Who Needs Enemies

Who Needs Enemies

Download Indonesian undertekster

Udgivelsesinfo

Who Needs Enemies (2013)
En kommentar af n42n42
Manual Translate...Enjoy. silahkan edit atau resync bila belum sempurna. tanpa menghilangkan credit / original penerjemah THX

Tags

other
Udgivet den: 2014-04-19
Downloads: 26
Hørehæmmede: Yes

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

Yang Aku katakan padamu.

Cintailah musuhmu, berkatilah yang mengutukmu.

Lakukan hal yang baik pada mereka yang membencimu.

Dan berdoa untuk mereka yang menyalahkanmu dan menghukummu.

Dia mungkin pilihan Bapa yang ada di surga.

Untuk dia yang membuat matahari terbit dalam kejahatan dan kebaikan.

Dan kirimkan kebaikan pada yang bersalah dan yang tidak bersalah.

Baiklah, giliranku.

Aku bilang, apa kau ingat yang katakan padaku?

Dia hanya sangat tergila-gila padaku. Aku harus menghindar darinya.

Kau mendapatkan aku, kau begitu marah. Itu tidak baik untukmu.

Aku akan pegang keramu untukmu.

Baiklah, itu sangat gila sekali.

Aku begitu berusaha membuatmu tertawa.

Tidak, kawan. Hanya saja leluconmu tidak lucu.

- Maksudku, itu rasial. Itu tidak inteligen. - Bagaimana itu rasial?

Apa maksudmu itu tidak rasial?

Aku tahu itu hitam.

Apa? Kau memanggil seorang anak kera dan mengatakan dia hitam?

Apa? Jadi kau bilang semua yang hitam adalah kera?

Bantu aku, Chris. Demi Tuhan.

- Apa? Aku hanya ingin merayakan disini. - Itu lelucon rasial bodoh, kau ingin aku tertawa?

- Sangat menyebalkan. - Giliranmu.

Yeah, kawan. Maaf, hanya tidak berselera.

Yeah, aku punya satu untukmu bagaimanapun.

- Bantu aku, Chris. Kasihani aku. - Oh, kau akan suka yang satu ini.

Apa yang di katakan ikan saat kau mengeluarkannya dari air?

- Sejujurnya, aku tidak peduli. - Bajingan!

Demi Tuhan.

Bajingan.

Aku berusaha memberitahu lelucon. Aku memberitahu lelucon, kau bajingan.

Oh, sial.

Baiklah, hubungi Bash.

- Halo, Bash. Kau dimana, kawan? - Tony. Tony, Tony, lihat.

Lihat, lihat.

Oh, Bash. Bash. Bisakah kau tolong jemput aku?

Bisakah aku minta tumpangan, Bash?

Bash, bisakah kau masukkan aku di belakang van-mu?

Bash, jemput aku. Bash, jemput aku. Hei!

Bajingan.

Giliranmu.

Itu memberitahu dimana menemukanmu.

Jika dia tidak.

Bujuk dia.

Chris, satu hal lagi.

Kau mungkin menemukan beberapa dokumen.

Aku memberitahumu, untuk keselamatanmu sendiri.

Jangan lihat itu. Itu rahasia. Coba lagi.

Bisakah kau perhatikan dan berhanti sms?

Bukankah aku tidak cukup baik padamu? Kemarilah.

Yeah, bisakah kau hubungi aku jika kau sudah selesai?

Kesakitan adalah satu hal terakhir yang menjauhkanmu.

Bangun.

Siapa itu?

Siapa itu?

Hai Tom, apa kabar?

Halo, Tom.

Astaga, apa itu?

Itu adalah hook kanan.

Aku sudah bilang padamu, aku sudah bilang padamu. Aku akan bicara dengannya.

Ada apa denganmu?

Chris, kau membunuhnya.

Kau bercanda?

Aku hanya memukul hidungnya.

Kalian semua melihat itu.

Luar biasa.

Sepertinya kita harus mencari sendiri, bukan? Ayolah.

Baiklah kalau begitu. Dimana menemukan tas itu?

- Itu cukup besar, bukan? - Kita menyebutnya terbaik, Mark.

Sedikit banyak.

Cobalah untuk tidak memojokkannya. Karena seseorang mungkin ada di pintu.

Jangan memintaku memindahkan mayat, itu bukan dekripsi pekerjaanku.

Maaf, Tony.

Ayolah, sepertinya tempat ini milik kita.

- Ada masalah? - Bash.

Sepertinya hidungnya patah.

Itu kesalahan.

Apa itu terlihat seperti kesalahan?

Kawan, aku mempelajari seni bela diri selama 20 tahun.

Mungkin saja hidung mereka terhubung dengan otak mereka.

Yeah, aku tidak setuju. Aku yakin kau juga begitu.

Kau terlalu banyak nonton film.

- Jadi kenapa dia mati? - Aku tidak tahu.

Menurutku, aku rasa seseorang menekan hidungmu ke otakmu.

Baiklah, dengar, cukup dengan ini semua. Ayolah.

Kau tetap apa yang kau lakukan terbaik. Singkirkan itu.

Apa ini, Tom?

Bajingan kotor.

Terima kasih, Tom.

Kau akan disana seharian atau kau akan keluar?

Hei.

Sial!

Halo?

Kenapa kau tidak segera menjawab saat aku meneleponmu?

Sial.

Sial, Mark.

Tunggu, aku bersumpah pada Ibuku. Aku akan membunuh bajingan itu.

Kau menghilang tiga minggu.

Kau tahu ada pesan singkat.

Jadi bagaimana sekarang?

Apa kau disana?

Ya, Louise aku mendengarkanmu, aku disini.

Siapa Louise? Ini Kelly.

Dengar, Kelly. Bukan bermaksud melucu tapi...

Jujur saja dalam hal ini, kau seorang pelayan, bukan?

Tentu.

Lihat, kau tidak bisa melebihi beratmu bagaimanapun.

Oh, Tuhan. Kau seorang bajingan.

Yeah, dengar, aku akan matikan sekarang karena ada panggilan lain menunggu.

Tunggu, karena ini...

Halo?

Kenapa kau mematikan teleponku tadi?

Karena aku kira kau akan meneleponku kembali.

Tidak tahu lagi.

Yeah, tapi aku punya ide kasar.

Apa yang kau lakukan?

Mark?

Dengar, apa yang kau lakukan nanti?

Kenapa kau tidak hubungi Kelly yang terus meneleponmu.

Kelly adalah sepupuku, kau tidak tahu?

- Tidak, itu konyol. - Yeah, kau seharusnya begitu.

- Kau beruntung, karena aku suka bodoh dan cantik. - Aku tidak bodoh.

Yeah, kau tidak cantik juga tapi alkohol membantu.

Kau bajingan.

Dengar, aku harus pergi, oke? Aku bicara denganmu nanti.

Mark.

Apa yang idiot itu lakukan di luar sana?

Tony, lihat.

Kau akan murung sepanjang hari. Atau kau akan membantuku?

Keluarkan tas itu. Bawa masuk.

Ya, pak.

Lucu, tidak tahu siapa yang punya.

Tidak juga, kawan.

Bagus.

- Tidak terlihat seksi di kolam belakang. - Yeah, aku setuju.

- Bagaimana kau tahu itu? - Siapa yang peduli.

Yang aku peduli akan di bayar.

Baiklah,

- Aku akan melihat sedikit. - Jangan lakukan itu.

Jangan lakukan itu.

- Lakukan apa? - Melakukan itu.

Taruh kembali, itu rahasia.

- Sekarang kau menggodaku, bukan? - Tidak, aku peringatkan kau.

Taruh itu kembali.

Jangan, Chris. Ayolah, Chris.

Sudah aku bilang, kau jangan seperti itu.

Aku tidak bisa mengatakan, aku sangat terkejut, Tony.

Ini semuanya.

- Cukup! Kau bajingan! - Tunggu. Tunggu.

- Apa kau kira aku bercanda? - Tenang, kawan. Tenang.

- Tenang, kawan. - Bagaimana bisa tenang? Itu rahasia.

- Kau cari tahu bicara dengan siapa. - Baiklah, baiklah.

- Cari tahu kau bicara dengan siapa? - Baiklah, aku minta maaf, oke?

Apapun yang aku katakan, maafkan aku.

Kenapa kau tidak menarik beberapa nafas dan tenang.

Aku tenang jika aku bilang aku tenang.

Baiklah.

Kau menang.

Pilihan yang pintar.

- Aku mau buang air kecil. - Oke.

- Aku ingin tahu apa yang ada di luar sana. - Baiklah.

Oke.

Tenang jika aku bilang aku tenang.

- Tidak, serius kawan, dengar. - Tidak, Tony.

Aku menemukan tas ini. Bukan kau, bukan dia.

Aku punya hak untuk tahu apa ini, oke?

- Kau tidak mau yang ada disini? - Terserah, itu pilihanmu.

Apa yang dia lakukan di dalam sana?

Mark, ayolah. Sudah malam kita harus pergi.

Kenapa kau melakukan ini?

Ada apa, kawan?

Ini tidak pernah tentang uangnya.

- Ini ada hubungannya dengan foto ini. - Foto apa?

- Kau melihat kedalam amplop. - Ya, aku melihat kedalam amplop.

- Kau perlu... - Kau bodoh.

- Berikan amplopnya. - Tunggu, kita bisa simpan uangnya.

Eno tak pernah tahu.

Apa yang ia pedulikan tentang foto itu.

Berikan fotonya sekarang, Bob.

- Kotoran. - Lihat, Anthony.

- Jangan lihat. - Lihat!

Terutama kita tak tahu namanya.

- Anthony itu... - Katakan satu kata lagi,

dan aku akan membuatmu jadi orang buta. Kau mengerti aku?

Kita harus menyimpan uangnya.

Apa?

Dia tak tahu apa yang ada dalam tas, bukan?

Kita harus menyimpannya, setidaknya kebanyakan dari itu.

Berikan dokumennya, itu yang ia minta.

Itu masuk akal.

Kita tak akan tahu tanpa dia. Pastikan kau tutup mulut-mu.

Maaf tentang itu.

Mari pergi dari sini.

Bawa tasnya.

- Halo? - Michelle, ini Mark.

- Halo? - Apa yang kau inginkan?

Aku ingin bicara dengan putriku.

kenapa?

Karena dia putriku?

- Dia menari jam 6 malam tadi. - Beberapa kata.

Who Needs Enemies subtitles in other languages

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left