De første 200 linjer.
Ingat, Teman-Teman. Ray bakal patah hati.
Dia sangat mencintai Addy.
Addy meninggalkannya begitu saja.
Untungnya, aku berpengalaman dalam patah hati.
Aku bawa semua kebutuhan untuk malam santai di rumah.
Buah beri beku, selimut hangat, dan tentu saja, Miceflix.
Tudum!
Kalian ingin menonton apa? Better Call Snail?
- Gilmore Squirrels? - Kalau Friday Night Mice?
- Yang itu! - Fokus, penuh semangat, takkan kalah!
Sayang, kau melatih terlalu keras.
Tapi aku sayang dia seperti anakku sendiri!
Dia sangat peduli.
Hanya karena lumpuh, bukan berarti dia tak bisa main football!
Aku tak yakin ucapan terakhirnya benar.
Oke, bersiaplah.
Ray akan sangat terpuruk di dalam.
Dia trauma. Dia depresi. Dia mungkin terlihat berbeda.
- Hei! - Apa?
Siapa yang punya dua ibu jari berlawanan dan minum sejak kemarin malam?
- Ray. - Aku. Ray Balls.
Oke, ada apa, Kawan?
Aku merayakannya. Aku lajang lagi.
Ini saatnya bersenang-senang. Maksudku, ejakulasi di mana-mana.
Kami mau menginap di sini dan menemanimu menangisi Addy.
Ya, ingat, seperti aku menangisi Summer?
- Dan aku menangisi Dylan. - Itu amat membantu.
Ya, Ray, itu terasa melegakan.
Melegakan? Tidak. Aku sedang tak mau buang air.
Apa? Tidak, Ray…
Aku tak mau memikirkan Addy. Aku senang meninggalkannya.
- Dia menyangkal. - Aku menyangkal tuduhanmu!
Ayolah, Ray, kau jelas sedang kacau.
Kau harus menerima kesedihanmu.
Tidak, aku harus keluar dan marah!
Aku hewan nokturnal, makhluk malam!
Ray, kau tak butuh itu.
Pen, saat pria yang dicampakkan ingin keluar, kita harus menemaninya.
Ayolah, Penelope.
Biarkan Ray menggesekkan tubuh ke bartender yang hamil itu.
Aku paling benci suaramu yang itu.
Tolonglah?
Baiklah. Kita keluar malam ini.
Ya, ayo bikin masalah! Gaya Darkwing, Sayang!
Maaf, kalian harus kumatikan.
Tunggu, ada acara yang lain.
Bagaimana kalau Is It Cheese?
- Aku bukan keju! - Astaga! Kukira kau keju!
Astaga. Aku akan menutup kotaknya.
- Aku tak lihat apa-apa. - Gelap sekali.
Tunggu sebentar. Biarkan mata kalian terbiasa dalam gelap.
- Apa kata sandinya? - Emisi nokturnal.
- Ray! - Hei.
Selamat datang, Teman-Temanku, di dunia malam.
Ini memabukkan. Ini misterius. Atas jadi bawah, kiri jadi kanan.
Misalnya, tongkat ini. Kalian kira ini tongkat.
- Kau bilang itu tongkat. - Bukan tongkat.
Ini Gary Sepong.
Kenapa namanya Sepong…
- Mau sepong? - Itu alasannya.
Sebatang tongkat menawarkan seks oral? Tidak kusangka.
Dengar, pada malam hari, apa pun bisa terjadi.
- Fawn, kau bisa jatuh cinta. - Tentu.
Penelope, kau bisa memukul wajah seseorang.
- Aku tak mau memukul siapa pun. - Kau mau.
Joshy, kau bisa bercinta.
Kau yakin begitu?
Tidak dengan gaya seperti anggota pramuka.
Mungkin ada yang bisa kau pakai.
- Oke, suspender pelangi? - Menarik.
Tidak, gelang Livestrong.
Ini sudah tidak keren lagi.
- Ini dia. Kalung berduri. - Hati-hati, tajam.
- Sekarang kau tampak garang. - Sungguh?
- Ya, inilah Josh versi malam. - Oke.
Kurasa kau bahkan butuh nama baru. Bagaimana kalau Spike?
Ya. Spike tak suka main-main. Spike itu tangguh.
Benar!
Sekarang, ayo pergi ke tempat paling bejat di dunia.
Yang kumaksud adalah Jembatan Kelelawar.
Astaga, mereka banyak sekali.
- Mereka kena Covid. - Tentu.
Aku tak boleh sakit.
Saudariku ulang tahun pekan depan, dan akan ada nenek kami.
Ini akan menjadi malam terliar dalam hidup kita.
Ikuti saja tiga M.
Mengentot, memukul, dan menghirup Flonase.
Aku takkan pernah mati!
Flonase itu apa?
Entahlah. Kutemukan ini di bak sampah.
Tapi ini disemprot ke hidung, jadi pasti narkoba. Mau coba?
Josh bakal bilang, "Tidak, terima kasih."
Tapi Spike bilang, "Persetan kau, Josh. Aku mau."
- Ya. - Sinusku jadi bersih!
Agar kau bisa mengendusku dengan lebih baik, Jagoan.
Wow. Hai, aku Josh.
Bukan. Aku bukan Josh. Aku Spike.
Aku juga bukan Josh. Aku Simone. Mau traktir aku minuman?
Aku bahkan mau membelikanmu rumah. Maksudku, ya, tentu saja.
Ayo, Spike.
Aku Spike.
Lihat itu! Josh pasti akan bercinta.
- Kurasa tidak. - Selanjutnya, kau akan jatuh cinta.
Aku takkan jatuh cinta di pesta kelelawar.
Belum tentu.
Serigala di sana sepertinya ingin mencicipi dirimu.
Astaga. Dylan?
Dylan, Kawan!
Tunggu, itu Dylan?
"Kekasih terbaik" dalam hidupmu
karena hubungan kalian tak hanya fisik, tapi spiritual?
Ya. Dan dia kemari.
Teman-Teman, lihat! Ini Dylan!
Hei, Fawn.
- Hei. - Kawan, sedang apa di sini?
Aku kemari untuk pesta bujangku.
Pesta bujang!
Kau akan menikah?
Ya, dengan antelop. Namanya Cynthia.
Antelop, jadi seperti rusa yang lebih atletis.
- Dia seksi? Pasti seksi. - Ray!
- Kalian harus datang ke pernikahan. - Apa?
Ya! Beberapa sepupunya menabrak pagar listrik,
jadi ada meja kosong.
Tentu tidak.
Tentu ya, tapi kau harus hirup Flonase dulu.
- Ayo bergembira! - Tidak, makasih.
Aku harus bikin hiasan meja bersama kawanan Cynthia besok pagi.
Jadi, kau takkan berpesta semalaman dengan kawananmu?
Tidak. Aku tak melakukannya lagi. Akhir-akhir ini, aku tidur pukul 22.00.
Tidur pukul 22.00!
Oke, jadi kau akan menikah, tidak berpesta semalaman lagi.
Apa lagi? Kencing di toilet?
Sambil duduk. Ya. Cynthia tak suka cipratan kencingku.
Begini, kurasa aku harus pergi sekarang.
Fawn! Tunggu!
Tidak, ini salahku. Biar aku saja.
Wahai pelayan! Hamba hendak pesan salah satu ramuanmu!
Alkoholmu! Soda pun jadi!
Sial. Biasanya berhasil.
- Sial. - Tenang. Aku bisa. Wahai pelayan!
Bukan. Itu mantanku.
- Simone! - Astaga.
- Aku tak bisa diabaikan terus! - Mantanmu teledu madu?
Ya. Namanya terdengar imut, tapi mengerikan.
Kau membuatku gila!
Aku tak bisa bertanggung jawab atas perbuatanku saat aku menjadi gila!
- Logika itu sangat toksik. - Kita harus pergi.
Aku sebenarnya kemari untuk temanku.
Aku tak keberatan! Pergilah dengan cerpelai seksi ini.
Aku mulai kehilangan kendali, Simone!
Kita harus pergi. Sekarang!
Ya! Josh akan bercinta, dan aku sangat baik-baik saja!
Maknyus!
Addy?
Addy, apa itu kau?
Bukan, aku Ezra Onani.
Tidak, aku tak mau onani. Tak ada yang mau onani!
Aku tahu.
Ray! Ketemu juga! Fawn dan Josh pergi.
Kusarankan kita pulang, menonton Miceflix, dan menangis.
Tidak! Masih ada dua M untuk dilakukan.
Kau mau apa? Memukul atau mengentot?
Tidak satu pun! Aku mau kau akui dirimu sedih.
- Aku tidak sedih! - Kau sedih! Itu seperti menahan diare!
Tak bisa terus ditahan. Bakal keluar.
Aku tak butuh diare. Aku butuh seks!
Kebetulan sekali.
Astaga.
Ya.
Aku dan posum itu akan menjerit-jerit di bawah gudang,
jika kau paham.
Apa artinya seks?
Bukan, mengentot.
Fawn, tunggu!
Jangan ganggu aku, Dylan!
Dengar. Maaf kau tahu dengan cara seperti ini.
Tak ada cara bagus untuk mengabarkan pernikahan pada mantan.
- Aku tak peduli soal itu. - Lantas kenapa?
Masalahnya, kau akan menikah, dan dulu kau mengaku tak bisa dijinakkan.
Tapi sekarang, entah bagaimana, kau bisa dijinakkan olehnya.
Tidak kurencanakan. Terjadi begitu saja.
Oke. Kini aku mengerti.
Kau tak cukup mencintaiku untuk berubah untukku.
Aku hancur saat kita putus. Butuh waktu lama bagiku untuk pemulihan.
- Kau bercanda, Bung? Pemulihan? - Dengar.
Aku tahu kau marah dan aku bertanggung jawab penuh… Apa?
Kau ikut terapi, bukan?
Ya. Aku belajar banyak.
Sialan kau, Dylan! Kau tak bisa jadi cowok baik.
Fawn?
Pergi saja, Dylan!
KELAB STRIPTIS
- Banyak sekali gelambirnya. - Ya.
Mereka tikus tanah bugil.
- Mau menari? Ini ulang tahunmu? - Tidak, terima kasih, Bu.
Hari jadi? Masa pemulihan?
Bisakah aku membayarmu agar kau pergi?
Baiklah. Ayo lakukan itu.
Ada apa, Spikey? Kau tak mau menari?
No comments yet. Be the first to leave one.