De første 200 linjer.
Tolong!
Tolong!
Pasukan dalam perjalanan. ETA sebentar lagi.
Lanjutkan dengan hati hati. Ganti.
Kau yakin ini gedungnya?
Ini yang ditunjukkan seorang gadis disana.
Aman!
Siapa pun yang tadi di sini, mereka tak meninggalkan jejak.
- Tak ada apa-apa. - Aman!
Dia ketakutan.
Aman!
Bisa saja dia menunjukkan bangunan yang salah?
Ya. Mungkin.
1 Bulan Kemudian
Panti Asuhan Saint. Mary
Hai. Aku Anna.
Kau Lucie, kan?
Itulah yang di bilang para suster.
Kau mau main atau ada yang lain?
Baiklah. Sampai jumpa.
Saat ini aku ingin berbaring sampai tertidur,
Berdoa pada Tuhan untuk menjaga jiwaku.
Jika aku mati sebelum bangun...
Aku berdoa pada Tuhan untuk mengambil jiwaku.
Lucie. Lucie, tak ada siapapun di sana.
Lucie, tenang. Tidak apa-apa.
Tidak ada yang akan menyakiti mu, sayang.
Suster, tolonglah, aku butuh bantuan!
Tak ada monster!
Hei.
Aku menyelinap ke dapur saat Suster Rachel membereskan peralatannya.
Masih hangat.
Para suster bilang kau berteman baik dengan Lucie.
Apa dia pernah mengatakan sesuatu...
tentang orang-orang yang pernah menyakitinya?
Tidak.
Apa yang Lucie beritahu kepadamu, Anna?
Tidak apa-apa, nak. Kau bisa beritahu ke dia.
Dia sering membicarakan tentang monster.
Katanya para monster masih ada di luar sana.
Monster.
Apa Lucie pernah bilang kepada mu seperti apa monsternya?
Halo?
Tidak.
Keluar.
Anna?
Lucie?
Tidak apa-apa.
Mereka tak akan menyakiti mu lagi.
Tidak apa-apa.
Tak ada yang percaya padaku.
Aku percaya padamu.
This old man, he played one
He played knick knack on his thumb
With a knick knack, paddy whack, give the dog a bone
This old man came rolling home
This old man, he played two
He played knick knack on my shoe
With a knick knack, paddy whack...
Kalian kembali ke sini dan bawa kue itu!
Aku berharap bisa menaiki awan.
Membawa ku ke mana pun aku mau.
Kau mau pergi kemana?
Kemanapun kau pergi.
Kau mempercayainya?
Kau percaya yang Lucie katakan kepadamu tentang monster?
Entahlah.
10 Tahun Kemudian
Apa rencana hari ini?
Aku harap kamarmu dibersihkan sebelum yang lain pergi.
Aku harus jemput Kim sejam lagi.
Ibu lihat kamar mu.
Lebih baik kau telepon dan bilang ke dia kau terlambat, benar-benar terlambat.
- Tidak mau. - Aku kira Katy sudah putus dengan mu.
Tak ada yang putus denganku.
Aku yakin Katy tidak tahu itu,
dan juga pria yang bersama dia di danau semalam.
- Oh, ya, kau selalu bohong. - Hei!
Dia selalu mengatakan itu setiap saat.
Jangan di depan ibu, jangan.
Apa yang jangan di depan mu?
Brian bilang aku selalu bohong.
Dia mungkin benar.
Brian, setelah sarapan, Aku butuh bantuan mu di bawah.
Kata Ibu aku harus bersihkan kamarku.
Kalau begitu, segera setelah kita selesai.
Bukankah giliran Nicole? Ayah selalu memihaknya.
Itu karena Ayah lebih menyayanginya.
Tidak! Tidak!
Emmett?
Tidak!
Duduk!
Berapa usiamu?
Berapa?
17 tahun,
Kau tahu sesuatu yang orang tua mu kerjakan?
Tolonglah.
Maaf.
Maafkan aku.
Maaf.
Halo?
Anna? Aku menemukannya.
Aku ingin kau melihatnya, juga.
Aku membutuhkanmu, Anna.
Katakan di mana kau berada.
Lucie?
Lucie?
Oh Tuhan.
Aku tak punya pilihan.
Lucie, apa yang kau lakukan?
Aku harus melakukannya.
Sudah kubilang padamu itu mereka.
Tidak. Katamu kau akan tunjukkan aku ke mereka.
Lalu Kita hubungi polisi.
Polisi? Polisi tak akan percaya sama kita.
Kau tahu itu. Mereka tak peduli samasekali.
Tak ada yang peduli.
Kecuali kau dan aku, Anna.
Aku akan tunjukkan padamu.
Itu dia. Wajahnya berubah sedikit demi sedikit setelah bertahun-tahun,
tapi matanya... Aku mengenal matanya.
Dia salah satunya, Anna.
Dan dia.
Sudah terlalu lama. Kau tak bisa... Kau tidak tahu.
- Kau yakin. - Ya.
- Tidak hanya yakin untuk lakukan ini. - Itu mereka!
Lihat.
- Mereka tahu. - Mereka?
Anak-anak.
- Ada lagi? - Seorang gadis.
Astaga.
Mereka tahu apa yang orang tua mereka lakukan, Anna.
- Mereka juga bersalah. - Tidak. Tidak, mereka tak bersalah.
Anna, kau harus percaya padaku.
- Kau harus percaya padaku. Ku mohon? - Tidak!
Anna, Anna!
Ku mohon.
Kumohon, percayalah.
Maafkan aku.
Aku tak bisa membantu mu lagi. Maaf.
Anna, kumohon?
Anna?
Anna!
Tunggu. Ku mohon?
Aku... aku telah melakukannya.
Aku telah lakukan. Sudah berakhir.
Aku menghentikan mereka.
Seharusnya sudah berakhir.
Lihat?
Aku telah menghentikannya. Kumohon.
Tidak!
Tolong berhenti!
Berhenti, kumohon.
Tidak! Hentikan!
Tidak! Tidak!
Dia di sini lagi, Anna.
Dia menyakitiku.
Tidak apa-apa, tenanglah. Aku bersamamu.
Aku tak akan biarkan siapapun menyakitimu lagi, ya?
Aku katakan kepadamu, untuk saling mengasihi.
Jangan perlakukan orang lain dengan jijik,
tapi sayangi dia, peluk dia, dan bawa dia ke dalam hati mu.
- Anna? - Apa?
- Jangan pernah tinggalkan aku. - Tidak akan.
- Janji? - Aku berjanji.
Tenang, semuanya.
...Dikuduskanlah nama-Mu.
Kerajaan-Mu datang, Kau akan buat...
...di bumi seperti di surga.
Beri kami hari ini makanan yang cukup.
Untuk kerajaan-Mu
kekuasaan serta kemuliaan...
...selama-lamanya.
Amin.
Lucie, ayolah. Kita harus pergi.
Kau lihat wajahnya saat dia membuka pintu.
Dia mengenaliku, juga. Aku lihat di matanya.
Sekarang, Lucie, sebelum ada yang datang.
Aku tak bisa membantu mu di sini.
Kita harus membawa mu ke dokter, tempat yang sangat jauh.
Setelah kita menyingkirkan mayatnya dan bersihkan rumahnya kembali.
Kita tak ada waktu.
Tidak, ini satu-satunya cara agar dia tidak mengganggu ku.
Aku harus menyingkirkannya.
Aku harus membuatnya seperti mereka tak pernah ada.
Maka mereka akan membiarkan aku pergi.
Hampir selesai.
Siap?
Ada apa?
Kemari. Kemari, Anna.
- Kau mencium itu? - Tolong hentikan.
Kau menciumnya?
Aku sudah mengenal bau itu seumur hidupku...
setiap kali dia memukul ku, setiap saat dia berjalan ke dalam sel ku.
Dan dia mengatakan bagaimana sempurnanya aku.
Dia bilang aku adalah orang yang selama ini mereka semua tunggu.
Kita harus membereskan yang lain.
Kenapa tidak kita tinggalkan saja mereka?
Sudah ku bilang aku harus melakukannya.
Ini satu-satunya cara agar mereka tak mengganggu ku.
No comments yet. Be the first to leave one.