De første 144 linjer.
Keinginan yang diwariskan,
pasang surut waktu dan impian manusia.
Hal-hal ini tak bisa dihentikan.
Selama manusia masih mencari makna kebebasan,
hal-hal ini akan terus ada!
YUBA - NANOHANA - ERUMALU - KATOREA
Tiga tahun telah berlalu sejak setetes hujan turun
di kerajaan oasis.
Melihat harapan yang memudar, banyak orang angkat senjata.
Tanah tandus itu kini diselimuti ratapan kesedihan
dan gelombang besar.
Untuk mencegah pertarungan,
Luffy dan temannya pergi ke kota hijau Erumalu,
lalu menuju ke oasis Yuba, tempat pasukan pemberontak berada.
"Kesatria Pemberontak Koza! Mimpi yang Dijanjikan Kepada Vivi!"
Hei, hentikan!
Lihat banyaknya yang tumpah! Kau buang-buang air!
Apa masalahnya? Ace membawa sangat banyak air.
Semua ada batasnya!
Kau juga makan dengan lahap.
Dia mau minum juga.
Ini untuk saat Nona Nami bilang, "Aku haus sekali!"
Aku bisa merikan ini padanya!
Nona Nami! Vivi! Mau minum air?
Jangan bodoh! Aku akan meminumnya!
Kami belum haus.
Berikan padaku!
Kau akan menumpahkannya! Hentikan!
Kau juga mau?
Terima kasih. Aku tak haus.
Hei, Vivi. Bisa beri tahu aku tentang pasukan pemberontak?
Ya, mungkin aku harus memberitahumu dulu.
Saat itu, sebelas tahun lalu…
Vivi! Tumbuh dewasalah menjadi tuan putri hebat!
SEBELAS TAHUN LALU, KERAJAAN ALABASTA
Desa kami… Desa kami mengering!
Kenapa kau tak membantu kami?
Tapi cuaca diatur oleh para dewa.
Aku mungkin raja, tapi tak bisa mengontrol kekuatan alam.
Tapi ayahku bilang raja bisa melakukan apa saja!
Aku hanya bisa melakukan yang dilakukan manusia…
Yang Mulia! Ayah anak ini datang ke istana!
Maaf sebesarnya, Yang Mulia!
Maafkan putraku yang manja! Aku akan bertanggung jawab penuh!
Aku akan menerima hukuman apa pun dengan lebih baik! Kumohon padamu!
Sulit kupercaya betapa bodohnya kau!
Bodoh kau!
Toto, ya?
Ya, Tuan!
Kerajaan akan menjamin sementara mata pencaharian
para warga yang terdampak kekeringan.
Kalian boleh tinggal di sini, di Alubarna, dan merencanakan masa depan kalian.
Sungguh perhatian sekali! Terima kasih!
Terserah! Memangnya kau mengerti perasaan para warga desa?
Tunggu! Koza! Kembali kemari!
Toto.
Ya, Tuan!
Dia anak baik. Dia menyampaikan perasaan warga desa.
Dia menyerbu masuk kemari demi warga desa.
Dasar cengeng.
Apa katamu, Anak Katai?
Anak katai?
Tuan Cobra.
Ada apa, Igaram?
Dengan segala hormat,
kerajaan tak punya cukup uang untuk membiayai mereka semua.
Dasar bodoh!
Kita bisa mengurangi biaya hidup kita atau apa pun yang dibutuhkan!
Aku mengerti. Baiklah.
Gawat, Yang Mulia! Nona Vivi!
Aku berkelahi. Aku kalah.
- Vivi! - Nona Vivi!
Berandal kecil itu! Beraninya dia melukai Tuan Putri!
- Akan kuhancurkan dia! - Tunggu! Igaram!
Maaf sebesarnya!
Aku rela mati menggantikannya!
Cukup, kalian berdua!
Bodoh! Itu perkelahian anak-anak!
Selamat datang! Kemarilah!
Kemarilah! Harga murah!
Ini lezat! Ini pesananmu!
Ada pertikaian!
- Kemarilah! - Pertarungan!
Jangan mengalah karena dia Tuan Putri!
Beri pelajaran pada Tuan Putri lancang itu!
Kau pasti bisa, Nona Vivi!
Hei, kalian! Koza adalah ketua kita, tahu?
Jika menang, aku jadi ketua kalian!
Aku tak akan kalah darimu, Bocah!
Aku akan selalu jadi ketua di desa kami!
Ayo mulai!
Dengar, Semuanya!
Mulai hari ini, Vivi adalah wakil ketua Klan Suna Suna!
Ada yang tak setuju dengan itu?
Tidak!
Lihat, Igaram.
Vivi dapat teman.
Ya.
Itu hal terpenting untuk dimiliki
jika dia akan bertanggung jawab atas Alabasta suatu saat nanti.
Paman Toto! Nyonya! Selamat pagi!
Di mana Ketua?
Selamat pagi. Jika kau mencari Koza, dia sudah pergi.
Kurasa dia ada di tempat biasa.
Sampai jumpa!
Vivi! Bagaimana makan siangnya?
Aku akan makan bersama kalian! Terima kasih!
Ini memang negeri yang aneh.
Tuan Putri bergaul dengan rakyat jelata seperti kita.
Itu bukti dari kedamaian.
Tuan Igaram. Mau makan siang bersama kami?
Tidak, tak perlu! Aku bawa onigiri.
Aku harus pergi!
Yang Mulia! Sedang apa di sini?
Tuan!
Kau mengikutiku lagi?
Tapi aku mencemaskan Vivi.
Pulanglah! Kau hanya akan menambah pekerjaanku!
Apa?
Jangan bilang, "Apa?" padaku!
- Kedengarannya itu negeri yang ramah. - Ya.
- Berikan air itu! - Tak akan!
Tapi banyak hal terjadi…
Hei, Nona!
Mau keluar? Mau kami temani?
Serang, Klan Suna Suna!
Kenapa orang-orang ini? Mereka belum mati?
Ketua! Semuanya!
Lari, Vivi! Mereka mau menangkapmu!
- Pergilah, Vivi! - Mereka mau membunuhmu!
Tapi… Ketua!
Kami tak akan membunuhmu!
Kami mau uang tebusan! Jadi, kami hanya akan menculikmu!
Sialan kalian!
Kemarilah, Tuan Putri Vivi.
Kalian tak boleh membawanya!
Lindungi dia sampai mati, Klan Suna Suna!
Apa itu?
Benda apa ini?
Apa ini?
Sodok…
Besar sekali!
Hebat!
Hei, ceritakan lebih banyak tentang apa yang terjadi.
No comments yet. Be the first to leave one.