De første 200 linjer.
Cerita rakyat ada di mana-mana.
Tapi beberapa yang nyata.
Mau aku bawakan yang lain?
Ya, kami pesan satu teko.
Satu teko, oke, terdengar bagus.
Hei.
Aku tak percaya dengan yang kulihat!
Aku pikir sesuatu yang buruk terjadi kepadamu.
Kuliah dan pekerjaan yang terjadi. Kau tahu itu bagaimana.
Kuliah? Tidak begitu.
Kau sekarang bekerja di Sud's?
Aku pikir kau kerja di kantor agen asuransi di 4 Street.
Dulu. Dia sudah menikah.
Ups.
Baiklah, cukup dengan itu.
Mau pesan apa?
Anggur.
Apa?
Kau di Sud's dan memesan anggur.
Harold mungkin membuat tempat ini seperti baru,
Tapi anggurnya masih minuman kemasan.
Kau mungkin terlihat seperti gadis kota,
Tapi kau tak bisa menipuku.
Duduklah. Aku segera ke sana.
Braxton di sini.
Aku rasa Missy tak bohong.
Lama tak bertemu.
Aku sebenarnya senang kau disini. Aku memang berharap kita bertemu.
Missy mau aku tetap di sini dan menyapamu, jadi...
Aku disini.
Jadi, bagaimana kabarmu?
Baik.
Apa saja kesibukanmu?
Mengelola bengkel ayahku.
Tak ada yang menarik.
Aku masih belum membuatnya rata dengan tanah,
Jadi itu bagus.
Ayolah. Bisa dibilang kau memonopoli bisnis perbaikan mobil.
Bagaimana denganmu?
Pasti ada hal penting hingga kau kembali ke pinggiran hutan kita.
Tampaknya saat usia 55 tahun, orang putuskan untuk perampingan.
Ibuku bilang jika aku tak mengambil barang-barangku...
...dia akan membuangnya.
Tidak, tidak, tidak. Aku tak bisa tetap disini.
Besok harus bangun pagi.
Butuh usaha untuk terus memonopoli perbaikan mobil.
Ayolah, Braxton, jangan jadi perusak suasana.
Kalian bersenang-senanglah malam ini.
Senang melihatmu, Layla.
Ya, kau juga.
Aku tak yakin Braxton ingin bertemu denganku.
Dia tetap di sini, bukan?
Dan dia tak harus melakukan sesuatu yang tak dia inginkan.
Plus, kalian punya sejarah.
Kau benar, tak enak.
Mungkin masih lebih baik dibanding bir.
Aku rasa dua tahun bekerja di sini membuatku terbiasa dengan itu.
Dua tahun, serius?
Kau akan tahu jika kau.../ Aku tahu.
Aku memang buruk.
Bersulang untuk malam yang menakjubkan.
Aku rasa itu terasa lebih baik dengan setiap tegukan.
Ingat kelas 9 di rubanahmu?
Meminum vodka murahan itu secara langsung.
Awalnya tak enak, tapi kemudian itu terasa luar biasa setelahnya.
Ya, aku ingat membantumu muntah.
Malam ini, aku yang akan membantumu muntah.
Karena kita akan banyak minum.
Aku tidak minum.
Saat aku memintamu datang,
Kau janji untuk bersenang-senang, benar?
Harold memberimu tatapan kematian.
Jadi?
Baiklah, tapi tak ada permainan gila.
Kegilaan tampaknya mengikutiku.
Hei, sayang?
Bisa Loretta tambah minum?
Tugas memanggil.
Beberapa orang berpikir minum bir adalah pekerjaan.
Dan mereka ke sini setiap hari seolah mengisi absensi.
Hei, perhatian, gadis kota?
Apa?
Ya, tentu saja.
Hei, kau lihat gadis yang duduk di sana?
Yang duduk di samping wanita yang lebih tua?
Bagaimana aku mengenal dia?
Aku bersumpah mengenal dia.
Ya, itu Shana.
Shana Morris dan Ibunya, Janet.
Ingat Hailey? Yang badannya berisi?
Ya, Shana dulu juga...
Dia terlihat begitu dewasa.
Ya, dia kehilangan 13 kg setelah Hailey...
Hentikan. Itu sangat buruk.
Shana sebenarnya sangat seru.
Kita dulu agak kejam terhadap Hailey.
Ingat saat Lantern's Lane tahun awal..
...saat kita tinggalkan dia? Klasik.
Ya, tepat sekali. Itu tidak pantas.
Apa? Ayolah, itu SMA.
Sebenarnya, aku dan Shana menjadi sangat dekat,
Selama kau pergi.
Hei, Shana?
Hei, semua, bergabung bersama kami.
Terima kasih, tapi aku baru selesai sif kerja 12 jam.
Shana bisa mewakili kami berdua.
Takut berkumpul bersama kami, ya?
Jujur, aku rasa kau takkan bisa berkumpul bersamaku.
Terlalu banyak pengalaman.
Janet, kau ingat Layla, 'kan?
Tentu saja. Bukankah kau dulu ratu acara reuni akbar?
Astaga, kau muntah saat menari, jika aku tak salah.
Ya, salah satu momen yang sesali.
Aku yakin ada yang lainnya. Maksudku, kita semua begitu.
Penyesalanku saat pagi.
Oke, kalian berkumpulah.
Selamat bersenang-senang, dan tetap aman.
Aku tak mau harus menjaminmu bebas dari penjara.
Oke? Sayang, SMS aku nanti jika kau butuh sesuatu.
Oke, kalian jangan bicarakan hal-hal seru hingga aku kembali.
Aku harus membuatnya terlihat...
...seolah aku bekerja untuk Paman Harold.
Duduk.
Aku baru beritahu Missy jika aku hampir tak mengenalimu.
Kau terlihat begitu dewasa./ Terima kasih.
Aku rasa SMA bukan benar-benar masaku.
Tak sepertimu.
SMA masa yang aneh bagi semua orang.
Kita hanya anak-anak bodoh.
Bersulang untuk malam yang tak terlupakan.
Dan untuk Pak Hanson, guru sejarah kita yang seksi.
Sekarang sudah tak lagi. Tapi dia di sana.
Menurutku itu manis dia tetap di tahun '90-an.
Ayolah.
Kuliah seharusnya menjadikanmu profesional.
Hari-hatiku pestaku berakhir saat aku pergi dari sini.
Aku takkan bisa menang, 'kan?
Oke.
Jadi, apa saja kesibukanmu di kota?
Aku yakin disana sangat seru.
Aku bekerja untuk agensi periklanan.
Kau tahu, barang-barang yang tak seharusnya kau beli di online,
Tapi kau tetap membelinya.
Lebih baik dari di sini.
Aku pikir kau akan mendalami keperawatan.
Tidak, itu Hailey.
Aku takkan bisa melakukan itu. Kau tahu, menghadapi pasien.
Beberapa orang tua, beberapa bersikap kasar.
Ibuku bisa, tapi tidak terima kasih.
Ya, aku juga takkan bisa.
Aku membantu ayahku di perusahaan buku.
Dia menjadi zombie sejak kepergian Hailey.
Aku rasa dia yang membuat jalan masuk mobil orang tuaku.
Mungkin.
Kurasa tak banyak orang yang mengerjakan itu di sini.
Semoga itu tak ada kendala./ Aku yakin begitu.
Jika orang tuaku tak mengeluh soal itu, itu sempurna.
Tunggu sebentar.
Jason!/ Hei!
Ya Tuhan!
Lihatlah dirimu. Kemari.
Kau ingat Jason? Dia dulu teman sekelas kami.
Ya, tapi aku rasa tak pernah melihat kalian...
...sejak aku baru masuk dan kalian angkatan akhir penguasa sekolah.
Bukan itu yang aku ingat, tapi...
Missy memberitahumu aku di sini?
Tidak, ini hanya keberuntungan yang kebetulan, kurasa.
Dia tak beritahu aku jika kau kembali.
Ya, aku kembali sebentar...
...untuk membantu Ibuku./ Itu manis.
Ya, kau tahu, aku hanya bisa hadapi dia sejam sekali waktu, jadi...
Aku dengar itu.
Kau lebih tampan.
Terima kasih.
Traktiran Pak Hanson.
Tapi aku sedikit perlu merayunya, sekedar catatan.
Astaga, dia datang.
Hei, gadis-gadis. Kelihatannya kalian berkumpul malam ini.
Kau juga, Jason.
Hanya sebentar, tapi, ya.
Terima kasih untuk minumannya./ Tentu saja.
Baiklah, semuanya, waktunya minum.
Pak Hanson, kau ikut?
Sebaiknya tidak. Jika aku pulang terhuyung-huyung,
Kalian takkan memanggilku "Pak" lagi.
Lucu.
Kalian bersenang-senanglah,
Dan semoga kita bisa bertemu lagi kapan-kapan.
Jaga dirimu di luar sana, oke?
Dah./ Oke.
Apa dia bersikap menggoda, atau itu hanya aku?
Hentikan. Dia bersikap baik.
Dia jelas menggoda.
Kami para pria memiliki insting seperti itu.
Aku tak melihat pria lain di sini.
Wow.
Tidak... Satu minuman cukup untukku.
Aku mengemudi./ Ayolah, satu lagi,
Lalu minum air yang banyak, dan kau akan baik saja.
Jason./ Aku hanya ingin santai malam ini.
No comments yet. Be the first to leave one.