Die ersten 200 Zeilen.
Sayalah penyokong meningkatnya seks di negara ini...
membuat itu legal, untuk umat manusia.
Supaya pada ke rental kaset, nyewa film X-rated dengan legal.
Saya yang nyokong hal itu jadi kenyataan di negara ini.
Makanya saya bebas menikmati meki.
Bener gak? Paham 'kan? Jujur saya. Jujur.
Nonski Savage.
Sebelum saya gabung industri. Saya jadi pelayan 7 tahun...
masih kuliah, mahasiswi kere.
Saya dulu jual asuransi, dan saya benci pekerjaan saya.
Dan saya merasa, ada kepuasan sama kerjaan saya...
Walaupun siang-siang, cuaca jelek saya jalanin saja karena cinta....
jadi lancar-lancar saja.
Ia bilang, "Tolong, mainin adegannya". Saya ogah main porno, saya cabut aja...
Dijawab, "Bro, kita gaji kau 3x lipat dari kerja biasa...
cuma 45 menit, dan itu pun di jam bebas".
Makanya saya, "Okelah kalo begitu".
Dia pasangan pertama saya di bisnis, tahun 2006.
- Tidak beres. - Tidak beres.
Saking parahnya, saya sampai mangkir 3 tahun.
Tapi 3 tahun kemudian, kita ketemu lagi.
Di situ baru beres, dan sekarang kami sudah nikah.
Saya dari kecil sudah beda...
Sepertinya saya sudah demen gituan dari SMP.
Mereka pilih saya, supaya main.
Saya kaget.
Saya langsung motong rambut.
Saya dulu pas masih kecil cantik, beneran.
Parahnya, yang tidak diinginkan terjadi pas saya umur 15.
Saya tidak boleh dinodai.
Pas kecil, saya ini istimewa, tidak biasa.
Dan saya suka kebebasan.
Seperti konservatif yang aslinya itu ekshibisionis.
Dua kepribadian yang beda, bukan yang merasa lebih hebat.
Pokoknya beda. Pasti pada ngakuin kalau seseorang hebat. Tapi bukan itu.
Ingat, kalau mau ngelempar uang jangan sampai masuk ring.
Saya tidak mau kalian menghujani ringnya.
Saya jujur semangat bangat untuk pertarungan ini...
Saya masih baru, taudah. Ini yang saya mau...
untuk senang-senang, tampil seksi, dan...
saya merasa, "Njir, lakukan".
Oke, jadi saya mulai dari mana?
Saya lahir di New Delhi, saya ke Amerika pas umur 6 bulan.
Saya diadopsi oleh keluarga yang relijius.
Mereka mengadopsi kami berempat, sudah punya jalan masing-masing...
Yang paling tua, orangnya taat sama gereja, makanya...
tidak tahu, apa yang saya kerjakan dan siapa saya.
Iya, ia pikir kami akan jadi anak yang baik, tahulah...
Anak India yang baik, sekolah kaya anak normal di India dari India...
Saya ingat ibu ngelihatin abang dan saya,
Dia nunjuk abang, "Kamu harus jadi insinyur."
Terus ke saya, "Kamu harus jadi dokter."
Saya jawab, "Emang kurang apa dokter?"
Ia langsung cemberut.
Semua kayaknya oke.
Umur 15 saya hamil, tahun '93...
Saya ingat, dulu masuk sekolah kehamilan...
Semua wanita hamil dikirim, ke sekolah ini...
Saya masuk ke bus, ternyata banyak yang sekolah...
setelah brojol balik lagi ke sekolah.
Jelas dunia yang berbeda kalau dibanding sekarang, tapi...
mau bagaimana lagi.
Rasanya, saya dipaksa dewasa lebih cepat.
Umur 15 langsung jadi orang tua.
Siap?
Baklah, tangan diangkat.
Rasanya berat, harus kerja, sudah gitu menjanda...
Saya ingat pas melihat iklan. "Aku jadi...
penari tanpa atasan."
"Baiklah, akan aku coba!" Terus...
Priya Rai, cheerleader di distrik strip,
Kau di sini untuk 2 acara malam ini.
- dan 2 acara lagi besok. - Ya.
Striping menurut saya, saking bingungnya buat tambahan...
Saya liar saja pas kerja...
saya lebih merasa pesta bukanya kerja, terus...
saya ingat ada cewek di belakang panggung, gulingan di lantai...
"Sis, kenapa gak jadi bintang porno saja?" Gila...
terus diputar-putar kancutnya, pokoknya gitu dah. Gila...
Saya jadi mikir, "Iya apa enggak? Kenapa enggak."
Terus, saya tinggal di Phoenix, Arizona,
saya kenal sama Jenna Jameson...
saya ikut pestanya, ngobrol sama orang-orang...
di kolam renang, saya ngomong sama cowok...
- "Saya mau jadi aktris... - "Aktris yang kaya gimana sayang?"
pokoknya kaya aktris beneran."
Dia bilang, "Kau ini mirip bintang porno."
Dari situ tetek saya lebih besar dari aslinya.
Taudah, kenapa saya bisa...
Saya juga kepikiran terus, soalnya saya ini pengecut. Tapi...
"Kau harus makin nakal, blay."
Kaya, "Lakukan ya lakukan. Ini kesempatan sempurna."
Pas awal karir, saya jadi model setengah bugil...
Porno juga sih menurut saya.
Di awal, banyak panggilannya dari wanita. Karena...
Tahu sendiri mereka mencari...
bintang porno India Timur- Amerika,
Sudah banyak kejadian di hidup saya...
daripada cuma duduk, mikirin orang...
dari negara sendiri, ngomongin...
yang saya kerjakan. Bukan mereka juga yang biayain saya,
saya tahu mereka gak suka porno. Makanya...
- Kau baik? - Iyah.
Baiklah.
Saya mendapati itu di awal tahun, tapi sepertinya...
menuju tahun kedua mulai tenang, orang-orang mulai menyukai saya.
- Siapa dia? - Baju macam apa itu?
Saya main film hardcore pas umur 29.
Ini dia, saya lagi kerja. Kerja.
Ini dia, saya lagi kerja.
Saya asik aja.
- Lihat betapa seksinya kau. - Kenapa gak main aja?
Say hello , ke beha besarku.
Ada beberapa adegan, di awal karir saya...
yang membuat saya ngajarin seksualitas saya.
- Jadi ini yang kau suka? - Gede banget!
Tarik napas, kita minum dulu.
Pertarungan Fresno!
Penunggang rodeo utama, bintang film dewasa...
petarung ring, dengan pukulan dinamitnya...
Blatten Lee!
Berat bagi saya, karena saya punya anak.
Makanya saya harus, bangun jam 7 pagi,
datang ke pertandingan, pergi ke L.A.,
nata rambut dan rias wajah pukul 8.30.
Priya di sini, dia habis main pakai minyak bayi.
Lihat! Lihat kameranya...
- Aku rasanya mau mati. - Gimana bung?
Setelah main, terbang ke rumah, ke Phoenix.
Nyiapin makan malam anak, terus di nina boboin.
Jadi, begitulah saya menjalani karir di awal tahun.
Bolak-balik, hampir setiap hari.
Priya Rai!
Putri saya rada susah diajak ngobrol.
Dia gak diam lagi, pas masuk SMA. Ia cerita ke semua orang...
- "Mamaku Priya." - "Sudah!"
Cowok-cowoknya pada tepuk tangan.
"Harusnya mereka seneng sama kamu bukan mama, sudah!"
Baiklah, ini dia semuanya. Ronde pertama!
Oh, tidak!
Putra saya sudah kuliah.
Dia baik-baik saja.
Kayaknya, pernah beberapa tahun, hubungan kami kacau...
mungkin masa pubertas. Saya mungkin jadi bancolnya dia.
Tapi sekarang kita ketawain aja, dia juga sudah biasa aja,
dia juga masa bodo, temennya banyak yang nonton.
Saya menjauh aja, saya tidak masuk ke kampus...
Saya datang pas wisuda...
tapi saya diam dan ketawa saja, saya tidak...
dekatin temannya, dan dosen-dosennya...
nghormatin aja, nilanya A semua. Makanya dapat beasiswa penuh.
Jadi pengalaman saja, makanya saya....
Rada jeles juga. Gak ada pengalaman ngampus, taudah.
Saya masih merasa sendiri. Berharap lebih, dari diri saya sendiri?
Mencoba yang belum pernah dilakukan?
Saya punya, GPA yang tinggi.
Saya mulai ngerasain pas umur 40.
Dan, saya berharap dulu melakukan sesuatu yang lain.
Inilah parahnya, saya punya beberapa penyesalan.
Tidak banyak penyesalan, karena saya yang liar.
Tapi, tetap ada penyesalan...
kalo mikirin hidup normal.
Mungkin kaya...
nyesal karena tidak tahu kuliah.
Pas saya duduk di sini melihat anak kuliah...
saya membatin, "Kenapa dulu gak kuliah."
Hai.
Kalian di XBIZ...
2018.
Warga US tidak banyak ngomongin seks, porno. Soalnya...
banyak stigma dalam pornografi. Dan saya bingung...
mematahkan pemikiran ini. Stigma menjadi bintang porno.
Hampir semua orang paham bagaimana seks.
Tapi masih ngumpet-ngumpet, karena belum tahu amannya.
Gak ada yang tahu bisa kena penyakit.
Sayang sekali, masih legal dalam mendiskriminasi pekerja seks.
Pecat begitu saja kalau mantan pekerja seks, kerja normal.
Banyak yang dipecat dari subway,
Cuma karena pernah main porno.
Guru yang sudah 15 tahun, tahu-tahu dipecat...
karena ketahuan pernah main porno.
Cuma karena pernah ngelakuin ini...
bukan berarti tingkah kita menyimpang di masyarakat.
Sayang, masyarakat kita belum melihat seks itu memperbaiki hidup.
Belum ada bukti yang dapat membela kami, kalau kami ini sehat.
Kalau ada, mereka tidak akan menyerang kami...
semena-mena, dan sudah berlangsung lama.
Ini yang gahar, The Master's Choice.
Ashley Renee, salah satu kacung saya...
sebelum aku bertemu dirimu.
- Harusnya ini ditaruh di basemen Luke. - Paham.
Di bawah ada basemen, isinya kacung semua.
- Iya, itu bakal acara lain. - O.
- Ceritanya jangan bocor-bocor. - Oke.
Oke, kita sekali ngambil aja.
- Oke. - Luke Wylder, kok bisa?
Kenapa bisa jadi Luke Wylder? Oke.
Di pertengahan 1970...
seks industri sedang buming...
lalu Time Square menjadi seperti Mekah.
No comments yet. Be the first to leave one.