De første 200 linjer.
- Hai. - Hai. Apa kabar?
- Bagaimana bayimu? - Menendang-nendang.
Kita bisa bertemu besok? Aku punya ide untuk susunan karnaval.
Astaga. Aku tak bisa. Bagaimana kalau lusa?
- Bagus. - Siang? Di kafetaria?
- Sampai jumpa di sana. - Dah.
- Hai, Ibu. - Aku mau memberimu kejutan.
Lihat yang kau tinggalkan di taman kami.
- Terima kasih. - Sama-sama.
- Siap pergi? - Ya.
- Indah sekali. - Terima kasih.
Pernakah kau lihat seorang gadis muda?
Pernakah kau lihat seorang gadis muda Menuju ke sini dan ke situ?
Ke sini dan ke situ Menuju ke sini dan ke situ.
Pernakah kau lihat seorang gadis muda Menuju ke sini dan ke situ?
Apa dengan cara ini dan itu, atau ke sini dan ke situ?
- Menurutku dengan cara ini. - Dengan cara ini?
Sudah kau tutup pintu?
- Ya. - Terima kasih.
Aku sudah sampai di sana sebelum kalian.
Baik, kalian menang.
Baik, jangan lupa cuci tangan.
Selamat ulang tahun!
- Kau tahu aku benci pertengakaran. - Kau bohong.
Aku kira kau ikut konferensi di Pittsburg.
- Pulang tepat waktu. - Ayah.
Ini jagoanku. Kemarilah.
- Kau jual banyak obat? - Cukup untuk membeli mainan baru.
- Apa kau terkejut, Ibu? - Aku sangat terkejut.
Nenek Jean datang.
- Halo. - Sayang.
- Aku sangat senang bertemu denganmu. - Ada yang harus bikin membuat kue.
Aku mungkin tak memanggang kue, tapi bisa menuang minuman.
Ya. Terima kasih banyak.
Terima kasih banyak.
Terima kasih, semuanya. Sungguh kejutannya. Terima kasih.
Bersulang.
Baik, semuanya.
Ini dari kami semua.
Terima kasih. Terima kasih.
Ia pasti menyukainya.
Ini berlebihan.
Cobalah.
Ini sesuatu yang hanya dimengerti seorang nenek...
Itu sangat menyenangkan. Tunjukkan satu lagi kepada kami, Nenek Jean.
Sudah.
Ke sini.
Ini dia!
Aku mau minum pil dulu.
Agar diriku baik dan sehat.
Kau sangat beruntung.
Mari kita kubur harta karun.
Kau minum pil dengan sampanye?
Sayang, pil membuat kantuk. Sampanye menggairahkan jantung.
Jangan khawatir.
- Mari kita lewati terowongan. - Jangan beri tahu puteraku.
Permisi. Aku akan segera kembali.
Theo?
Sayang, di mana kau?
Theo!
- Theo? - Alice?
- Apa yang terjadi? - Anak-anak membawa kue Max.
Theo tahu ia tak boleh memakannya.
Usia Theo tujuh tahun. Ia ingin mencicipinya.
Theo?
- Mereka tak boleh lagi makan kue. - Kami di sini.
Apa itu?
- Terowongan rahasia kami. - Mana kue-kuenya?
Di situ. Maaf.
- Kau memakannya? - Tidak.
Saat aku memanggilmu, jawab ya.
Paham?
Theo, katakan, "Ya, Ibu, mengerti?"
- Ya, Ibu, mengerti. - Baik. Terima kasih.
Maafkan aku. Aku hanya takut.
- Baik. Sana ambil kue. - Cuci tanganmu.
Apa dia memakannya?
- Apa dia memakannya? - Tidak. Tapi satu saja bisa membunuhnya.
Dan dia tahu itu.
Ya.
- Aku ibu yang payah. - Kau ibu luar biasa.
Dan teman yang luar biasa.
- Mungkin aku butuh segelas wine. - Bolehkah aku mengusulkan yang lebih kuat.
Kita tertinggal. Butuh presiden yang paham bahwa persaingan luar angkasa...
...adalah masalah keamanan nasional.
Kukira ia tak mampu mengatasi Soviet. Ia masih muda.
Masih muda.
Satu putaran lagi untuk yang berulang tahun.
Tidakkah ini teralu larut malam?
Damian, ini hari ulang tahunnya.
Tepat. Kau ingin hadiah pusing di pagi hari?
Dia benar. Aku cukup.
- Kau nyaris belum minum. - Berapa usianya? 43? Dia teralalu muda.
Aku bisa jadi presiden.
Teddy Roosevelt, sebagian orang berpendapat...
...presiden terbaik negeri ini.
Bukan hanya karena dia membuat Square Deal...
...ia tekan inflasi rendah selama 2 periode, menyelesaikan Terusan Panama...
...dan dia memenangi Nobel Perdamaian.
Ia baru 42 tahun. Usia tak ada kaitannya dengan ini.
Tapi kalian jangan terlalu kuatir. Kita tahu Jackie yang atur semuanya.
Aku percaya kau kalah dibanding Jackie.
- Lagi. Selalu. - Wartawan kesukaanku.
Betapa pun ia menjengkelkanku, ia wartawan yang bagus sekali.
Terima kasih, Damian.
Soal Jackie Kennedy. Kau tahu dia sedang mengandung lagi.
Ke mana arah pembicaraanmu?
Jika mereka bisa melakukannya di tengah kampanye presiden.
Maksudku, tanpa sengaja saja bisa, apalagi dengan sengaja.
Kita semua sudah dengar yang diucapkan Damian.
Mungkin aku harus melepon bosku yang dulu di Gazette.
Kenapa? Memang itu lucu?
Karena banyak tekanan bekerja di surat kabar harian.
Aku yakin saat Alice bekerja di surat kabar, ia bisa mengatasi tekanan.
- Simon, minumanmu sudah kosong. - Ya isi lagi.
Kalian tahu aku sudah cukup, tapi apa kau mau lagi? Katakan kapan.
- Isi lagi. Aku mabuk berat. - Isi lagi?
Ada yang butuh sesuatu dari dapur?
- Tidak, cukup. Terima kasih. - Kau baik-baik saja?
Apa kau sudah merasa cukup dengan hidup ini?
Aku ingin kasih adik perempuan untuk Max...
...tapi aku bahagia dengan yang aku punya.
Alice, menurutku jika kau ingin kembali bekerja, kembalilah.
Apa? Tidak, pikirkanlah. Aku akan bantu mengurus Theo.
Aku bantu urus rumahmu, atau mencari pembantu. Entahlah, tapi...
Lakukan saja! Lakukan.
Aku juga ingin kau bahagia.
Bagaimana kau bisa tak peka?
Apa yang aku katakan?
Kau mengusik mereka...
...dengan fakta bahwa mudah bagi kita mendapatkan Theo.
- Baik, aku tak berpikir. - Ya.
Hei.
Selamat ulang tahun, cintaku.
Mari kita bikin bayi lagi.
Jadi, karena Celine...
Ini bukan tentang Celine.
Ia bahagia berhenti bekerja sebagai perawat.
Kenapa kau ingin bekerja?
Aku kepala akuntan. Gajiku besar. Kau tak perlu pekerjaan baru.
Aku ingin bekerja lagi.
Bila kau masih bersemangat ingin menjadi wartawan...
...kenapa tidak kau tulis sesuatu untuk tesis?
Cepatlah.
Semoga harimu menyenangkan di sekolah.
- Bekerja keras. Bersikap baik. Ayolah. - Baik.
Ini, sayang.
- Ada obat pusing karena mabuk? - Kopi tawar.
Dengar, kemarin malam terlalu banyak minum cocktail...
Hai. Maaf.
Maaf. Max tak enak badan.
- Kasihan. - Biar dia di rumah saja, istirahat.
Max tidak ikut?
Tidak, sayang. Tapi jika sudah lebih enak, kau bisa bermain dengannya sepulang sekolah.
- Baik. - Semoga harimu menyenangkan.
Dah.
Ayo, burung-burung kecil. Masuk ke rumah barumu.
Max.
Ayo, burung-burung.
Max, turun! Bahaya!
- Kau bisa terpeleset. - Burung-burung perlu rumah.
Max, masuk! Kau bisa terpeleset!
Max! Celine.
Aku bisa meraihnya.
Celine!
Celine
Celine!
Alice?
Max.
Oh, Tuhan!
Alice? Max?
Max!
Aku ikut berduka, Damian.
Damian.
Hatiku hancur karena kejadian yang menimpamu.
Kami boleh bertemu Celine?
Keluarga sebentar lagi akan tiba.
Kami membutuhkan waktu untuk bersama.
Ya, tentu saja.
Beri tahu dia kami memikirkannya.
Kami di sini untuk meringankan beban kalian berdua.
Apa saja.
Terima kasih.
Celine.
Celine, Celine.
Hentikan!
Celine! Celine!
Di pagi yang menyenangkan ini, kami siap menghibur bersama DJ Herbie.
Theo...
Kemarin saat kau di sekolah, Max sakit dan...
Theo...
...Max mengalami kecelakaan parah.
Ia sudah tiada. Ia meninggal.
Kau mengerti maksudnya?
Mereka akan memakamkannya di sebuah lobang dan kita tak bertemu dia lagi?
Ya.
Kau ingin tak masuk sekolah hari ini?
Aku tak tahu apakah dia memahaminya.
Ia merasa syok.
Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.