Udgivelsesinfo

SousounoFrieren-13[1080pAV110Bit]
En kommentar af sph21

Tags

1080
Udgivet den: 2023-12-02
Downloads: 107
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 192 linjer.

Begitu rupanya.

Jadi, kau seorang petualang?

Dahulu, aku juga pernah berangan-angan untuk menjadi petualang.

Itu semacam impian

yang selalu didambakan oleh anak-anak, 'kan?

CERITA ORISINAL OLEH KANEHITO YAMADA / TSUKASA ABE

DUA PULUH SEMBILAN TAHUN SEJAK HIMMEL THE HERO WAFAT

HUTAN ALT DI KONTINEN UTARA

Semasa kecil,

aku punya seorang sahabat yang sering bermain pertualangan denganku.

Dia benar-benar tak kenal lelah.

Dia bagaikan gorila.

Namun, dia tipe gorila yang memedulikan teman-temannya.

Setelah kami dewasa dan aku melupakan semua impianku,

dia mengajakku untuk menjadi petualang bersamanya.

Saat itu, andai aku menjabat tangannya,

nasibku pasti akan berbeda drastis.

Itu sudah sepuluh tahun lalu.

Tapi masih kusesali hingga kini.

Kenapa kau memberitahuku cerita ini?

Sebentar lagi, ada Perayaan Hari Panen di desaku.

Kakakku juga memintaku mengumpulkan tanaman liar di hutan

untuk dimasak.

Namun, tiba-tiba...

aku terjebak di rawa yang tak berdasar.

Jadi...

tamatlah riwayatku.

Namun, jika kau meraih tanganku, nasibku bisa berubah.

Sebentar. Sedang kupertimbangkan.

Apa lagi yang harus dipertimbangkan?

Tanganmu kotor.

Bisa-bisanya kau masih meributkan hal semacam itu!

Lagi pula, Nona Muda,

orang dewasa memang sudah sejatinya kotor.

Aku tak pernah mau berurusan dengan orang yang kotor secara harfiah.

Bisa tunggu sebentar lagi?

Kuingat dulu sihir mengangkat orang dari rawa tak berdasar.

- Kalau bisa, jangan lama. - Akan kuusahakan.

Nona Frieren,

kau sudah mengumpulkan tanaman obatnya?

Oh, aku sudah ingat.

Sampai di sini saja.

Aku meminta maaf atas nama Nona Frieren.

Tidak apa-apa.

Lagi pula, dia tetap menyelamatkanku.

Tidak. Pokoknya,

nanti akan benar-benar kumarahi.

Aku tak mau terlibat.

Kalian yakin tak mau mampir ke desa?

Kami memang sibuk mengurus perayaan, tapi setidaknya aku bisa berterima kasih.

Kami ingin mengumpulkan bahan-bahan.

Jadi, harus sampai ke kota besar hari ini.

Oh, baiklah.

Kalau begitu, hati-hati.

Ada banyak makhluk berbahaya dan berbisa di sini.

- Ya. - Baik.

Aku digigit.

Digigit?

Kita sudah diminta berhati-hati, 'kan? Kenapa kau ceroboh?

Hentikan dulu pendarahannya.

Oh?

Hidungku mimisan.

Menganalisis jenis bisa

adalah sihir yang digunakan oleh Priest. Jadi, ini bukan keahlianku.

Aku kurang memahami efek bisa ini.

Jadi, antidot yang kumiliki mungkin tak akan manjur.

Sebaiknya kau diperiksa di gereja.

Fern, berapa lama lagi kau bisa menggunakan sihir terbang?

Itu membutuhkan banyak mana.

Jadi, paling lama sekitar 30 menit.

Kita tak mungkin tiba di kota hanya dalam 30 menit.

Kita kembali saja ke desa itu.

Aku akan menggendong Stark.

Kau berlebihan sekali.

Aku baik-baik saja.

Kata guruku, racun dapat diatasi dengan kekuatan tekad.

Aku jadi ingat.

Bahkan saat dia terkena panah beracun yang dapat melumpuhkan naga,

Eisen tampak baik-baik saja.

Heiter sampai panik dan tak bisa berucap.

- Ya, 'kan? - Sebenarnya,

Tuan Heiter tak bisa berucap

karena Tuan Eisen tidak normal.

Selain itu, menurut Tuan Heiter,

dua puluh persen kematian petualang disebabkan oleh racun.

Ayo bergegas.

Padahal, aku sungguh baik-baik saja.

Sudah terlambat.

Dalam beberapa jam, otakmu akan mulai meleleh

dan mengalir keluar dari hidungmu.

Lalu, kau akan mati.

Mengerikan sekali!

Tak adakah yang bisa kita lakukan, Bapa?

Biasanya, itu hanya bisa diobati di stadium awal.

Tapi mungkin adikku bisa...

Kak, ada waktu sebentar?

Bukankah baskom kita terlalu kecil?

Kita harus hidup sederhana.

Tapi ini keterlaluan.

Tak ada yang buat miniatur perabot rumah demi bisa hidup sederhana.

Tunggu dulu, Sein. Coba lihat pemuda ini.

Oh? Mereka adalah orang-orang

yang menyelamatkanku.

Kenapa? Kau digigit ular atau apa?

Sudah kubilang hati-hati, 'kan?

Baiklah, sekarang kita impas.

Aku mau turut membantu di alun-alun dulu.

Baiklah.

Mimisanku

berhenti.

Aku tak mendeteksi racun.

Bapa, dia...

Bagaimana pendapatmu

tentang adikku?

Kalung lambang suci di lehermu itu pasti sesuatu

yang diberikan Kota Suci kepada Priest terkemuka di luar kota.

Kau pasti ahli sihir penyembuhan.

Tapi dia langsung menyembuhkan orang yang kauvonis tak bisa disembuhkan.

Itu pasti bakat bawaan lahir.

Sudah kuduga kau bisa memahaminya, Nona Frieren.

Kau tahu tentangku?

Tuan Heiter pernah bercerita tentangmu.

Lambang suci ini dianugerahkan kepadaku oleh Tuan Heiter

yang berkunjung kemari dari Kota Suci.

Padahal, kenyataannya, aku hanyalah seorang Priest di pedesaan.

Hanya lambang suci ini yang bisa kubanggakan.

Di sisi lain,

aku sadar betul bakat Sein sungguh luar biasa.

Orang tua kami meninggal saat kami masih kecil.

Jadi, aku membesarkan Sein

yang jauh lebih muda dariku.

Semasa kecil,

dia selalu bilang ingin menjadi seorang petualang.

Dia tak mau menjadi

Priest di desa yang biasa saja sepertiku dan melakukan kegiatan monoton

setiap harinya.

Dia mengatakan itu dengan tatapan yang penuh harapan dan impian.

Tapi kini, dia mirip aku yang masih kecil.

Dia pasti sudah bosan dengan kehidupan.

Jadi,

berkenankah kau membantuku dan mengajaknya keluar dari desa ini?

Aku yakin dia hanya

menunggu seseorang memberinya dorongan.

Aku setuju, Frieren.

Aku bahkan tak perlu mempertimbangkannya.

Aku tak mau otakku terancam keluar dari hidungku lagi.

Benar juga, akan lebih aman

kalau ada Priest yang mendampingi perjalanan kita.

Kenapa kau tak setuju, Nona Frieren?

Mungkin aku tak suka saja berada di dekat orang yang mirip aku.

Kau ini bicara apa?

Pokoknya, aku akan merekrutnya sekalipun harus bertindak sendiri.

Dia mau ke mana?

Ternyata, Tuan Sein sering menghabiskan waktu di bar yang ada di bawah.

Wah...

Minum-minum,

merokok,

berjudi...

Ini kegiatan yang paling tercela.

Beginilah cara mengakrabkan diri dengan teman.

Mau bergabung, Nak?

Namaku Stark.

Kami sedang mencari seorang Priest.

Mau ikut dengan kami?

Kau pasti bercanda.

Aku Priest desa ini.

Petualang tidak...

Mungkin ini akan menarik.

Duduklah, Stark.

Kalau kau bisa mengalahkanku, aku akan bergabung.

- Yang benar? - Ya.

Hentikan!

Nona Frieren,

sepertinya aku mendengar Tuan Stark menjerit dari bawah.

Dia ditelanjangi!

Malang sekali. Siapa yang tega melakukannya?

Jangan salahkan aku.

Orang dewasa memang sejatinya kotor.

Dia juga ditelanjangi!

Kepala Desa yang menang judi.

Dia memang tak ada tandingannya.

Sein...

Kudengar kalian mencari anggota baru.

Cari orang lain saja.

Kau ingin menjadi petualang, 'kan?

Kubilang, itu sudah lama.

Kini, itu sudah terlambat.

Dahulu, aku seharusnya mengikuti dia.

Kini, aku jadi bapak-bapak malang yang cuma pakai celana dalam.

Frieren,

ayo kalahkan Demon King bersama-sama.

Sudah terlambat.

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left