Release Info

起吃飯吧3ㅡㅡㅡ식샤를 합시다 시즌3ㅡLet's Eat S03 E12 180821 HDTV NEXT-FU
Ein Kommentar von faridusman
IDFL™ SubsCrew | indosubsfu.wordpress.com | Selamat Hari Raya Idul Adha :D Tepat sekali eps kemarin makannya daging, dan kami semua makan daging juga. Wkwk. Enjoy. ^^

Tags

HDTV
hdtv
HD
Veröffentlicht am: 2018-08-22
Downloads: 11
Hörgeschädigt: No

Indonesian Untertitel-Vorschau

Die ersten 200 Zeilen.

Oh iya. Aku lupa membeli masker tidur.

Kau membuka tirai tepat setelah kau bangun.

Sinar matahari membangunkanku hari ini.

Tubuhku terasa kaku karena harus tidur di lantai.

Kau tak mau ikut perawatan pjjat atau semacamnya?

Jalanlah ke depan.

Apa?

Saat bersama seseorang yang kau benci,...

...aku dikasih tahu agar melihat mereka dari belakang.

Itu menurunkan kebencianmu sedikit.

Siapa yang bilang?

Ibuku.

Dia bilang...

...kalau semua orang terlihat sedikit sedih ketika melihat dari belakang.

Aku tidak pernah mengangkat jariku kembali pada hari itu.

Kurasa aku sedang dihukum untuk itu.

Apa ini?

Ini malah membuatku susah.

Itu uang yang hilang.

Kurasa tak masalah kalau aku mengambilnya.

Ibu.

Maaf.

Kau keluar untuk jalan-jalan?/Ya.

Melihat senyuman di wajahmu,...

...kurasa kau menjadi manajer cabang sekarang.

Selamat. Apa promosimu terasa nyata sekarang?

Tidak, aku berhenti.

Apa?/ Aku pergi...

...untuk melakukan apa yang membuatku bahagia.

Kenapa? Apa lagi sekarang?

Bagaimana dengan promosi dan apa yang membuatmu bahagia?

Aku yakin banyak yang mau kau tanyakan.

Aku haus, jadi ayo kita mengobrol sambil minum.

Kenapa kau malah berhenti ketika kau ditawari promosi?

Kudengar tim Sun dibubarkan.

Kau tak menyesalinya?

Aku belum puas menjadi konsultan asuransi untuk sementara waktu.

Saat hari itu,...

...itu bermanfaat untuk membantu klienku mengklaim asuransi mereka.

Aku senang membantu mereka selama masa-masa sulit.

Lalu aku mulai menyadari kebenaran.

Kekosongan yang ditinggalkan oleh orang yang dicintai...

...tidak dapat diisi dengan semua uang di dunia ini.

Dan juga, itu mengingatkanku pada masa kuliahku.

Aku pernah merindukan Piala Dunia 2006, bukan?

Itu sebabnya aku memutuskan...

...untuk tidak menunda hal-hal yang ingin aku lakukan.

Kau tidak pernah tahu apa yang akan terjadi.

Apa yang ingin kulakukan sekarang...

...adalah mengirim makanan kepada kepala rumah tangga.

Kenapa? Kau tahu kalau aku berhenti dari pekerjaanku yang menyedihkan?

Tidak.

Aku mengagumimu karena membuat keputusan itu pada usia kami.

Kerja bagus.

Kacang, sudah lama.

Kacang?

Seseorang selain aku memanggilmu itu?

Pergilah dan beri salam pada Kacang.

Sampai jumpa./ Ayo.

Namanya juga Kacang?

Ya.

Mungkinkah...

Dae Young. Goo Dae Young!

Goo Dae Young!

Dae Young!

Hai, Dae Young. Kapan kamu sampai di sini?

Kenapa kau tak menelepon?

Kau sedang dalam perjalanan pulang atau ke kampus?

Bernapaslah dulu.

Aku kemari untuk mengambil barang-barangku.

Kau juga dengar kalau pekan depan aku sudah masuk wamil.

Ya.

Kacang, ini hari terakhir kita hari ini.

Kenapa kau bilang begitu seperti kita tidak akan pernah bertemu lagi?

Apa? Maksudku dia.

Dia kecil, menggemaskan, dan makan banyak sepertimu.

Itu sebabnya aku memanggilnya Kacang.

Bolehkah aku minta bantuanmu?

Apa itu?

Anak anjing lainnya semuanya sudah diadopsi,...

...tapi dia masih di sini seperti ditelantarkan.

Benarkah?

Kasihan sekali.

Bisa kau perhatikan anak anjing itu dan menulis surat untukku...

...ketika sudah diadopsi?

Pasti aku akan melakukannya.

Kapan kau akan ke rumah orang tuamu?

Besok. Aku menuju ke pangkalan dari sana.

Besok?

Kacang, hati-hati.

Apa yang kau sentuh?

Ayolah. Itu juga bukannya terlarang.

Kau brengsek. Jangan sentuh milikku!

Pelan-pelan.

Menurutmu apa yang dia sentuh?

Apa yang sedang mereka lakukan?

Lepas!

Jangan sentuh aku./ Lepas!

Hei!/ Berhenti!

Sial!

Apa yang kau lakukan?/ Aku tidak mau!

Dia menginginkan konsol game.

Dae Young, tidak bisakah aku mengambilnya?

Kami semua ingin membelinya.

Kau bercanda?

Kenapa kau malah mengambilnya ketika kami semua mau beli juga?

Aku juga bayar banyak untuk ini.

Kau itu punya banyak uang, jadi belilah yang baru.

Aku ini miskin, jadi biarkan aku memilikinya.

Aku tak pernah mengharapkanmu menjadi miskin,...

...jadi kenapa malah aku? Serahkan.

Inilah bagaimana rasanya mengawasi anak-anak memperebutkan aset.

Dasar bodoh!

Kalian sebut diri kalian teman? Kalian juga tahu situasi Dae Young.

Dia bekerja untuk pergi ke Jerman,...

...tapi dia harus membayar hutang ayahnya dengan itu.

Dia mendaftar hanya karena dia tidak punya uang untuk biaya kuliah.

Yang kalian lakukan cuma bertengkar demi konsol game...

...saat kalian harus mencoba menjualnya untuknya.

Maafkan aku, Dae Young.

Kami memang salah.

Aku senang kau tahu.

Dae Young, sepupuku membeli furnitur...

...untuk rumah barunya.

Haruskah aku minta dia membeli lemari itu?

Sung Joo, terima kasih.

Ayo kita sama-sama.

Ya.

Sedang apa? Bantulah.

Sebagai temannya, kalian benar-benar sangat membantu...

Apa itu?

Ternyata ada yang sudah muntah.

Siapa itu? Siapa yang melakukan ini?

Kalau dilihat, itu sudah ada beberapa waktu yang lalu.

Tidak heran aku tidak bisa mengeluarkan bau aneh itu.

Aku berpikir itu bau Byeong Sam.

Lihat. Itu aromamu!

Ketiga kalinya Ji Woo menolakmu, kau muntah setelah ditolak.

Saat kau ditolak dan dipukuli oleh Seo Yeon,...

...kau juga muntah setelah merasa sia-sia.

Lihat mie itu?

Kau juga makan ramyeon.

Bagaimana kita bisa tahu siapa yang melakukannya ketika banyak sekali orang muntah?

Dasar.

Kurasa aku tak bisa menjual ini pada sepupuku.

Aku juga yakin kau tidak akan bersikeras menjualnya.

Ayo kita bersihkan.

Ayo. Bersihkan!

Bersihkan.

Bawakan lap.

Bawakan lapnya!

Ternyata Dae Young merokok.

Apa maksudmu?

Bukankah itu dia di sana?

Sungguh menyedihkan. Maksudku, dia bukan satu-satunya yang bergabung dalam wamil.

Jangan berani mengatakan hal seperti itu di depannya.

Kudengar dia memberikan semua uangnya...

...pada orang tuanya.

Dia masuk wamil karena dia tidak punya uang untuk membayar biaya kuliahnya.

Lalu? Entah itu awal atau akhir,...

...dia harus tetap menjalankan tugas militernya.

Kuharap dia bisa menikmati sisa waktunya sebelum berangkat wamil.

1, 2, 3, 4, 5,...

...6, 7, 8./Kapan kau mengumpulkan orang-orang ini?

Jangan mulai.

Dia menelepon di sana-sini sejak pagi.

Dia membuat keributan, mengatakan aku harus berpartisipasi...

...sebagai maskot.

Dia bilang kita harus melakukan ini sebelum kau pergi.

Kita ambil foto saja. Kau bawa kameranya, 'kan?

Ya.

Kita mulai.

Baik. 1, 2, 3.

Oper.

Di sini.

Dia tersandung sendirian.

Ji Woo./ Aku datang.

Kurasa dia tidak bisa lari.

Kami tidak bisa lanjut karena angkanya tidak cocok.

Kurasa aku akan bermain sepak bola sebentar.

Aku akan main.

Apa? Kau akan main?

Ya, aku juga anggota klub.

Tidak ada aturan yang melarang wanita bermain.

Berikan seragamnya.

Bagaimana dengan perawatannya?

Kau cuma terkilir sedikit. Cukup semprotkan ini saja.

Ayo bergerak. Ayo.

Dae Young.

Ji Woo.

Sini.

Dae Young.

Aigoo, Ji Woo.

Dia bahkan mungkin membuat gol dan menyoraki dirinya sendiri.

Lee Ji Woo, kau keren!

Dae Young.

Jadilah seorang pria dan buatlah gol yang luar biasa!

Benar, jangan lewatkan kesempatan ini.

Bisnis ayahmu bangkrut, tetapi kau harus mencetak gol.

Ya!/ Kami menang.

Kommentare

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left