Mixed Kebab

Mixed Kebab

Download Indonesian Untertitel

Release Info

Mixed Kebab 2012 DVDRip XviD-EXViD FR Indonesian
Ein Kommentar von SatoruGolojo
Sync & Translated By Satoru Golojo. Subtitle ini juga cocok dengan yang berdurasi 1.35.46 di ok ru.

Tags

dvd
professional_translation
full_subtitles
extended_edition
uncensored_version
Veröffentlicht am: 2026-02-10
Downloads: 15
Hörgeschädigt: No
FPS: 25

Indonesian Untertitel-Vorschau

Die ersten 200 Zeilen.

Aku Ibrahim.

Aku orang Turki.

Namaku Bram.

Aku orang Belgia.

Aku seorang Muslim.

Dan aku gay.

Lagi sibuk? - Selalu begitu kalau kamu gak ada, Bu.

Lihat anginnya, hampir gak kelihatan kalau aku...

...habis dari salon. - Kelihatannya bagus.

Mayones?

Silakan.

Marina, sayang... aku pergi dulu.

Semua sudah dibayar? - Sudah, Dolf. Beres.

Kalau belum, aku datangi rumahmu buat nagih.

Iya, iya. Janji terus.

Dadah, Dolf.

Kamu gak perlu di sini. Pergi minum sama Bram.

Sekarang? - Iya, tentu.

Oke. Deal. Aku ganti baju dulu.

Aku siap.

Sudah setengah enam. Furkan ke mana?

Sekolah bubar jam setengah lima.

Kita dipanggil rapat orang tua lagi.

Biar mereka ceramahi kita lagi. Sok tahu.

Maunya sekolah ini apa? Anak harus dijauhkan dari jalanan,

tapi kalau bandel, gak boleh dipukul.

Aku gak paham.

Kakek bangka itu ngintip kita lagi.

Ikuti aku, lakukan seperti aku.

Sial! Sial! Maling! - Masalahmu apa, Pak tua?

Maling! Kamu ambil plumku. - Kamu nuduh Furkan maling?

Maling! Semoga Allah mengutukmu!

Ini plum kamu? - Sampah.

Sampah. Rendahan.

Gelandangan.

Sampah, aku ludahi bapakmu! - Dadah.

Pengecut. Sampah, bajingan, sialan!

Ke mana monyet ini?

Hei, sana mulai masak.

Ayo. Aku lapar, lapar.

Perempuan duduk di sofa nonton TV

bukan berarti gak ke dapur masak!

Feminis. - Sudahlah.

Buka.

Buka!

Terima kasih.

Ayo.

Snack bar? Ini sebenarnya rumah makan.

Sama saja dengan usahaku, kenapa gak?

Aku juga kerja di pesta-pesta mewah. - Ya. Cukup buat bayar tagihan?

Dengan usaha sampingan, iya.

Gak semua orang minum sampanye, paham kan?

Aku balik sebentar. Dua koktail lagi, ya.

Ini, sayang. Pernah lihat kamu di sini?

Pertama kali? - Iya.

Gebetan barumu, bukan hetero lagi, kan?

Kisah hidupku. Tapi yang ini aku gak yakin.

Aku sudah kenal dia beberapa bulan. - Tapi kamu sudah tanya?

Belum, gak mau bikin dia kabur.

Nih.

Simpan saja. Tapi bisa tolong aku?

Tentu saja. Mau minta tolong apa?

Aku rasa dia mungkin gay atau bukan. Bisa kamu cek gerak geriknya?

Tenang, Little Babs ini pasti langsung tahu.

Segelas cava, catat ke aku.

Terima kasih.

Bram, siapa teman tampan ini?

Ini Kevin.

Boleh ambil jeruk nipismu?

Bersulang.

Iya, bersulang.

Oke, aku harus pergi. Dadah.

Sukses!

Itu tadi apa? - Hah?

Barusan apa? - Gak ada apa-apa.

Bram, aku mau nanya.

Tapi jawab jujur, ya?

Soalnya apa?

Kamu suka pria atau wanita?

Kamu gak ada pelanggan yang harus dilayani?

Oke, baik. Aku paham.

Tapi maksudnya gimana? Kamu yang di... atau...

Ini sepupuku, Elif. Aku akan menikahinya.

Dia? Maksudmu perjodohan?

Iya, keputusan keluarga.

Bram, itu agak kuno, gak sih?

Ibuku dari Antwerp, ayahku dari Amsterdam...

tapi mereka tetap orang Turki.

Mereka berpegang pada tradisi, itu saja.

Pergi. - Gak.

Janji dulu kamu datang ke gubuk. Aku punya hadiah.

Kamu gila? Ayahku ada di dalam. Ada yang lihat kamu?

Anjing. Tapi aku janji kasih dia tulang.

Ribut apa itu? Elif, kecilkan radionya.

Baik, Papa.

Nak, pergi belanja.

Dan jangan lupa rokokku.

Aku mau pergi.

Penampilanmu sudah sopan? - Tentu, Papa.

Dan tutup kepalamu. - Sudah.

Radu, lihat ini.

Terus dia narik kalungnya.

Lihat ini.

Ini emas asli, kan?

Tunggu, itu kalungku.

Santai. Aku tunjukin ke orang Georgia buat tahu harganya...

kalau memang ada harganya.

Dan kamu, bodoh, hapus videonya.

Tuli ya? Hapus!

Kamu kira ini gratis?

Oke, aku cek ke orang Georgia. Sekarang pergi sana.

Tukang gali kubur. - Bodoh! Pecundang!

Furkan!

Kamu bolos sekolah empat hari. Empat hari. Pihak sekolah menelepon.

Untung aku yang angkat, bukan ayahmu.

Jangan bilang siapa-siapa, ya?

Kamu ini benar-benar pecundang. - Dan kamu pemenang besar.

Pelayan paruh waktu. Hebat, panutan banget.

Aku malu sama kamu.

Bukan, Kak. Kamu malu sama diri sendiri. Atau kamu kira aku gak tahu?

Di rumah kamu harus bela aku.

Kalau tidak?

Ini nomor Layanan Pendamping Korban,

tapi kalau butuh apa pun, kamu bisa hubungi aku.

Aku selalu bisa dihubungi. Namaku Nicole.

Kamu juga bisa menelepon kalau cuma mau ngobrol... atau kita minum bersama.

Iya, tapi... di sini sering sangat sibuk.

Kapan saja kalau kamu mau.

Aku pamit dulu.

Menurutmu mereka akan kembali?

Tidak. Mereka bodoh kalau balik lagi. Mereka sudah dapat yang mereka mau.

Sampai jumpa.

Jam berapa ini? - Polisi sudah datang tadi.

Kita gak akan banyak dapat bantuan dari mereka. - Kepalaku pusing.

Mereka kirim seorang lesbian.

Dia coba menggoda aku, percaya gak?

Aku dapat nomor ponselnya dan bisa menelepon kapan saja.

Dari mana kamu tahu? Setengah dunia menurutmu gay.

Kamu harus lihat sendiri. - Kamu juga kira Bram itu gay.

Tahun depan dia menikah. Dan bukan dengan pria.

Sumpah, Kevin. Kalau Bram bukan gay, aku monyet sirkus lompat tali.

Ceritakan, gimana tadi malam? - Kami ke Zanzibar.

Tapi itu bar gay, baru saja aku bilang.

Terus, dia macam-macam? - Tidak!

Kayaknya kamu malah senang kalau dia coba sesuatu.

Jangan sok alim. Ayo!

Maaf, maaf, maaf.

Mungkin aku sudah terlalu lama tanpa pria.

Kamu ngerti aku, kan?

Maksudku... bukan begitu, tapi tetap saja.

Bram akan menikahi gadis yang pendiam dan sederhana itu.

Mungkin itu cara hidup mereka.

Ayo.

Jangan sentuh aku atau aku langsung pergi. Kamu bawa hadiah?

Berhenti!

Tidak. Aku sudah bertunangan.

Astaga, kamu jatuh?

Sini aku lihat. Sakit?

Bawa anak itu keluar.

Maksudmu apa?

Tidak penting. - Canan?

Ibrahim ke sekolah Furkan. Mereka bilang sudah empat hari dia tidak masuk.

Itu gak bagus, Bu. Ibu tahu sekarang mereka makin ketat.

Kalau dia diskors, tunjangan anak bisa dipotong sebulan.

Anak-anak bisa main ke atas?

Ambilin handuk, celanaku kotor.

Ada apa? - Bilang ke ayahmu apa yang kamu bilang ke aku.

Kamu saja.

Begini, Furkan sudah empat hari tidak masuk sekolah lagi.

Aku sudah gak sanggup mengurusi anak ini.

Sudah gak ada gunanya. Anak ini gak ke mana-mana.

Dia gak bisa apa-apa. - Itu bohong besar!

Guru di sekolah itu benci orang Maroko dan Turki.

Dia rasis berat. - Apa katamu? Rasis berat?

Ah, diam. Kamu dari mana? - Dari masjid.

Aku aib keluarga? Menurutku tidak!

Kalian tahu Ibrahim yang baik itu suka nongkrong di mana?

Di antara para homo! - Apa maksudmu?

Temanku merekam dia. Dia lihat kamu. - Ya? Tunjukkan.

Videonya gak ada di aku, tapi orang-orang membicarakan kamu.

Katanya kamu penyimpang, dipakai dari belakang, homo kotor, itu kamu.

Diam! Diam! Jangan bohong!

Tolong, Ayah.

Anjing! - Ayah, jangan.

Keluar. - Ayah, tenanglah.

Halo? Polisi.

Polisi?

Ayah, tolong tenang. - Baik.

Kalian masuk begitu saja?

Tenang, Pak, kami diizinkan masuk. Kami hanya butuh informasi.

Informasi itu bisa saya beri di bawah.

Diam, ya, Kawan.

Apakah Aydin Furkan tinggal di sini? - Tidak kenal.

Tidak? Tapi dia terdaftar di alamat ini.

Apakah Aydin Furkan ada di sini?

Tidak? Seperti biasa, mereka tidak tahu apa-apa.

Selalu begitu. - Selalu.

Kalau kamu lihat Furkan, suruh dia datang ke kantor polisi.

Mentalitas Gestapo macam apa ini?

Kalau mau, kamu saja yang datang. - Kenapa kalian butuh dia?

Kommentare

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left