De første 200 linjer.
Alih Bahasa Oleh : Ry@Di, Samarinda, 27 September 2018.
Mereka datang! Habisi mereka!
Beban perang sangat berat.
Ada yang berpikir perang dibutuhkan agar kebenaran bisa menang atas kejahatan.
Tapi terkadang harga yang harus dibayar lebih besar dari kebenaran itu sendiri.
Axe. Axe!
Atas nama keadilan, banyak batasan yang telah dilanggar.
Mengambil satu nyawa untuk nyawa yang lain, menjadi satu siklus yang abadi.
Perang berkecamuk dalam diriku.
Butuh waktu seumur hidup untuk menebus semua hal buruk yang pernah aku lakukan.
Aku berlindung pada Buddha.
Aku berlindung pada Dharma.
Aku berlindung pada Sangha.
Dunia tenggelam dalam kebusukan.
Di tempat seperti Mong La, kejahatan merajalela.
Nilai perdagangan manusia diperkirakan mencapai $ 32 miliar per tahun.
Nilai perdagangan hewan langka di perkirakan mencapai $ 23 miliar per tahun.
Nilai perdagangan narkoba diperkirakan mencapai $ 150 miliar per tahun.
Bagaimana kejahatan dapat dilawan ketika seluruh dunia tersesat?
Terutama di Mong La, kota perbatasan yang dikendalikan oleh penjahat?
Silakan duduk. Dokter akan datang dan akan memeriksa kalian semua. Semuanya.
Mengantrilah dan tunggu di sini, oke?
Tiga Tahun Kemudian.
Bangunlah.
Duduk di sini.
Mengantri di sini. Dokter segera datang, oke?
Semuanya jangan khawatir. Semua akan baik-baik saja.
Dokter tak bisa melayani semuanya sekaligus.
Mohon tunggu. Dia akan segera datang, oke? Mohon tunggu.
Jangan khawatir. Dia akan memeriksa kalian semua.
Selamat pagi. Selamat pagi.
Giliran siapa?/ Bapak yang ini.
Chen Man datang untuk menemuimu.
Hai, saudaraku. Apa kabar? Itu jurus Tapak Tangan Ganda?
Aku sudah lupa itu./ Kau selalu melakukannya.
Saudaraku./ Silakan. Duduk dan minum teh.
Kau sudah menjenguk Guru?/ Kami bertemu bulan lalu.
Faktor usia, tapi dia tak mengakuinya, terutama sakit.
Kau pikir aku bisa membantunya?/ Waktu seperti pisau yang membantai semua orang.
Tak ada yang bisa menolaknya.
Kau harus menjenguknya./ Tentu. Ayo pergi bersama.
Kau beruntung karena Guru mengajarimu jurus tongkatnya yang paling hebat.
Apa dia tak mengajarimu juga?
Tidak, dan sekarang dia takkan mau lagi mengajarkannya.
Ku pikir dia lebih menyukaiku daripada kau.
Benarkah Guru telah menurunkan semua ilmunya pada ibumu?
Percayalah, itu benar sekali.
Mereka sangat dekat./ Seberapa dekat?
Mana aku tahu? Aku masih kecil waktu itu. Tapi kabarnya sudah 40 tahun.
Aku tahu aku tak boleh bercanda tentang ibumu. Aku minta maaf.
Ayolah./ Sekarang?
Jika kau belum lupa.
Seperti kata-kata bijak Guru Besar kita...
"Jika pikiranmu belum kosong dan tenang, kupu-kupu itu akan pergi."
Saudaraku, selain jago seni bela diri, kau juga punya hati yang baik.
Terima kasih, saudaraku. Kau lihat, kupu-kupu ini tak mau pergi.
Bagaimana dengan bagian kedua jurus itu?/ Aku akan menunjukkannya lain kali.
Kenapa tidak sekarang?/ Karena dia punya pasien.
Dan kau harus bersabar.
Lain kali saja. Terima kasih untuk bagian pertama itu.
Aku berhutang padamu, Axe./ Di mana aku bisa menagih hutangku?
"Klub Karaoke Chen-Man." Apa itu sekeren namanya?
Datang dan lihat sendiri. Kami klub malam terbaik di kota ini.
Dan satu-satunya./ Benar. Kabari jika kau punya waktu dan kita jenguk Guru bersama.
Tentu. Itu pasti. Terima kasih saudaraku.
Sampai jumpa.
Hei, bocah. Siapa namamu?
Dia mengawasimu sepanjang pagi.
Dia tak pernah menjawab saat aku bicara dengannya.
Namanya adalah Wai./ Aku harap dia yang beritahu itu padaku.
Dia tak bisa.
Dia tak bisa bicara./ Kenapa begitu?
Keluarganya sangat miskin. Ayahnya menganggur...
Dan pemabuk. Ada sebuah tragedi di desa ini sebelum kau datang.
Suatu malam perampok datang ke rumah mereka.
Mereka menculik kakak perempuannya sementara ayahnya pergi.
Ibu Wai berusaha menghentikan mereka...
Dan perampok-perampok itu membunuh ibunya di depan Wai.
Geng Mong La terlalu berkuasa. Tak ada yang bisa menghentikan mereka.
Axe, takdirmu menunggu.
Tolonglah, aku butuh lebih banyak waktu! Aku belum habis!
Kau sudah habis, ayo.
Kau tahu kenapa mereka memelihara ikan-ikan ini di sini, Tuan Li?
Mereka memakan nyamuk. Cara alami untuk mengendalikan hama alami.
Keberuntunganku bisa saja berubah./ Memang berubah, tapi ke arah yang buruk.
Kau tahu apa yang terjadi pada seorang penjudi yang buruk, Li?
Saat bandar sudah tak peduli lagi pada uangnya.
Saat kau lebih berharga menjadi contoh peringatan bagi yang lain.
Ku mohon! Ku mohon! Kau tak bisa membunuhku!
Aku punya sesuatu untuk Tuanmu QMom!
Aku membutuhkanmu hanya sebagai makanan ikan.
Di desaku ada seorang gadis.../ Tuan QMom punya istri lebih banyak dari kaisar, Li.
Kau pikir dia masih tertarik pada yang lain?/ Tidak, tidak. QMom pasti tertarik.
Gadis itu, Tara, dia punya kemampuan yang ajaib yang tak semua orang bisa.
Dan dia punya kekuatan untuk menyembuhkan!
Kita akan lihat nanti.
Kita akan lihat nanti.
Aku suka daging yang empuk sebelum kujadikan makanan.
Tuan Li, Tuan Li.
Mari kita bicara tentang Tara.
Ya, aku bisa! Aku akan ceritakan semuanya!
Dia berguna. Ayo kita ambil dia./ Tak ada peta. Petanya di kepalaku.
Kau pintar juga, menyimpan petanya di kepalamu, ya?
Jadi hutang-hutangku lunas, Pak?
Jika kau melakukan ini dengan baik, aku berhutang padamu.
Terima kasih! Terima kasih!
Apa kau pikir gadis itu benar-benar ada?
Tentu ada.
Ikuti dia dan bawa wanita untukku.
Bunuh siapapun yang menghalangi.
Doamu ternyata benar.
Itu bukan doa. Itu kutukan.
Aku menantangmu untuk bertarung sampai mati!
Jika kau menolak, aku akan membunuhmu.
Aku akan penuhi keinginanmu, dan aku akan ampuni nyawamu.
Tapi aku jamin, kau takkan berani lakukan hal bodoh seperti ini lagi.
Siapa namamu, saudara?/ Namaku Qiu. Qiu Wenliang.
Tak ada yang bisa bertarung dengan baik jika hanya bertarung sedikit.
Kau setiap hari mengambil barang dari toko Tuan Shang tanpa bayar sepeserpun.
Aku mengenal baik Tuan Shang dan keluarganya, mereka teman dekatku.
Aku membayar sekolah cucunya dan aku merawat keluarganya.
Tapi Shang adalah orang yang punya harga diri...
Jadi untuk kebaikannya, aku pergi ketokonya setiap hari...
Untuk mengambil buah-buahan, sayur atau roti demi menjaga mukanya.
Aku Nyonya Shang! Aku Nyonya Shang!
Jika tak ada dia kami pasti sudah lama mati.
Maafkan aku. Aku salah paham.
Kata-kata negatif membebani seperti racun. Mereka akan menjadi beban.
Bagaimana aku bisa menebus kesalahanku?
Isi karung terbesar yang bisa kau temukan dengan bulu angsa.
Naiklah ke atas bukit yang paling tinggi dan sebarkan bulu-bulu itu.
Kembalilah kesana seminggu kemudian, dan kumpulkan lagi bulu-bulu itu...
Masukkan kembali dalam karung dan bawa karung itu padaku.
Guru, angkat aku jadi muridmu.
Jika kau adalah muridku, inilah pelajaran pertama untukmu.
Tangkap dia! Tangkap dia!
Usaha yang bagus.
Jangan takut. Nanti saja.
Sau... Sau. Satu pasien lagi.
Seperti yang kau lihat, dia tak bisa meluruskan lehernya.
Aku akan mencoba melemaskan ototnya agar lebih mudah.
Bagaimana rasanya sekarang?/ Lebih baik?
Apa yang terjadi, Wai? Kenapa? Katakan padaku apa yang terjadi.
Ayahku mengambil pisau! Dia akan bunuh diri!
Bawa aku padanya. Aku akan bantu. Ayo, bawa aku padanya. Ayolah.
Ayah!
Ayah, ku mohon!
Ku mohon, saudaraku. Ini bukan jawabannya.
Kau tak tahu apa-apa./ Beritahu aku. Kau bisa memberitahuku.
Aku tak layak untuk hidup, tapi aku juga tak bisa mati...
Kecuali aku lawan rasa takutku dan melakukannya sekarang!
Keberanian adalah menghadapi ini dan hidup untuknya.
Dia membutuhkan dan mencintaimu.
Aku ingin mati!/ Lupakan masa lalu. Hiduplah untuk putramu.
Aku bukan pengecut! Aku akan buktikan!
Aku akan membunuhmu dulu dan kemudian bunuh diri!
Bunuhlah aku. Aku berikan hidupku agar kau dapat hidup untuknya.
Maafkan aku!
Dia suka bunga. Dia bilang dia suka bunga. Dia suka ini.
Siapa kau?/ Aku tidak ada. Aku segalanya.
Aku kekosongan. Aku memiliki sifat cahaya, tak dilahirkan dan abadi.
Kau harus berubah dari masa lalumu.
Dari kesakitan dan penderitaan hebat.
Kau akan segera berada di persimpangan jalan.
Kau akan berkesempatan menyelamatkan banyak orang yang tak bisa kau selamatkan sebelumnya.
Hanya kau satu-satunya.
Kenapa kau datang padaku?/ Kaulah yang datang padaku.
Hei.
Guru, Tuan Yuen datang menemuimu.
Kita sudah tutup. Bagaimana jika dia datang besok saja?
Ku rasa tidak, Guru./ Baiklah.
Maaf sudah mengganggumu di saat seperti ini. Kami datang dari jauh.
Silakan masuk.
Ayo duduk di sini.
Aku telah tinggal di desa ini selama tiga tahun, kau tak pernah berkunjung sebelumnya.
Pasti ada masalah yang mengganggumu./ Aku sudah dengar banyak hal tentangmu.
Misalnya?
Perlakuanmu pada orang-orang jahat./ Itu sudah lama sekali.
Dengan uangku, aku bisa lakukan hal yang sama.
Tapi untuk hal-hal tertentu, aku tak berdaya.
Kemana arah pembicaraan ini, saudara?/ Banyak anak-anak hilang di desa kami.
Gadis-gadis muda./ Berapa banyak?/ Tujuh orang dalam dua tahun terakhir.
Kemarin, yang kedelapan hilang.
Aku punya tiga anak perempuan. Dua yang termuda ada di sini.
Kemana putri sulungmu?/ Dia hilang dua hari lalu.
Tara! Selamat datang, tamuku yang berharga.
Tamu atau tahanan?
Tamu atau tahanan, tak masalah.
Di sini bersamaku kau bisa tidur dengan tenang.
Tidak seperti kau, yang mimpinya penuh dengan kalajengking.
Tara, dia istimewa.
Seluruh desa selalu berusaha menyembunyikan dan melindunginya.
Istimewa seperti apa?
Tara, matamu punya kekuatan sihir.
Ceritakan padaku. Apa yang kau lihat?
Saat dia masih bayi, aku sudah melihat bakatnya.
Dia menurunkan hujan dengan kata-katanya.
Tangannya mengeluarkan cahaya penyembuhan.
Jika hatimu sangat hitam, kenapa dindingmu begitu putih?
Aku mendapat kutukan sejak lahir.
No comments yet. Be the first to leave one.