Hometown

Hometown (홈타운)

Download Indonesian undertekster

Udgivelsesinfo

홈타운-Hometown-E06-NEXT-VIU
En kommentar af Anangkaswandi

Tags

other
Udgivet den: 2021-10-07
Downloads: 29
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

"Semua karakter, tempat, institusi, insiden"

"Dan organisasi yang digambarkan dalam drama ini hanyalah fiksi"

Itu dia.

Benar.

Jae Young, lihat dirimu.

Lihat ini.

Mari kita coba ini.

Bagus.

Anak pintar.

- Mau kunyalakan api? - Ya, Kak.

- Jung Hyun. - Ya?

Ada yang ingin kukatakan kepadamu.

Apa?

Kamu bisa memilih untuk tidak mendengarnya jika tidak mau.

Soal apa?

Kamu yang putuskan. Kamu mau mendengarnya?

"Hometown: Wawancara"

"Episode 6"

"Khusus Petugas Berwenang"

"Kantor Pimpinan"

"Kantor Pimpinan"

Ayo. Cepat.

- Suara apa itu? - Apa yang terjadi?

Ayo.

- Apa yang terjadi? - Keluar dan periksa.

Ya, Pak Perwakilan.

Aku melihat mobilnya.

Sepertinya itu dia.

Siapa?

Kamu, Jung Hyun?

"Restoran Sajian Tiongkok Sook"

Astaga. Jung Hyun.

Astaga.

Jung Hyun. Bangun!

- Bisakah kamu bangun? - Ibu.

Ibu di sini.

Astaga.

Apa yang terjadi kepadamu?

Aku baik-baik saja. Jangan menangis.

Saat kamu kembali,

mereka sudah membersihkan semua dan pergi?

Semua pintu terhalang?

Saat aku masuk, tempat itu sudah hampir kosong.

Itu tidak mungkin markas mereka.

Apa yang mereka lakukan di sana?

Sudah jelas. Semacam ritual keagamaan.

Aku punya firasat mereka terus bergerak untuk melakukannya.

Apa? Seperti ziarah?

Basemen vila Geng Tengkorak.

Itulah kegunaannya.

- Tanda itu dan... - Tanda itu dan apa?

Suara lonceng yang aneh. Aku juga mendengarnya saat itu.

Fakta bahwa mereka berbagi ruangan dengan Geng Tengkorak

berarti Youngjingyo

memiliki hubungan langsung dengan Geng Tengkorak.

Aku yakin semua anggota geng sudah ditangkap.

Aku kenal seorang pria yang bekerja sebagai kolektor di Busan.

Kurasa dia melakukan hal lain sekarang.

Aku akan bicara dengannya dahulu.

Apa maksudmu?

Maksudmu dia?

Pria yang tertarik kepada dunia rentenir itu?

Siapa namanya?

Bukankah itu sesuatu seperti Sapi atau Anjing?

Babi.

Dia dipanggil Babi.

- Babi. - Ya, Bos.

Apa yang kamu lakukan di sekolah?

Di sekolah?

Aku hanya lulusan SMP.

Aku tidak ingat banyak.

Kamu juga?

Aku juga tidak terlalu ingat.

Kamu aktif berolahraga judo.

Bukankah hanya itu yang kamu ingat?

Tidak. Yang sangat aneh adalah

tidak banyak yang kuingat setelah tahun 1987.

Bagaimana aku lulus

dan kenapa menjauh dari anak-anak Klub Majalah Sekolah.

Aku tidak ingat apa pun.

Benarkah?

Terserah.

"Rumah Sakit Umum Saju"

Kita sudah sampai.

Aku akan naik taksi ke kantor.

Untuk apa?

Aku tidak akan lama. Tunggu di sini.

Aku menunggu pelanggan. Aku harus pergi.

Benarkah? Lantas, kenapa repot-repot mengantarku?

Aku ingin menjadi sopirmu.

Kenapa? Siapa tahu aku menyelinap ke suatu tempat?

Astaga, tidak. Untuk apa aku mencampuri urusanmu?

Kali terakhir, sejak bertemu teman ini,

kamu terlihat

agak tidak fokus.

Aku mendapat kesan itu karena

kalian berdua dahulu mungkin berhubungan di sekolah...

Tutup mulutmu.

Maaf, Bos.

Cepat kembali ke kantor

dan hasilkan uang, Bodoh.

Baik, Bos.

Astaga. Kamu berjalan santai sekali.

Lari, Babi!

Aku masih bisa melihat kakimu.

Dasar bodoh.

Apa yang kamu lihat?

Kamu tampak sangat serius.

Kupikir ada sesuatu di luar.

Terima kasih sudah datang.

Itu rahasia bisnisku yang sukses.

Aku menyelesaikan masalah apa pun yang datang kepadaku.

Kita harus hadapi apa pun yang ada di depan mata sekarang.

Kita bisa membicarakan masa lalu nanti.

Terima kasih banyak, Yong Tak.

Astaga.

Halo, Bu.

Halo.

Kamu siapa?

Aku teman sekolahnya. Kita belum pernah bertemu, bukan?

Kalian berteman?

Terima kasih sudah datang.

Bagaimana kamu bisa datang ke sini sesiang ini?

Karena bos, aku bisa bebas pergi kapan saja.

- Begitu rupanya. - Ya.

- Baguslah. - Benar.

Yong Tak, mau keluar sebentar?

Ibu, boleh aku keluar?

Kamu mau?

Baiklah. Ibu akan berbenah selagi kamu pergi.

Ayo.

Kamu mau ke mana?

Tamannya ke sini, bukan?

Yong Tak. Kamu membawa yang kuminta?

Benar juga. Ada di mobil.

Kalau begitu, bisa antar aku ke suatu tempat?

Bagaimana, ya?

Bukan masalah,

tapi memang kamu baik-baik saja?

Aku tidak apa.

Ibu menyeretku kemari.

Rasanya tidak benar.

Kumohon.

Akan kujelaskan dalam perjalanan.

Kalau begitu, ayo.

"Impian Gyeongcheon"

"Impian Gyeongcheon"

Kenapa kamu memintaku membawanya?

Yong Tak.

Aku sebenarnya

melihat Young Seob.

Apa?

Jung Young Seob?

Ya.

Dia sudah mati.

Semuanya sudah diatur.

Orang di ranjang rumah sakit dan pemakaman.

Sungguh?

Berandal itu tidak punya kegiatan selain berpura-pura mati?

Kesan yang kudapatkan,

Young Seob

adalah tahanan pikirannya sendiri.

Dia memutuskan hubungan dengan kenyataan.

Begitu rupanya.

Kalau begitu, dia berkaitan dengan kamu masuk rumah sakit?

Itu sebabnya aku harus memberitahumu sesuatu.

Tapi setelah memutuskannya, ternyata sama sekali tidak mudah.

Santai saja. Kita tidak terburu-buru.

Tidak.

Aku sudah memutuskan.

Mulai sekarang, aku tidak akan sembunyikan apa pun dari temanku.

Itu prioritasku. Aku tidak peduli dengan hal lain.

Yong Tak.

Kamu ingat

serangan gas saraf Stasiun Saju tahun 1987?

Ya.

Aku

orang yang melibatkan kalian semua.

Melibatkan dalam apa?

Apa yang kita semua lakukan?

Bedebah itu.

Kita membantu monster itu

dan memindahkan koper gas ke stasiun.

- Apa? - Dia bilang akulah orang

yang membuat kalian melakukannya.

Jika itu benar,

penculikan Jae Young

akan terhubung denganku.

Meski

itu karena sesuatu yang tidak bisa kuingat.

Kembaliannya untukmu saja.

"Kantor Presdir"

Sulit, bukan?

Aku tidak pernah berhasil satu kali pun.

- Benarkah? - Kenapa kamu di sini?

Kukira urusan kita sudah selesai.

Selalu ada

alasan baru untuk bertemu.

- Kamu mau teh? - Tidak usah. Duduk.

Bagaimana kabar detektif itu?

More Indonesian subtitles for Hometown

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left