Die ersten 200 Zeilen.
Ayah!
Ayah!
Ayah!
Halo?
Bu, kenapa ponsel Ibu tidak aktif?
Ibu tidak mematikannya, Apa yang terjadi?
Ayah menghilang,
Apa? - Aku bangun dan Ayah hilang,
Dia tidak ada di pantai atau pun di dermaga,
Apa yang harus kulakukan?
Dia pergi ke mana?
Apa yang kamu lakukan?
Bagaimana bisa kamu tidak tahu ayahmu pergi ke mana?
Bagaimana bisa kamu tertidur saat seharusnya menjaga ayahmu?
Bagaimana bisa kamu tidur?
Cepat temukan dia,
Ibu tidak bisa hidup jika terjadi sesuatu dengan dia,
Temukan dia sekarang,
Jangan menyesali ini,
Gab Soon! Mal Nyeon!
Ayah!
Kenapa mereka belum buka?
Halo, Kami mau membeli tiket,
Ini belum waktunya,
Jae Soon, kami ada di terminal bus,
Aku akan ke sana sebentar lagi,
Setelah aku mengantar anak-anak ke sekolah,
Gab Soon, jagalah Ibu,
Hubungi aku jika terjadi sesuatu,
Ayah,
Ayah ada di sini,
Ayah membuatku takut,
Kenapa? Apakah kamu berpikir Ayah mungkin bunuh diri?
Ayahku
tidak pernah mengizinkan Ayah mendekati lautan,
Dia takut Ayah akan berlayar,
Ayahku
selalu memandang rendah dirinya karena dia seorang nelayan,
Dia tidak pernah mengizinkan Ayah bermain di dermaga,
Atau mengizinkan Ayah naik ke kapal,
Berkat dia, Ayah bisa meninggalkan laut lebih cepat,
Dahulu Ayah sering datang ke sini saat kecil,
Ayah memiliki impian besar dan tidak pernah diremehkan,
Ayah tidak pernah menyangka
bahwa Ayah akan berdiri di sini dengan begitu lusuh
seperti ini 50 tahun kemudian,
Ayah pikir Ayah akan menjadi seorang pria tua yang mengesankan,
Ayah berusaha keras seumur hidup untuk memenuhi kebutuhan,
Ayah terus berpikir bagaimana jadinya jika Ayah menjadi nelayan,
Ayah tidak akan menjadi
pria pensiun tidak berguna yang mencari barang rongsokan,
Apa pun kata orang lain, Ayah menjalani hidup yang hebat,
Ayah melakukan semua yang Ayah bisa untuk kami,
Ayah melakukan yang terbaik,
Kami semua tahu apa yang Ayah lalui,
Masa keemasan Ayah belum dimulai,
Usia Ayah baru 63 tahun,
Ayah masih muda,
Aku mengatakan ini sebagai dokter,
Menurutmu,
Ayah bisa memulai sesuatu seusia ini?
Tentu saja,
Ayah masih muda,
Terima kasih telah mengatakan itu,
Senang mendengarnya,
"Dari Seoul menuju Sokcho"
Kapan kita akan berangkat? Aku sedang terburu-buru,
Kita akan pergi jika sudah waktunya,
Ada masa-masa ketika pria ingin menangis,
Meski katanya pria tidak boleh menunjukkan kelemahan,
Apakah pria seharusnya andal
dalam semua hal dan tidak takut apa pun?
Ada masa-masa saat Ayah mau menghentikan semuanya dan kabur,
Menangislah jika kamu mau menangis,
Jangan menahannya hanya karena kamu seorang pria,
Apakah Ayah pernah memberitahumu tentang impian Ayah?
Nelayan?
Menjadi seorang dokter
adalah pekerjaan yang berharga dan bermanfaat,
Kamu bisa membantu orang lain sambil mencari nafkah,
Pikirkan nyawa-nyawa yang kamu selamatkan,
Ada nyawa-nyawa yang tidak bisa aku selamatkan,
Nyawa-nyawa yang tidak bisa kuselamatkan,
Begitulah cara alam bekerja,
Kamu tetap hebat,
Ayah ingin menjadi dokter,
Kakekmu menyuruh Ayah menjadi dokter daripada nelayan,
Jika Ayah pintar sepertimu, Ayah mungkin menjadi dokter,
Apakah kamu mencemaskan Ayah?
Tentu saja,
Benar, Ibu,
Biarkan saja,
Dia akan senang, Dia mungkin sedang mencari polis asuransi,
Tidak akan,
Ibu bilang akan segera datang sambil menangis,
Apa yang terjadi?
Apa kamu menemukannya? Apa dia masih hidup?
Baiklah, Itu bagus, Sudah cukup bahwa dia masih hidup,
Aku akan berikan teleponnya,
Jangan, - Tidak perlu,
Ibu akan pulang, Kita bicara nanti,
Berhenti, Hentikan busnya,
Tolong hentikan busnya,
Sayang sekali untukmu bahwa kakakku masih hidup,
Kupikir kamu bilang kamu sangat iri pada wanita yang hidup sendirian
tanpa seorang suami yang perlu kamu sediakan makan,
Aku tidak punya uang pensiun,
Bukankah kamu punya asuransi jiwa?
Astaga, Dia takut akan menjadi janda,
Pastikan untuk makan dengan baik dan jangan melakukan hal berbahaya,
Jika tiba-tiba Ayah melakukan itu, Ayah bisa melukai diri Ayah,
Berjanjilah kepadaku,
Pergilah sekarang, Berkendara dengan selamat,
Masa keemasan Ayah sudah berakhir,
Ayah hanyalah sampah yang menunggu untuk dibakar,
Apa yang akan Ayah lakukan hingga berusia 100 tahun?
Ada masa-masa saat Ayah mau menghentikan semuanya dan kabur,
Se Gye, menangislah jika kamu mau menangis,
Jangan menahannya hanya karena kamu seorang pria,
Se Gye,
Di mana Ayah? - Apa dia tidak ikut denganmu?
Terima kasih, Se Gye,
Dia tidak pernah memikirkan orang lain,
Dia sangat egois,
Kamu pasti lapar, Kamu sudah makan?
Bagaimana keadaan Ayah?
Apa dia tidak akan kembali?
Ibu,
Saat Ayah kembali, minta maaf karena membuang barang-barangnya,
Apa? - Itu bukan sekadar sampah,
Apa Ibu pernah berpikir bagaimana perasaan Ayah setelah dia pensiun?
Ayah tidak punya tempat tujuan,
Ayah tidak meletakkan di sembarang tempat, hanya di kamar itu,
Ibu bisa membiarkan Ayah melakukan itu,
Itu benar, Semua perkataan dia itu benar,
Bukan hanya Ibu, itu termasuk kita semua,
Dia selalu bilang tidak punya tempat tujuan setiap pagi,
tapi kita tidak pernah mendengarkannya,
Dari semua peristiwa, saat Ayah tidak ada di rumah,,,
Tidakkah kalian tahu apa yang lebih penting?
Apakah ayahmu mengatakan itu?
Dia tidak ingat semua kebaikan yang Ibu lakukan untuknya,
Dia marah bahwa Ibu menyingkirkan rongsokannya?
Ibu mengerasi Ayah,
Mengenai apa?
Setelah dia pensiun, Ibu selalu bilang Ayah harus menjaga dirinya,
Saat Ayah meminta makan, Ibu bilang Ibu tidak mau repot,
Ibu akan meletakkan piring Ayah dengan keras di meja,
Kamu memberitahunya jangan jatuhkan makanan bahkan sebelum dia makan,
Meskipun ini rumah Ayah,
Ayah tidak merasa nyaman, jadi, sering berada di taman bermain,
Kenapa dia tidur di sofa dan bukan di kamar?
Dia bilang dia tidak tahan dengan dengkuranku,
Ayah bilang ingin mati,
Ayah cemas apa yang harus dilakukan hingga berusia 100 tahun,
Ayah menyesal tentang uang pensiunnya,
Ayah mau mati karena tidak bisa bertindak sebagai pencari nafkah,
Ayah pergi ke Sungai Han beberapa kali,
tapi tidak bisa melompat karena kita,
Astaga,
Ayah kesepian,
Jangan terlalu keras kepada Ayah, Bu,
Dia benar, Bu,
Biarkan Ayah melakukan keinginannya,
Ayah melalui masa yang sulit,
Kita salah,
Kita membuatnya kesepian,
Kenapa kalian semua seperti ini?
Tidakkah kalian tahu bahwa Ibu juga mengalami masa yang sulit?
Apakah hanya dia yang kesepian?
Ibu tidak butuh kalian,
Bagaimana bisa kalian semua membelanya?
Kalian tahu bagaimana perasaan Ibu?
Ibu yang selalu disalahkan,
Air,
Aku tidak butuh saputangan,
Bukankah kamu menumpahkan airnya?
Aku bukan seorang bayi,
Beli dua makanan itu,
Kenapa kamu mau makan itu?
Aku benci memakan makanan itu di jalanan,
Itu sangat kekanak-kanakan,
Aku bilang aku menginginkannya,
Aku bilang aku tidak makan ini,
Koyok, - Ya?
Kukira kamu tidak mau memakannya?
Pak Yeo!
Pak Yeo!
Tapi ini enak,
Aku pulang,
Kenapa kamu pulang larut malam? Ibu marah,
Apa yang kamu lakukan hingga selama ini?
Kamu menjadi dokter bukan karena bersenang-senang,
Apakah tidak masalah mengambil libur seperti ini?
Aku mendapatkan izin dari rumah sakit,
Karena ada pernikahan anak profesorku,
Pernikahan macam apa yang memerlukan waktu tiga hari?
Bukankah kamu bepergian?
Kamu pikir Ibu bercanda?
Tidak, - Apakah dokter wanita itu ikut?
No comments yet. Be the first to leave one.