De første 200 linjer.
SERIAL NETFLIX
- Halo. - Hai!
Kalian pasti Taylor dan Ayjay.
- Salam kenal! - Salam kenal.
- Boleh aku masuk? - Silakan.
Selamat datang. Anggap saja rumah sendiri.
Indahnya!
Terima kasih. Selamat datang.
- Seberapa tua rumah ini? - Ini dibangun tahun 1885.
Rumahnya menakjubkan.
Jadi, kalian ingin kamar bercinta.
Namaku Melanie Rose.
Selama 15 tahun,
aku telah mendesain rumah kelas atas.
Dapur mewah, kamar mandi megah.
Aku bisa menggarap itu sambil tidur.
Saat ada klien bertanya apa aku mau mendesain kamar bercinta,
awalnya aku kaget,
tapi kupikir, "Kenapa tidak?"
Aku bisa saja mendesain kamar bercinta.
Aku langsung paham bahwa kamar bercinta paling menyenangkan untuk didesain.
Jadi, 10 tahun terakhir, jasa desainku berfokus
khusus pada ruang kenikmatan ini.
Jadi, siapa yang menginginkan kamar bercinta di rumahnya?
Astaga!
Ya ampun!
Siapa pun yang ingin menjelajahi seksualitasnya
atau memuaskan nafsunya.
Ya ampun!
Keren. Bagus sekali!
Klienku bankir, guru, polisi,
bahkan mungkin tetangga kalian!
Ya ampun!
Kau serius?
Wah! Astaga!
Konon, orang tak tahu yang terjadi di balik pintu.
Namun, aku tahu.
Saat mendengar "kamar bercinta", orang cuma fokus pada kata "bercinta"
dan itu identik dengan vulgar dan menjijikkan.
Kamar bercinta tak menjijikkan.
Kamar bercinta bisa saja berupa kamar tidur mewah
hingga bilik seks di bawah tangga,
tapi desainku…
bisa sangat indah.
Bisa dianggap seni.
Bisa mewujudkan fantasi.
Bisa menyesuaikan hasrat klienku.
- Senang akhirnya bertemu. - Sama-sama.
- Kau manis sekali! - Terima kasih!
- Kalian juga manis! - Terima kasih!
Jadi, kalian butuh bantuanku?
Ya, kami saling mencintai dan suka bercinta.
Kami siap memiliki ruangan
untuk bereksperimen, menambah gairah,
dan bersenang-senang.
Kehidupan seks kami luar biasa.
Ya, sangat sensual dan mengasyikkan.
Bagi kami, dengan memiliki ruang untuk mendorong batas diri,
kami dapat terus mematangkan diri dan hubungan kami.
Karena itu kami ingin kamar bercinta.
Bisa tunjukkan kamar mana yang akan disulap jadi seksi?
Ya.
Kurasa kau akan kaget dengan lokasinya.
Astaga. Baiklah. Terima kasih banyak.
- Lewat pintu ini? - Bukan. Lewat sini.
Astaga!
Aku suka ini!
Ini buatan kalian?
Ya, kami minta dipasangkan.
Astaga, sempitnya!
Hati-hati.
Astaga. Ini fenomenal.
Kami ingin ruang untuk menikmati seks.
Kami ingin ruang yang khusus,
yang bukan sekadar kamar tidur.
- Ini ruangannya. - Baik.
Astaga.
- Sempit… - Maaf. Sempit.
Tunggu, itu mesin cuci.
Ya.
Tempatnya di sini.
Tidak!
Astaga, tangganya curam sekali.
Ruang yang kami ingin jadikan kamar bercinta
adalah rubanah.
- Aku dahulu. - Aduh. Baiklah.
Baik.
Kamarnya tersembunyi dan tak akan diketahui orang.
Ya ampun!
Jadi, lumayan menggairahkan dan seru.
Bagiku, itu seperti rahasia yang seksi.
Astaga, sudah? Ini tempatnya?
Di sinikah?
Kalian bercanda?
Astaga.
Selamat datang.
Ini ruangnya?
- Ini ruangnya. - Ini dia.
Aku menatap sekeliling dan memikirkan rencana desain.
Ruangannya sempit.
Dikelilingi beton dan bata.
Tinggi langit-langitnya tidak standar.
Ini bakal menantang.
Jelaskan yang kalian inginkan.
Aku suka bata ekspos.
Aku suka mempertahankan sejarah
pada sebagian elemen konstruksinya.
Aku sadar saat di atas. Ya.
Kami suka cahaya.
Jadi, kami ingin ruangannya terang,
ada kacanya,
pokoknya seksi, elegan, seru, dan asyik.
Idealnya, rubanah yang belum selesai ini
menjadi ruang seks bawah tanah yang seksi dan bergaya rock and roll.
Namun, berbeda dari ruang seks bawah tanah yang dibayangkan banyak orang.
PAPAN INSPIRASI SENSUAL TAYLOR & AYJAY
RUANG SEKS BAWAH TANAH BERGAYA ROCK AND ROLL
Mari bahas detailnya. Apa yang kalian suka?
Aku suka vibrator.
Aku sangat suka stimulasi klitoris.
Menurutku selain mendiskusikan selera pribadi mereka,
tujuan pemakaian kamarnya juga perlu dibahas.
Karena itu,
aku mengulik topik yang blak-blakan dan pribadi.
Kalian suka apa? Digoda dan dirangsang seperti apa?
- Aku menyukai stimulasi anal. - Ya.
Kami menggunakan butt plug untuknya.
Dia belum pernah seks anal.
- Sempurna! - Ya.
- Butt plug . - Ya.
Kami suka spanking ringan.
Kami sering bermain dinamika kendali.
Aku suka sekali diikat.
Itu hal yang sangat menggairahkan dan seksual bagiku.
Otakku berputar. Mari ke atas dan membahasnya lebih dalam.
- Baik. - Ide bagus.
Jalanlah dulu, siapa tahu aku butuh bantuan.
Kadang klienku cukup grogi.
Mungkin gaya hidup mereka vanilla.
Bercinta posisi missionary dan sampai situ.
Taylor dan Ayjay berbeda.
Mereka terbuka soal hubungan seks mereka.
Mereka tak naif.
Mereka tak biasa dan ingin bereksperimen lebih jauh.
Aku suka itu.
Aku ingin lebih mendalami tentang kalian berdua.
Akan kukeluarkan barang dan melihat reaksi kalian.
Baik.
Yang kulakukan saat pertama kali menemui klien
adalah mengenalkan mereka ke tas berisi mainanku.
Ini tahapan penting dalam proses desainku.
Ini sebuah tes untuk memahami yang klienku sukai
atau tak mereka sukai.
Itu baru aku suka.
Borgol. Silakan.
Kalian suka itu? Apa menurut kalian itu asyik?
Ya, sepertinya asyik.
Kalian penasaran?
Aku suka konsep dikekang dan tak mampu melawannya.
Itu mendorongku batasan diriku.
KEKANG DIA
Karena kau suka stimulasi anal…
Itu butt plug terindah yang pernah kulihat!
- Berat sekali. - Berat, ya?
- Bagus, ya? - Ya! Astaga!
Ingin mencoba yang seperti itu?
- Ya. - Ya.
URUSAN ANAL
Teruskan!
Baiklah.
- Ini flogger . - Baik.
Permainan melibatkan rasa sakit itu menarik.
Kami belum pernah mencobanya.
Aku belum paham apa yang menarik dari itu.
Aku tak yakin menyukainya.
Ada flogger tertentu yang bisa
memberi sedikit rasa perih, cambukan lembut,
tapi bisa diikuti cambukan keras.
- Baik. - Yang ini lumayan lembut.
Ya, tidak sakit.
Ya, itu bisa…
Aku suka bentuknya, agak menggelikan.
Agak menggelikan.
Kita bisa gunakan untuk menggoda, lalu mengejutkan.
CAMBUK, ATAU TIDAK MENCAMBUK?
- Ini akan sangat seru. - Kami terbuka.
Banyak hal bisa kami coba. Rasanya kewalahan.
Memang bisa kewalahan, tapi aku punya ide
yang bisa kubawa ke kamar kalian.
Kalian mungkin berpikir tak suka, tapi setelah coba, ketagihan.
- Baik, sempurna. - Ya, sempurna.
Bisakah kau turun dahulu supaya bisa membantuku turun?
Membantumu turun?
Aku punya kenalan kontraktor hebat, Mike.
Aku sudah puluhan kali bekerja sama dengannya.
Ya ampun.
Ya.
Aku suka sedikit merepotkannya
dan proyek kali ini akan sulit.
- Mau keluar? - Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.