De første 200 linjer.
Sebelumnya di Happy!
Kau bukan halusinasi,
kau bukan alam bawah sadarku yang ingin menyiksaku...
atas dosa masa laluku.
Mungkin ada anak perempuan...
yang butuh ayahnya. Tapi aku bukan dia.
Kau ayahnya.
Siapa kau?
Hailey Hansen.
Dia menjauhkanku dari ibuku.
Aku merindukan ibuku./ Aku butuh bantuanmu.
Putriku diculik.
Kau berhutang padaku.
Aku tidak berhutang padamu.
Nick Sax punya kata sandiku.
Satu-satunya pria yang kaucintai, kaurusak pernikahannya.
Tunggu dulu, apakah kalian...
Aku mau muntah.
Kubawakan Sax, dan kita impas.
Aku lihat kemampuanmu, Nick.
Jika kau bisa melakukan itu, kau bisa menyelamatkan Hailey.
Fotomu yang dilihat Hailey itu nyata.
Dulu kau pahlawan.
Kurasa itu sebabnya kau benci dirimu sendiri.
Ayo, mari cari anak ini.
Ayahku datang. Dia seorang pahlawan.
Dia akan menemukan dan memenjarakan Santa.
Bagaimana jika Santa menemukan ayahmu lebih dulu?
Happy! S01E03 When Christmas Was Christmas
Hei!
Hanya aku yang bisa mendengar itu.
Ya.
Aku tidak paham maksudmu, Nick.
Kau tahu perilakumu ini?
Lagu, lelucon payah,
tingkah ala grup pelawak?
Itu tidak imut.
Itu tidak lucu.
Hailey menganggapku imut dan lucu.
Hei, apa pernah terpikir olehmu...
mungkin dia bukan menyuruhmu mencariku?
Mungkin dia ingin menyingkirkanmu.
Menyingkirkan...
Itu...
Itu...
Itu tidak benar.
Aku sangat menyenangkan.
Aku mengenalmu belum sampai 24 jam.
Aku sudah ingin membakar diri kita...
untuk menghentikan tingkahmu.
Apa kita sudah sampai?
Aku tidak bisa.
Perlu kuingatkan kejadian...
saat terakhir kali kau tidak melihat jalan?
Baik.
Kita akan main diam-diaman hingga keluar dari jembatan ini.
Apa itu permainan diam-diaman?
Biasanya Hailey dan aku bermain dengan aplikasi.
Kau tahu, game di ponsel.
Mungkin kau harus pakai Google Maps, Nick.
Amanda memakai Google Maps.
Kau bisa dapat rute terbaik...
agar tidak terjebak macet.
Juga, namanya lucu.
Google...
Google. Google.
Lucu sekali.
Apa-apaan?
Kau tidak boleh keluar mobil saat sedang di jembatan.
Apa yang kau lakukan, Nick?
Ada yang pernah memberitahumu soal benar dan salah?
Ada banyak hal yang tidak diberitahu padaku.
Tapi aku memang jarang mendengar.
Kisah Natal masa lalu.
Aku tidak membelanya.
Baik./ Maksudku...
Sampah itu tidak sepadan dengan kehilangan pekerjaan.
Pergi saja. Makan falafel.
Ini tidak akan lama./ Kau tahu aku tidak bisa.
Kau mitraku.
3 laporan KDRT dalam seminggu.
Pria itu memukuli wanita malang itu...
seperti Keith Moon main drum,
dan kita harus mengabaikannya. Kenapa?
Karena dia pengacara keparat kaya?
Kurasa peran kita terbalik, Sax.
Kau harusnya polisi tua sinis,
yang mematuhi aturan,
dan aku pemula muda...
idealistik yang tidak bisa menerima...
bahwa terkadang penjahat bisa lolos.
Seperti kataku, Mer, falafel.
Namamu dipanggil.
Baiklah, begini saja.
Kita ketuk pintunya, kau jadi polisi baik,
aku jadi, kau tahu, diriku.
Awasi aku, pastikan aku tidak...
membuat keparat ini cacat,
dan mungkin kita tidak akan dipecat.
Apa-apaan ini?
Tunggu, kau polisi yang datang minggu lalu.
Ah, Detektif...
Sax, benar?/ Itu benar.
Kukira aku sudah sangat spesifik...
Tutup mulutnya, Coco,
atau sumpah demi Kristus!
Hei, hei, kemarilah, Detektif.
Mari kita bicara sebentar.
Kemarilah, antar pria, Sax.
Kau tahu apa ini?
Awalnya dia hanya selingkuhan, baik?
Dia mengaku memakai alat kontrasepsi.
Lagipula, pasangannya sebelumnya...
Membuat hidupnya kacau, jadi dia tidak bisa, kau tahu...
Mendadak, dia hamil.
Bisa kau percaya itu? Aku memberinya tempat tinggal.
Tempat bagus. Tanpa sewa, berperabotan.
Aku hanya berharap saat aku datang...
ke sini dan pergi,
aku tidak ingin ada masalah, paham?
Supositori.
Hal baru.
Memakai narkoba lewat dubur.
Aku berpikir, bajingan macam apa...
yang mau melakukan hal seperti itu?
Kini aku melihat orangnya, paham?
Kurasa ada yang tidak kau mengerti.
Benarkah?/ Teman sejawatku,
orang yang kuwakili,
aku bisa mengambil lencanamu, Detektif.
Mengambilnya begitu saja.
Teman sejawatmu.
Apa? Kau mau menyentuhku?
Lakukan.
Lakukan, permudah ini.
Biar kujelaskan.
Tidak ada yang tidak kumengerti.
Aku seseorang...
yang tidak ingin kau usik...
dalam cara, bentuk, dan wujud apa pun.
Saat aku kembali,
ada lencana atau tidak,
aku akan potong kepalamu,
dan masukkan ke bokongmu...
dan memakainya seperti bokong ibumu.
Mungkin kau benar.
Aku mungkin akan merubah perilakuku.
Aku bahkan tidak tahu harus bilang apa padamu sekarang.
Kalau begitu beri tahu tujuan kita.
Hailey. Di mana dia?
Bagaimana aku tahu?
Kau detektifnya.
Kau bersamanya, bukan?/ Ya.
Jadi ke mana orang itu membawamu.
Aku tidak tahu.
Kau tidak tahu?
Saat itu sangat gelap.
Seberapa gelap?
Sangat, sangat gelap.
Dan ada koridor.
Lalu ada ruangan luas.
Ruangan jorok dan bau.
Sampah di mana-mana.
Sampah lama, Nick, seperti,
seperti dari masa kecil.
Dan ada kotak-kotak,
kotak kayu besar berlubang.
Itu tempatnya mengurung mereka, Nick.
Tempat monster itu mengurung anak-anak.
Hanya ada satu orang yang bisa menyelamatkan kita.
Kau tahu siapa dia,
dan hanya dirimu yang bisa menemukannya.
Aku tidak akan meninggalkanmu.
Kau harus mencarinya.
Kau harus membawanya ke sini.
Tapi Hailey, aku bahkan tidak...
Kau bisa.
Tahu kenapa?
Karena aku mempercayaimu.
Jadi, kau paham, Nick? Aku tidak bisa mengecewakannya.
Itu sangat menyentuh. Bagaimana dengan orang itu?
Ceritakan tentang dia./ Orang itu?
Si monster.
Bisa kau gambarkan dia?
Kita akan menemui temanku.
Dulu dia seniman sketsa polisi saat aku masih di kepolisian.
Mereka memberhentikannya karena dia...
Lupakan alasannya.
Dia profesional dan berhutang padaku.
Jadi, monstermu ini.
Rincikan seperti apa rupanya.
Kuberi tahu padanya, dia menggambarnya, paham?
Baik./ Baiklah.
Kenapa kita melakukan ini?
Berapa kali kita harus membahasnya?
Aku butuh gambarnya agar tahu rupanya.
Paham? Itu disebut pekerjaan polisi.
Rokok...
Alkohol...
Dan Drakkar Noir.
No comments yet. Be the first to leave one.