Die ersten 200 Zeilen.
Pak!
Kita baru saja menerima ancaman lagi di kantor Anda.
Apa? Kali ini berapa kali mereka menelepon?
Mereka benar2 tak membiarkanku merayakan pesta pemilu ini!
Ancaman ini benar2 serius.
Mereka bilang kalau Anda tidak menarik diri dari pemilu dalam 3 menit
mereka akan membunuh Anda.
Mereka membunuhku dalam 3 menit?
Dalam 3 menit, kau bisa pergi ke toilet.
Dan buang air tapi mungkin masih ada bekas kotoran di tisue toiletnya!
- Apa? - Abaikan saja.
Dalam 3 menit kau bisa pipis
tapi mungkin masih netes2, bahkan setelah kau kibas2kan anumu.
Jangan pura2 nggak paham dengan muka sok polos itu. Dasar bodoh!
- Maafkan saya! - Tuh kan.
Masih sisa semenit setelah diskusi nggak berguna ini.
Kalau aku harus menunggu untuk dibunuh lebih baik aku nari2 dulu saja dengan Kotone!
- Keluar sana! - Tapi, Pak...
Keluarlah!
Kalau kita main baseball(bola kasti), kita mainnya begini saja, ya begini saja!
Keluar! Aman! 1, 2, 3!
Aku ngga tahu menang/kalah nih dengan mata tertutup begini.
Kotone, aku yakin menang pemilu kali ini.
Wow, jadi Anda akan menjadi Perdana Menteri? Hebat sekali. Luar biasa!
Jadi... kenapa kau tidak jadi mama-manisku saja?
Lalu akan kuubah Jepang sesuai keinginanmu.
Memangnya Anda pikir tak apa menggunakan politik demi cinta?
Kalau begitu kenapa tidak Anda buat sebuah hukum yang mengijinkan Anda
untuk hidup bersamaku selamanya?
Baiklah! Kotone, aku tak akan pernah melepaskanmu!
Maksudku, jangan pernah meninggalkanku!
Apa? Apa yang kulakukan salah?
Wow... apa2an?
Apa?
Dirimu terbelah!
Yeah!
- Wow! Kali ini seorang Tengu! - Yeah!
- Tetsuma Gotokuji, aku tak akan melepasmu! - Tidak! Lepaskan aku!
- Siapapun! Kesinilah! - Yeah!
- Ya! Kau manggil2 kan, makanya aku datang! - Lagi?
- Siapapun tolong! - Tidak! Pak!
- Lakukan sesuatu! - Bisa kubantu, Pak?
Para monster... Apa sebenarnya kalian itu?
Tak taukah kau seorang Tengu itu siapa?
Seorang Tengu adalah sebuah tradisi semangat Jepang dengan sebuah simbol kelamin.
Ya. Kami adalah Tengu yang cantik
dengan sebuah misi untuk membunuh Tetsuma Gotokuji!
Nama kami adalah...
Tengun!
Kalian sok cantik bermuka tebal nggak mikir betapa memalukannya cara berpakaianmu!
Hajar mereka!
- Ayo sini. - Aku diculik nih.
- Tolong! - Pak!
Hello. Oh, Tn. Kimijima.
Terima kasih untuk dukungan Anda waktu lalu.
Hmm, kami agak sibuk sekarang... Kami sedang rapat sekarang ini...
Kotone, kau ini benar2 monster!
Tidak, aku bukan monster.
Aku sebuah robot.
Apa, apa2an ini?
Tidak! Sudah kuduga benda itu akan muter! Sialan, tolong aku!
Dia membacokku dengan tangannya...
Rasakan ini!
- Ah, jangan mendekat! - Kamu mau ASI?
Sentuhlah susuku maka akan muncul sebuah lubang di mukamu!
Benar... akan kupotong2 kau!
- Baiklah, kau... ...bisa merasakan ini!
Tidak... Dari bokongnya?
Tidak, itu berbahaya! Kau akan memotongku!
Tidak, tidak, hentikan!
Kunyah ini saja!
Tidak! Tak berguna!
Hentikan kau akan memotongku. Ini benar2 berbahaya.
Hentikan! Kau menyentuhku! Tidak, kau memotongku.
Kau melukaiku. Sakit sekali. Tidak, ini parah banget.
Parahnya seperti ini akan buruk buatku!
Apa?
Saudari, dunia Maiko, Geisha yang Magang,
tidak ada hubungannya dengan kekerasan.
Berhentilah berbuat jahat begitu.
Ya ya, ini nih si Maiko amis.
Matilah!
- Kau ini ternyata bukan biasa2 saja, ya? - Bukan!
Aku memerangi kejahatan.
Aku mesin Maiko.
Namaku...
Yoshie Robo Geisha!
Apa2an? Rasakan itu!
Tembakan rambut wig!
Selamat datang di neraka!
Hebat! Mengagumkan! Aku tak tahu kau ini apa tapi kau hebat banget!
Mulai besok kau jadi sekertarisku saja ya? Akan kubayar 4,000 atau 5,000 yen per jam!
- Aduh lenganku! - Jangan pernah menyentuhku.
Aku itu dingin, hanya dengan 1 tujuan, seperti sebuah mesin!
Jadi kau ini apaan?
Aku ini apa?
Sebuah robot atau seorang Geisha?
Aku sendiri tak tahu.
Baik sekarang, maupun dulu.
Tapi 1 yang kuyakini. Beberapa bulan yang lalu aku bukanlah siapa2.
Ini bukanlah diriku. Ini adalah saudariku.
Kalau dia terlahir untuk menarik perhatian orang2 dengan kecantikannya,
aku terbuat dari bagian2 yang terbuang.
- Yoshie. - Ya.
Kamu ini lagi apa? Cepat bawakan Kimono-ku.
Ya, kak. Maafkan aku!
Kau memanggilku "kakak" lagi! Bisakah kau menghentikannya?
Kita sudah saling janji tidak akan melihat status adik-kakak di Okiya ini, kan?
- Maaf. - Baiklah.
Meskipun kau ada hubungan dengan Kikuyakko, tapi tetap saja kau itu beda kelas dengannya, Yoshie.
Jadi jangan pernah mimpi jadi seorang Geisha.
Jadi bersih2lah ruangan dan cuci2 baju saja sana!
- Okami-san, bukannya, aku... - Kerjalah saja sana!
- Ya, nyonya! - Kau ini lambat.
Sebagai hukumannya akan kuberi kau nasi tanpa lauk untuk makan siang hari ini!
- Ya. - Huh?
Tanggapan macam apa itu?
Aku tak suka sorotan mata bagai budak itu, pula.
- Nyonya! - Apa, Kikuyakko?
Yoshie barusan membelalakkan matanya padaku. Dia itu menjijikkan sekali.
Aku yakin dia percaya suatu saat bisa jadi sepertiku!
- Tak mungkin, tak akan pernah. - Tak mungkin, tak akan pernah.
Si gadis suram itu takkan pernah bisa jadi sepertimu.
Ini nggak ada rasanya sama sekali.
Paling tidak dikasi lada hitam akan mendingan.
Oops, kebanyakan nih.
Aduh panas!
O jadi kamu ya!
Kau ini!
Kau membuatku jadi lelucon di depan Tn. Kageno!
- Apa aku se-menjengkelkan itu bagimu? - Maaf, Kak!
- Lihatlah! Geisha juga bisa nendang! Nendang! - Maafkan aku!
Kau selalu menggangguku selagi ada kesempatan besar!
Aku tahu kau iri padaku dan benci padaku sejak kita masih kecil!
Tidak! Aku tidak iri padamu.
Diamlah! Aku sakit hati, juga!
- Hey! - Jangan menghentikanku!
Permisi, Kikuyakko!
- Tenanglah, Kikuyakko. - Tidak!
Tidak, Tn. Kageno! Aku cuma bermain2 dengan adikku ini, Yoshie.
Oh, kau adiknya. Ini pasti pertama kali kita bertemu.
- Ya. - Aku adalah Hikaru Kageno,
presiden dari Kageno Steel.
Kau mirip Kikuyakko dan kau cantik, juga.
Apa?
Kau akan menjadi Geisha suatu hari, ya?
Aku akan sangat menantikannya.
Aku... tidak...
Jadi dia suka sedikit denganmu, tapi tak usah terlalu terbawa seperti itu.
Mudah banget untuk melemparmu keluar dari tempat ini.
Aduh jariku yang imut!
Kamu itu jenis saudari terburuk!
Kakak...
Dia menyobek buku telponnya jadi 2 dengan tangan kosong. Luar biasa!
Ini aku. Aku menemukan seseorang.
Dia mungkin sesuai dengan kriteria orang yang kita cari.
Hey, terima kasih untuk hari ini.
Perlukah kuantar kau pulang ke rumah?
Tidak, terima kasih. Aku masih bekerja sampai benar2 di rumah.
Kamu ini tak bercanda!
- Apa kamu takut dengan kakakmu? - Ya.
Sayang sekali. Sebenarnya aku mau mengundangmu ke rumah untuk makan malam.
Kamu punya banyak bakat yang tak kamu sadari.
Aku ingin kamu mengetahui bakat2 tersebut.
Kakakku selalu bilang kalau aku tak baik dalam melakukan hal apapun.
Kamu itu tidak hidup cuma buat kakakmu, kan?
Menyedihkan sekali lho kalau kamu terus mengabaikan potensi terbesar darimu.
Tunggu sebentar!
Tidak! Hikaru, ini terlalu kejam! Terlalu dingin!
Kamu... Aku dari rumah sakit hendak...
Jangan bodoh. Aku Suzuko, wanita yang kau permainkan!
Bagaimana bisa kau bercumbu2an dengan gadis yang masih bocah ini?
Apa kau hendak menyingkirkanku?
- Menyingkirkanmu? Kau itu tak tepat untuk ada di duniaku.
Betapa dinginnya! Kau itu terlalu dingin tahu!
Akan kubunuh sendiri kalian berdua!
Kalian!
Matilah!
Bagus sekali! Sesuai dugaanku!
- Oh, maafkan aku, maafkan aku! - Tunggu!
Hikaru, matilah bersamaku! Matilah bersamaku!
Tenanglah! Tenanglah!
- Apa? Apa2an kalian ini? - Kami adalah pelayan2nya Hikaru!
Maafkan aku tapi aku harus membunuhmu!
- Dengan air ASI dari neraka ini! - Ha!
Air ASI Ganda!
Panas sekali!
Wajahku meleleh!
Aku tak mau kalah seperti ini!
Aku tak mau! Tapi nyatanya aku kalah begini!
Suzuko, terima kasih telah menyerangku.
Terima kasih untukmu, kami telah menemukan orang yang kami cari.
Tadinya aku hanya berfirasat, tapi sekarang sudah pasti.
Ah, aku mabuk.
- Yoshie, itu kamu, kan? - Ya!
Masuklah.
Ya.
Tadinya aku bahagia. Aku bisa tertawa bareng denganmu.
Ingatkah?
Kamu itu iri padaku soalnya orang tua kita sangat cinta padaku.
No comments yet. Be the first to leave one.