Mufasa: The Lion King

Mufasa: The Lion King

Download Indonesian undertekster

Udgivelsesinfo

Mufasa The Lion King 2024 BluRay x264-KNiVES
En kommentar af tedi
Retail Hotstar Resync for BluRay

Tags

bluray
Udgivet den: 2025-03-26
Downloads: 951
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

Lihatlah bintang-bintang.

Kapan pun kau merasa sendirian…

raja-raja masa lalu…

akan selalu di sana untuk membimbingmu.

Demikian juga aku.

MENGENANG JAMES EARL JONES

Teman-teman, sebentar lagi keluargaku akan bertambah.

Rumah ini adalah wujud dari visi ayahku.

Aku senang bisa meneruskan impiannya bersama Nala…

dan membuat Lingkaran Kehidupan yang lebih besar.

Nala, kekasihku, aku datang.

Simba…

aku di sini.

Aku di sini.

Petugas keamanan sudah tiba!

Sekadar mengingatkan: kami bukan makanan.

Tidak. Kami hanya dua hewan…

mau pergi kerja melewati kawanan singa lapar.

Itu sangat normal. Aku tidak takut.

Petugas keamanan melapor, Yang Mulia…

Penguasa seluruh makhluk berkaki empat.

Dan zebra berkaki tiga itu.

Oh, ya, Ron. Itu tragis.

-Ron mangsa mudah. -Ya.

Ron punya tiga kaki. Satu lebih banyak dariku.

-Itu lengan atau kaki? -Teman-teman.

-Entahlah. Kurasa cakar. -Teman-teman.

-Kuanggap itu kaki. -Teman-teman! Ini serius.

Temani Kiara sampai aku kembali.

Maksudmu kau memanggil petugas keamanan untuk mengasuh anak?

Pumbaa, kita perlu bicarakan ini karena aku tidak suka…

Aku sudah berjanji kepadanya semua akan baik-baik saja.

Orang tua macam apa kau?

Kelak dia harus dewasa.

Kau bilang apa lagi, dia bisa menjadi yang dia inginkan?

Bahwa hidup itu adil?

Kalian berdua harus bersikap dewasa.

Jangan menakuti Kiara. Terutama, jangan bercerita.

-Jangan bercerita? -Tunggu.

Aku tahu pikiranmu. Aku besar bersama kalian. Berjanjilah.

Baik. Aku mengerti. Tidak ada cerita.

Aku tidak setuju, Pumbaa.

Tidak. Nanti kita tetap bercerita.

Kita bilang tidak bercerita, tetapi…

-kita bercerita. -Kalian serius?

-Dia tak bisa hentikan kita. -Aku masih dengar.

Ayah.

Hai, Nak.

Ayah, badai datang, aku takut.

Aku mau ikut Ayah dan Ibu.

Jangan takut, Sayang.

Timon dan Pumbaa akan menjagamu selama Ayah pergi.

Kau harus berani, Kiara.

Kau harus berani.

Baik! Kami sudah siapkan cerita.

Scar memandang kami.

Dia tahu akhir sudah tiba.

Aku bisa mencium bau takutnya.

Sebenarnya itu bauku, tetapi ya.

Kalian mengalahkan Scar?

Lalu memakannya?

Salah satu hidangan terbaik.

Kata ayahku dia mengalahkan Scar.

Baik. Namun, ayahmu pembohong patologis.

Dia selalu berbohong. Paham?

Aku takut. Aku mau Ayah dan Ibu.

Dengarkan.

Jangan takut, Kiara.

Mau dengar lagu? Satu…

Pumbaa, terlalu dini untuk lagu.

Manjur untuk Simba. Dia pikir dia membunuh ayahnya.

Dia langsung menyanyi dan menari.

Aku tak bisa menyanyi begitu saja. Harus ada persiapan.

Dia menyanyikan lagu itu enam tahun penuh.

Siapa yang tidak?

-Lihat! -Tidak!

Itu Ron, zebra berkaki tiga.

-Selamatkan dirimu! -Dia dengar percakapan kita.

Maaf, Ron. Itu hanya lelucon!

Itu Rafiki.

Rafiki!

Nak, tidak perlu menangis.

Orang tuaku…

mereka pergi.

Lihat di sana, mdogo.

Kau lihat pohon baobab bergoyang tertiup angin?

Akar pepohonan itu sangat kuat, seperti keluargamu.

Sama seperti yang mereka lakukan untukmu…

orang tuamu pergi ke tempat keramat untuk melahirkan.

Saat mereka kembali, Lingkaran Kehidupan akan membawa berkat untukmu, Kiara…

yang tidak akan kau lupakan.

Dia mahir.

Dia pandai bercerita.

Namun, masuk akal dia hidup sendirian.

Aku ingin badainya berlalu, lalu aku janji akan bersikap berani.

Kuberi tahu sebuah rahasia.

Ketika ayahmu, Simba, seusiamu…

dia takut akan guntur dan bersembunyi di balik raja.

Kapan dia berhenti sembunyi?

Suatu hari, saat ada badai besar…

kakekmu, Mufasa, mengajak ayahmu ke puncak Pride Rock…

menyuruh ayahmu berdiri bersamanya…

dan mengaum kepada angin.

Simba perlahan keluar bersama raja.

Bersama, mereka mengaum kepada malam.

Aku bukan pemberani seperti ayahku.

Aku tak akan bisa seperti Mufasa.

Begitu?

Ini saatnya kuceritakan sebuah kisah.

Kisah tentang anak singa, kira-kira seumurmu.

Singa ini bukan keturunan raja.

Singa ini mengubah hidup kita selamanya.

Cerita! Untung aku bawa jangkrik.

Jangan dihabiskan. Kita di dalam gua.

Kisah ini berawal jauh di balik…

pegunungan dan lembah.

Di sisi lain cahaya.

Di tempat ini, semuanya kehausan…

karena sudah 20 bulan belum turun hujan.

Namun, ketika langit akhirnya terbuka…

roda takdir mulai berputar.

Mufasa.

Mufasa! Lihatlah.

Ibu, cahaya apa itu di sana?

Itu sangat istimewa.

Di balik cakrawala…

di balik awan terakhir di langit…

ada tempat yang kita sebut Milele.

Milele?

Artinya, "selamanya."

Bayangkan kerajaan yang penuh kehidupan…

air dan makanan…

rumput dan langit sejauh mata memandang.

Apa kita akan ke sana?

Ya, Mufasa.

Kita sedang menuju ke sana.

Namun, kita bisa di sana sekarang juga.

Kita bisa menutup mata.

Biar mimpi membawa kita.

Di balik cakrawala

Di balik awan terakhir di angkasa

Aku tahu ada sebuah tempat

Bayangkan sebuah kerajaan

Air mengalir, rumput bertumbuh tinggi

Ini bukan mimpi

Kita akan tiba suatu hari nanti

Kita menyebutnya Milele

Tempat itu ada di sana

Milele

Itu hidup dalam dirimu, hidup dalam diriku

Kau akan lihat nanti

-Kehidupan, besar dan kecil -Lingkaran Kehidupan tidak kecil

-Kita tahu ada cukup untuk kita semua -Untuk kita semua

Tidak akan kekurangan

-Kau bisa merasakannya? -Kau bisa merasakannya?

-Di sisimu kami berada -Tak lagi kita berkelana

-Semangat leluhur ada pada kita -Bagai arus yang tetap

-Ini bukan mimpi, kau melihatnya? -Di pantai tanpa batas

-Seiring waktu, kau menemukan jalannya? -Kau melihatnya?

Kita menyebutnya

Milele

Tempat itu ada di sana

Milele

Kita menyebutnya

Milele

Tempat itu ada di sana

Milele

Itu hidup dalam dirimu, hidup dalam diriku

Kita bebas

Milele

Wah.

Apa ini?

Hujan. Hujan!

Akhirnya hujan!

Ayah, ayo berlomba ke cahaya itu!

Kau terlalu cepat.

Ayah tak pernah menang.

Tak ada yang bisa mengalahkanmu.

Aku tahu!

Mufasa! Anak singa tercepat di dunia.

Terima kasih.

Mufasa…

cukup.

Mufasa, kembali sekarang juga.

Mufasa, diam di situ! Ayah datang, Nak.

-Ayah! -Mufasa!

Mufasa?

Ibu akan menangkapmu di belokan.

Cari suara Ibu.

Cari suara Ibu!

Ibu!

Mufasa, tebingnya tinggi, tetapi kau bisa menyeberang di bendungan.

Ayo, Mufasa, kau bisa.

Cari suara ibumu.

Dengarkan ayahmu, Mufasa!

Dengarkan kami!

Afia, dia di sana.

-Ibu! -Dia di sana!

-Ibu! -Mufasa!

Berpijaklah selangkah demi selangkah.

More Indonesian subtitles for Mufasa: The Lion King

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left