Udgivelsesinfo

Kahin Pyaar Na Ho Jaaye 2000 Hindi 720p HDRip x264 AC3 - Hon3y
En kommentar af naoki_san
HD Rip

Tags

hdrip
HDRip
x264
720p
720
AC3
HD
Udgivet den: 2021-07-28
Downloads: 87
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

Diterjemahkan Oleh : Galank87 Ft. Ackiel_Khan

Movie, West-Series, K-Drama, Anime, Music, Software, Subtitle and Many More

Selamat malam, hadirin semua.

Atas nama Prem Kumar dan pesta ini, kuberi sambutan hangat pada kalian.

Ini kesempatan yang menggembirakan.

Sepasang kekasih, Anita dan Raj akan bersatu dalam pernikahan.

Teman-teman, pernikahan itu seperti manisan.

Orang yang memakannya akan menyesalkan pada orang yang tak merasakannya.

Jika itu terjadi, tak ada salahnya saat memakannya langsung menangis.

Benar 'kan, Tn. Batliwala? Bagaimana dengan pernikahan Anda?

Sangat menggairahkan! / Kenapa kau bilang begitu?

Tenang saja, jangan emosi.

Tuan, bagaimana dengan pengalaman pernikahan Anda?

Sangat indah! / Astaga! Apa yang kau katakan?

Jadi teman-teman, pernikahan itu indah dan juga menggairahkan.

Tapi pernikahan itu penting.

Dan itu sebabnya Anda harus bernyanyi di saat pernikahan.

Dan di mana lagu itu, Prem-lah yang akan menampilkannya.

Maka, para hadirin. Akan kuperkenalkan pada kalian...

...yang paling ditunggu-tunggu, Prem Kumar.

Apa kalian semua sudah siap malam ini?/ Ya!!

Kubilang, apa kalian semua sudah siap malam ini?/ Ya!!

Hai, aku Prem. Dan di sebelah kananku itu...Band-ku.

Di sebelah kiriku, pemandu suaraku.

Apa para pengiringku sudah siap?/ Tentu saja.

Maka, mari kita mulai.

Aku tak bisa hidup tanpamu.

Aku tak bisa hidup tanpamu.

Oh pengantin, syalmu itu bernilai jutaan.

Riasan di dahimu itu bernilai jutaan.

Gelang tanganmu itu bernilai jutaan.

Gelang kakimu, pengantin tersayang itu bernilai jutaan.

Tapi hatimu itu tak ternilai harganya.

Oh pengantin, syalmu itu bernilai jutaan.

Riasan di dahimu itu bernilai jutaan.

Gelang tanganmu itu bernilai jutaan.

Gelang kakimu, pengantin tersayang itu bernilai jutaan.

Tapi hatimu itu tak ternilai harganya.

Raut wajahmu seperti bintang yang tak pernah bisa terlupakan.

Raut wajahmu seperti bintang yang tak pernah bisa terlupakan.

Kemerahan ini, merona ini, berharap agar bisa menyatu.

Kau tak bisa mengucapkannya melalui kata-kata.

Mahkotamu itu bernilai jutaan. Cincinmu, sayangku, itu mahal.

Rantaimu dan gaunmu itu bernilai jutaan.

Tapi hatimu itu tak ternilai harganya.

Ini adalah hari perpisahan.

Kau akan meninggalkan rumah dan temanmu demi yang kau kasihi.

Kau akan meninggalkan rumah dan temanmu demi yang kau kasihi.

Kami berdoa pada Tuhan agar kau selalu bahagia.

Sekarang kau adalah miliknya.

Anting hidungmu itu bernilai jutaan.

Henna di tanganmu, pengantin tersayang itu bernilai jutaan.

Kemerahan di pipimu pengantin tersayang itu bernilai harganya.

Antingmu itu bernilai jutaan.

Tapi hatimu, pengantin tersayang itu tak ternilai harganya.

Semuanya.

Sekali lagi.

Terima kasih. Terima kasih semuanya.

Teman-teman, seseorang pernah bilang...

...Tuhan menciptakan pasangan di surga dan membawanya bersama ke bumi ini.

Seperti Anita dan Raj.

Teman-teman, sukacita ini juga akan segera mengisi kehidupanku.

Aku juga telah jatuh cinta.

Dan aku juga akan terikat dalam hubungan suci ini.

Kuharap restu kalian akan ada bersamaku.

Tolong doakanlah aku agar tercapai.

Terima kasih. Terima kasih banyak.

Hai, semuanya. Saat ini kita berada di Perumahan Tarana.

Hujan lebat ini dan makanan yang digoreng telah tersedia.

Ibu! Sapalah ke kamera. /Hai.

Lihat, sekarang Ibu sibuk karena untuk pertama kalinya Bibimu datang.

Tak ada seorang pun yang tak pernah ditemui oleh Prem.

Tanyakan saja Pamanmu apapun yang kau ingin tahu.

Baiklah.

Paman, keluarlah, cepat. Bibi Nisha bisa datang kapanpun.

Michael, apa yang kau lakukan? Ayo kita ke kamar Paman.

Paman./ Paman.

Halo, 2 keponakanku. / Katakan sesuatu tentang Nisha.

Tentu saja. Bibimu... / Kamera...

Bibimu Nisha itu luar biasa. Wajahnya, tubuhnya, suaranya...

Hai./ Neelu! Cepatlah. Tamunya sudah datang.

Tunggu sebentar. Dia akan datang.

Astaga. Dia sangat cantik. / Ya.

Aku bukan... Aku...

Jangan khawatir. Akan kuambilkan makanan hangat. Persilahkan dia duduk.

Ya, silahkan duduk.

Duduklah di sini dan bersinlah semaumu. Kuberitahu...

...aku juga bersin saat kedinginan. Jangan khawatir.

Anak-anak datang. / Wow! Bibi Nisha!

Panggilkan Prem. Kau mau ke mana? Duduklah. Makanannya!

Sebentar lagi!

Akan kuambilkan handuk. / Tidak...

Kurasa, mereka berpikir aku ini orang lain.

Jika kukatakan siapa diriku, Aku takkan dapat makanan apapun.

Pertama aku akan makan dulu. Lalu kukatakan namaku pada mereka.

Makanlah.

Makanlah lagi.

Apa Bibi Nisha sudah datang? / Ya.

Dia sedang duduk. / Sedang menunggu Paman.

Jadi, katakanlah pada Bibi Nisa aku akan datang sebentar lagi.

Bibi, Paman akan datang. / Prem akan datang.

Makanlah dengan nyaman. Aku sudah mengambilkanmu handuk.

Makanan ini sangat baik gizinya.

Prem sangat mencintaimu.

Aku lebih mencintai makanan.

Dia memanggil Prem itu makanan! / Manis sekali.

Dia selalu membicarakanmu. / Ya.

Dia bukan Nisha. Lalu siapa dia?

Katakanlah, di mana kau pertama kalinya bertemu Prem.

Di dalam bus!

Dia adalah penculik yang biasa menculik anak-anak di daerah ini.

Tertulis di koran, dia juga cantik.

Lihatlah, kenapa dia sangat rakus!

Kuharap dia tak melakukannya pada keponakanku setelah ini.

Penculik, kau akan masuk penjara!

Kau tak makan apapun. Prem sering membicarakanmu.

Ya, sering sekali! Makanlah, itu baik untuk gizi.

Pencuri! / Ya, dia sudah mencuri hatimu.

Bukan, dia penculik anak-anak! Dia bukanlah Nisha.

Apa?/ Apa? Tapi dia memakan makanan ini!

Untunglah bukannya anak-anakmu!

Panggilkan Polisi! / Polisi!

Ambilkan tali! / Tali!

Apa yang dia katakan? / Dia juga memakan orang dewasa.

Pisau!

Rencananya sudah berubah. / Letakkan makanan itu.

Letakkanlah dengan sopan.

Ikat dia! / Astaga!

Apa yang kalian lakukan? / Kami sudah menangkap penculik!

Dia ini sepupuku, Priya bukan penculik! Lepaskan dia.

Dia ini adiknya Mona.

Hai aku Prem. / Aku Vinod.

Neelu./ Aku Vini. / Aku Michael.

Aku sangat menyesal. / Aku bukanlah penculik.

Aku bukanlah penculik.

Mereka pikir aku ini penculik!

Rumahmu terkunci jadi aku ingin bertanya pada mereka.

Makanannya masih hangat jadi aku memakannya./ Makanannya masih hangat.

Aku bukanlah penculik. Aku cuma pencuri makanan.

Priya, mereka ini bukan keluarga yang jahat, bahkan sangat baik.

Terima kasih semuanya. Dah. / Dah.

Dia membawa makanannya Nisha.

Dia layak membawa makanan itu.

Halo. Nisha, hai!

Tapi kenapa kau terdengar letih?

Apa? Kau ada di Himachal?

Kami sedang menunggumu di sini.

Benarkah?

Apa? 2 bulan lagi!

Itu tak adil, Nisha.

Kau sudah pergi selama 2 bulan, masih diperpanjang 2 bulan.

Dan sekarang kau memperpanjang lagi selama 2 bulan!

Setidaknya bicaralah dengan kakakku.

Hai Nisha, bagaimana kabarmu? / Hai Bibi Nisha!/ Hai Bibi Nisha!

Halo. Hai, Nisha!

Dengar Nisha, Himachal Pradesh adalah Negeri yang sangat dingin.

Di sana pasti bersalju. Es krim, air dingin dan es...

...semuanya dingin. Aku selesai bicaranya. Bicaralah dengan Prem.

Terima kasih./ Terima kasih. / Halo. Ya, ya.

Tidak, semua orang tahu dia memang seperti ini.

Aku juga mencintaimu. Dan aku juga merindukanmu.

Cepatlah kembali.

Baiklah, dah.

Bibi kalian akan kembali 2 bulan lagi.

Kubuatkan kopi./ Terima kasih. / Sama-sama.

Bagaimana dengan karir aktingmu, Mona?

Sedang kujalani. Lupakan saja. Ceritakan saja tentang dirimu.

Ibu menyuruhku menikah.

Seperti apa pria-nya? Keren, tinggi, tampan, kau berkencan dengannya?

Ibu yang mencarikanku calon pengantinnya./ Apa?

Dijodohkan! / Ya.

Bukan karena cinta.

Mona, kau kenal aku dari kecil. Aku selalu mematuhi Ibuku.

Aku akan menikah dengan pria yang dipilih Ibuku.

Tapi aku tak mau Ibu yang menanggung biaya pernikahanku.

Aku ingin melakukan sesuatu. Dari hasil kerja kerasku.

Maukah kau membantuku? / Tentu saja, kenapa tidak?

Itu sebabnya aku mendatangimu.

Mari bersulang untuk itu. / Baiklah.

Ada apa? Ini. Gosoklah gigi kalian.

Gosoklah dengan benar.

Gigi yang kuat akan membuat tubuh menjadi kuat.

Dan tubuh yang kuat akan membuat napas menjadi kuat.

Dan napas yang kuat akan membuat hidup menjadi kuat. Jadi gosoklah.

Ayah, bagaimana jika jari ini patah?

Nak, kau bisa melakukannya tanpa jari. Tapi bagaimana kau bisa makan tanpa gigi?

Kau akan mati! / Ayah, bagaimana kami bisa...

...memilih makanan tanpa jari? / Dengan sendok!

Bagaimana bisa memegang sendok jika tanpa jari?

Untuk menjawab hal ini tak ada di kitab suci.

Tak tertulis atau Ayah belum membacanya?

Diam! Jangan mengolok-olokku! Kalian ini anakku atau tetanggaku?

Tetangga!

Ada apa?

Istriku, kenapa kau bisa melahirkan 4 anak-anak nakal?

Dan yang kelima akan datang! Kenapa kau lakukan ini?

Kenapa aku yang disalahkan? / Jangan mendebatku!

Pendeta! / Ada apa?

Sedang apa gadis ini di kota kita?

Dia sepupuku Priya. / Cantik. Dia cantik.

Kahin Pyaar Na Ho Jaaye subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Kahin Pyaar Na Ho Jaaye

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left