De første 200 linjer.
Aku mencintaimu.
- Kau mau menikahiku? - Ya.
Hore!
Ada lipstik di mana-mana.
Sungguh suatu kehormatan jika kau mau menjadi istriku.
Kau mau?
Kau harus menjelajahi pilihan bersama orang lain.
Oke.
- Kami baik-baik saja. - Kalian putus?
- Ya, dia menerimanya dengan baik. - Sungguh?
Semuanya aman.
Keputusanku tepat.
Bagus. Cuma itu yang perlu kau tahu.
Kau menjadikanku pria paling bahagia di Bumi.
Aku mencintaimu.
Maukah kau menikahiku?
Tentu aku mau.
Aku tak sabar menjalani hidup bersamamu.
Beralih dari kapsul dan dibatasi dinding hingga berdampingan...
Ini indah. Sangat istimewa.
Untuk masa depan kita.
Perasaanku untukmu adalah nyata, dan aku tahu aku mencintaimu.
Aku peduli kepadamu.
Maaf.
Sam mendapatkan hatiku.
Nicole, kau mau menikahiku?
Ya.
Aku sangat takut, aku gemetar.
Aku membuat kesalahan.
Aku harus ikuti kata hatiku.
Dan aku hanya ingin menghabiskan hidup bersama Benaiah.
Keputusanku salah
dengan memilih Sam.
Aku ingin meminta maaf kepada Benaiah.
Dia bukan yang terbaik kedua.
Dia seseorang yang,
sejak awal aku bicara dengannya, mengubah pengalamanku.
Aku hanya ingin dia tahu aku sangat peduli kepadanya,
dan aku hanya ingin bersamanya.
Jika dia menolak, itu akan terasa menyedihkan.
Hai.
- Astaga! - Apa kabar?
Astaga. Baik.
Kau sungguh ada.
Kau nyata.
- Kau bukan pintu ungu. - Tentu.
- Mau duduk? - Ya, mari.
- Apa kabar? - Baik.
Kau jauh lebih cantik dari dugaanku.
Aku kira kau mirip Bob Marley, tapi ternyata lebih baik.
- Rambut panjang. - Benar.
- Ya. - Sudah kuduga. Aku punya firasat.
Ya.
- Astaga. - Kau juga cantik.
- Terima kasih. - Ya. Banyak yang terjadi.
- Terakhir kali kita bicara di kapsul. - Ya.
Aku ingin jujur. Kau pantas mendapatkannya.
Aku pikir akhirnya...
Aku minta maaf.
Aku langsung...
Aku tak ingin bilang menyesal,
tapi aku langsung tahu aku salah memilih Sam.
Kami putus.
Ada yang tak beres sejak awal.
Aku merasa itu berbeda dari saat bersamamu.
Aku selalu tahu kita punya kesamaan,
dan aku sadar lebih menyukaimu dan perasaanku lebih tercurah kepadamu,
tapi aku tidak merasa kau melakukan hal yang sama.
Lalu aku memutuskan ingin tetap punya pilihan,
dan akhirnya memilih seseorang yang bisa berbagi perasaan,
lalu aku membuat keputusan yang kurang tepat.
Kau benar, dan aku tak mau mendengarnya.
Maaf.
Kau tak perlu minta maaf.
Aku rasa sebagian diriku berpikir
kita akan jadi pasangan.
Sangat sulit bagiku untuk bangkit dari akhir itu,
dan betapa hancurnya aku soal segalanya.
Itu sangat sulit. Jadi...
- Hei. - Maaf.
Tidak, aku minta maaf.
Jujur, aku merasa aku mengacau.
Tidak.
Entahlah. Aku hanya... Entahlah.
Banyak yang kupikirkan.
Maaf karena aku menutup diri.
Aku tak ingin bersikap seperti itu.
Dan itu... Aku belajar dari itu,
tapi kurasa hal yang benar telah terjadi.
Perasaanku kepadamu autentik dan tulus.
Aku mencoba tak memikirkannya. Tak bisa.
- Aku agak gugup datang kemari. - Ya.
Aku pikir begitu mulai bicara denganmu, aku akan tenang.
Tapi artinya perasaanku nyata.
Aku pernah kehilanganmu. Aku tak mau terulang.
Dan aku datang ke sini hari ini
dengan niat membahas...
Kau tahu, kau ingin kepastian, komitmen.
Tapi tak kusanggupi saat itu.
Jadi,
tolong berdiri.
Apa?
Tidak.
Karena aku pikir benih telah ditabur.
Aku ingin membantu merawat benih itu,
dan membantunya menjadi bunga terindah.
Kau manis sekali.
Aku memintamu hari ini, Nicole.
Kau mau menikahiku?
- Ya. - Hore!
Kau manis sekali.
- Sudah terlambat. - Kau manis sekali.
Sungguh. Aku senang kau jodohku.
Aku tak akan melepasmu.
Tunggu.
KERKYRA, YUNANI
Selamat pagi dari calon keluarga Sutherland.
Kembali dari surga.
Seperti model Tom Ford.
Model Tom Ford? Di Sainsbury?
Rasanya enak. Astaga.
Lebih kuat.
Mau melakukan ini setiap malam?
Pelankan.
Sabrina.
Astaga.
Inilah aku.
Tidak adil kalau cuma kau yang kecokelatan.
Sulit kupercaya.
Aku sangat senang.
Aku merasa sangat mubarak berada di Yunani bersama Steven.
Dia selalu membawa begitu banyak keceriaan dan tawa,
bahkan dengan Speedo itu.
- Berapa banyak yang kau bawa? - Rahasia.
Bagus. Sehari satu. Aku tak sabar.
Jadi, menurutmu kau akan bahagia bangun di sampingku setiap hari?
- Aku menyukainya. - Selama 60-70 tahun ke depan.
Kau tak lihat senyum lebarku?
Ya, aku menantikannya. Aku senang.
Rasanya baru kemarin kita mulai saling mengenal.
Sangat menyenangkan jika sesuatu tak biasa atau tak terduga.
Apa ada sesuatu tak terduga?
Speedo itu.
Aku bersemangat hari ini.
Apa yang membuatmu bersemangat?
Bertemu pasangan lain.
Siapa... Siapa tepatnya?
- Demi dan Ollie. - Mereka dinamika yang menarik.
Aku kira Cat dan Ollie. Cat sangat menyukainya.
Makin sering kencan dengan Freddie, dia makin membayangkan bersamanya.
Tapi dia memutuskan Ollie di hari ulang tahunnya.
- Cat yang memutuskan Ollie? - Di hari ulang tahunnya.
Itu sangat menarik karena Ollie bilang dia yang memutuskan Cat.
- Tidak. - Ya.
Menurutmu ada yang bercinta semalam?
Ya. Aku tak sabar mendengar gosipnya.
- Sama. - Entahlah.
Apa kau merasa kita terhubung secara mendalam?
Ya. Kau sendiri?
Ya. Tentu.
Aku senang akan progresnya,
dan aku merasa sangat nyaman denganmu.
- Aku juga. - Aku merasa sudah setahun bersamamu.
- Sama. - Rasanya tak seperti liburan pertama.
Ya.
Aku mulai suka ini.
Bagaimana perasaanmu soal menemui yang lain?
Aku bersemangat.
Aku tak sabar, kau tahu, bertemu para cowok, para cewek.
Menunjukkan apa yang kita punya, hubungan kita.
Akan aneh mendatanginya karena aku kenal para cewek itu,
tapi kau tak kenal mereka.
Ya.
Jika para cowok berbaris, kau bisa mengenali mereka?
Aku bisa mengenali Ollie. Suara Ollie.
Ya. Aku gugup bertemu Ollie.
Kenapa?
Karena...
Jelas kau tahu aku dekat dengannya di awal.
Dan meski kami berpisah baik-baik,
jelas, kau tahu, dia bilang
dia yang memutuskanku, yang mana itu tidak benar,
itu menyakitkan karena perbuatanku itu begitu tulus.
Aku benar-benar sadar dia tidak marah.
- Kau paham maksudku? - Ya.
Jadi, tahu dia memutarbalikkan ucapanku dan membuatku terdengar...
Aku tak suka itu.
Dan aku terang-terangan saat mengonfrontasi seseorang.
- Menurutku itu tak penting. - Ya, tapi bagiku penting.
Aku paham, tapi bagiku itu soal harga diri.
Intinya, kau jujur pada dirimu sendiri, dan itu tak penting.
Jika aku mengajak Ollie mengobrol,
itu bukan untuk menimbulkan drama.
Tapi karena rasa hormat, memberitahunya bahwa perilakunya payah.
Jika kau merasa itu perlu untuk mendapatkan penyelesaian
atau membuat dirimu merasa lebih baik soal situasinya,
maka lakukanlah, kau tahu?
- Oke. - Ya.
Apa pun pilihanmu, akan kudukung.
Sudah kubilang akan mengajakmu minum koktail.
No comments yet. Be the first to leave one.