My Mr. Wife

My Mr. Wife (Chàng Vợ Của Em)

Download Indonesian undertekster

Udgivelsesinfo

My Mr Wife 2018 720p WEBRip x264 AAC
En kommentar af jameslango
untuk durasi film 02:00:05

Tags

webrip
web
x264
720p
720
BRip
Udgivet den: 2021-07-09
Downloads: 42
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

Terjemahan oleh : jameslango.

Halo, Ha?

Aku pulang lebih cepat sehari.

Aku belum bisa pulang kerumah dulu, tapi mau kerjakan tugas kantor dulu.

Aku belajar banyak dari kunjungan ini.

Tokyo? Bagus sekali!

Sangat beradab, tradisional...

tapi, belum saatnya.

Baiklah.

Aku tak percaya ART-mu melakukannya di kasurmu.

Jika aku jadi dirimu, akan kubuang kasurnya.

Piggy juga jadi trauma.

Tapi itu juga salahmu.

Kenapa kau pecat ART yang lama?

Kupikir Thao kerjanya bagus.

Oke?/ Dasar bajingan!

Aku akan menghajarmu sampai mati!

Bukan dia, sebelum dia.

Cuc?

Setelah itu, aku harus mengeluarkan isi perut Piggy.

Sejujurnya aku ingin membantumu.

Tapi Hai sangat keras kepala.

Akulah satu-satunya yang harus tahan terhadap keluhannya.

Jika ada masalah dengan proyekku berikutnya...

semua orang akan menyalahkanku.

Kenapa bukan ibumu saja yang urus dia?

Apa kau tahu alasan orang bekerja 40 jam seminggu...

sedangkan aku bekerja selama 100 jam?

Karena mereka juga punya keluarga yang harus diurus.

Aku ingin cepat dipromosikan.

Pindah tugas ke Tokyo.

Jadi aku takkan bertemu ibuku lagi.

Lalu kenapa repot-repot pelihara anjing...

yang hanya bisa mempersulit dirimu?

Dia dibuang di pom bensin.

Setiap kali aku mengisi bensin disana...

dia sangat senang melihatku.

Jika aku tak membawanya pulang...

dia mungkin bisa mati.

Aku dengar.

Ya.

Uh, belum.

Aku belum buat janji, karena dia selalu sibuk.

Sudah selesai.

Itu juga selesai.

Sekarang aku akan siapkan mejanya.

Aku sudah selesai memasak.

Ada babi goreng, sup...

makanan kesukaanmu.

Cepat pulang sebelum supnya dingin, oke?

Daadaa.

Yang kubutuhkan...

bukan ART.

Tapi istri sepertimu.

Kau...

Tak apa-apa. Aku baik-baik saja.

Hei, kau cabul ya?

Hei! Nyonya!

Kau mau apa?

Kata pertama yang harus kau ucapkan padaku...

adalah maaf.

Karena kau yang menabrakku, benar?

Aku berusaha menahanmu agar tidak jatuh.

Tapi kau malah menuduhku cabul.

Bagaimana jika adikku mendengarmu?

Dia akan berpikir apa tentangku?

Jelas sekali kau menganggap bahwa...

aku tak sengaja menabrakmu.

Sehingga kau bisa.../ Tunggu. Tunggu!

Biar kuluruskan masalah ini.

Saat kau berlari ke arahku...

ya, benar bahwa tanganku... berada di posisi ini.

Dan saat aku baru sadar...

aku segera...

aku melebarkan jariku. Melebarkan seperti ini.

Itu bukti nyata bahwa aku...

tak sengaja menyentuhmu disitu.

Tapi entah kenapa, tiba-tiba menyelinap kesini.

Kenapa kau tak langsung menarik tanganmu...

daripada melebarkan jarimu?

Kenapa?

Harus kulebarkan jariku.

Karena aku tak bisa menariknya seperti ini.

Jika aku melakukan gerakan menarik seperti ini, kau akan lebih salah paham lagi.

Dimana...

Kau membuat tali jamnya putus dan memecahkan kacanya.

Hei, hei. Itu tak ada hubungannya.

Apa kau tahu ini hadiah untuk adikku?

Ini. Ambillah untuk beli tali jam baru.

Berhentilah menggangguku.

Aku minta maaf.

Uang takkan bisa membeli Hung.

Siapa yang mau membelimu?

Kata siapa aku dijual?

Gratispun aku tak sudi.

Yang kita mau dari klien adalah...

bagaimana membuat mereka tertarik.

Yang kita jual bukan sekedar kondominium.

Tapi juga gambaran dari kesuksesan, status sosial...

dan gaya hidup yang semua orang impikan.

Ada pertanyaan?

Menurutku itu cukup bagus.

Tapi sangat beresiko bagi perusahaan kita.

Mungkin karena kau anak baru, belum berpengalaman, apalagi seorang wanita.

Kau mudah terpengaruh oleh pendapat lain.

Aku yakin jika kita tak melakukan apapun...

kita tak punya resiko.

Di dunia pasar persaingan sekarang ini...

kita butuh sesuatu yang lebih radikal.

Karena kenyataannya adalah, tak ada yang tak mungkin.

Dan juga, aku tak mengerti ucapanmu.

Apa salah jika menjadi seorang wanita karir?

Sebelum mengerjakan proyek ini...

kau yang berwenang atas akun susu formula bayi, kan?

Mayoritas pria yang membeli kondominium mewah bersifat realistis.

Memberi diskon untuk pelanggan baru sangat efektif.

Kenapa? Mereka tahu bahwa itu lebih hemat.

Yang kujelaskan tidak berdasarkan pendapat pribadiku...

tapi dari pelajaran yang kuambil dari kunjungan ke Tokyo.

Kau baru sekali ke Tokyo.

Sementara aku sudah sering bolak-balik ke Tokyo.

Menurut pengalaman pribadiku...

ide pemasaranmu untuk para ibu menyusui...

sangat suram.

Klien takkan puas.

Bicara soal kepuasan...

Aku ingin mengangkat topik yang sangat berkaitan dengan kaum pria.

Tn. Khang, izin bertanya, apa kau merasa puas saat...

kau membelikan hadiah untuk kekasihmu atau mendapatkan hatinya?

Kau telah melenceng jauh dari topik.

Bukankah pengembangan identitas merk itu sama seperti saat mendapatkan hati wanita?

Orion paling mewah dari seluruh kondominium yang ada.

Jika kita memberikan diskon di awal...

maka tentu saja, kita akan banyak kedatangan pembeli.

Tapi siapa pembelinya?

Apakah mereka akan cepat puas?

Setelah itu, mereka akan pergi.

Dan tak lama kemudian, mereka mau yang lain.

Dan kita akan tetap berada di lingkaran itu.

Oleh karena itu, sebagai pemilik brand yang premium...

apa kita mau punya klien seperti itu?

Tak baik terlalu kuatir seperti itu.

Jangan kuatir.

Mai dan aku akan memastikan semua pelanggan puas atas proyek ini.

Lalu kalian berdua harus kerjasama mengerjakan proposal ini secara rinci.

Makan dulu, lalu berangkat sekolah.

Kau latihan apa?

Aku hanya bisa mendengar suara klik, aku tak bisa mengerti.

Kau tak perlu tahu.

Kau tak perlu beritahu aku.

Mirip lagu clickety clack.

Kau kenapa?

Aku menggigit cabainya.

Pedas sekali.

Makanlah. Jangan kuatir pada kakakmu ini.

Astaga!

Aku sudah bilang berkali-kali, dia hanya temanku!

Hah?

Aku tak bertanya tentang hubungan asmaramu.

Kau sudah besar sekarang.

Punya pacar itu normal.

Kau sudah 13...14 tahun.

Bulan depan umurku 19 tahun.

Aku sudah ditinggalkan sejak umur 4... 5 tahun. Apa masalahnya?

Saat kau...

Cukup sudah. Aku berangkat sekarang.

Kau belum sarapan. Kau belum boleh berangkat.

Sarapan itu penting, kau tahu?

Baiklah kalau tak mau sarapan.

Setidaknya minum susu saja, dik!

Boleh minta uang jajan untuk pergi bersama temanku akhir pekan ini?

Aku akan memberimu satu juta Dong.

Bukuku lumayan laku.

5...10...

15...

Siapa nama teman yang mengantarmu pulang itu?

Thai.

Dia punya keluarga?

Dia masih tinggal bersama orang tuanya.

Dia berasal darimana?

Tanya saja sama polisi.

Dia tinggal di daerah mana?

Tak jadi. Simpan saja uangmu.

Pakai masker dulu! Dik!

Dik!

Tunggu!

Pakai masker dulu. Ada banyak pemerkosa di kota ini!

Kau sangat menyebalkan! Berhentilah bertingkah seperti ibuku.

Pikirmu kau siapa bisa pergi begitu saja?

Dik!

Ya Tuhan!

Pakai baju, nak!

Kau melecehkan para gadis disini.

BUKA

TOKO BUKU KHOI TUONG

Sudah jelas mereka belum siap untuk mendengar penjelasanku.

Mereka pikir yang presentasi adalah dirimu.

Dan si Khang itu...

sepertinya dia tak suka padaku.

Atau dia merasa terancam olehmu.

My Mr. Wife subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for My Mr. Wife

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left