De første 200 linjer.
Aku selalu bermimpi hal yang sama.
Mimpi paman yang gantung diri di tanah reklamasi.
Kenapa dia bercerita pada kita sebelum gantung diri?
Soal itu kita tak mungkin tahu, 'kan?
Mungkin ingin dimaafkan oleh seseorang?
Kita yang meninggalkan Marcel,
juga tak bisa katakan apa pun padanya.
Aku, entah kenapa berpikir
bahwa paman itu sepertinya
ingin dihukum seseorang.
Hai.
Sudah empat tahun ya, Reiner.
Anu...
Lo?
Katanya kalian berdua teman lama.
Benar, 'kan, Pak Krueger?
Ya.
Ada banyak hal yang ingin dibicarakan.
Aku sampai bingung harus mulai dari mana.
Ha?
Tak mungkin.
Eren.
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Nasibmu sendiri yang melihat
La-La-La-La-La vida sola vi-vivirás
Nasibmu sendiri yang melihat
La vida sola vi-vivirás
Nasibmu sendiri yang melihat
La vida sola vi-vivirás
Keadilan yang hidup
Justice, justice, la vivida
Mari mulai hidup baru dari kegelapan
Let's start a new life from the darkness
Hingga cahaya menyinari akhirnya
Until the light reveals the end
Wajah berdosa, kutukan yang tumbuh
Sinister faces, growing curses
Inilah perang terakhirku
This is my last war
La-La-La-La-La vida sola vi-vivirás Nasibmu sendiri yang melihat
Angels playing disguise Malaikat menyamar
La vida sola vivirás Nasibmu sendiri yang melihat
With devil's faces Memakai wajah iblis
La vida sola vivirás Nasibmu sendiri yang melihat
Children cling to their coins Anak-anak berpegang pada koin
Justice, justice, la vivida Keadilan yang hidup
Squeezing out their wisdom Menyerap semua kebijaksanaan
La-La-La-La-La vida sola vivirás Nasibmu sendiri yang melihat
Angels planning disguise Malaikat berencana
La vida sola vivirás (justice, justice) Nasibmu sendiri yang melihat (keadilan)
With devil's faces Dengan wajah iblis
La vida sola vivirás Nasibmu sendiri yang melihat
Children cling onto their Anak-anak mempertahankan
Justice, justice, la vivida Keadilan yang hidup
Very last coins Koin terakhir mereka
Destruction and regeneration Kehancuran dan regenerasi
You are the real enemy Kaulah musuh yang sebenarnya
Justice, justice, la vivida Keadilan yang hidup
Perang
War
Perang (milikku)
War
Perang (milikku)
War
Monster, monster, monster, monster
Deklarasi Perang
Tuan Tybur, sudah waktunya.
Ya.
Alamak.
Wah, wah, keluarga Azumabito sekalian.
Sampai datang menyemangati?
Apa aku mengganggu?
Aku hanya ingin melihat wajahmu sebentar.
Wajahku terlihat buruk, 'kan?
Aku sangat demam panggung.
Tidak.
Kalian sungguh berani.
Keluarga kami sangat tahu itu.
Aku doakan semoga lancar.
Terima kasih banyak, Nyonya Kiyomi.
Duduklah, Reiner.
Di sini tempat yang bagus.
Kita bisa mendengar keriuhan panggung dari sini.
Bangunan di atas ini adalah tempat tinggal biasa.
Memang di belakang panggung,
tetapi ada banyak orang
yang menonton dari jendela menunggu tirai dibuka.
Tepat di atas sini.
Lo?
Pak Krueger?
Tangan Anda terluka?
Oh, luka goresan.
Reiner, duduklah.
Kalau begitu, aku kembali dahulu.
Tidak, Falco.
Kau juga dengarlah cerita kami di sini.
Falco.
Turuti dia.
Baik.
Baiklah, ayo pergi.
Walah.
Lama tak berjumpa, Pak Leonhart.
Bu Braun,
terakhir bertemu saat menyambut kembalinya anakmu, ya.
Oh ya, soal Hoover,
katanya meninggal.
Ya.
Dia sangat bangga anaknya mengabdi pada Marley,
selalu saja bilang begitu.
Aku yakin putrimu juga sama-sama...
Dia belum mati.
Annie masih hidup.
Karena dia sudah berjanji akan pulang.
Tetapi
tak disangka kita akan deklarasi perang di penampungan ini.
Luar biasa.
Jenderal Calvi sampai datang juga, lo.
Para tokoh Marley sampai berkumpul?
Dan juga, ada menteri dan keluarga terkenal dari berbagai negara.
Dan sisanya para perusahaan koran besar yang ikut berkumpul, ya.
Rasanya seperti ada di pusat dunia, ya.
Memang luar biasa, kekuatan keluarga Tybur ini.
Padahal sama-sama orang Eldia.
Sudah dimulai.
Falco dan Pak Braun belum datang, ya?
Pejuang Marley sekalian.
Komandan Magath memanggil kalian.
Eren.
Bagaimana bisa?
Untuk apa kau kemari?
Sama sepertimu.
Kau tak tahu?
Sama sepertimu.
Soal, "Apa boleh buat."
Tirainya sudah dibuka.
Ayo kita dengarkan.
Akan kuceritakan cerita lama.
Sekitar 100 tahun yang lalu,
Kekaisaran Eldia menguasai dunia dengan kekuatan Raksasa.
Sejak leluhur Ymir muncul, hingga sekarang,
jumlah kematian umat manusia tiga kali lipat populasi dunia,
yang direnggut oleh para Raksasa.
Para Raksasa,
sudah merenggut nyawa, budaya,
dan sejarah manusia.
Pembantaian itulah sejarah umat manusia,
dan sejarah yang dijalani Kekaisaran Eldia.
Lalu, Kekaisaran Eldia yang sudah tak memiliki musuh,
mulai saling bunuh dengan sesama saudaranya.
Inilah awal dari Perang Besar Raksasa.
Delapan keluarga yang memiliki Raksasa,
saling menumpahkan darah.
Dan, di situasi ini,
muncul orang Marley yang melihat peluang menang.
Dialah Helos, sang pahlawan.
Berkat manipulasi informasinya,
Kekaisaran Eldia satu per satu tumbang dengan saling bunuh.
Lalu, dia bekerja sama dengan keluarga Tybur,
hingga berhasil memaksa mundur Raja Fritz,
yang terkenal tak terkalahkan ke suatu pulau.
Tetapi raja yang mundur ke Pulau Paradis,
kini pun masih memiliki kekuatannya.
Jutaan Raksasa yang cukup untuk meluluh-lantakkan dunia,
sudah menunggu di pulau itu.
Saat ini, alasan dunia kita masih utuh dan belum hancur,
adalah kebetulan!
Para peneliti Raksasa hanya bisa menjelaskannya begitu.
Tanah air kita, Marley,
sudah mengirim empat Raksasa ke pulau itu,
untuk singkirkan ancaman tersebut.
Tetapi berakhir kekalahan,
dan yang kembali hanyalah Raksasa Berzirah.
Dengan kata lain,
Kekaisaran Eldia yang merupakan sejarah gelap,
kini masih ada!
Kau dengar, Reiner?
Bukankah itu alasanmu menghancurkan tembok?
Kau mencoba menyelamatkan dunia.
Ya, 'kan?
Yeager, kau terus saja ke gerbang depan.
Baik.
Kalian berdua ke sini.
Rasanya aku pernah melihatmu di suatu tempat.
Dari satuan mana?
Dari Pangkalan Raqua Barat.
Dan kali ini aku dipanggil untuk ikut berjaga.
Dan aku tak berniat meladeni basa-basi orang Eldia.
Sayang sekali.
Padahal jenggotmu begitu indah.
Oh! Pieck!
Pasukan Panzer?
Terima kasih karena di saat begini masih bertugas!
Tetapi Pieck juga...
Hari ini lagi ceria-cerianya, ya.
Apa yang kalian lakukan? Ayo!
Ada apa?
Tidak.
Hanya ingin jaga ikatan dengan mereka yang berbagi takdir,
dengan Raksasa Pengangkut.
No comments yet. Be the first to leave one.