De første 200 linjer.
Sejak awal...
Kau menjebak kami.
Kau bilang, "Jadikan aku Magika"...
Dengan keinginan sendiri.
Walaupun kau tidak bertanya...
Bagaimana bentuk kondisi akhirnya.
Kenapa kau tidak bilang?
Karena kau tidak bertanya.
Jika kalian tidak tahu dan tetap tidak mengetahuinya...
Tidak akan ada masalah apapun.
Faktanya...
Mami tidak pernah tahu sampai akhir.
Lagipula kalian, para manusia...
Tidak terlalu...
Menyadari keberadaan jiwa kalian sendiri.
Jiwa bukan hanya sesuatu yang berkumpul dalam sel saraf...
Tapi jiwa adalah...
Sebuah faktor abnormal yang menemani hati kalian.
Coba pikirkan...
Jika hidup kalian tidak bersisa...
Akhirnya, manusia akan mati sepenuhnya.
Sebenarnya itu tidak perlu.
Aku membentuk jiwa kalian...
Kedalam bentuk yang lebih mudah dilindungi.
Setidaknya kau bisa merasa aman...
Saat melawan Majo.
Tindakanmu tidak diperlukan!
Kau salah besar!
Tugasmu hanya bertarung, tidak perlu memikirkan hal lain.
Misalnya...
Ada tombak menembus perutmu...
Akan terasa sesakit apa rasanya?
Inilah rasa sakit yang sebenarnya.
Walaupun hanya hentakan kecil...
Kau tidak bisa bergerak.
Alasan untuk kemenanganmu melawan Kyouko...
Adalah sebab kau terlindungi dari rasa sakit.
Yang hanya mungkin terjadi jika mental dan fisikmu terpisah.
Berkat ini...
Kau selamat dari pertempuran itu.
Jika kau biasa...
Kau bisa saja melupakan rasa sakit itu.
Tapi...
Kau akan kehilangan kewaspadaan...
Jadi aku tidak menyarankannya.
Kenapa...
Kenapa kami...
Harus begini?
Saat kalian menerima takdir untuk bertempur...
Harapan kalian terwujud, kan?
Bukankah harapan itu benar-benar jadi nyata?
SE-NO!! FANSUBS
Kawashita yakusoku wasurenai you
Me wo toji tashikameru
Oshiyoseta yami furiharatte susumu yo
Itsu ni nattara nakushita mirai wo
Watashi koko de mata mirukoto dekiru no
Afuredashita fuan no kage wo
Nando demo saite kono sekai ayundekou
Tomedonaku kizamareta toki wa ima hajimari tsuge
Kawaranai omoi wo nose tozasareta tobira akeyou
Mezameta kokoro wa hashiridashita
Mirai wo egaku tame
Muzukashii michi de tachidomatte mo
Sora wa kirei na aosa de itsumo mattete kureru
Dakara kowakunai
Mou nani ga attemo kujikenai
Jangan lupakan janji yang kita ikatkan
Ku ingin tahu apa kau memegangnya saat ku menutup mata
Mari kita keluar dari kegelapan yang terus maju ini
Aku pernah merasakan kehilangan masa depan
Tapi yang kubisa hanya menunggu di sini
Bayangan ketakutan yang terus membanjiri hatiku
Harus berapa kali kulupakan agar ku terus bisa berjalan diatas dunia ini
Waktu yang terpahat tanpa henti menjadi awal baru
'Kan kugunakan kenangan ini untuk membuka pintu yang tertutup itu
Hatiku yang terbangun mulai berlari
Demi melewati masa depan
Walaupun jalan yang kulalui penuh rintangan
Selama ada langit biru yang indah diatasku
Aku tak akan takut
Apapun yang terjadi nanti, aku tidak akan kalah
Episode 7 Apa Kau Bisa Menghadapi Perasaanmu Yang Sesungguhnya?
Berdiri!
Beri salam!
Apa Homura-chan...
Tahu?
Kenapa kau tidak mengatakannya?
Pernah kulakukan sebelumnya.
Tapi sampai sekarang belum ada seorang pun yang percaya.
Kenapa Kyuubei melakukan hal jahat ini?
Dia tidak menganggapnya sebagai kejahatan.
Karena dia tidak mengetahui harga jiwa manusia.
Sebagai timbal balik keajaiban yang diberikannya...
Dia akan menjawab demikian.
Tidak adil sama sekali!
Hanya tubuh tanpa nyawa?
Padahal Sayaka-chan berniat menyembuhkan orang yang disayanginya!
Selama terjadi karena keajaiban yang sama, tidak ada bedanya.
Karena hal yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Walaupun Miki Sayaka menghabiskan hidupnya untuk merawat lelaki itu...
Dia tetap tidak mungkin bisa bermain musik lagi.
Keajaiban itu...
Bukan hal biasa yang bisa didapatkan dengan taruhan nyawa.
Tapi dia menyebarnya seperti barang murahan.
Apa Sayaka-chan...
Tidak bisa kembali ke kehidupan normalnya?
Dulu sudah kukatakan, bukan?
Lupakan segala sesuatu tentang Miki Sayaka.
Sayaka-chan sudah menyelamatkanku!
Kalau tidak seperti itu...
Saat itu...
Aku dan Hitomi-chan sudah mati!
Jangan salah mengartikan rasa terima kasih dan rasa tanggung jawab.
Kau tidak akan bisa menyelamatkannya.
Baik secara fisik...
Ataupun mental.
Jangan terlalu memikirkan masalah ini lagi.
Homura-chan...
Kenapa kau selalu dingin begini?
Mungkin...
Karena aku bukan manusia lagi...
Ya?
Dengan tubuh seperti ini...
Aku...
Harus bersikap bagaimana saat menemui Kyousuke?
Mau sampai kapan meratap, anak bodoh?
Keluar sebentar.
Ada yang ingin kubicarakan.
Jadi sekarang...
Kau menyesal?
Dengan tubuhmu itu?
Kalau aku...
Sudah tidak peduli lagi.
Kenapanya...
Karena dengan kekuatan ini...
Aku jadi bisa melakukan hal yang kusuka.
Tidak perlu disesalkan menurutku.
Kau hanya menutupi kesalahan yang pernah kau buat.
Yak, sebut saja begitu!
Kalau kau hidup untuk dirimu sendiri...
Apapun yang kau lakukan akan menjadi tanggung jawabmu!
Tidak perlu dendam...
Juga tidak ada penyesalan.
Kalau kau berpikir seperti itu, tidak ada masalah.
Setelah kau menyeretku kesini...
Apa maumu?
Ini akan menjadi pembicaraan yang panjang.
Mau makan?
Jangan membuang makanan...
Atau kubunuh kau.
Tempat ini dulu...
Adalah gereja Ayahku.
Dia terlalu baik dan jujur.
Jika dia membaca koran pagi-pagi...
Dia akan menangis...
Dan merasa itu adalah salahnya.
Untuk mencapai jaman baru...
Harus ada ada agama baru.
Itulah yang dia percayai.
Kemudian...
Dia mulai menyampaikan ajaran yang berbeda dari gereja lainnya.
Tentu saja...
Dia mulai kehilangan umat.
Gereja lain mengucilkannya.
Sampai tidak ada lagi yang mau mendengar kata-kata Ayah.
Jelas itu terjadi.
Darimanapun, dia terlihat sebagai penyebar agama sesat.
Bahkan saat dia mengatakan hal yang benar...
Hal yang bahkan tidak diragukan kebenarannya...
Dunia sudah terlanjur menganggapnya sebagai manusia gagal.
Sampai saatnya kami...
Kekurangan bahan pangan...
Aku tidak habis pikir.
Ayah tidak mengatakan hal yang salah.
Hanya...
Hal berbeda dari yang orang lain katakan.
Jika ada waktu lima menit...
Agar mereka mendengarkan...
Siapapun akan sadar kalau dia benar!
Sayangnya...
Tidak ada yang mau.
Aku mulai menyesal.
Mulai tidak bisa menerimanya lagi.
Melihat orang-orang tidak bisa mengerti...
Aku tidak bisa sabar lagi.
Jadi aku minta pada Kyuubei...
Agar semua orang...
Mengerti padanya.
Keesokan paginya...
Gereja Ayah penuh sesak.
Setiap hari, umatnya bertambah...
Bahkan sampai gerejanya tidak muat lagi.
Aku menjalankan tugasku...
Sebagai Magika.
Sebenar apapun ajaran Ayahku...
Itu tidak bisa digunakan untuk membasmi Majo.
Jadi aku...
Mengambil tugas itu...
Dan menjalani hidup bodoh ini.
No comments yet. Be the first to leave one.