De første 200 linjer.
Juni, 1815. Setelah 25 tahun perang, akhirnya Perancis kalah.
Napoleon diasingkan. Raja baru menunggu diangkat. Orde Lama dipulihkan. Revolusi dilupakan.
Teima kasih, Sersan.
Oh!
Disini kaya.
Mari kita lihat.
Oh! Kau belum mati.
Siapa yang memenangkan peperangan?
Erm, orang-orang Inggris. Keberuntungan yang buruk.
Sudah berakhir rupanya.
Diterjemahkan oleh sinamoles
Disakuku, ada jam dan dompet.
Oh. Ambillah, mereka milikmu.
Akan kupatuhi.
Tidak ada apapun.
Aku pasti sudah dirampok.
Maafkan aku.
Mereka datang. Aku pergi.
Kau menyelamatkanku.
Siapa kau?
Orang Perancis, sepertimu, Tuan, jika mereka menangkapku, aku akan ditembak.
Nama dan pangkatmu?
Aku Thenardier, tuan.
Sersan.
Aku akan mengingatmu, kau ingatlah aku.
Aku Kolonel Pontmercy.
Dan jika kita berdua selamat, kau bisa mengandalkanku, aku berjanji.
Sh, sh, sh.
Sh.
Akan kutangkap dia!
Sebelah sini. Itu dia.
Aku Kolonel Baron Pontmercy ingin bertemu Tn. Gillenormand.
Pontmercy? Dia masih hidup?
Aku pikir dia tewas di Waterloo!
Akan kutemui dia.
Akan kulihat dia dengan gigitan di telinganya.
Kau berani datang kemari?
Hari yang indah, ayah mertua.
Jangan menyebutku begitu, tuan!
Aku menyesalkan hari saat putriku jatuh cinta padamu.
Dan sekarang putri malangku meninggal,
Aku berterima kasih pada Tuhan karena tidak perlu melihatmu lagi.
Tapi kau muncul lagi kemari!
Tuan, aku berharap kita bisa...
mendamaikan perbedaan kita.
Benarkah?
Aku kagum pada keangkuhannmu.
Berdamai?
Kau menyerahkan semuanya saat kau bersekutu dengan...
perampok Korsika itu, Bonaparte!
Aku berjuang demi Perancis, tuan.
Napoleon orang hebat.
Aku masih setia padanya.
Sebaiknya jangan ucapkan itu dengan keras, anak muda.
Perancis memiliki raja lagi, Puji God.
Teman-temanmu sekarang tergantung di tiang-tiang.
Apa yang kau rasakan, sekarang sepatunya menjadi milik orang lain?
Hah? Bajingan pendukung Bonaparte.
- Kau pengkhianat kelasmu! - Tuan.
Setidaknya, bisakah aku menghabiskan waktu dengan putraku?
Tidak! Kau tidak akan pernah lagi melihatnya.
Dan aku berjanji, jika kau melanggar,
Akan kucabut hak warisnya.
Tuan, kumohon, demi Marius.
Tidak akan!
Dia akan dibesarkan untuk mengutuk namamu, Pontmercy.
Sekarang tinggalkan rumahku.
Ayo. Keluar. Keluar!
Tuan!
Akan kubawa putramu ke gereja setiap Minggu, jam sepuluh.
Kau bisa menemuinya disana.
Terima kasih. Gereja mana?
St. Sulpice.
Terima kasih.
Kumohon, Favorite!
Kau tidak perlu menjagaku, aku bisa sendiri.
Ayolah! Halo, tuan.
Halo, nona.
Kumohon!
Tidak, Fantine, kau masih terlalu muda, kami tidak akan mengizinkanmu.
Tapi aku sudah cukup dewasa untuk bekerja denganmu.
Ayolah, biarkan dia ikut.
Jadi bagaimana?
Yah...
- ..baiklah. - Oh! Terima kasih!
Dia akan baik-baik saja.
Kau bisa menjaganya jika dia tidak bisa menjaga diriya sendiri.
Kau harus mematuhi kami, paham?
- Jangan mengaturku, Fantine. - Aku akan bersikap baik, aku berjanji.
Kembali berbaris!
Kembali berbaris, pecundang!
Lihat kedepan!
Jalan terus! Jalan! Jalan!
Kembalilah bekerja!
Kau dengar aku!
Ambil!
Ayo!
Ambil embernya!
Dasar anjing!
Kau lihat apa?
Keluarkan dia dari bawah sana!
Baik Tn. Javert!
Tolong aku!
Gunakan tali untuk mengeluarkannya dari bawah batu!
Ayolah, kalian berempat!
Dan suruh mereka kembali bekerja!
Gunakan tali!
Baiklah, biarkan dia. Dia mau coba.
Bebaskan tahanan 24601 dan tempatkan di Ruang Penjagaan.
24601!
Baiklah, tahanan 24601.
Ada apa hari ini?
Kau menyelamatkan hidup penjaga. Kenapa?
Jika kau berharap pembebasanmu dipercepat,
semua itu sia-sia.
Tidak ada harapan. Tidak ada sama sekali.
Maaf sudah mengecewakanmu.
Apa itu yang kau harapkan?
Pamer kekuatanmu.
Untuk apa?
Mengelabuiku?
Benarkan?
Kuberitahu sesuatu yang mungkin mengejutkanmu.
Aku bisa saja menjadi seorang kriminal.
Aku dilahirkan di penjara.
Orang tuaku kriminal.
Orang seperti kita hanya punya dua pilihan, memangsa orang,
atau menjaga mereka. Kau memilih yang pertama.
Aku memilih yang kedua.
Dan kupastikan, jika aku memilih menjadi kriminal, aku akan...
menjadi yang lebih baik darimu.
19 tahun untuk sepotong roti!
Kau masih harus bekerja setahun lagi.
Dan menurutku, kau akan kembali lagi kemari tak lama kemudian.
Dan nanti...
kau akan bekerja selamanya.
Apapun yang kupikirkan...
...kau tidak akan pernah bisa menang.
Pengawal!
Bawa dia kembali.
Pria kaya sedang berburu.
Sama seperti kita!
Lihat Si Pirang itu, yang berbaju biru.
Dia seprti ingin memakanmu, Fantine.
Menurutku dia tampan.
Oh, Pirang, ini malam keberuntunganmu!
Bagaimana menurut kalian, tuan-tuan? Mereka cukup?
Menurutku mereka matang untuk dipetik.
Menurutku satu atau dua dari mereka sudah pernah dipetik.
Aku suka gadis yang tahu cara bermain dengan pria.
Kupilih si rambut hitam kecil kalau begitu.
Dia menawan.
Bagaimana jika dia memilih salah satu dari kami?
Menurutku? Tidak mungkin.
Tidak, tidak, aku serius, tuan-tuan.
Menjauhlah. Dia milikku.
Jangan malu. Jangan malu!
Laki-laki! Kalian bisa menunggu lama.
Ayo, Fantine.
Tidak, tidak, tidak. aku takut kami tidak bisa mengizinkanmu...
menari tanpa pasangan.
Kupikir kau tidak akan meminta, tuan.
Boleh kutahu namamu, nona?
Fantine, tuan.
Fantine.
Jadi, apa minggu depan kita pergi lagi?
Selama mereka membayar semuanya,
dan membawa kita kesana dan mengantar pulang lagi.
Kenapa tidak? Bagaimana Fantine?
Oh, iya! Tentu saja!
Lihat dia. Dia jatuh cinta.
Tidak.
Kemarilah, sayang.
Kau harus ingat, tipe seperti mereka tidak serius.
Mereka hanya bersenang-senang.
Mereka datang ke Paris untuk belajar menjadi pria sejati,
lalu mereka pulang dan menikah dengan gadis pilihan ayah mereka.
- Mungkin saja tak selalu begitu. - Selalu begitu.
Kita tidak seperti mereka.
Kita bukan bangsawan, kita buruh.
Tanah yang kita pijak, bukan tanah yang keras, Fantine.
Kita bisa terjatuh kapan saja.
Kita bisa terjatuh ke dalam got dan tak akan ada yang peduli.
Sudah banyak contohnya.
Tapi kenapa harus selalu seperti itu?
Karena memang begitu.
Ini tidak bisa. Kelimnya bengkok.
Kerjakan lagi.
Lambat dan teratur akan memenangkan balapan!
Ayolah, Felix, letakkan punggungmu disitu, sobat!
Fantine, ayo!
Ayo, Felix, kita tertinggal.
Aku tidak peduli.
Aku hanya ingin menatapmu.
Apa aku cantik?
Kau seperti malaikat.
Favorite memintaku untuk tidak mempercayai ucapanmu.
Tentu saja.
Dia ingin melindungimu, dia teman yang baik.
Tapi dia tidak perlu cemas, Fantine.
No comments yet. Be the first to leave one.