Die ersten 200 Zeilen.
Aduh.
Yo-chan, minta satu.
Baiklah.
Ini.
Apa?
Apa?
Harus kau isap untuk menyalakannya.
Aku tidak tahu.
Padahal aku sering melihatmu merokok.
Itu bukan sesuatu yang perlu diperhatikan.
Jadi, begitu… Meski kita sudah tinggal bersama selama dua tahun.
Di mana kau akan tinggal di Tokyo?
Aku akan ke rumah orang tuaku untuk saat ini.
Jadi, ke Yokohama.
Hei,
kau melupakan ini.
JIMAT
Simpan saja.
Tak usah. Aku tidak mengerti hal begini.
Kurasa kau harus menyimpannya.
Tidak, aku tak apa-apa.
Ini.
Sudah semuanya?
Ya.
Baik, kami akan pergi.
Terima kasih.
Baiklah.
Ya.
Terima kasih atas semuanya.
Tentu.
Aku sedikit minta maaf.
Bagian dirimu yang itu sangat menggangguku!
Apa?
Rena?
Tentu saja tidak.
Apa?
Tunggu. Apa-apaan ini?
Apa?
Astaga!
Apa yang terjadi?
Sungguh, hentikan.
Apa?
Apa? Bagaimana?
Kubilang hentikan!
Tempatmu bukan di sini. Pergi!
Aku kesal.
Aku kesal sekali.
Bagian dirimu yang itu sangat menggangguku.
Apa itu?
Sungguh, itu menakutkan.
Mantanmu pasti muak denganmu juga,
tak peduli perasaan orang lain.
Apa-apaan ini?
Hei…
Kau tak memakai bra.
Aku tidak mau kau salah paham bahwa hantu memakai bra.
Aku belum pernah melihat hantu, jadi, aku tidak akan…
Bukan itu intinya.
Maksudku adalah sikapmu.
Kau bertingkah baik, tapi akhirnya kau tak memikirkan apa pun.
Hantu tidak berhak menghakimiku.
Aku sudah mengamati sejak kalian pindah ke sini.
Kau tidak mengakui saat orang menunjukkan kesalahanmu
atau berusaha memperbaikinya.
Kau pikir bisa lolos hanya dengan meminta maaf.
Itu sebabnya dia meninggalkanmu.
Kau mengamati?
Ya, sejak aku mati di sini.
Kau mati di sini?
Ada masalah?
Bukan itu maksudku.
Aku ingin muncul lebih cepat,
tapi mantanmu memiliki kekuatan penghalang yang cukup kuat.
Jadi, karena Rena sudah pergi, kau muncul.
Benar.
Kenapa kau tidak pergi jika sangat membenciku?
Aku tidak bisa.
Kau tidak pernah tahu itu.
Aku mencoba berkali-kali, tapi tak bisa.
Aku tidak tahu banyak, tapi mungkin aku seperti roh gentayangan.
Jadi, kau bukan ahli?
Kau tidak belajar sebelum menjadi hantu.
Itu terjadi begitu saja?
Aku tidak tahu soal orang lain, tapi itu terjadi kepadaku.
Kurasa itu pasti sulit.
Apa yang kau lihat?
Hanzawa, boleh aku bertanya?
Apa?
Ada apa dengan wajahmu?
Ceritanya panjang.
Kau bertengkar dengan pacarmu?
Tidak, aku berjalan sambil tidur dan menabrak sesuatu.
Apa? Menggemaskan sekali!
Boleh aku memotretnya?
Silakan.
Hei, kau pernah melihat hantu?
Hantu?
Aku bukan cenayang, jadi, aku tidak tahu.
Sedikit ke kanan.
Biasanya begitu.
Kau tertarik dengan hantu?
Tidak juga.
Seingatku, bibiku seorang cenayang.
Sungguh? Maksudmu cenayang asli?
Kau tampak sangat tertarik.
Siapa pun akan tertarik.
Jika kau bersikeras, aku bisa memperkenalkanmu.
Kau tidak perlu memperkenalkanku kepadanya.
Terserah kau saja.
Apa ini?
Wajahmu.
Lihat.
DUPA
Aku ingin membeli ini juga.
Itu mahal.
Aku tetap beli.
Baiklah.
Aromanya harum.
Itu menenangkan.
Kau masih di sini.
Kubilang aku tinggal lebih lama daripada kau di sini.
Jangan tiba-tiba muncul dan menakutiku.
Koneksinya masih tidak stabil.
Kau bukan Wi-Fi.
Jangan gunakan cangkir karena abunya akan jatuh.
Apinya bisa…
Padamkan sebelum api menyala.
Aku hanya hantu. Jangan berharap terlalu banyak.
Kau bisa membuka kulkasnya.
Itu kebetulan.
Aku tak punya banyak fitur berguna.
Ya, terserah.
Itu bagus.
Ini agak mewah.
HANZAWA, CUTI SORE
Hanzawa.
Kau cuti sore ini?
Ya, aku harus pergi ke makelar.
Kau akan pindah?
Tidak, aku hanya punya sedikit masalah.
Masalah… Kau menghamili pacarmu?
Tidak.
Jangan bilang. Gugup sebelum menikah?
Sudah kuduga.
Aku putus dengan pacarku.
Dia marah saat bersamaku.
Ayolah, katakan sesuatu.
Pak Masaki, kau harus menulis surat kuasa sendiri, bukan putramu.
Ya. Tanganmu gemetar?
Tidak perlu rapi.
Jadi, kau harus menulis sendiri…
Cap resmi? Ya, kau membutuhkannya.
Jangan beri tahu aku di mana. Mereka akan mencurigaiku jika itu dicuri.
Ya. Apa? Tahu?
Kedengarannya enak.
Ya.
Ya.
Pak Masaki, ada pelanggan yang menunggu.
Jika kau ingin membuat tahu dingin, pakai tahu sutra.
Ya, benar. Baiklah, sampai jumpa.
Maaf membuatmu menunggu.
Kau ingin menyewa?
Tidak, aku…
Ada tempat yang bagus.
Tapi sudah agak tua.
Dengan kata lain, ada nuansa retro.
Bahkan tidak ada kamar mandi.
Aku tinggal di Apartemen Ohashi.
Aku hanya ingin menanyakan sesuatu.
Apartemen Ohashi.
Kamar nomor berapa?
Kamar 101.
Baik, kamar 101.
Entah bagaimana mengatakannya, tapi mungkinkah itu properti angker?
Aku tidak tahu.
Kenapa ada jeda?
Bukan apa-apa.
Kau menyembunyikan sesuatu.
Tidak.
Tapi kau…
Jika kau punya kekhawatiran yang lebih spesifik,
silakan berkonsultasi dengan kami.
Mengerti?
Hei.
Apa?
Jangan lakukan itu.
Itu berbahaya.
Tapi aku membakarnya dengan hati-hati.
Kenapa kau berbuat sesukamu?
Kapan aku…
Aku mengerti kau tidak bisa pergi, jadi, bisakah setidaknya jaga sikapmu?
Astaga.
CARA MENGUSIR HANTU DENGAN MUDAH
Sampai jumpa.
Sampai jumpa besok.
BISAKAH KAU MELAKUKAN PENYUCIAN SENDIRI?
BAKAR DUPA
Hanzawa, kau masih di sini?
Tidak, aku akan pulang sekarang.
Kau harus mencari tahu soal itu di rumah.
No comments yet. Be the first to leave one.