De første 200 linjer.
- Sub di-Rikues dari Donasi - * H@w-to-kiLL *
Hai, aku Man Cho.
Tak tahu siapa aku? Tak apa.
Aku ceritakan sedikit riwayatku.
Teman-teman di sini menyapaku Man Cho.
Masa kecilku di Makau berbeda.
Berbeda bagaimana?
Aku bisu waktu kecil.
Aku pernah alami kecelakaan dan lama tak bisa bicara.
Tapi, aku sangat beruntung.
Sebab ada dua orang di keluargaku yang tak pernah meninggalkanku.
Mereka adalah Bibi Qi dan Kwan-Ho.
Bibi Qi bukan ibu kandungku.
Dia bahkan lebih dekat daripada ibu kandung.
Setelah Kwan-Ho dewasa, dia menikahi Szto Lai-Sun.
Lalu, pindah ke Amerika Serikat.
Tanpa menyadari itu, dia dan aku...
...membiarkan waktu berlalu tanpa saling bertemu.
Selama itu, Makau mengalami banyak perubahan.
Tapi, satu hal yang tak berubah adalah keramah-tamahan jalan.
Memang banyak teman lama.
Man Cho.
Tapi, teman baru juga banyak.
Itu Kiki.
Hal penting yang serupa adalah kami paham bahasa isyarat.
Tapi, ada satu perbedaan besar. Dia tak bisa bicara sejak lahir.
Dia pekerja keras.
Dua tahun lalu, dia datang dari Zhuhai mencari pekerjaan.
Lalu, belajar membuat kue di toko kue di ujung jalan.
Selain bekerja di toko, dia sering ikut...
...saat aku menjemput dan mengantar turis.
Pergi ke sana-sini, ke mana-mana.
Bagi banyak orang, kami sudah seperti pasangan.
Apa pendapatmu?
Bersama-sama sekarang!
Takdir kita ditentukan sejak awal
Mimpi kita tapi hanya omong kosong
Aku hanya bisa menghadapi apa yang ada di depanku sekarang
Besok bilang hari ini
Kata kemarin
Memikirkan banyak kesulitan tahun lalu
Bibi Qi yang terbaik!
Terima kasih!
Terima kasih!
Selamat ulang tahun untukmu
- Selamat ulang tahun, Bibi Qi. - Selamat ulang tahun.
Terima kasih!
- Kenapa hanya ada tiga lilin? - Biar kujelaskan.
Lilin ini melambangkan kau. Yang ini Man Cho.
Yang ini untuk Kwan-Ho. Benar, 'kan?
Itu sangat berarti.
- Kwan-Ho akan pulang? - Dia menelepon dua minggu lalu.
Katanya dia mau pergi ke Inggris bersama Lai-Sun untuk rapat.
Dia membawa anak-anak, jadi tak akan bisa pulang tepat waktu.
Kiki punya kado untuk Bibi Qi.
Kiki, kau sangat perhatian.
Selamat ulang tahun, Bibi. Ini untuk Bibi.
Bagus sekali! Cantiknya.
Itu hanya kado kecil, kuharap kau tak keberatan.
Kau baik sekali. Aku menyayangimu.
Kau sungguh memikirkannya, Kiki. Karena Bibi shionya babi...
...kau pilih hal sangat baik untuk mendandaninya.
Katanya Bibi Qi adalah babi betina pakai anting.
Maafkan aku. Lain waktu aku beli barang lain.
Jangan hiraukan dia. Aku sangat suka.
Akan kupakai tiap hari, mulai besok!
Tapi terus terang, dari semua babi yang kutahu...
...kau yang tampak tercantik pakai anting.
- Terus terang? - Paman Seun.
Setelah sekian tahun, kau masih cerewet.
Kam Shing, Raja Kasino.
Kau bawa apa untuk ulang tahun Bibi Qi?
- Jangan hiraukan dia, Kam Shing. - Bibi Qi.
Makanlah makanan enak. Selamat ulang tahun.
Terima kasih banyak!
Bibi luang akhir-akhir ini, kenapa tak berlibur?
Man Cho! Kau temani Bibi Qi.
Aku? Pergi dengan Bibi Qi? Dengkurannya sangat kencang.
Begini saja. Kiki boleh liburan dan dia bisa menemanimu.
Tapi sebelum pergi, kuharap ada upacara minum teh pernikahan.
Lalu, kau harus melahirkan bayi agar Bibi Qi bisa punya cucu.
Cucu!
Man Cho!
- Kwan-Ho? - Ibu.
Kwan-Ho!
Ibu.
- Selamat ulang tahun. - Katamu kau tak bisa pulang?
Kenapa kau tiba-tiba di sini?
Bagaimana lagi aku bisa memberi Ibu kejutan?
Kwan-Ho.
- Bibi Wuto. - Kau datang.
Ya.
- Semuanya baik saja? - Sangat baik. Hoi-Lam.
- Aku sangat merindukanmu. - Aku juga.
Lai-Sun dan anak-anak tak ikut?
Lai-Sun sangat sibuk dan anak-anak bersekolah.
Lain waktu. Kubawa mereka bertemu Ibu lain waktu.
Aku penuhi kamar lamamu dengan kostum Bibi Qi.
Tak apa, aku menginap di hotel.
Kenapa menginap di hotel jika bisa tinggal di tempat Bibi Qi?
Aku pergi ke Hong Kong besok pagi untuk mengunjungi ayah.
Jadi, aku pilih hotel dekat pelabuhan.
Karena kita semua di sini, ayo berfoto bersama.
Bagus!
Baik, semuanya. Bersiap. Lihat ke kamera dan senyum.
3, 2, 1.
Kam-Nah bilang dia ingin jawaban darimu malam ini.
Dia? Lihat dahulu apa dia berhasil malam ini.
- Kau menelepon ke Dongguan? - Dia pulang malam ini.
Jadi, dia tak mau melakukannya sekarang.
Sejak kapan aku peduli soal politik?
- Bos, ke mana sekarang? - Jika kau tak mau memerintah,...
...aku akan memberi perintah.
Aku akan menelepon Sun Kee dan menyuruh orang lain.
Kau bahkan tak bisa menangani hal terkecil.
Sun? Ini Kam-Shing.
Biasa. Siapa dan kapan, nanti.
Tn. Kam-Shing Man.
Kami menahanmu karena terlibat komplotan judi lintas perbatasan.
Harap ke kantor bersama kami dan kooperatif pada penyelidikan.
Billy, telepon pengacara.
- Lalu, antar pulang istriku. - Baik, Bos.
Hati-hati.
Jangan khawatir. Aku akan baik saja.
Silakan masuk, Tn. Man.
Kau punya rokok?
Jangan menunggu.
- Aku segera kembali. - Hati-hati.
Kwan-Ho! Kau pulang dari Amerika Serikat?
Makau banyak berubah.
Banyak sekali hotel dan kasino baru.
Jika Lai-Sun ada waktu, aku yakin dia ingin pulang untuk melihat.
Aku penasaran apa anak-anak mau bersekolah di sini.
Menurutmu akan sulit menyekolahkan mereka?
Kwan-Ho. Kau murung?
Aku sangat lelah.
Aku mau tidur.
Kau juga harus istirahat.
Man Cho!
Senang bisa bertemu kau lagi.
Akan kuantar kau besok.
- Man Cho. - Bibi Q, ada apa?
Sesuatu menimpa Kwan-Ho di AS.
Dia kabur dari rumah sakit. Tak ada yang tahu yang terjadi.
Segera cari dia!
Chin Fai!
- Bagaimana kabar Kwan-Ho? - Kenapa ini bisa terjadi?
Aku tadi dapat telepon dari keluarga Lai-Sun.
Mereka bilang minggu lalu dia dan anak-anak...
...mengalami kecelakaan mobil.
Apa yang terjadi? Bagaimana keadaan mereka?
Mereka semua meninggal.
Kenapa takdir bisa berbuat ini padanya?
Semua yang dicintainya, diambil dengan seketika.
Kenapa begitu kejam?
- Kenapa? - Tenanglah.
Dokter, bagaimana putriku?
Kami beri dia obat penenang untuk membantu dia tidur.
Besok, kami akan lakukan pemeriksaan lengkap.
Tapi menurut pengalaman, tendensi bunuh diri pasien sangat kuat.
Jadi setelah dia dipulangkan, kalian semua harus menjaga dia.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Man Cho, aku tak melihatmu selama beberapa hari.
Kau sakit?
Sesuatu terjadi di rumah, jadi aku tak bekerja.
Aku pulang untuk mandi, lalu kembali bekerja.
Tunggu sebentar.
Ini baru diambil dari oven. Makanlah.
Terima kasih. Aku belum sempat makan.
Apa yang terjadi di rumah?
Apa yang bisa kubantu?
Begini. Maaf. Halo?
Ya.
Tak mungkin. Baik. Jaga dia.
Aku segera datang.
Man Cho! Dia di dalam.
Kau ingat tahun itu, waktu kita bertiga berfoto di pernikahan?
Aku senantiasa menyimpannya di toko ini.
Kwan-Ho, ayo kita pulang.
Kau bisa berhenti mengikutiku?
- Kejar aku. - Tunggu.
Ke mana pun kau mau pergi, aku akan menyertaimu.
- Aku kalah semuanya. - Tidak, tak kalah semuanya.
Aku bisa dapat lebih banyak uang.
Kau bisa pilih beberapa nomor lagi.
Tapi, dua nomor itu berpeluang.
14. 4. 14.
Ada lagi. Masih ada lagi.
Permisi.
Belalang! Halo.
Aku suka sekali lagu-lagumu. Aku boleh berfoto?
Ini sangat baik, aku harus ikuti pemain.
Dia sedang mujur, kau harus ikuti dia.
- Kartu delapan. - Pemain dapat delapan.
Bandar dapat sembilan. Bandar menang.
Delapan kalah dengan sembilan. Sering terjadi.
Ya, benar.
- Apa yang terjadi? - Remus Choy juga di sini!
Tak ada. Taruhan pada aku dan tak tahu itu kalah.
Tak apa. Aku tak khawatir. Aku selalu dapat 8 dan 9.
No comments yet. Be the first to leave one.