De første 200 linjer.
Kurasa aku melihat sesuatu.
Apa?
Apa itu?
Selah!
Aku tahu kau mengada-ada!
Ingatkah kau dulu sekali
Kedua gadis kecil itu
Aku tidak tahu nama-nama mereka
Mereka tersesat
Di salah satu musim panas yang cerah
Kedua gadis kecil itu
Tersesat di jalan mereka
Gadis-gadis cantik di hutan
Gadis-gadis cantik di hutan
Ingatkah kau gadis-gadis itu di hutan...
Lihat, kita harus menyelamatkannya.
Ada yang mau daging domba lagi?/ Itu...
Kalian baik-baik saja di sana? Ya?
Ya, aku bisa tahu.
Seseorang terus mencuri pisauku.
Istri-istri.
Putri-putri.
Terima kasih.
Apa kau menerima rahmatku?
Ya, Shepherd.
Wahai Shepherd-ku.
Aku membutuhkanmu. Datanglah dan bantu aku.
Aku butuh pengalaman mendalam bersamamu...
...melebihi yang pernah aku temukan sebelumnya.
Datanglah kepadaku, dan penuhi aku dengan dirimu.
Bantu aku lebih dekat denganmu.
Terima kasih, Shepherd, karena izinkan kami menjadi para istrimu.
Terima kasih atas rahmat dan cintamu.
Terima kasih untuk hari yang indah.
Terima kasih.
Terima kasih.
Sudahkah kita sepenuhnya melepaskan diri kita dari pengetahuan...
...yang menjauhkan kita dari rahmat Eden?
Sudah, Shepherd./ Sudah, Shepherd.
Sudah, Shepherd./ Sudah, Shepherd.
Apa kau mencari pengalaman itu?
Kami mencari pengalaman mendalam.
Sudahkah kita membersihkan diri...
...dari kebusukan dunia luar?
Sudah, Shepherd.
Sudahkah?/ Sudah, Shepherd-ku.
Istri-istriku.
Kalian datang kepadaku...
Hancur...
Mencari...
Terluka oleh dunia yang kejam,
Yang dipenuhi dengan rasa sakit setiap hari.
Aku menerima kalian semua.
Aku melindungimu.
Aku mengorbankan hidupku untukmu.
Aku memberimu tempat berteduh...
Aku memberimu putri-putri...
Dan persaudarian...
Dan hidup.
Mari kita berdoa.
Dan merenungkan berkah-berkah kita.
Shepherd-ku, kami mencari pengalaman mendalam.
Shepherd-ku, baringkan aku dan penuhi aku dengan dirimu...
Shepherd-ku...
Tamar, kenapa kau tak lihat jika Maria butuh bantuan.
Tentu.
Sampai nanti, Selah.
Kau suka khotbahku, Selah?
Syukurlah.
Aku selalu tahu saat khotbahku membosankan...
...ketika pandanganmu berkeliaran di antara pepohonan.
Shepherd-ku, tidak, khotbahmu selalu menakjubkan.
Aku hanya menggoda.
Aku tahu kau yang paling mendengarkan.
Sangat cantik.
Sama seperti Ibumu.
Bisa kau beritahu aku cerita tentang saat pertama kau bertemu dia lagi?
Begitu cantik.
Bisa kau beritahu aku cerita itu lagi?
Kapan kau pertama melihat dia?
Pastikan salah satu istri mengepang ulang rambutmu.
Dia melihatku.
Lalu kemudian...
Maksudku...
Aku tak pernah merasakan sesuatu seperti itu sebelumnya.
Shepherd hanya berkata, "Haruskah aku mendekapmu?"
Seperti itulah menjadi seorang istri.
Itu seperti pemulihan, saudari-saudari.
Dan dia terus bilang kepadaku,
"Kau sempurna".
Dan "Kau diterima."
Kemudian dia memelukku di sana, didalam dekapannya.
Pada saat itu, semuanya sempurna.
Dan aku tahu aku takkan pernah ingin pergi.
"Kau sempurna". "Kau diterima."
Kau baru saja datang ke sini./ Selah.
Itu tidak boleh. Dia seorang istri.
Dia seumuran dengan kita.
Kau tak boleh bicara kepada seorang istri seperti itu.
Aku akan mengadukanmu.
Coba saja kau berani!
Saudari-saudari. Berhenti!
Ibu.
Selah memukulku.
Selah.
Ada yang ingin kau katakan?
Dia mulai bersikap kejam kepada Eloise,
Meskipun dia seorang istri.
Dan Shepherd bilang kita tak boleh bersikap kejam...
Dasar cerewet.
Apa kau bilang, Selah?/ Bukan apa-apa.
Jika kalian dua bersaudari tak bisa bekerja sama...
Maka kurasa aku harus memisahkan kalian.
Selah, bawa makanan sisa ke pondok.
Apa yang kau lakukan, dasar anak bodoh?
Berikan itu padaku.
Aku lihat persembahan hari ini sangat mewah.
Kau tahu makanan ditujukan sebagai pertaubatan.
Untuk membantu penyucian.
Dia tidak makan.
Dia puasa.
Dia berpikir pendarahan adalah hukuman atas dosa Eve.
Dia benar, itu yang Shepherd katakan.
Kau pikir hanya karena kau belum datang bulan,
Itu menjadikanmu istimewa.
Itu yang dia katakan kepadamu.
Tapi itu akan segera datang.
Persiapkan dirimu, Nak.
Shepherd kita yang agung takkan begitu manis lagi padamu.
Jika kau begitu kotor, bukankah itu benar untuk dibiarkan membusuk?
Begitu taat dan sempurna.
Sama seperti Ibumu.
Jangan sentuh aku!
Kau tidak bersih.
Kau boleh pergi sekarang, Nak.
Sampai bertemu saat darah datang kepadamu.
Keluar.
Oke. Ayo, anak-anak.
Ayo. Waktunya tidur. Ayo, Lily.
Ayo. Kemari.
Tapi, Ibu, aku belum lelah.
Ibu tahu, tapi kau harus tidur sekarang, Lily.
Kau tahu peraturannya./ Tapi aku ingin mendengar cerita.
Cerita hanya bisa disampaikan tentang kumpulan dan penggembala.
Dan hanya sang penggembala yang boleh menyampaikannya.
Mengerti? Kau tahu itu.
Kau tak ingin membuat Selah mendapat masalah, 'kan?
Tidak./ Maafkan aku, Selah.
Oke.
Tak apa, Lily. Aku tahu kau tak bermaksud begitu.
Baiklah.
Ibu harus pergi, oke?
Tapi Selah akan tetap bersamamu,
Kemudian kau akan tidur.
Shepherd, domba-domba akan segera lahir.
Itu adalah makanan dan minuman terakhirmu.
Kita tak boleh mencemari domba yang baru lahir dengan yang kotor.
Kau terlalu muda untuk tanggung jawab seperti ini.
Tapi jika Shepherd menginginkannya...
Kau pernah menyaksikan kelahiran salah satu saudarimu sebelumnya?
Ini sama seperti itu.
Saat induk siap, dia akan berbaring ke posisi melahirkan.
Bersiaplah untuk membantu anak dombanya lahir.
Itu hal paling alami di dunia, Selah.
Dan tugas yang paling sakral.
Shepherd sangat mempercayaimu.
Selah?
Apa yang terjadi dengan domba-domba?
Para istri tak mau beritahu aku apa-apa.
Hanya jika kau sempat bersama dengan Shepherd.
Selah, apa yang terjadi?
Aku ketiduran.
Anjing liar memakan salah satu anak domba.
Membunuhnya.
Selah?
Dan saat para istri tahu, mereka pergi memanggil Shepherd,
Lalu Maria membawaku ke gereja.
Dia memaafkan aku.
Tapi itu lebih buruk daripada hukuman.
Aku tak cukup dipercaya di perkumpulan, pada Shepherd.
Aku tidak murni.
Kau sebaiknya pergi.
Jika tidak, kau akan menangkapku?
Waktumu beberapa hari.
Kumpulanku yang berharga.
Aku punya kabar buruk.
Agar kita semua terlindungi, kita harus pergi.
Jika tidak, dunia luar akan menghancurkan kita...
...dan menjauhkan kalian semua dariku.
Kita akan temukan rumah baru.
Jadi kita takkan pernah kembali?
Kita harus temukan tempat baru.
Sama seperti saat kita temukan tempat ini bertahun lalu.
Aku mengandalkanmu, Selah.
Dari seluruh anak-anakku, keyakinanmu yang paling murni.
Saudari-saudari yang lebih muda akan melihatmu untuk bimbingan.
Jadilah kuat.
Kumpulanku tersayang.
Perjalanan kita akan panjang dan sulit.
Tapi dengan keyakinan, kita akan temukan jalan kelahiran kembali.
No comments yet. Be the first to leave one.