De første 200 linjer.
Selamat pagi, nona Danner.
Pagi, Teddy.
Senang melihatmu untuk yang pertama di pagi ini.
Hari ini ada jadwal?
Um...
Tuan Lasitz sudah menunggu di kantormu.
Di kantorku?
Dia bilang, dia tidak ingin menunggu diruang tunggu.
Aku sudah berusaha membicarakannya padanya, tapi...
- Uh huh. - Kau tahu sendiri bagaimana hasilnya.
Aku tidak dibayar cukup untuk mengurusi itu.
Aku saja tidak dibayar cukup untuk mengurusmu, apalagi orang itu.
Terimakasih.
Dengar, Jack,
kau harus mulai memperlakukan pegawai-pegawaiku dengan baik.
Aku tidak bisa membayar lebih
untuk orang-orang yang tahan denganmu.
Mencari bukumu?
Uh, ya.
Tidak, di mana ya, uh... di meja ini.
Jangan khawatir.
Aku bisa gunakan ini saja untuk mencatat.
Jadi, aku punya ide, seperti...
aku tidak yakin, apakah waktunya cukup atau tidak, jadi, uh...
mungkin aku akan mendapat sesuatu darimu.
Aku bisa mempercayaimu untuk berkata jujur, ya kan, Teddy?
Tentu saja, kau bisa percaya denganku.
Penulis tidak akan bisa menulis cerita jika kita tidak jujur.
Sayangnya, tidak ada hadiah untuk yang berbohong.
Tapi kau kan bukan seorang jurnalis, ya kan, Teddy?
Uhh...
Penulis novel tapi juga juenalis.
Aku bangga dengan diriku sendiri, karena bisa melakukan keduanya.
Jadi, Jack, ayo lanjutkan pembicaraan kita di kantorku.
Aku ingin, uh...
Aku ingin tahu lebih banyak soal hadiahmu.
Hadiah.
Sekarang, ayolah, Teddy.
Novel horormu itu pasti berdasarkan kejadian nyata.
Para pembaca pasti bisa menebaknya.
Kebenaran akan membebaskanmu, benar begitu?
Itu adalah keinginan kita semua.
Aku hanya ingin kau memastikan apa yang kuketahui itu benar.
Aku, uh... tidak suka membicarakan tentang itu.
Masing-masing dari kita punya hal-hal yang tidak ingin dibicarakan.
Hal apa yang ingin kau ketahui, Jack?
Kau dapat melihat yang sudah tiada.
Mungkin.
Sudah berapa lama?
Uh, sejak aku masih kecil,
aku bisa melihatnya, sesaat setelah ayahku meninggal.
Jadi, dia sering mengunjungimu?
Bukan, bukan dia. Uh...
Sebenarnya, kejadiannya lebih mengerikan.
Aku tidak suka dengan mereka yang hanya berbisik,
yang tidak suka menunjukkan dirinya.
Hanya berbisik, ditelingamu, kau mengerti maksudku kan?
Lalu?
Lalu, uh, aku bisa melihat mereka.
Mulai dari tetua-tetua,
tapi seiring berjalanya usia, aku bisa melihat orang lain,
dan orang-orang bisa menampakkan dirinya padaku jika mereka mau.
Jadi, semua tentangmu yang bisa memecahkan kasus yang tidak terpecahkan adalah karena...
Karena aku bisa berbicara pada mereka yang sudah meninggal.
Jadi, kembali ke topik, alasan kau datang ke kantorku.
Kenapa kau menjadi penulis?
Itu... adalah aku yang sebenarnya.
Aku tidak melihat ada alasan lain untuk, uh, berubah, karena aku punya kemampuan lain.
Jadi, kau memanfaatkan kemampuan itu untuk kepentinganmu sendiri.
Ya, begitu.
Lalu apa yang kau rasakan?
Akuntanku, sangat menyukainya.
Kembali lagi ke topik, apa yang kau lakukan...
Ahh... yang benar? Lagi?
Baiklah.
Selamat pagi, nona Danner.
Di kantorku, yang benar saja?
Dia sudah di sini sepanjang siang.
Dua hari berturut-turut. Sebuah rekor.
Sempurna. Terimakasih.
Jack. Didalam kantorku, kau harus membuat dirimu senyaman mungkin.
Apa yang bisa kubantu?
Pesta Dansa Campton.
Aku punya informasi tentang itu.
Oke.
Ya, itu sudah sangat lama sekali.
Ya. Itu adalah salah satu perayaan tahun baru yang besar.
Megah, dan banyak orang kaya.
Kabarnya, semua orang meninggal.
Ya, semuanya meninggal. Sangat tragis.
Masih belum terpecahkan.
Ya gimana, susah untuk memecahkan kasus tanpa adanya luka di korban.
Tidak ada alasan kematian lain,
selain jantung mereka berhenti.
Alasan itu sudah cukup bagus untukku.
Jadi, apa tujuan kau memberitahukan ini padaku?
Aku bukan hanya sekedar berusaha memberitahumu.
Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu.
Baiklah, apa itu?
Ada yang bilang, mereka yang meninggal tidak benar-benar meninggal.
Tidak ada hal bahaya soal orang-orang yang sudah tiada.
Ya, kita harus setuju untuk tidak menyetujui itu.
Baiklah.
Kita sepadan.
Uh, jadi, kembali ke pestanya.
Tidak semua orang meninggal.
Serius? Aku tidak tahu itu.
Benar, itu adalah semua pesta yang sangat megah kan? Banyak orang-orang penting.
Dan... bagaimana nasib mereka?
Itu memperingati tahun baru, jadi kau minum,
kau berciuman saat tengah malam, lalu kau pulang.
Baiklah. Tapi, kebanyakan dari mereka memilih untuk tinggal.
Ya, orang-orang yang suka berpesta memilih untuk tinggal.
Dengarkan aku, masih ada satu lagi dongeng yang harus kau dengar,
masih ada satu kesepakatan lagi yang harus dibuat,
dan satu lagi gadis yang harus dikejar.
Dan lainnya, mereka hanya berpura-pura.
Mereka lebih tertarik untuk bermain-main
daripada menaikkan kasta mereka.
Mm-hm. Lalu, poinmu di sini adalah?
Ada alasan kenapa orang-orang itu meninggal.
Ya, tentu saja. Selalu ada alasannya.
Ini bukan sekedar bahan untuk salah satu buku milikmu.
Aku berusaha untuk membuatmu mengerti,
apa yang terjadi malam itu.
Dan aku berusaha untuk menarik sisi jurnalistikmu,
bukan sisi gila uangmu itu.
Uh, tenang saja. Baiklah, aku tertarik.
Aku suka misteri.
Lanjutkan.
Ini sedikit lebih mennyeramkan
daripada investigasi normal,
dan kau harus menganggapnya seperti itu.
Karena jika tidak,
tidak akan ada yang bisa kulakukan untuk menghentikan...
Tidak.
Lagipula, aku tidak membutuhkan tidur.
Kau tahu ini sudah jam 3 pagi kan?
Aku tahu.
Kau juga tahu, ini musim dingin,
dan kau tahu aku tidak bisa menyetir?
Ahh...
Ini akan menjadi perjalanan yang sangat dingin...
hanya itu yang bisa kukatakan.
Dan-dan itu akan membuatku membeku.
Tidak terlalu dingin juga.
Ini sangat dingin. Ugh.
Ya.
Dengar, a-aku minta maaf karena sudah mengajakmu ke sini.
Hanya saja... aku ketakutan.
Kau ketakutan?
Aku tidak percaya itu. Justru kau mencari uang dari situ.
Ya. Ini... ini terasa berbeda.
Aku... beberapa kali dihubungi karena ada sebuah insiden.
Baiklah. Um... aku penasaran dengan itu.
Apa yang terjadi?
Aku tidak tahu apa-apa.
Dia tidak mau memberiku tahu.
Dia hanya... dia datang,
muncul dan pergi sesukanya.
Dan sejak itu, aku mendapat... mimpi-mimpi ini.
Seperti... kau tahu, aku hanya...
Aku tidak bisa membedakan mana kenyataan dan bukan.
Apa yang kau lakukan?
Aku harus memastikan kau itu sungguhan.
Tentu saja aku asli.
Lakukan itu sekali lagi, dan kau harus membelikanku minuman.
Oh. Kita harus pergi membeli minum.
Aku tidak tahu bagimana bisa Greg membuka tokonya
sampai larut malam.
Tidak peduli, sama sekali harusnya?
Dan pelanggan lainnya adalah polisi yang tidak bertugas?
Kukira kau suka kemari karena suasananya.
Dan yang kumaksud bukan yang bisa kau minum.
Greg, bisakah aku minta minum lagi?
Ya, tidak masalah.
Kau melihat apa?
Apa yang kau lihat?
Apa maksudmu?
Apa maksudku?
Jangan basa-basi di depanku.
Aku daritadi sini, melihatmu menatap kursi kosong itu
selama 30 menit lamanya.
Apa yang kau lihat?
Kau ingat, uh... anaknya Annie Lenmore? Alice?
Ingat, Si pirang cantik itu kan?
Aku pernah mengajaknya jalan sekali.
Apakah dia...?
Kecelakaan, mungkin?
Beberapa jam yang lalu?
Jadi, apa yang dia lakukan di sini?
Greg mungkin menyuguhkan terlalu banyak minuman padanya.
Mengejutkan.
Ketika kematiannya mendadak, mereka, uh...
akan tinggal di dekat orang atau tempat tertentu untuk sementara.
Apa yang dia lakukan?
Sekarang, maksudku, dia sekarang sedang berjalan kemari.
Jangan bercanda, oke?
Aku tidak bercanda.
Seberapa dekat dia?
No comments yet. Be the first to leave one.