Udgivelsesinfo

속아도 꿈결-Be My Dream Family-E01-NEXT-VIU
속아도 꿈결-Be My Dream Family-E02-NEXT-VIU
속아도 꿈결-Be My Dream Family-E03-NEXT-VIU
En kommentar af Anangkaswandi
Sayang, kalau di hapus

Tags

other
Udgivet den: 2021-04-01
Downloads: 11
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"

"Pemirsa diharap bijak"

"Be My Dream Family"

Sang Baek.

Ya?

Sang Baek.

Cucu sulung nenek, Geum Sang Baek!

Apa ini?

Apa? Kenapa ada babi di sini?

Satu, dua. Satu, dua.

Satu, dua. Satu, dua.

- Ini dia! - Satu, dua. Satu, dua.

Apa itu?

Nenek?

Nenek!

Bagaimana Nenek bisa kemari?

Apa ini?

20.

Apa?

21.

Tujuh.

Delapan.

Nenek bilang apa?

19.

36.

Ingat nomor-nomor ini.

Pastikan kamu mengingatnya.

Tunggu, Nenek.

Nenek. Tunggu. Apa artinya itu?

Nenek!

Nenek.

Ini gila.

Sulit kupercaya.

Ya.

"Be My Dream Family"

"Episode 1"

Putri kesayangan ibu, kamu sangat cantik.

Kamu mewarisi siapa sampai secantik ini?

Geum Min Ah, putri ibu yang masuk ke Universitas Nasional Seoul.

Bangunlah. Makanlah sesuatu dan kembali tidur.

Bangunlah sekarang. Makanlah sesuatu dan kembali tidur.

Ayam goreng. Aku mau ayam goreng, Bu.

Kamu meminta ayam goreng lagi saat masih setengah tidur.

Ibu akan meninggalkan kartu kredit ibu di mejamu.

- Pesan nanti saja, ya? - Baiklah.

Kenapa ini kembali?

Min Ah, bukankah kakekmu datang kemarin?

Kenapa jamur ini sudah kembali?

Ayah melarangku memanggil Kakek.

Dia bilang kita bisa menyekanya.

Astaga. Aku tidak percaya dia.

Jamur sangat buruk untuk kesehatan pernapasan.

Sepertinya suasana hati Ayah sedang baik hari ini.

Sebenarnya, ayah bermimpi indah semalam...

Lupakan saja. Omong-omong,

kamu hanya perlu tahu keadaan keluarga kita akan baik-baik saja.

Aku yakin itu mimpi konyol lainnya.

Tidak ada hal baik yang terjadi saat Ayah bermimpi indah.

Yang ini asli.

- Mendiang nenek ayah... - Sayang.

Sudah kubilang beri tahu Ayah tentang kamar Min Ah.

Kita harus memperbaiki listrik dan kamar mandi.

Benar. Aku akan melakukannya. Kemari dan duduklah.

Yang benar saja. Aku yakin kamu akan menghancurkan segalanya,

yang akan menghabiskan banyak uang.

Telepon saja dia, ya?

Kalau begitu...

Tidak bisakah kamu meneleponnya untukku?

Astaga, yang benar saja.

Itu pasti Bu Kang.

Astaga. Tidak lagi.

In Seo, kamu bekerja keras selama sesi les?

Ya, Bu.

Omong-omong, Bu,

aku ingin pergi ke lembaga les sebagai gantinya.

Kita tidak punya cukup uang untuk itu.

Kakakmu yang masuk UNS mengajarimu secara gratis.

Jangan berniat masuk lembaga les.

Dia bahkan belum mendaftar.

Lagi pula, Min Ah bukan guru yang baik.

Dia hanya memarahiku karena tidak tahu apa yang dia ajarkan.

Geum In Seo.

- Sayang, lihat ini. - Ya?

Apa? Astaga.

- Halo. - Halo.

- Halo. - Hai, In Seo.

Aku senang kalian makan sekarang.

Aku membuat bulgogi, jadi, kubawakan untuk si kembar.

Kamu juga harus mencobanya.

Terima kasih, tapi Anda tidak perlu terus memberi kami makanan.

Jangan khawatir. Apa gunanya tetangga?

Terima kasih untuk ini.

- Aku akan menikmatinya. - In Seo, makanlah.

- Sama-sama. Selamat menikmati. - Kelihatannya lezat sekali.

- Enak? - Ini sangat lezat.

Apa ini?

Astaga.

Begini...

Anda tahu aplikasi perdagangan barang bekas di lingkungan, bukan?

Anda mengunggah foto barang bekas dan tetangga Anda akan membelinya.

Kami akan menjual itu.

Tapi semuanya tampak baik-baik saja.

Kalian menjual semua ini? Astaga.

Ini karena kami tidak memakainya lagi.

Ini hanya memakan tempat.

Ke mana spa kakinya?

Itu. Sayang, aku menaruhnya di beranda.

Aku akan menyimpannya.

Kenapa kamu ingin menyimpannya?

Aku membelikannya untukmu, tapi kamu hanya memakainya sekali.

Aku sudah bilang kita akan menjualnya.

Bawa kemari, ya?

Astaga.

Spa kaki adalah barang yang bagus.

Itu menghilangkan rasa lelahmu.

Itulah maksudku.

Sayang sekali.

Seharusnya kusisakan untuk Min Ah, tapi aku makan semuanya.

Aku bisa memberimu lebih banyak.

Ikut aku. Ayo.

- Masih ada lagi? - Tentu saja.

Ayo.

Dia gapil dalam segala hal.

Aku ingin membeli spa kakimu.

Apa harganya bisa ditawar?

Tentu saja.

Harganya bisa ditawar.

"Interior Total Geum"

Hei, Berandal.

Kamu pergi ke mana? Kenapa kamu membuang uang untuk bensin?

Kamu melakukan pekerjaan lain dengan mobilku, bukan?

Tidak, Pak Geum.

Lagi pula, kenapa tagihan listrik kita tinggi?

92 dolar dan 89 sen?

Cuaca dingin sudah lama berakhir.

Kamu menyalakan pemanas, bukan?

Dasar berandal.

Apa... Kenapa kamu kemari?

Aku di sini, Ayah.

- Halo. - Hai.

Aku membayar 91 dolar dan 73 sen bulan lalu.

Jangan sampai lebih tinggi dari itu atau kamu akan dipecat.

Pergi!

Seharusnya kamu tahu cara menghemat uang.

Kamu ingin ayah melakukan apa kali ini?

Bukan begitu.

Aku hanya ingin menyapa Ayah dalam perjalanan ke kantor.

Ayah sudah sarapan?

Pasti sulit bagi Ayah untuk memasak setiap hari.

Aku akan membawakan Ayah lauk di akhir pekan...

Kalian hanya bertanya saat ayah harus melakukan sesuatu.

Berhentilah bertele-tele.

- Ada apa? - Masalahnya...

Jamur terus tumbuh kembali di kamar Min Ah.

Pekerjakan seseorang untuk menyingkirkannya.

Bukan itu saja.

Soket di kamar In Seo juga tidak berfungsi.

Aku ingin Ayah memeriksa semuanya di rumah kami.

- 50 dolar. - Apa?

Biaya panggilan.

Begitu rupanya. Tentu saja.

Ayah menerima kartu kredit?

Kalau begitu, 55 dolar.

Lucu sekali. Anda dan aku sangat serasi.

Aku selalu lupa waktu.

Aku juga sangat menyukaimu.

Kamu sangat ramah dan baik.

Dan kamu pendengar yang baik.

Sulit menemukan pria sepertimu.

Kurasa kamu mempelajarinya dari ayahmu. Benar, bukan?

Apa?

Astaga, tidak.

Anda pernah melihat ayahku.

Dia mengelola toko reparasi di samping salon rambut Anda.

Dia kebalikan dariku.

Dia meneriaki orang lain tanpa mencoba mendengarkan mereka.

Begitukah?

Aku mengerti. Anda baru pindah ke lingkungan ini beberapa bulan lalu

dan ayahku tidak mau bicara dengan orang lain kecuali perlu.

Dia pria pemarah dan mudah kesal.

Anda orang yang baik.

Aku khawatir dia akan mengatakan atau melakukan hal yang menyakiti.

Jika dia mengamuk atau meneriaki Anda tanpa alasan,

tolong maafkan sekali saja demi aku.

Jangan beri tahu dia bahwa Anda mengenalku, ya?

- Kalau begitu, sampai jumpa lagi. - Baiklah.

- Kenapa? - Masuklah.

Hei.

Ayah, kenapa kemari?

Kamu tahu alasan ayah kemari. Buka saja pintu ini.

Ini masalahnya.

Ayah, apa penyebabnya?

Soket di kamar tidurku terkadang berfungsi, terkadang mati.

- Ayah mendengarkanku? - Berhentilah bertanya!

Kamu bahkan tidak mengerti.

Jadi, kami bisa memakainya sekarang,

tapi nanti kami harus mengganti semuanya. Itu masalah besar.

Itu bisa dimengerti karena ini rumah tua.

Tapi itu tidak perlu karena kami menyewa tempat ini.

Tapi akan lebih nyaman jika kami melakukannya.

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left