De første 200 linjer.
- Keluarkan mereka! - Siap!
Daerah sialan! Cuaca sialan!
Ayo! Ini sangat dingin.
Kau pernah dengar cerita daerah ini? Kau tak akan bertahan lama di sini.
- Kenapa kepalanya di tutup karung? - Tak tahu. Tentara kita yang tutupi.
- Mungkin dia mata-mata? - Lepaskan, aku mau lihat dia.
Ampuni kami, kami hanya aktor.
Kami menghibur prajurit yang terluka.
Kami bukan tentara. Kami... Seniman.
Aku tak bisa bahasa Jerman. Ini istriku. Anak kami ada dua.
Bagaimana bahasa Jermannya? Anak-anak! Anak kami ada dua!
- Siapa dia? - Tak tahu. Tapi bukan sopirnya.
Kurasa dia memang aktor. Mereka menghibur orang-orang.
Hai, boleh kami menonton teatermu?
Boleh kami tembak sopirnya?
Diam, bodoh! Aku mau lihat bagaimana komunis menggambarkan pemimpinnya.
Brengsek! Lakukan, atau kutembak kakimu!
Setelah itu kau bisa lihat, kami tembak jalang itu!
- Kau pikir dia mengerti? - Kalau begitu terjemahkan!
Aku tak bisa. Aku hanya tahu beberapa kata bahasa Rusia.
Terjemahkan! Ini perintah.
Tunjukkan itu.
Tunjukkan apa?
Tunjukkan!
- Bilang teater. - Tunjukkan kami teater.
Teater? Dia mau menonton teater.
Aku mengerti. Tunggu.
- Lenya, mereka akan membunuh kita. - Tenang saja, Nina…
Ini kesempatan kita. Dia mungkin akan lepaskan kita.
Nina, aku sangat mencintaimu.
Perhatian!
Jerman yang paling hebat.
Ini pertempuran baru kami! Jerman! Bertempurlah!
- Dia ngomong apa? - Entahlah. Dia ngoceh tak karuan.
- Hentikan, mereka akan menembak kita! - Hentikan! Itu sama sekali tak bagus.
Akan kutunjukkan teater yang sebenarnya.
Perhatian!
Senjata siap!
Bapa kami di Surga...
- Siapa yang menembak? - Aku tak lihat siapa-siapa!
Orang-orang tak percaya pada Tuhan!
Tapi Tuhan ada!
Terima kasih! Terima kasih banyak!
Dari mana asalmu? Mana yang lainnya?
Kau sendirian?
Mereka tangkap aku dan istriku kemarin.
Mereka mencegat mobil kami. Membunuh sopirnya. Namanya Yura.
Kaum Nazi… Jangan pedulikan kalau aku mirip Hitler!
Kami aktor yang menghibur prajurit terluka. Aku benci Hitler.
Aku benci bajingan itu. Terima kasih!
Hai… Tunggu!
Siapa namamu?
HANTU MERAH PEMBURU NAZI
Pada tahun 1941, Jerman menerobos pertahanan soviet di barat Vjazma.
400.000 tewas dan 500.000 hilang. 85.000 berhasil kabur.
Mereka mencari rekan senegaranya dalam kelompok kecil atau sendirian.
Di suatu tempat dekat kota Medyn.
Berdiri!
Jangan coba-coba!
Constantine, geledah dia!
Aku bukan musuh.
- Aku teman. - Kita lihat saja nanti.
Kenapa tertawa? Ayo jalan!
Ayo!
Semoga saat musim panas, kita bisa mengunjungi rumah di desaku.
Kaki menginjak di pasir, panas sekali.
Air di danau hangat, seperti susu segar.
Lalu kau berlari ke rumah, di mana satu tong bir menunggu.
Kau minum sampai puas.
Sekarang aku sudah cukup puas dengan bir hangat.
Ini kami.
Kami temukan dia di hutan. Dia hampir mati kedinginan.
- Dia orang jerman? - Kelihatanannya orang Rusia.
- Apa kita harus ambil mantelnya? - Sersan, lepaskan mantelnya.
Ini.
- Ini, minumlah. - Jangan terlalu baik.
Bersiap berangkat. Ayo, cepat!
Kenapa kita membawanya? Kita tembak saja.
Menembaknya? Tanpa tahu siapa dia?
Jika dia orang kita? Kurasa dia bukan pembelot.
- Apa sekarang? - Sekarang letnan yang harus menggotongnya.
Turunkan dia.
Punggungku encok!
Hemat tenagamu dan diamlah!
- Tunggu! - Angkat.
Kau banyak ngomong.
Kau punya rokok?
Berbaringlah!
Kau harus ke rumah sakit. Berbaring saja agar lukanya tak bengkak.
- Seberapa jauh lagi? - Kita harus hubungi temanku besok.
- Apa temanmu memasak makanan? - Kau merindukan itu, bukan?
- Aku bicara jujur! - Hentikan!
Kau selalu banyak ngomong.
Itulah sifatku, letnan.
Aku akan cerita padamu soal sifat.
Jerman akan menembak tiga tahanan. Mereka menempatkannya di dinding.
Orang Rusia, Inggris, dan Prancis.
Jerman sangat ramah, mereka mau penuhi keinginan terakhir mereka.
Orang Inggris mau wiski.
Mereka ambil sebotol dan dia minum. Orang Prancis itu mau sampanye.
Jadi mereka berikan sampanye dan bilang "Kau mau apa, Rusia?"
Kuharap ada yang akan menendang bokongku.
"Itu keinginan terakhirmu?" "Ya."
Jadi orang jerman yang paling besar menendang bokongnya sehingga
dia terlempar seperti bola meriam, ke dinding dan kembali ke orang jerman.
Lalu dia ambil senapan mesin dan menembak semua orang Jerman.
Orang Inggris tanya, "Kenapa tak kau tembak mereka sejak awal?"
- "Ini sifatku". - Kau dengar itu!
Jika kita orang Rusia tak di tendang di bokong, kita tak akan marah.
Aku tahu cerita lain dengan akhir yang lain, tapi orang yang sama.
Mereka ditangkap, dan Jerman bilang,
"Kami akan lepaskan orang yang bisa menembak burung gereja."
Mereka tuang minuman, orang Prancis minum, tapi dia meleset, jadi mereka menembaknya.
Hal yang sama pada orang Inggris. Orang Rusia mau vodka bukan sampanye…
Kolya…
Kolya!
Kolya! Jangan mati!
Ayo, bantu dia!
Kolya, kau jangan mati!
Dia sudah mati!
Indah di sini.
Sudah 61 korban dalam dua bulan ini.
Menurutmu kenapa ada hubungan antara semua pembunuhan itu?
Kami pikir ini ulah penembak jitu.
Tentara kita menyebutnya "Hantu Merah".
Karena itu, kau tak bisa menghabisi satu orang saja.
Sekarang tugasmu, kapten. Anak buahku sudah berikan rinciannya.
Semoga berhasil.
Ceritakan soal "hantu merah" ini.
- Mana senapanku? - Kau punya rokok.
Punya.
Berikan.
Berapa lama kau di jalan?
Terlalu lama.
Kami menerobos, jadi kami terus bergerak.
Ini akan lebih mudah. Saat kami menyingkirkanmu.
Tenanglah, itu hanya lelucon.
- Jika kau ulangi lagi, kau mati. - Paham.
Teman-teman, bangun! Kita berangkat!
Konstantin, ke sini!
Aku tak lihat siapa pun.
Tak seorangpun.
Periksa gudangnya, Kostya.
Panggil mereka.
Apa yang kau lakukan?
Apa yang kau lakukan?
Kau sudah gila? Hentikan!
- Kau tak lihat yang dia lakukan? - Tenanglah!
Dasar bodoh! Dia menyelamatkanmu!
Temanku tak pernah minum vodka di rumah.
Semua itu beracun! Ini kejutan untuk partisan. Atau si penembak.
Sepuluh orang di kota tetangga tewas karena keracunan yang sama.
Kau harus berterima kasih padanya, bodoh!
Tapi kenapa?
Jangan senang dulu. Semuanya diracuni. Bahkan miras. Jerman cerdas!
Kapan kita bisa makan kenyang?
- Aku butuh pakaian bersih. - Periksa di peti itu.
Ini bagus!
Kau belum pernah lihat wanita hamil?
- Bagaimana itu? - Kau tak tahu anak ini akan lahir?
- Bodoh. - Apakah ini cocok?
Ya.
Tiga hari lalu, enam orang kita tewas di Nizovskaya.
Di kota Ivanovo, di sana dua tentara kita tewas.
Dan enam belas tewas di kota Lenskoye.
Kau suka pergi ke Banya?
- Maaf? - Banya. Seperti sauna, uap.
- Tidak, aku tak bisa. - Bahkan dalam cuaca sedingin ini?"
- Pernah dengar soal Banya Hitam? - Ya, ada satu di sekitar sini.
Sauna Jerman memang luar biasa, tapi Banya Hitam itu sangat menantang.
Kau hangat sampai ke tulang. Itu yang membuat Rusia kuat.
Kau harus pelajari musuhmu. Bagaimana mereka hidup, berpikir dan mandi.
Rusia menikmati yang ekstrim. Mereka suka kehidupan yang keras.
- Mereka tak punya pilihan, kan? - Tidak. Di mana Banya itu?
- Tak jauh dari sini. - Apa area tersebut aman?
- Ya, itu wilayahku. - Kalau begitu kita ke sana.
Hentikan konvoi!
Jangan sentuh apapun di atas meja. Dengarkan baik-baik.
Kita menuju kota dan mencari korek api.
Lalu kita cari orang-orang kita.
- Kalian bisa istirahat sebentar. - Tidak, aku ikut denganmu.
- Tetap bersamanya. - Aku?
Bukan, dia. Sersan, itu tanggung jawabmu.
Siap.
Sialan.
Sudah beres?
Masuk saja.
Kau lihat apa?
Umpan untuk partisan.
- Itu idemu? - Ya, dan itu berhasil.
Pekan lalu, ada 10 tentara Rusia tewas di sini.
Lihat di sini, kapten. Orang Rusia menyembah dua Tuhan.
- Menurutmu berbeda dengan kita? - Maaf.
Bersihkan mejanya!
- Aku lapar. Ambil makanannya, Nak. - Siap.
Cepat!
Diam! Ada Jerman.
- Astaga! Mana Vera? - Di sana.
- Kau tak mematuhi perintahku. - Haruskah kuserang mereka sendirian?
30 tentara Jerman, dan aku hampir tak punya peluru. Aku lagi keluar mau pipis.
No comments yet. Be the first to leave one.