De første 200 linjer.
Uziek BMCI JATIM™
Selamat malam India!
Dari Mumbai sampai Manipur..,
Delhi sampai Dimapur..,
Jalanan di negeri ini terlihat sepi.
Masyarakat banyak yang meliburkan diri.
Semuanya bersiap di depan TV..,
Untuk menyaksikan pertunjukan tari yang luar biasa, Hum Kisise Kum Nahin!
Dan semuanya sudah tidak sabar untuk menyaksikan TIM kesayangannya.
Dari Mumbai Nalasopara, Mumbai Stunners!
Kecoa! Kecoa! Kecoa!
Tehnya panas?
Diam Cicak!
Aku Paman Ragav... Raghavji.
Dia adalah keponakanku.
Saat dia masih kecil, dia sangat suka menari.
Aku bertanya padanya, 'Nak, apa yang kau lakukan?'
Dia mengatakan, 'Paman, Aku menari..,
Seperti ikan.'
'Tarian ikan!'
Vernon! Apa lagi yang bisa kukatakan tentangnya?
Dia membuat semua orang tertawa.
Biar kukatakan, 'Semua orang bisa mengantarkan pizza.'
'Tapi senyuman, Jika kau bisa mengantarnya..,
Itu sebuah prestasi.'
Vernon, terus berusaha dengan baik!
Vernon, kami menyayangimu!
Semoga berhasil! / Lanjutkan!
Vinnie! Dia sangat keren..,
Bukan saja gayanya yang keren..,
Pribadinya juga keren.
Dia masuk televisi, Itu sebabnya..,
Dia tidak masuk kerja.
Tapi pelanggannya rela menunggu kedatangannya.
Suru! Kami memanggilnya suru.
Itu julukannya.
Anak-anak memanggilnya seperti itu.
Jadi aku juga memanggilnya seperti itu..,
Tak peduli dengan suasana hatinya.
Tatap masa depanmu. Aku akan mendukungmu.
Akan kuberikan uang sebanyak yang kau mau.
Hei, Suru! Kau sudah siap?
Ambilkan itu.
Ini. Cepatlah.
Dan apakah ada sesuatu yang bisa dimakan? Aku kelaparan.
Ya, ada apel di sana.
Semuanya sudah berkumpul?
Sudah.
Apa!
Vinnie menunggu di bawah. Cepat pakai bajumu.
Hei!
Sebelum kita mulai acara kompetisi ini..,
Aku akan memperkenalkan juri kami.
Hadirin sekalian!
Mari kita sambut.., Ny. Sita Devi ji..,
Terrence Lewis.., Dan Remo D'Souza!
Selamat datang di kompetisi tari terakbar di India.
"Adiction Deo" Mempersembahkan..,
"Hum Kisise Kum Nahin" Di dukung oleh Reliance Trends.
Di mana selama 12 minggu ini sudah di tonton jutaan mata di seluruh dunia.
Mari kita mulai acara ini..,
Dengan penampilam yang luar biasa..,
Dari Tim Illuminati
Dan group selanjutnya adalah.., J5!
Dari mana saja kalian!
Maaf.., Ayo... cepat!
Kita harus menang!
Semangat!!
Tim yang akan tampil ini..,
Setiap berada di atas panggung ini..,
Mereka membuat kita sadar, Bahwa penari India juga luar biasa.
Dan mari kita sambut tim terfavorit, Mumbai Stunners!
Wow! Penampilan yang luar biasa!
Para penonton sudah berdiri dan memberikan tepuk tangan.
Tapi, mari kita lihat apa yang akan dikatakan apar juri.
Jadi, mari kita dengar komentar dewan juri untuk Mumbai Stunners.
Benar sekali, Para penonton memberi kalian tepuk tangan.
Ya, Tentu saja!
Tapi untuk pertunjukan luar biasa ini..,
Aku harus mengucapkan selamat kepada..,
Nama Tim yang sungguh luar biasa..,
Philippine All Stars!
Kenapa Suresh, Kau yang mengatakannya atau aku?
Kurasa aku harus memberitahu semua pemirsa.
Sepanjang pertunjukkan ini, Setiap gerakan..,
Mulai dari formasi sampai atraksinya..,
Hasil meniru!
Bukan begitu, Suresh?
Tidak, Pak. Kami tidak meniru gerakan siapapun.
Diam!
Bukan hanya meniru, Tapi Tim-mu juga penipu.
Kau menulis di sini koreografer oleh Suresh and Vernon.
Tapi kenyataanya tarian itu bukan milikmu!
Masalah orang-orang seperti kalian adalah mencuri konsep orang lain..,
Dari internet kemudian..,
Menirunya dan menarikannya di atas panggung.
Dan masyarakat awam tidak tahu..,
Sebenarnya kau telah meniru gerakan orang lain.
Lalu kau mendapat tepuk tangan dan memilihmu, Benar, 'kan?
Sangat menyedihkan!
Suresh, bukankah kau putra Padmashri Durgade?
Benar, Nyonya.
Belum tentu semua orang tahu akan hal ini atau tidak..,
Tapi kami percaya kau paham dengan jelas, kalau tarian itu bukan lelucon.
Seperti pemujaan. Itu adalah kedisiplinan.
Kedisiplinan yang di pegang teguh oleh ibumu selama hidupnya.
Tak bisa kupercaya ternyata kau bisa berbuat hal seperti ini.
Ibumu, meninggal dengan memakai gelang di kakinya..,
Baginya tarian adalah hidupnya.
Tidak tahu malu!
Kurasa kalian tidak bisa melanjutkan kompetisi ini.
Kalian semua bisa pergi. / Beritahu mereka kita tidak curang.
Pak!
Untuk selanjutnya buatlah yang asli. Kalian bisa pergi.
Suru...
Oh Dalam angin sepoi-sepoi, Rona mulai mengalir O jheena jheena jheena re, udaa gulaal
Berhembus dalam kehangatan dan kasih sayang Maai teri chunariya lehraayi
Dalam angin sepoi-sepoi, Rona mulai mengalir Jheena jheena jheena re, udaa gulaal
Berhembus dalam kehangatan dan kasih sayang Maai teri chunariya lehraayi
Rona kepercayaanmu Rang teri reet ka
Warna cintamu Rang teri preet ka
Yang telah mewarnai keberhasilanmu Rang teri jeet ka hai laayi, laayi, laayi
Rona kepercayaanmu Rang teri reet ka
Warna cintamu Rang teri preet ka
Berhembus dalam kehangatan dan kasih sayang Maai teri chunariya lehraayi
Hi!
Hi! Vinnie, Aku mau potong rambut seperti Katrina Kaif, kau bisa?
Menirunya sama persis.
Siapa yang aku suruh?
Kau ahli menjiplak, 'kan?
Ibu Maa
Ibu Maa
Apa ayahmu yang bangun tempat ini, Supaya kau bisa menari di sini?
Cukup!
Mulai hari ini tidak ada lagi tari-tarian di sini.
Mulai hari ini, kau harus konsen pada kerjaanmu.
Kami ikut menanggungnya.
Ada apa? / Kita juga bertanggung jawab pada keluarga kita...
Apa yang terjadi?
Aku keluar dari group ini!
Beritahu aku, apa yangterjadi?
Apa itu?
Cukup Suru, maafkan aku.
Kenapa kau tidak memberi tahu kami apa yang terjadi?
Kenapa kau keluar?
Kalian mau ke mana?
Ada apa ini?
Pizza, Pak.
Selamat sore pak. / Selamat malam..
Ah, jadi pizza hari ini gratis?
Kenapa gratis, Pak?
Karena terlambat.
Tidak Pak, Jam-ku menunjukkan waktu 25 menit.
Sungguh?
Tapi di jam-ku 35 menit.
Tapi Pak, waktu pengiriman...
Ini salah, Pak.
Ya, ya! Pergilah.
Pak, itu kecurangan.
Dan sekarang kau mengajariku apa itu curang!
Kalian memang jagonya curang.
Dengar, aku akan memesan pizza setiap hari.
Dan jika kau yang mengantarkannya, Aku takkan membayar sepeser pun. Mengerti?
Kau bisa melakukan apa saja yang kau mau. Keluar.
Penipu!
Kau telat lagi?
Maaf, Pak.
Sudah kujelaskan padamu. Menurutmu apa penyesalan itu?
Apakah uang tumbuh di pohon? Bisa? / Tidak pak.
Ini peringatan terakhir.
Lain kali akan kupotong gajimu.
Oh Ibu Maai re
Ibuku yang tercinta Maai re
Hei, penipu.
Permisi... pelayan! Kemarilah.
Vinnie, pelangganmu.
Aku kesana. / Ayo cepat.
Bayanganku menjauh dariku Mujhse hi roohti meri parchhaai
Tolong ambilkan satu lagi. / Baiklah.
Pergilah!
Bayanganku adalah khayalanmu Mere parchhaai tera khayaal
Berhembus dalam kehangatan dan kasih sayang Maai teri chunariya lehraayi
Dalam angin sepoi-sepoi, Rona mulai mengalir Jheena jheena jheena re, udaa gulaal
Berhembus dalam kehangatan dan kasih sayang Maai teri chunariya lehraayi
Rona kepercayaanmu Rang teri reet ka
Warna cintamu Rang teri preet ka
Yang telah mewarnai keberhasilanmu Rang teri jeet ka hai laayi, laayi, laayi
Rona kepercayaanmu Rang teri reet ka
Warna cintamu Rang teri preet ka
Berhembus dalam kehangatan dan kasih sayang Maai teri chunariya lehraayi
Dalam angin sepoi-sepoi, Rona mulai mengalir. Berhembus dalam... Jheena jheena jheena re, udaa gulaal. Maaai teri chunariya...
Sepanjang pertunjukkan ini, Setiap gerakan..,
Mulai dari formasi sampai atraksinya..,
Hasil meniru!
Ibumu, meninggal dengan memakai gelang di kakinya..,
Baginya tarian adalah hidupnya. Tak tahu malu!
Aku telah mempermalukanmu Maine tera sar hai jhukaaya
Aku telah menodai nama besarmu Maana tujhpe to matlaai
Ibu Maa
Ibuku Maa
No comments yet. Be the first to leave one.