De første 200 linjer.
BERDASARKAN KISAH NYATA
Menurutku rintangan terbesar bagiku...
adalah melalui rasa malu.
TAHUN 1985 MONROE BARAT, LOUISIANA
Sulit membicarakan diriku yang dahulu.
Tak sehari pun berlalu...
tanpa aku merasa bersyukur.
Maksudku, tentang bagaimana hidupku telah berubah.
Sial.
Kita telah melalui masa-masa sulit bersama.
Maksudku,
kau mengubahnya,
membuat hidupmu lebih baik.
Kurasa aku hanya ingin tahu...
bagaimana kau melakukannya.
Terkadang kita mendengar kisah langka.
Tentang hal mustahil yang terjadi.
Ya,
ini salah satu kisah itu.
Hei!
Tahun 1950-an.
Namun, jika melihat halaman kami, kau akan mengira itu tahun 1850-an.
Kami semiskin itu.
Ayah kebanyakan bekerja di ladang minyak.
Kuharap Ayah tak selalu harus pergi.
Begitulah kehidupan, Phil.
Sudah waktunya kau dewasa.
Urus semuanya di sini.
- Mengerti? - Ya, Pak.
Siapa pria sejati?
Aku.
Ibu memberikan tantangan yang berbeda.
Saat dia kambuh...
Hentikan! Ibu akan dibawa ke rumah sakit lagi!
...kami hanya bisa menyingkir.
Ibu harus tenang!
Kumohon!
Pergi dari sini! Cepat!
Aku mulai dari usia muda, sangat muda.
Masuk ke hutan dan membawa makanan kembali.
Tupai, bebek, burung puyuh, merpati, apa pun yang ada di sana.
Hutan menjadi rumahku.
Terkadang aku duduk berjam-jam,
mendengarkan hutan.
Mereka bicara dan aku mencoba membalas.
Aku bisa terhanyut di sana.
Mereka tempat berlindungku.
Namun, cepat atau lambat,
dunia nyata selalu datang.
Tidak!
- Tidak! - Phil! Ibu dibawa pergi lagi!
Kalian tak bisa memaksaku!
- Phil, jangan biarkan mereka membawaku! - Dia tak berbuat salah!
Judy! Tolong aku!
Phil!
Ibu!
Phil!
Phil, kumohon... Tolong aku, Phil!
DEPARTEMEN SHERIF CADDO PARISH
Ibu pergi berbulan-bulan.
Mama?
Selagi mereka mencoba satu-satunya obat yang ada,
terapi kejut.
Ibu?
Kenapa Ibu terus melakukan ini jika tahu dia akan dikurung?
Dia tak bisa apa-apa. Itu sudah turunan.
Juga menurun kepada kita?
Entah, tetapi kita akan selalu saling menjaga, bukan?
Kau serius, Phil?
Tentu saja, Jan.
Si, ambil kentang dari bawah rumah.
Tidak. Hei, terakhir kali oposum itu mengejarku,
giginya sebesar ini.
Aku tak tahu saat itu,
tetapi beberapa kilometer dari sana ada seorang gadis yang akan menjadi
orang terpenting dalam hidupku.
Kay Carroway.
- Sial! - Yang sopan, Bu!
Kay, ambil mainanmu, mereka hampir membunuhku,
lalu bawa itu ke sana.
Dibandingkan kami, Kay kaya.
Aku mengisi toko malam ini, tak bisa tanpamu.
Mereka punya toko kelontong di kota, jadi kami menyamakannya dengan orang kaya.
Kalian bisa tutup toko pada hari Minggu dan ke gereja.
Itu bagus untuk jiwa Ayah.
Hari Minggu hari terbaik kita, Katie-bug.
Berdoalah untuk kami,
harus jual tiga panggangan hari ini
sebelum harus membuangnya dan kehilangan uang.
Hei?
Jangan tertangkap membaca buku perintis di gereja lagi.
Untuk berjaga-jaga. Little House on the Prairie, edisi baru.
- Aku tak punya yang ini. - Aku tahu.
Katanya ada banyak peta dan gambar baru di sana.
Terima kasih, Ayah.
Kay tak seperti anak-anak lain.
Anak lain menghakimi kami.
Kay tidak.
Kurasa dia melihat hal lain.
Sepertinya gerombolan miskin itu datang dari ladang.
Kalian seharusnya malu.
Lihat ini.
- Apa namanya? - Dop.
Sial!
Truk Ayah tak pernah punya ini.
Pasti ada banyak jutawan di kota ini.
Ternyata ada sesuatu selain berburu yang jadi keahlianku.
Aku terlahir dengan itu.
Begitulah caraku menjadi quarterback SMA.
1963 - SMA NORTH CADDO VIVIAN, LOUISIANA
Siap, sedia, mulai!
Hei, kerja bagus, Kawan.
Berhenti berlari seperti itu. Aku bisa kehilangan pekerjaan.
Kau harus masuk lapangan sebelum bisa kehilangan pekerjaan, Nak.
Lihat pria perintismu, Kay.
Mungkin dia akan mengantarmu keluar.
Phil Robertson, quarterback itu? Kau pasti bercanda.
Lihat caranya menatapmu.
Phil Robertson, boleh minta komentar?
Tidak. Si Robertson ada di sini.
Pahlawan pertandingan ini.
Si Robertson? Apa kau bertanding?
Apa aku bertanding?
Aku sangat cepat bagai kilat,
itu sebabnya kau tak melihatku di lapangan.
Nona Kay Carroway.
Hei, Phil.
Hei.
Aku tahu kita tak saling kenal baik,
tetapi boleh aku membawamu keluar lapangan malam ini?
Tentu saja.
Baiklah.
Jadi, kami keluar lapangan bersama dan dia menawariku tumpangan pulang.
Aku bahkan tak bisa menikmati kencan pertama tanpa ada orang ketiga.
Saat itulah aku membelai hewan yang kukira anjing,
dan kalian tahu?
Ternyata itu tupai seberat dua kg.
Maaf soal ini.
Aku benci berang-berang,
tetapi aku juga menghormati etos kerja dan tekad mereka.
Kau tetap di mobil.
- Apa maksudmu? - Ini kencanku, jadi kau tetap di sini.
Aku bisa kurus jika tak makan.
Maaf, tetapi kau sudah kurus.
Jack, aku kelaparan.
Baiklah. Berhenti mengoceh. Aku akan bawakan sesuatu.
Baiklah.
Baiklah.
FERTITTA'S RUMAH MUFFY
Maaf soal itu.
Wanita seharusnya pura-pura tak makan banyak saat kencan,
tetapi aku sangat lapar.
- Hei, Rachel? - Hei, Kay.
Dua roti lapis muffy dan kentang goreng besar.
- Kau mau apa? Aku bisa bayar. - Tidak. Kau menyetir, aku bayar.
Aku biasanya tak makan setelah bertanding,
jadi aku beli sesuatu untuk Si saja.
Aku berubah pikiran.
Aku mau satu keju panggang saja.
Lalu Rachel, kau berutang kentang minggu lalu,
- jadi, jangan curangi aku lagi. - Baiklah.
Kentang untuk si kurus.
Waktu itu, mengurus Ibu adalah mimpi buruk.
Saat dia sehat, dia baik. Lucu, cerdas, baik hati.
- Ibu mencari apa? - Uang!
Di mana uangnya?
Aku sudah bilang, kita tak punya uang. Tidak seperti kata Ibu.
Bukan, dari ayahmu. Dia sudah mengirimnya.
Namun, saat bukan hari baiknya,
kehidupan kami bagai neraka.
Ya, Bu. Ayah mengirimnya. Kami memakainya.
Jan butuh pakaian untuk sekolah, Si butuh sepatu untuk rugbi.
Semuanya butuh uang.
Kenapa kau pakai itu? Kenapa kau berpakaian rapi?
Karena aku ada kencan malam ini.
Kau ada kencan?
Sayang, dengan siapa?
Kay Carroway.
Carroway?
Keluarga kaya itu?
Itu bagus.
Kau akan meninggalkanku, Phil?
Kau akan meninggalkanku, Phil?
Itu yang akan kau lakukan? Kau akan meninggalkanku?
Aku tak akan pergi!
Jangan pergi.
Jangan pergi.
Jangan pergi seperti ayahmu.
- Hei. - Hei, kau siap pergi?
Ada apa?
Tak ada. Semua baik-baik saja.
Tidak, kau terlihat pucat.
Ibuku kambuh lagi,
tetapi tak apa-apa. Kita bisa pergi kencan.
- Hanya saja, sedang banyak yang terjadi. - Hei, tidak apa-apa.
Kita bisa pikirkan bersama.
Tidak, kau tak perlu mengurus ini.
Hei, siapa yang butuh muffy lagi di Fertitta's?
Aku punya ide.
Terima kasih sudah membawakan semua ini.
No comments yet. Be the first to leave one.