Revolutionary Sisters

Revolutionary Sisters (오케이 광자매)

Download Indonesian undertekster

Udgivelsesinfo

오케이-광자매-Revolutionary-Sisters-E97-E98-NEXT-VIU
En kommentar af Anangkaswandi

Tags

other
Udgivet den: 2021-09-13
Downloads: 26
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

Apa maksud Bibi kita tidak perlu mencarinya?

"Untuk Bong Ja"

Ayah.

Kak Cheol Soo, astaga.

Kita harus menelepon polisi sebelum terjadi sesuatu kepadanya.

"Episode 49"

Tempat memancing?

Dia menyarankan kami pergi ke tempat memancing pekan ini.

Tampaknya, dia ingin memancing.

Ya, Bibi. Kami hampir sampai di kantor polisi.

Baik.

Gwang Tae, putar balik mobilnya.

Setiap kali merasa sedih, dia akan pergi ke tempat memancing

dan mencari kenyamanan sembari menonton

yang lain memancing.

Benar. Dia bilang tidak bisa menikmatinya

karena dia tidak punya uang untuk membeli joran.

Bahkan Bibi Bong Ja tidak boleh tahu.

Tidak ada orang di rumah.

- Kalau begitu, ayo bersiap. - Ayo.

Cepat.

Ayo cepat.

Ayah?

Ayah!

Maaf, Pak.

- Maafkan kami. - Permisi.

Siapa pun yang botak mirip Ayah sekarang.

Aku akan segera membeli wig.

Ini terlalu menyesakkan.

Kita harus membelikannya transplantasi rambut.

Kita akan menabung untuk prosedurnya.

Kami mencari seseorang.

Usianya pertengahan sampai akhir 60-an

dan terlihat seperti pria bangsawan.

- Apa? - Dia sering berkata,

"Itu salah."

Dia tidak tahan dengan ketidakadilan.

Dia juga tampak kesepian dan sedih.

Bagaimana kalian bisa menemukan siapa pun kalau begini?

Ciri khas apa yang dia miliki?

Dia tinggi

dan botak sebagian.

Itu menggambarkan terlalu banyak orang.

Kalian punya foto?

Bagaimana kalian bisa menemukan orang dengan deskripsi itu?

Sulit dipercaya.

Kalian punya?

Tidak.

Aku juga.

Bagaimana bisa kita tidak punya fotonya?

Aku punya foto pemandangan indah, Berkat,

dan bahkan paket.

Memotret bukan lagi kemewahan.

Kita hanya butuh ponsel kita,

tapi tidak pernah memotretnya.

Jika dia mati, kita tidak akan punya foto untuk pemakamannya.

Aku mengambil 10 sampai 20 foto Hanbang

padahal dia tidak terlihat oleh mata telanjang.

Kita semua tidak pengertian.

Dia menyerahkan hidupnya untuk membesarkan kita,

tapi kita tidak melakukan apa pun untuk membalasnya.

Aku akan berfoto dengannya sekarang.

Aku akan melakukannya setiap hari.

Ada satu foto yang kami ambil di pernikahan.

Itu di rumah.

Kami akan mencarinya dan membuat selebaran.

Bagaimana perasaanmu? Kakak mengkhawatirkan Hanbang.

Aku baik-baik saja.

Aku yakin Hanbang akan bertahan.

Kita hanya perlu mencari Ayah.

Kita aman!

"Terima kasih sudah membesarkan tiga saudari dengan baik, Ayah"

Mereka pasti sudah datang!

- Ini dia. - Ini dia.

Kapan kalian menyiapkan semua ini?

Operasi rahasia dimulai kemarin.

Kami akan memulai pestanya begitu Ayah tiba.

Apa dia di tempat kerja? Kami bahkan membeli kue.

Sepertinya kita harus melewatkan pesta hari ini.

Apa terjadi sesuatu?

Dia pergi dari rumah.

- Apa? - Apa?

Kapan?

Dua malam lalu.

Karena apa?

Apa dia bertengkar dengan ayahku?

Bukan begitu.

Putri-putrinya membuatnya agak kesal.

Kami sudah mencarinya sejak kemarin,

tapi dia belum muncul juga.

Haruskah kita mencarinya juga?

Kalian tidak akan tahu harus mulai dari mana.

Ayo masuk sekarang.

Ayo.

Bibi Bong Ja.

Apa karena Gwang Tae?

Ini rumit.

Kamu belum memberi tahu yang lain, bukan?

Belum.

Tapi Ayah tidak ada di sini.

Kita harus makan karena makanannya sudah dibuat.

Kalian pasti lapar.

Bagaimana dengan kuenya?

Kita akan meniup lilin saat dia kembali.

Tunggu sebentar. Dia mungkin memeriksa pesannya.

Anda dialihkan ke kotak suara.

Tekan satu untuk merekam.

Untuk meninggalkan nomor...

Mulai.

- "Selamat ulang tahun". - "Selamat ulang tahun"

- "Selamat ulang tahun". - "Selamat ulang tahun"

- "Selamat ulang tahun, Ayah". - "Selamat ulang tahun, Ayah"

- "Selamat ulang tahun". - "Selamat ulang tahun"

- Ayah, cepat pulang! - Ayah, cepat pulang!

Tunggu. Bagaimana dengan kopernya?

Ini dia.

Mungkin ada sesuatu di sini.

Periksa semuanya.

Kenapa ini terlihat sangat berbeda hari ini?

Bisakah kalian membayangkan bagaimana perasaannya?

Kita adalah hasil dari perselingkuhan istrinya,

jadi, kenapa dia menyimpan semua ini?

Dia bukannya sengaja mengadopsi kita.

Rasa sakitnya pasti tidak tertahankan.

Ini foto pertama kita bertiga. Kapan ini?

Entahlah.

Kakak rasa ini diambil di luar.

Dia menyimpan fotonya di sini selama ini.

Setelah ibumu kabur dari rumah,

ayahmu membawa kalian bertiga ke area rekreasi.

Ayah tidak ada di foto.

Dia memotret.

Menghabiskan seharian dengan kalian di sana,

dia pulang dengan senyum cerah.

"Bong Ja, andai aku bisa

tinggal bersama ketiga anak ini tanpa istriku." Dia bilang begitu.

Kami tidak tahu.

Kami hanya mendengarkan Ibu.

Rasanya kakak tahu tempat ini.

"Bersinar di Bawah Starlight"

Kak Gwang Nam, ini.

"Gongwon-ro"

Ayah, coba ini.

- Makan punyaku juga. - Makan punyaku juga.

- Ini. - Ini.

Kenapa Ayah menyembunyikannya padahal bukan ayah kandung kami?

Kami akan mencari ayah kandung kami.

Kenapa Ayah melanggar hukum moral hubungan keluarga?

Bertanggung jawablah atas perbuatan Ayah.

- Ayah. - Ayah.

Dia tidak ada di sini.

Ayo ke sini.

- Ayah. - Ayah.

- Ayah. - Ayah.

- Ayah. - Ayah.

- Ayah. - Ayah.

Ayah!

Ayah.

Ayah.

Ayah sedang apa di sini?

Kami mencari Ayah ke mana-mana.

Kalian mencari ayah?

Tentu saja. Ayah itu ayah kami.

Terima kasih sudah datang menemui ayah.

Kenapa Ayah bilang begitu?

Ayah satu-satunya ayah bagi kami.

Terima kasih.

Karena menerima ayah sebagai ayah kalian.

Ayah sudah menjalani seluruh hidup dengan berat hati.

Ayah khawatir kalian akan tahu dan merasa terkejut.

Lalu

ayah takut kalian akan meninggalkan ayah.

Ayah.

Ayah pasti sudah melalui banyak hal.

Tidak.

Ayah melupakan masa-masa sulit saat membesarkan kalian.

Awalnya sulit untuk memutuskan.

Namun, ayah lupa semuanya begitu memeluk kalian.

Ayah bahagia.

Kalian memberi ayah kekuatan yang membuat ayah tetap hidup.

Ayah tidak pernah menganggap kalian sebagai beban bagi ayah.

Jika sendirian,

ayah pasti sudah meninggalkan dunia ini.

Kalian membuat ayah hidup.

Ayah.

Terima kasih sudah membesarkan kami dan tidak meninggalkan kami.

Terima kasih, Ayah.

Terima kasih banyak, Ayah.

Ayah. Ayo pulang.

Para menantu Ayah menyiapkan pesta ulang tahun untuk Ayah.

Ayo, Ayah.

Ayah.

Aku merasa sangat bahagia kita dalam perjalanan pulang.

Aku merasa duniaku runtuh tadi.

Aku tidak bisa hidup tanpa Ayah.

- Aku juga. - Aku juga.

Kalian berbohong.

Kalian punya suami.

- Aku tidak butuh suami. - Aku tidak butuh suami.

Jujurlah. Alih-alih pria tua seperti ayah,

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left