De første 200 linjer.
Selamat datang di La Gomera, permata Kepulauan Canaria.
Kapal feri berikutnya tujuan Tenerife akan berangkat pukul 19:00.
Hai!
Kiko./ Cristi.
Bisa Bahasa Spanyol?
Kau bicara Bahasa Inggris?/ Ya.
Gilda mengirimku untuk menjemputmu.
Berikan ponselmu.
Matikan itu. Polisi mendengarkan.
Ayo.
Gilda
Paket tiba dengan selamat.
Hai./ Hai.
Biar kuantar kau ke kamarmu.
Bagaimana perjalanannya?/ Panjang.
Kupikir datang ke pulau yang salah.
Ini kamarmu.
Ini berandanya.
Kolam renang di bawah sana.
Lupakan apa yang terjadi di Bukares.
Aku melakukan itu untuk kamera CCTV.
Detektif Cristi Anghelache?
Aku Gilda, pasangannya Zsolt.
Aku diikuti. Mobil di sebelah kananku. Jangan melihat.
Mereka mengira aku pacarmu. Mari ke tempatmu untuk bicara.
Ada CCTV di seluruh tempatku.
Bantu aku keluarlah Zsolt dari penjara.
Tidak.
Di pulau, di Canaria, Ada bahasa siulan.
Aku tidak tertarik.
Kau akan datang ke pulau dan belajar bahasanya.
Mari bicara di lift.
Apa kau gila?/ Tak ada resiko.
Kita akan berkomunikasi tanpa diketahui orang lain.
Jangan sertakan aku. Titik.
Kau tidak mengundangku masuk?
Mereka akan tahu kita tidak bersama jika aku pergi sekarang.
Di mana kameranya?
Di bingkai lukisan ruang tamu,
Di patung di dapur, dan di cermin kamarku.
Tunggu.
Mereka melihat kita ciuman di bawah.
Jika kau bilang aku pacarmu, mereka pasti tahu itu bohong.
Berapa banyak uang yang kau punya?
Sekitar 300 leu.
Ambil ini.
Aku PSK kelas atas.
Itu separuh dari gajiku.
Gaji polisi hanya 1,000 euro sebulan?/ Benar.
Tunggu. Biar kuberitahu kau sesuatu.
Apa ini?
Tiket pesawat dan kapal feri untuk datang ke pulau.
Itu takkan terjadi. Kau tunggu setengah jam, kemudian pergi.
Anggur?/ Ya, tolong.
Merah? Putih?
Dimana lukisan objek itu?
Lukisan objek apa?
Lukisan yang kau punya selain dari pemandangan ini.
Aku berikan itu ke Ibuku.
Bagaimana kabar Ibumu?
Masih terobsesi dengan kebunnya?
Bisa kau bantu aku dengan anggurnya?
Bisa kau membantuku?
Bersulang.
Bersulang.
Sudah berapa lama sejak terakhir kita bertemu?
Empat bulan?
Lima, enam bulan.
Kau punya uangnya?/ Ya.
Bisa tunjukkan padaku?
Satu, dua, tiga, empat, lima ratus.
Sempurna!
Bisa kita ke kamarmu?
Ayo. Aku ada klien lagi pukul 11:00.
Bahasa Siulan
Bahasa siulan adalah kode. Seperti Kode Morse.
Semua yang kita bicarakan bisa menjadi siulan.
Jika polisi mendengar bahasanya,
Mereka akan mengira kicauan burung.
Contohnya, namaku, Kiko.
Selamat siang.
Bagaimana mengatakan "selamat siang" di Bahasa Rumania?
Mari bersiul!
Posisikan jarimu seperti ini. Seperti kau memegang senjata,
Lalu masukkan itu ke mulutmu.
Sudutnya harus seperti ini.
Seperti peluru akan menembus keluar dari telingamu.
Oke?
Bibirnya. Bibir...
Sedikit masuk ke dalam. Seperti orang tua tanpa gigi.
Udaranya bukan dari paru-parumu.
Dari sini.
Napasnya pendek. Dia harus pergi berenang.
Tapi bukan di kolam renang. Di laut.
Baiklah.
Kau harus berenang di laut.
Guanches.
Maaf?
Penghuni pertama pulai ini bernama Guanches.
Penemu bahasa siulan.
Mari berlatih. Ayo.
Bagaimana polisi tahu tentang kami?
Dari panggilan telepon.
Secara anonim.
Bersiul.
Bagus. Tangannya, sangat bagus.
Ingat, lidah di bawah jari.
Panggilan teleponnya dalam bahasa apa?
Aku tidak tahu.
Yang aku tahu itu perempuan.
Zsolt
Zsolt. Pemilik pabrik kasur yang mengekspor ke Venezuela.
Aku mendapat info anonim jika dia mencuci uang narkoba.
Tampaknya ada 30 juta uang tunai di pabrik.
Ini adalah pintu masuk pabrik.
Dan para karyawan.
Aku butuh informan didalam pabrik.
Utamakan seorang wanita. Penelepon anonimnya wanita.
Mungkin takut untuk berkata lebih.
Aku mengerti./ Baiklah.
Cristi, kumpulkan semua yang kau bisa tentang Zsolt, semuanya.
Baik.
Selamat malam.
Kamar 19, tolong.
Apa motel berganti nama?
Saat aku mulai dua bulan lalu ini memiliki nama yang sama.
Tambah lima lagi, tolong.
Kau menaikkan harganya?
Kau tidak takut kehilangan pelanggan dengan musik ini?
Justru sebaliknya. Kami berusaha mendidik mereka.
Peneleponnya seorang wanita.
Cari tahu siapa orangnya.
Di mana kamera CCTV-nya?
Di depan pintu gerbang utama.
Setinggi kepala? Atau lebih tinggi?
Lebih tinggi. Kemungkinan di tiang lampu.
Apa pabrik punya pintu keluar lain?
Ada satu lagi.
Disana mungkin juga ada CCTV.
Kamera CCTV selalu meliputi pintu-pintu dan gerbang.
Aku harus pergi.
Zsolt Nagy.
Lahir di Deva, tinggal di sana hingga tamat SMA.
Dia punya catatan kriminal saat masih remaja.
Kakaknya sekolah kedokteran di Cluj. Terkadang membawakan dia ganja.
Dia menghisap itu bersama dua teman sekelasnya.
Salah satu dari mereka mengadukan dia.
Polisi menangkap dia dalam penggerebekan.
Dia membuat kesepakatan dengan mengadukan kakaknya...
...dan mendapat penangguhan hukuman.
Kakaknya masih penjara.
Dimana kakaknya sekarang?
Tewas bunuh diri di penjara.
Ada kabar?
Aku bicara dengan tiga pegawai, tapi tak ada yang melihat hal mencurigakan.
Periksa nomor telepon ini.
Dia menerima pesan kemarin. Lalu kita kehilangan jejaknya.
Itu pesan berkode.
Itu saja untuk hari ini.
Semoga kita mendapat kabar yang lebih bagus besok.
Sampai jumpa.
Tunggu aku.
Aku akan turun untuk membeli rokok.
Halo.
Halo.
Tanamkan 20 gram kokain di kamar hotelnya.
Hotel yang mana?/ Itu ada di berkas pengintaian.
Carikan aku bandar yang mau bersaksi jika dia membeli kokain darinya.
Aku menginginkan itu hari ini sebelum pukul 16:00.
Antara kesaksian dan catatan kriminal Zsolt,
Aku bisa mendapatkan surat perintah.
Kita tangkap dia besok pagi.
Aku tak mau melakukan itu. Itu ilegal.
Aku bisa mengurus bandarnya. Tapi mungkin diatas jam 16:00.
Baiklah.
Apa yang kau rencanakan? Kau ingin pensiun?
Kantornya disadap./ Artinya?
Itu sebabnya dia bicara dengan kita di sini.
Jika kau menanam kokain dan orang lain tahu,
Kau yang akan disalahkan, bukan dia.
Terserahlah.
Dengarkan ini.
Pesannya berkata, "Aku merindukamu."
Balasannya, "Siapa yang kau cari?" Jawabannya, "Maria."
Balasannya, "Salah sambung.:
Apa itu kode?
Satu ponsel dan lima Euro SIM
Ponselnya yang mana?
Yang itu./ Yang ini?
Berapa?/ 72.
Lari!
Halo?/ Cepat datang ke pabrik kasur.
Selamat malam.
Rekanmu menunggumu di gudang.
Di mana itu?/ Aku akan mengantarmu/
Ada yang tewas?
Aku melihat forensik pergi.
Mereka temukan orang dengan leher terpotong.
Siapa orangnya?
Bahkan forensik tidak tahu.
No comments yet. Be the first to leave one.