De første 200 linjer.
Silakan duduk.
Pertunjukan akan dimulai dalam 15 menit.
Selamat datang di Yookgomu,
tarian gendang tradisional Korea oleh Seoul International Arts.
Jika ada keadaan darurat,
pintu keluar berada di kedua sisi bawah dan di bagian belakang...
Selama pertunjukan, silakan gunakan telinga Anda sebagai referensi.
Ibu tidak memasukkan sepatu tariku yang baru?
Hanya ada sepatu untuk latihan.
Ibu menyuruhmu mengambilnya...
...dari lemari sepatu.
Tapi aku meminta Ibu memasukkannya ke tasku!
Aku butuh untuk pertunjukan hari ini!
Benar! Maaf.
Ibu sibuk bekerja. Ibu lupa.
Karena Ibu selalu memprioritaskan pekerjaan Ibu.
Maaf, In-Young. Lain kali...
Sudahlah. Aku harus pergi sekarang.
Semangat...
PANGGILAN MASUK KLIEN SHIN YE-BIN
Hai, Bu Shin!
Aku tinggal beberapa menit lagi.
Satu menit sebelum dimulai.
Sudah waktunya, Bu.
PANGGILAN MASUK IBU
IT'S OKAY!
SATU TAHUN KEMUDIAN
Oke, sekali pakai lagi!
SMA YOUNGWOON
Apa ini?
Tak mandi lagi?
Rambutmu berminyak.
Rambutmu seperti potongan rambut lego.
- Hangat, bukan? - Tentu.
Kau menyemprotkan parfum?
Wangi, bukan?
Tidak bagiku. Norak.
Pakai saja.
Biar kupertegas, aku tidak begitu kedinginan.
Manusia cenderung melihat sesuatu secara subjektif.
Itu yang kau lakukan.
Kau kira aku akan kedinginan karena kau kedinginan.
Tapi aku tak mau berdebat, jadi biarkan saja.
Rumit sekali.
Jadi, kau akan memakainya?
- Ya. - Ayo.
Dan kau bingung kenapa kostummu ketat.
Hei, aku wanita muda yang masih tumbuh.
Kumakan itu jika sudah selesai.
Na-ri, kenapa kau kurus sekali, padahal makanmu banyak?
Kenapa, ya?
Entahlah.
Wah.
Lihat dia.
Mulutnya besar.
Dia makan banyak.
Itu cukup untuk dua orang.
Kenapa dia kurus sekali?
Lemaknya tersembunyi.
Benar.
Pasti ada gulungan lemak di balik pakaian itu.
Aku sudah selesai.
Na-ri beruntung sekali.
Dia juga jago menari.
Dia harus jago...
...karena ibunya sangat tegas.
Itu menyedihkan.
Benar. Kita jadi biasa-biasa saja.
Aku sudah puas.
Aku kenyang sekali.
Lalu kenapa masih makan?
Karena kesepian.
Apa yang kau lakukan?
Aku tak suka wortel.
Yang benar saja.
Aku memakan semua taogemu saat kita TK.
- Kau menyukainya. - Tapi aku lebih menyukaimu.
Makanlah.
Tanggal berapa sekarang?
Busuk!
Apa?
Dia menyebutku busuk?
Kau tak apa?
Kau merasa mual?
- Pergilah. - Oke.
- Aku mau BAB. - In-Young.
Jangan bocorkan ini.
Oh.
Kita lihat saja nanti.
Aku masuk.
SANGGAR SEOUL INTERNATIONAL ARTS
- Kau sudah dengar? - Apa?
Oh In-Young memanfaatkan sanggar secara gratis.
Apa? Dia dapat beasiswa?
- Gila. - Itu yang kudengar.
Kau tak tahu?
Mereka membiayai anak dari keluarga orang tua tunggal.
In-Young bukan dari keluarga orang tua tunggal.
Ibunya meninggal tahun lalu.
Dia tak punya ayah?
Tak pernah punya.
Benarkah?
Aku tahu dia di sini gratis.
Dia tak tahu itu tak adil?
Kita harus bayar.
Dia bahkan kurang jago untuk jadi lulusan tari.
Kalian juga.
Kita semua juga.
Kecuali Na-ri.
Kita tak perlu melihatnya sebulan.
Senior terlalu sibuk menyiapkan ujian masuk kampus untuk tampil.
Tetap tak adil,
dia bisa berada di sini gratis.
Benar, bukan, Na-ri?
Sebenarnya, aku iri padanya.
Kau iri padanya? Kenapa?
Andai ibuku menghilang juga.
Aku tak perlu mendengar omelannya.
Ayo pemanasan.
Aduh!
Oh In-Young! Ada apa denganmu?
- Dia sengaja membuatmu jatuh? - Apa?
Aku penikmat gratisan yang tak mencampuri urusan orang.
Hei.
Ini sanggar seni pertunjukan yang serius.
Jangan merundung siswa yang bayar...
...untuk berada sini.
Mereka tak seharusnya menggosipkan orang.
Kurasa tak punya uang berarti tak sopan juga.
Maaf.
Aku mencoba belajar lewat YouTube, tapi kurasa gagal.
Cukup!
Teman tak boleh bertengkar, bukan?
Teman?
Ayo.
Ya, masuk.
Anda memanggil saya, Bu Pimpinan?
Bicara santai saja jika kita hanya berdua.
Baik, Bu.
Bagaimana persiapan pertunjukan mereka?
Kurasa kita harus menambah jam latihan.
Tak mudah menyiapkan pertunjukan hari jadi ke-60.
Aku...
...sangat senang kau ada di sini.
Kau terlalu baik.
Selama bertahun-tahun aku di sini,
aku tak pernah melihat penari yang lebih baik dan rajin.
Itu masih sama meski kini kau koreografer.
Terima kasih atas pujianmu.
Jadi, aku berpikir...
Bagaimana...
...jika kau ambil posisi sebagai direktur seni juga?
Aku, Bu?
Kau kepala koreografer,
dan aku tahu kau akan melakukannya dengan hebat.
Atur napas kalian! Jangan terburu-buru!
Permisi.
Aku akan melihat stik hari ini.
Apa?
Tapi kami belum banyak berlatih stik...
Bersiaplah.
Hwang Seung-yeon, tegakkan punggung dan luruskan lenganmu.
Ko Ji-eun, tarik napas dalam.
Kim Mi-kyung, tahan posemu.
Oh In-Young,
kau tak bisa menjaga tempo?
Lagi.
Satu per satu.
Oh In-Young,
senyum takkan membantu jika kau tak bisa menjaga pose.
- Ya, Bu. - Selanjutnya.
Selanjutnya.
Selanjutnya.
Hormati peranmu sebagai pusat.
Lagi.
Lagi!
Kita ganti enam gendang dengan stik.
Menggunakan stik dan sogo sudah cukup.
Tapi tiba-tiba sekali...
Bagian yang kurang...
...akan dicoret dari pertunjukan.
Apa?
Tapi kami sudah berlatih sangat keras berbulan-bulan...
Rajin tak cukup, jika tak punya keahlian atau bakat.
Bu Pimpinan selalu memilih program...
Aku sudah membicarakannya dengan dia.
Laporkan semua kepadaku dulu sekarang.
Akan kutinjau repertoarnya lagi saat kau siap.
Bagaimana jika kita gagal lagi minggu ini?
Aku bingung.
DINAS SOSIAL
Kita tunggu sebentar lagi.
- Ayo pulang. - Oke.
Astaga.
Aku menyuruhku buang sampah selarut ini...
Dia bisa melakukannya saat sore.
- Silakan. - Terima kasih.
Terima kasih. Datang lagi.
APOTEK
Kau datang.
No comments yet. Be the first to leave one.