seseorang,
ia akan mengganggu saraf gerak
dan memberikan perintah melalui otak.
Benang yang tak terhitung jumlahnya dan menyebar di jaringan kulit itu...
bisa memberikan perintah untuk menghindar dan menyerang balik.
Kecepatan refleksnya benar-benar di luar nalar.
Lalu untuk meredakan perang saudara yang terjadi di negerinya...
dia dikerahkan di medan perang...
sebagai senjata biologis.
Menjadikan orang terkutuk sebagi senjata...
Padahal sama seperti kita, dia tak dapat mengontrol kemampuannya.
Lalu hasil perangnya pun sangat mencengangkan.
Tak peduli lawan atau kawan, setiap orang yang tersentuh olehnya...
terkena tepat di jantung.
Bahkan setelah mati pun dia terus membunuh dengan refleksnya.
Lalu dia yang tetap tak bisa disentuh walau telah mati,
dihanyutkan ke laut dengan bagian pantai yang diledakkan bersamanya.
Walau terdampar di antara amukan gelombang, refleksnya tetap tak terhenti.
Sampai akhirnya dia tak terlihat lagi.
Ternyata benar.
Kalau dilihat dengan saksama, benang tipis ini melekat erat.
Tapi ini aneh, seharusnya dia sudah mati dan lenyap ditelan laut.
Tapi, menurut ceritamu, setelah mati, mayatnya masih terus bergerak, kan?
Itu hanya refleks mekanis.
Kalau gerakan sadar seperti ini...
Mustahil, ya?
Mungkinkah mayat yang hanyut itu berubah menjadi Ghoul?
Ternyata Ghoul bisa memiliki kemampuan yang tersisa dari kehidupan sebelumnya.
Tak ada waktu untuk berpikir! Dia datang!
Kalau sudah memahami konsepnya, kita pasti bisa menghindari...
satu bahkan dua benangnya!
Ini...
terlalu banyak!
Apa...
yang sedang kamu lakukan?
Master, kalau aku harus merasuki seseorang, aku mau anak yang imut.
Aku tak keberatan.
Berarti orang ini buang saja, ya.
Tuan Pendeta!
Gunakan dia sesukamu.
Nyanyiannya selalu membuatku muak.
Ada apa Tuan Pendeta?
Apakah kamu tersesat lagi?
Mau kuantar?
Aku tak bisa menunjukkan jalan padamu.
Kenapa kamu lihat-lihat? Dasar prajurit yang sudah mati!
Tenanglah, Jihriel.
Aku sudah paham.
Ya, aku sudah paham garis besarnya.
Mereka bisa menghindari jaring benang tulang belakang itu!
Semuanya dihentikan!
Tapi tengkorak itu menggunakan refleks tulang belakangnya sebagai proteksi!
Cara menangkap pedang yang luar biasa,
tapi walau jumlah saraf yang dapat bereaksinya tak terbatas....
bagian tubuh yang bisa menghindar jumlahnya terbatas,
dan kedua tanganmu sudah kusegel.
Kupu-Kupu Racun Penjerat.
Neng Ren! Racun tak akan terlalu mempan untuk Ghoul...
Tidak.
Mempan!
Itu racun saraf.
Benang tulang belakang itu kemungkinan besar terhubung langsung dengan saraf geraknya.
Jika melumpuhkan titik penghasil sinyal perintah,
sihir yang menghasilkan benang tulang belakang itu pun akan ikut lumpuh.
Dia juga tidak melakukan refleks tulang belakangnya lagi!
Kita tidak tahu sampai kapan kelumpuhan ini akan bertahan!
Serang dia secepatnya!
Serahkan padaku!
Dia memadatkan tulang belakangnya dan menggunakannya seperti gergaji!
Dengan itu, melemparkannya dengan asal-asalan pun sudah cukup untuk membunuh lawan.
Jadi kamu mengulur waktu sampai efek lumpuhnya selesai, ya!
Tinju Seratus Bunga!
Rentetan Roda Penghancur!
Apa boleh buat!
Biar kuhabisi bagian tervitalmu!
Terima saja takdirmu...
makhluk kekal yang menyedihkan.
Jejak hidupmu saat ini, tak akan kubiarkan bersisa sedikit pun.
Pergilah.
Teknik Pedang Ganda Langris...
Raungan Singa!
Berhasil!
Akhirnya kena juga dia!
Hore! Kita berhasil, kan? Kak Tao! Kak Sylpha!
Tidak...
Refleks tulang belakang itu bangkit di detik-detik terakhir...
dan sepertinya sekarang dia sedang melakukan ukemi.
Ditambah lagi, pedangku jadi tulang lunak lagi.
Kamu bertarung dengan kondisi pedang seperti itu?
Orang terkutuk memang tak bisa mengontrol kemampuannya...
tapi dilihat bagaimanapun...
dia seperti mengendalikannya dengan kesadaran sendiri.
Tampaknya persoalan ini lebih dalam dari yang kita bayangkan.
Kita tak boleh membiarkannya.
Berat kalau tiga petualang selevel itu menyerang sekaligus.
Rupanya Master masih pergi ke gereja.
Darahku mendidih.
Apa aku main ke permukaan saja, ya?
Saat-saat yang ditunggu Master sudah dekat.
Para petualang, simpan dulu rasa girang kalian.
Kita akan berjumpa lagi jika waktunya tiba.
(Bereinkarnasi Malah Menjadi Pangeran Ketujuh,
jadi Aku Bisa Menyempurnakan Kemampuan Sihirku Sepuasnya, Musim Kedua)
"Tahi" adalah kata yang tepat untuk menggambarkan kehidupanku.
Hidupku berakhir dengan terus ditindas dan tak ada seorang pun yang mengharapkanku.
Kupikir, aku yang seperti itu pasti akan berakhir jadi Wraith.
Roh yang dapat merasuki orang hidup lalu mengontrolnya.
Tapi aku hanya bisa merasuki orang yang berjiwa lemah.
Dengan tubuh yang lemah seperti itu, aku tak bisa membalaskan dendamku.
Tapi merasuki tubuh dengan jiwa yang kuat pun aku tak mampu.
Saat itulah aku bertemu dengan Master.
Aku beruntung mendapatkan tubuh ini kemarin dan sudah kuperbaiki.
Akhirnya tubuh dari si perang saudara,
yang di dalamnya terdapat kekuatan besar walau hanya seonggok mayat itu...
kuterima dengan senang hati.
Dia mirip denganku, sepertinya kami memang cocok.
Dia juga pasti ditindas lalu mati karenanya.
Tubuh itu jadi milikmu.
Saat kutanya, "Harus kubayar dengan apa?" Master hanya tertawa...
Itu tidak perlu,
gunakan saja sesukamu.
Karenanya aku bertekad, untuk membunuh semua orang yang membuatku mati.
Lalu...
Lalu...
aku tak punya rencana lain setelahnya.
Lalu Master yang seperti sudah mengetahui itu berkata...
Selamat datang kembali.
Kata-kata biasa itu terasa sangat baru bagiku.
Ya.
Lalu orang ini menjadi segalanya bagiku.
Sudah kuduga, dia sudah terlihat aneh sejak awal.
Dia menyadari tulang belakangku sejak awal,
dan mendekat padaku lalu menyentuhku dengan antusias.
Saat terhubung dengannya, yang kurasakan adalah...
perasaan putus asa karena tak ada yang bisa kulakukan.
Ternyata perasaanku tak salah, ini bukan mimpi buruk.
Tidak masuk akal!
Ini mustahil!
Daya sihir macam apa itu?
No comments yet. Be the first to leave one.