De første 200 linjer.
Aku merasa gelisah. Aku sudah menunggu sejam lebih.
Aku menunggu juga, lebih dari delapan tahun.
- Tamannya di sana, kan? - Ya.
Taman? Hey, Earle, kau merasa baik saja?
Aku akan, begitu aku pastikan rumputnya tetap hijau...
dan pepohonannya tetap bertumbuh.
Lempar kemari, mister.
ROY EARLE, PERAMPOK BANK TERKENAL INDIANA, MENDAPATKAN GRASI
Dia mustinya ada di sini sekarang.
Begitu dia datang, kau masuk kamar dan tetaplah di sana sampai dia pergi.
Aku sudah dengar tentang Roy Earle bertahun-tahun.
Dia sungguh orang berbahaya dan aku ingin melihatnya.
Oke, oke.
- Mereka datang sekarang. Wally yang menjemputnya. - Baiklah, lekas masuk.
Masuk.
Apa yang menahanmu?
- Kau tidak kehilangan kemahiranmu, kan? - Huh?
Big Mac mana?
Dia pergi ke California. Aku yang urus semuanya di sini.
- Kau siapa? - Aku Kranmer, Jack Kranmer.
- Polisi, kan? - Ya, dulunya. Aku mengundurkan diri.
Aku percaya.
Aku oke. Kau tak perlu khawatir padaku.
Sejak kapan Big Mac berhubungan dengan mantan polisi?
Aku sudah bilang untuk tidak mengkhawatirkannya.
Mac ingin kau berangkat ke California sekarang juga.
Mobil di bawah milikmu. Ini kuncinya.
Ini rutemu dan sejumlah duit.
Lebih cepat kau ke sana, lebih baik.
Apa rencananya?
Aku tak berpikir kau pernah dengar Tropico Springs. Itu kota wisata.
Kota kecil terkaya di dunia. Mereka menyebutnya.
Ada hotel di sana, ada banyak wanita kaya.
- Kau bisa merampoknya. - Haruskah, polisi?
Sekarang, dengar, Earle, Mac keluarkan banyak uang untuk membebaskanmu.
Kau bekerja padanya sekarang.
Dia berikan perintah dan kau melaksanakannya.
- Halo. - Hai.
Ada yang bisa aku bantu untukmu?
Tidak, aku hanya lihat-lihat.
- Ini tempatnya si Earle tua, kan? - Ya.
Tapi tak ada keluarga Earle kemari selama 5-6 tahun.
Kau dari bank?
Tidak. Aku dulu tinggal di dekat sini.
Desa yang nyaman.
- Ya. - Hai, nak. Ada hasilnya?
Tak banyak.
Tempat terbaik memancing itu di lubang bawah tempat pembubutan.
Banyak ikan lele besar di sana. 3-4 pound, mungkin.
3-4 pound? Woh.
Dulunya, sekian tahun yang lalu.
Mungkin sudah dipancing semua.
Kau Roy Earle, si bandit!
Hai, partner. Apa yang bisa kubantu untukmu?
Mobilnya butuh air dan sekitar 10 galon bensin.
Ya, pak.
Baiklah.
Hari yang panas, bukan?
Tak banyak mobil yang lewat sekarang.
Sedikit kepagian, aku rasa.
Kau sedang lihat kegagahan pegunungan Sierra, bung.
Gunung Whitney, puncak tertinggi di Amerika.
14,501 tingginya di atas permukaan laut.
Hey, kuperhatikan kau punya plat nomor Illinois.
Kau perjalanan jauh dari rumah?
Kau harus maafkanku. Aku merasa kesepian di sini.
Ketika pelanggan datang, mungkin aku terlalu banyak bicara.
Kesepian, eh?
Ya, aku bisa pahami kenapa kau merasa kesepian di sini.
Wow, kami selamat!
Aku ingin sekali menjabat tanganmu, pak.
Kelinci patagonia itu lari di depan mobilku dan aku kehilangan kendali.
- Kau telah menyelamatkan kami. - Aku menyelamatkan diriku juga. Datang jauh-jauh?
- Ya, dari Ohio. Sedang kau? - Chicago.
Aku senang sekali jumpa denganmu. Kau benar-benar bisa mengemudikan mobil.
Aku, aku sedikit gemetar, tapi Velma...
Velma cucuku, dia pengemudi yang baik...
tapi dia lelah dan aku tak mau biarkan dia mengemudi lama-lama.
- Namamu siapa, pak? - Collins.
Namaku Goodhue.
Velma, bu, aku ingin kalian berkenalan dengan Mr. Collins.
- Apa kabar? - Apa kabar?
Senang mengenal kalian.
Aku rasa aku harus lanjutkan perjalananku.
Kembalinya $5.
Perjalanan jauh?
Ke atas gunung demi kesehatanku.
Aku mau ke Los Angeles. Aku kehilangan tanah pertanianku dulu di rumah.
Tapi ibu Velma nikah lagi dan dia meminta kami ke sana.
- Aku tak tahu... - $2.41.
$3, $4, $5.
Aku harap kalian sampai tujuan.
- Hey, kau. - Ya?
Aku lagi mencari orang bernama Hattery.
Dia menginap di sini, dia dan satu orang lagi.
- Mereka semua di kabin 12. Kau orang yang sedang mereka nantikan? - Ya.
Berarti kau bisa tempati kabin nomor 11. Taruh mobilmu di sini.
Aku mau ambil air karena sangat dingin di sini di malam hari.
Bawakan barang-barangku. Ada di belakang.
Aku akan bawakan, bos.
Hattery di sini?
Red!
Ada yang ingin menemuimu.
- Kau Roy Earle? - Ya.
Senang melihatmu. Aku tak bisa berjabat tangan. Aku lagi bersihkan ikan.
Kenalkan temanku, Babe Kozak.
Ini Marie Garson.
Red, aku ingin bicara denganmu berdua. Sampai nanti.
Tak masalah bagiku.
Kau tak suka keingintahuan wanita, huh?
Orang sepertimu harusnya tahu lebih baik.
Babe yang bawa dia di bar kelas bawah di L.A.
Dia sama sekali tak masalah. Dia mengurus segala sesuatunya untuk kami.
Kasih dia duit lalu suruh dia kembali. Bawa dia pergi dari sini malam ini.
Sekarang, bagaimana dengan perampokan ini?
Musim panas baru berlangsung, dan Mendoza, dia orang dalam kita...
dia bilang hotel itu akan penuh seminggu lagi.
Dan akan ada banyak uang di lemari besi saat itu. Banyak.
- Kapan aku bertemu Mendoza? - Dia akan kemari besok habis kerja.
- Dia berhubungan dengan Big Mac juga. - Benarkah? - Ya.
- Dia akan sampaikan padamu kabar secara langsung. - Baiklah.
Hey, Mr. Earle?
Aku ingin bilang jika bersamamu dalam perampokan ini...
kami merasa seperti bepergian dengan maskapai yang cepat.
Aku sudah dengar banyak tentangmu.
- Kau tahu, waktu aku masih kecil, aku lihat fotomu di surat kabar... - Ya.
Kau bisa bicara ke Roy Earlemu. Dia sepertinya sangat tak suka padaku.
Dia benci sekali.
Dia mungkin penting bagi beberapa orang, tapi dia tak berarti apa-apa bagiku!
Aku yakin dia sangat hebat.
Melawanlah dan kau akan tahu.
Baiklah, aku akan tahu.
Biar kuberitahu sesuatu...
kau di mana saja selalu suka menghina.
- Berhentilah ribut denganku terus-terusan. - Aku ada kabar buruk buat kalian.
Roy bilang kita harus minta Marie balik ke L.A.
Kenapa, si brengsek itu...
- Aku akan bilang padanya. - Ya?
Ini kesempatanmu.
Kau tak ingin aku kembali ke L.A, kan, Babe?
- Kau ke sanalah bilang padanya. - Entahlah.
Aku rasa kita butuh orang ini.
Tapi tak ada alasan buat dia datang kemari untuk seenaknya pada kita.
Dia bukan bos kita.
- Dia tak bisa mengusir... - Ayo, bilang padanya.
Kau bisa menangkan argumen ini.
Jangan ganggu dia! Kau memukulnya, aku akan menghajarmu!
- Kau dan siapa lagi? - Aku saja! Kau pikir itu tidak cukup?
Hentikan. Kalian tak dapat apa-apa dari perkelahian selain babak belur.
Aku tak peduli kau atau orang lain yang bilang, Marie tidak akan balik ke L.A.
Itu menurutmu. Menurut dia beda.
Aku takkan disuruh balik ke bar kelas bawah itu jika aku bisa membantu.
- Aku akan bicara padanya. - Dengannya, aku tak berpikir itu akan berhasil.
Ya?
Bisa aku bicara denganmu sebentar, Mr. Earle?
Tentu. Silakan.
Kenapa kau minta aku balik ke L.A?
Aku ingin di sini.
- Jangan pura-pura tidak tahu. - Aku tidak bermaksud begitu.
Aku tahu apa yang terjadi, tapi aku tahunya tidak dari mereka.
Louis Mendoza yang bilang padaku.
Dia banyak omong, semua yang dia katakan adalah bualan.
Jadi kau tahu, Mr. Earle, Mendoza itu yang harus kau khawatirkan, bukan aku.
Aku tidak mengkhawatirkanmu. Itu penari jitterbug yang bersamamu.
Mereka bakal meninggalkanmu secepatnya.
Oh, aku bisa hadapi mereka.
Babe bersikap kasar terkadang, tapi dia takut dengan Red.
Aku bisa buat Red berpikir seperti yang aku mau.
Kau telah tahu cara mengatasinya.
Dalam satu hal.
Baiklah.
Biarkan semua tetap pada tempatnya selama beberapa hari, lalu lihat bagaimana perkembangannya.
Terima kasih, Mr. Earle.
Ada apa?
Sampai jumpa.
Ya?
Pagi. Ini aku, Algernon. Ada yang bisa aku lakukan untukmu pagi ini?
Ya. Kau bisa siapkan aku sarapan.
Wanita di kabin sebelah sudah siapkan sarapanmu.
Dia pikir mungkin aku harus cari tahu apa kau butuh sesuatu.
Dari mana kau dapat nama Algernon?
Ibuku yang berikan nama. Keren, kan?
Membuatku percaya diri.
Kau suka anjing ini?
- Dia hanya anjing, kan? - Bukan, anjing yang pintar sekali dia.
Perhatikan sekarang. Pard, menyelundup! Menyelundup!
Turun. Turun.
Berdiri. Berdiri.
Lompat.
Ya, pak, hewan yang bagus sekali dia.
Sepertinya bangga pada anjingmu.
Bukan, dia bukan anjingku.
Dia hanya menyukaiku dan mengikutiku ke mana-mana.
- Membuatku khawatir juga. - Kenapa?
Kau tahu, Pard ini dulu milik seorang tukang kayu...
yang tinggal di sini selama setahun.
Musim dingin lalu, longsoran salju menimpa rumah orang itu dan menewaskannya.
Tidak menewaskan Pard.
Lalu ada orang lihat Pard berkeliaran di tengah salju...
membawanya masuk. Andai orang itu tidak meninggal karena pneumonia.
No comments yet. Be the first to leave one.