Die ersten 200 Zeilen.
Kau suka membuat kami terlihat bodoh, 'kan?
Dasar sialan.
Menurutmu kami tidak akan melihat ini?
Kau suka membuat orang-orang tertawa?
Kau lihat? ltu baru lucu.
Kau terlambat lagi.
Aku tahu.
- Dia marah? - Dia tidak senang.
Silahkan, sheriff. Pesananmu yang biasa.
Terima kasih, Al.
Kelihatannya enak. Aku pesan es krim coklat.
Pelan-pelan saja, kita masih bertugas.
Berikan porsi kecil.
Segera. Terus jaga keamanan kota ini.
Halo, pria rajin.
Saat orang-orang bilang supaya tidak mempekerjakanmu, aku menghiraukan mereka.
Aku hargai itu, pak.
- Jangan buat aku seperti orang bodoh, Boyd. - Ya, pak, maaf.
Kalau kau menyetel alarm, kau tidak perlu mendengar kata-katanya.
Tidak seenak es krim yang kau buat.
Terima kasih, sheriff.
Apa kabarmu?
Seperti biasa, sheriff.
Aku tadi mampir ke rumah ibumu untuk mengambil minyak yang eksotis.
Bauku jadi seperti eukaliptus.
Boyd, pakai pakaian pestamu. Ada acara ulang tahun.
Hari besar bagi seseorang, huh?
Marty Prichard berulang tahun yang ke 34.
Pesta yang sangat besar.
- Marty Prichard? - Ya.
- Kau tidak keberatan, bukan? - Ya.
Ayo kita berangkat.
- Aku boleh minta satu es krim? - Ya, tentu saja.
Nikmati es krim yang lezat ini.
Terima kasih.
Kurasa kau tidak paham maksud perkataan kami.
Halo.
- Hai. - Hai.
Es krim apa yang enak?
Coklat ''Banananza.''
''Banananza?''
Pisang dan kacang.
Konyol sekali.
Es krim rasa ini bebas gluten.
Tapi mengandung kacang.
Kalau kau alergi kacang, kusarankan jauhi es krim ini.
- Aku tidak alergi kacang. - Atau rasa yang satu lagi.
Es krim rum dan kismis.
- Kuberikan kau dua-duanya saja. - Baiklah.
Terima kasih banyak.
- Ken. - Stephanie.
- Terima kasih. - Stephanie.
Kenny Boyd? Apa kabarmu, kawan?
Senang melihat kau sukses.
Lihatlah dirimu.
- Kenny Boyd. - Hai, sayang.
- Kau lihat Kenny Boyd? - Hai, Kenny.
lni bagus sekali.
lni pesta yang bagus. Ayo.
Kenny Boyd.
Menjauhlah dariku!
Kau punya aspirin, kepalaku sakit sekali.
Aku selalu bawa aspirin.
lni sudah pasti bukan kecelakaan.
Dia tidak perlu lagi memikirkan masa lalunya.
Kapak itu.
Sedang apa kau?
Kupikir kita sedang bermain kata-kata.
Tidak, kenapa kita harus bermain kata-kata?
Ada sebuah kapak yang tertancap di kepalanya.
Dan dia dibuang di halaman belakangnya sendiri setelah pesta ulang tahunnya?
Pria ini korban terbaru kita.
Pelakunya pasti membencinya.
Kenapa pelakunya tidak membakarnya?
Kita akan cari tahu.
Pihak koroner menemukan dua buah kartu ini di dalam mulutnya.
Bagaimana menurutmu?
Aku tidak tahu.
lni seperti sesuatu yang mungkin dilakukan oleh mantan istriku.
Lelucon yang bagus.
Bagaimana harimu?
- Baik-baik saja. - Baik-baik saja?
34 tahun, dan kata-kata yang kudengar selalu ''Baik-baik saja.''
Jangan sekarang, ibu.
Oh, ya. Satu kata lagi.
''Baik-baik saja.'' ''Jangan sekarang.''
''Baik-baik saja.'' ''Jangan sekarang.''
Marty punya sifat buruk.
Tapi dia bukan seorang penjudi.
- Setidaknya dari apa yang kuketahui. - Tidak pernah berhutang pada siapapun?
- Kurasa tidak. - Dia pasti pria yang baik.
lni bukan sesuatu yang ingin kubicarakan, tapi...
Marty sering menghabiskan banyak waktu dengan wanita lain.
Saat dia menghilang malam itu
aku mengira dia sedang mencari wanita baru.
Wanita baru?
Pria ini? Kau serius?
- Aku boleh berkata jujur, sheriff? - Tentu saja.
Aku tidak membunuh Marty.
Tapi aku tidak merasa sedih dia mati.
ltu berarti aku orang jahat?
Tidak, tentu saja tidak.
Hei, Boyd. Kau pindah ke rumah ibumu?
Bukannya seharusnya kau berkubang dalam kotoranmu sendiri?
Kau suka membuat kami terlihat bodoh, 'kan?
Benarkan?
Aku melihat semua perbuatanmu.
Begini...
Aku akan membuatmu terlihat bodoh. Bagaimana?
Pegangi dia.
Dia gemetar. Dia ketakutan.
Tahan dia.
Boyd.
Boyd. Waktunya kau bertugas.
Dan untuk terakhir kalinya, tutupi bekas luka itu. Terlihat menjijikkan.
Apa?
Dia benar.
Jangan ganggu aku.
- Terima kasih. - Tidak masalah. Kau tidak apa-apa?
Punggungku.
- Terima kasih banyak. - Tidak apa-apa.
- Sampai nanti. - Sampai nanti.
Ayo.
Kau dulu punya waktu bermain basket sebelum ada Ronald.
ltu karena Ronald membuka mataku.
Ada banyak kesalahan dan ketisaksempurnaan dalam hidup ini.
Dia dan aku sekarang percaya kita harus menghabiskan lebih banyak waktu
untuk belajar Alkitab.
Kita berangkat? Tuhan suka orang yang tepat waktu.
Dia pasti tidak suka kaus itu.
Tuhan, tolong kirimkan seseorang untuk memandu anak ini.
Amin.
- Aku tidak suka nada bicaranya. - Aku akan bicara dengannya.
Siapapun yang dia kirim, kuharap dia membawa pizza, aku sangat lapar.
Oh, benar sekali. Kau tidak membiarkan siapapun melihatnya.
Kau simpan untuk dirimu sendiri.
Tadinya aku mau ambil sendiri.
Kalau begitu keluarlah dari cangkangmu.
Aku tidak bisa membiarkanmu sendirian, bukan?
7 dari 10 orang mencoba membunuh diri.
7 dari 10 orang mencoba membunuh diri.
Tahanlah dirimu.
Sial.
Sampai nanti.
Kupikir pakaian Tammy sangat tidak layak.
Kau bilang kotak musik itu darimu.
- Amy, kau menakuti kami. - Kotak musik itu.
Ada sebuah tanda di bagian bawahnya.
''Salam sayang dari ayah.'' Kurasa kau tidak tahu itu.
Aku akan buat segelas susu.
Saat aku bertemu dengannya, dia ada di rumah sakit.
Karena depresi atau semacamnya.
Dia hanya kesalahan dalam hidupku yang mau kulupakan.
Tapi kau tidak mempertimbangkan apa yang kuinginkan.
ltu untuk kebaikan bersama. Dia orang yang bermasalah.
11 tahun, ibu.
Aku menghabiskan 11 tahun berpikir kalau ayahku menghilang begitu saja.
- Aku paham kalau kau merasa kesal. - Sudah pasti.
Kau tahu dia dimana?
Apa pendapat Tuhan tentang kebohonganmu?
Kurasa dia tinggal di Green Oaks.
Siapa namanya?
- Amy, kumohon. - Siapa nama ayahku?
Hei, sialan. Kau berhutang 100 dolar.
Kau bilang aku tidak bisa mengemudi kemari sendirian.
Coba tebak, aku baru saja melakukannya.
Hei. Aku harus pergi.
Siapkan saja uangku.
Brengsek.
Hei, kuharap bokongmu lebih baik dari yang sedang kuhisap.
Ada apa Bro?
Apa ini?
Aku tidak datang kemari untuk menonton film.
- Ada apa? - Mayat yg lainnya.
- Wade Hutchins. - Kau punya satu lagi untukku?
- Apa? Tidak aku baru saja... - Bagus.
- Ada saksi? - Tidak ada, pak.
Manajer bilang ruang proyektor dibobol, tapi tidak ada yang hilang.
Mereka mencatatnya, ada lebih dari 200 kotak film.
- Dia tidak punya kepala. - Aku tahu, pak.
- Sebagian besar tubuh punya kepala. - Tentu saja.
Dimana kepalanya?
- Tidak tahu, pak. - Kita harus cari kepalanya.
lde yang bagus, pak.
Pasti pelakunya seseorang yang sangat marah.
- Aku menemukan kepalanya, pak. - Bawa kemari.
ltu baru lucu.
Kau layak mendapatkannya.
30 dokumen?
Sheriff, wartawan dari Gazette di saluran nomor 1 .
Hei.
- Kita tidak panggil pers, pak? - Tidak ada pers, tidak ada kepanikan.
Kita harus menemukan pelakunya.
Kita kuliti dia.
Dan mencekiknya dengan kulitnya sendiri.
Kami menemukan mayat kedua.
Benarkah?
Kau kenal Wade Hutchins?
Kalian satu sekolahan, bukan?
Dia bilang, ''Ya.''
No comments yet. Be the first to leave one.