Sadma

Sadma (सदमा)

Download Indonesian Untertitel

Release Info

Sadma 1983 Hindi DVDRip x264 AAC Badababa by Rafli Khan
Ein Kommentar von Rafli_Khan
Link movie: https://uptobox.com/03cviktbhit9. Kupersembahkan spesial mengenang 1 tahun kepergian Sridevi ji. Kualitas gambar memang tidak seberapa, tapi kualitas para pemain dan cerita akan menutupi kekurangan tersebut. ------ Hope you like it.

Tags

DVD
DVDRip
dvdrip
dvdr
x264
Veröffentlicht am: 2019-02-27
Downloads: 64
Hörgeschädigt: No

Indonesian Untertitel-Vorschau

Die ersten 200 Zeilen.

Yeh hawa, yeh fiza Angin ini, keadaan ini...

Diwano ke maikhane hai Seperti orang gila mabuk

Yeh hawa, yeh fiza Angin ini, keadaan ini...

Diwano ke maikhane hai Seperti orang gila mabuk

Kabhi yeh kabhi woh kabhi yeh jala Ia berjalan, ia melangkah, begitu pun yang satunya

Yeh mita yeh gira aur wo jala Ada yang jatuh, ada yang terus berjalan

Aawara parwane Seperti ngengat mengamuk

Diwane hai diwane hai Mereka menggila di sini

Yeh hawa, yeh fiza Angin ini, keadaan ini...

Diwano ke maikhane hai Seperti orang gila mabuk

Ha maikhana aur yeh udasi kyun Mengapa sedih saat ada anggur mengalir

Sagar kinare ruh pyasi kyun Mengapa jiwa ini mencari sesuatu di lautan

Maikhana pyas hai diwano ki Anggur itu untuk orang gila

Diwano me yeh sanyasi kyun Mengapa bergaul dengan orang gila?

Mosam khula hai zara gungunao Cuacanya indah... mari bernyanyi bersama

Jhule banake late bikhraao Ayolah... Jangan berbohong

Phir aisa mausam mile na mile diwano Bersabarlah sedikit, para pemuda gila

Yeh hawa, yeh fiza Angin ini, keadaan ini...

Diwano ke maikhane hai Seperti orang gila mabuk

Kabhi yeh kabhi woh kabhi yeh jala Ia berjalan, ia melangkah, begitu pun yang satunya

Yeh mita yeh gira aur wo jala Ada yang jatuh, ada yang terus berjalan

Siapa kau?/ Aku ibumu, Nak.

Ibu? Tidak. Kau bukan ibuku.

Ayahku punya banyak rambut di kepalanya. Kau botak.

Ada apa ini, Dokter? Dia tidak mengenal kami.

Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Dokter menyebut ini "amnesia".

Jika kepala terbentur dengan keras atau mengalami tekanan emosional berat...

Seseorang kehilangan ingatannya untuk sementara.

Dari cara bicaranya kepadamu, tampaknya kini ia sedang berusia 6-7 tahun.

Ia hanya bisa mengingat kejadian pada usia tersebut.

Apa pun yang terjadi setelahnya, ia tak punya ingatan.

Saat usianya 6 tahun, kau pasti masih muda dan berambut tebal.

Ya, benar. Aku juga kurus saat itu.

Nah, dia mengingat dirimu yang seperti itu. Oleh karena itu, dia tidak mengenalmu lagi.

Jadi, apakah dia akan terus seperti ini?

Tidak. Tak usah khawatir. Ini sementara. Tidak berlangsung selamanya.

95% orang mendapatkan ingatannya kembali.

Sampai kapan? Akan butuh waktu berapa lama?

Tak bisa kupastikan. Bisa beberapa hari atau mungkin berbulan-bulan.

Tapi... pengobatan psikiatrik akan mempercepat penyembuhan.

Apa yang bisa dilakukan untuk itu, Dok?/ Aku punya teman. Psikiater hebat.

Bawa putrimu kepadanya. Bisa jadi ia harus dirawat di rumah perawatan.

Aku pernah dengar rum merek XXX, Hercules, tapi merek Samson?

Terus kenapa? Itu rum, bukan?/ Jujur, kau tak bisa diandalkan.

Tapi aku belum pernah dengar merek Samson ini.

Dua menit lalu kau dengar./ Ya, kini akan ada merek Dharam Singh.

Terserah merek apa saja, tapi barangnya harus mantap!

Ini./ Apa-apaan!

Kau tahu aku tak sentuh barang semacam itu./ Jangan disentuh saja...

tapi diminum juga. Ayolah.

Kenapa mengembik seperti kambing?

Sudah 5 tahun kita tak bertemu! Tak bisakah 2 teguk saja untukku?

Tidak./ Sebaiknya kau minum. Atau...

Kupaksa masuk botolnya ke tenggorokanmu./ Tidak.

Tidak mau? Kuhitung sampai 3, lalu kulepas gelas ini.

Satu... Dua... Tiga.

Apa yang kaulakukan? Bersabarlah. Tambahkan soda dulu, baru minum.

Pahit sekali. Bagaimana kau meminumnya?

Butuh sedikit pengalaman dan banyak latihan.

Sepertinya bukan seleramu. Berikan.

Lihat? Seteguk saja masuk, ia keluarkan ledakan!

Bagaimana kalau kita pergi mencari kesenangan?

Dasar kau pikiran kotor.

Maksudmu, kau belum pernah begituan?

Dasar bodoh! Kenapa? Kenapa?

Tidak perlu./ Apa? Tidak perlu? Katakan sekali lagi.

Jangan seperti itu. Itu melanggar kodrat.

Dalam darah mudamu, tak ada yang perlu disembunyikan.

Rilis saja seperti film.

Kurasa kau sedang tak sehat. Kau harus kubawa ke "dokter".

Bagaimana jika aku terkena penyakit?/ Apa?! Penyakit?

Pemerintah memeriksa mereka sepenuhnya, lalu memberikan surat izin.

Maksudmu, Pemerintah memeriksa hal beginian juga?/ Tentu.

Halo, Paintal Babu. Lama tak bertemu./ Aku harus bilang apa?

Sekarang akhir bulan, dan aku juga ada banyak pengeluaran.

Ya, itu...

Bukankah dia sedikit tua?

Sedikit?

Kuhajar kau! Dia itu Muncikari. Apa aku membawamu untuk dia?

"Barang" sesungguhnya ada di dalam.

Jadi, apa kabarmu, Paintal?/ Baik.

Dan siapa anak muda ini? Tampaknya orang baru.

Dia temanku, dari hill station. Dia tinggal di sana.

Hill station? Di sana pasti dingin sekali.

Pastilah orang-orang mencari cara apa saja agar tetap "hangat"!

Anak-anak...

Anak-anakku...

Gulabi... Belakangan ini dia belajar musik.

Vokal?/ "Seruling".

Gulabi.../ Masuklah.

Anak Muda, apa seleramu?

Teh.

Anak Muda sungguh malu. Ini kali pertama baginya. Ia polos sekali.

Masih perjaka, ya? Kau beruntung sekali, Nak.

Aku baru saja kedatangan yang baru. Pasti cocok denganmu.

Di mana Reshmi?/ Dia ada di sini.

Mengapa sembunyi malu-malu? Kemarilah.

Kenapa berdiri di situ saja... Kemari, duduklah.

Kau akan terus berdiri begitu?

Tak usah takut. Aku takkan berbuat apa-apa.

Kumohon, duduklah.

Aku tidak akan memaksakan diri. Ayolah.

Aku belum apa-apa, kau pukul aku keras-keras?

Apa yang telah aku lakukan?

Jika tak suka aku, katakan saja di luar tadi.

Lihat ini. Keras sekali kau pukul aku.

Kukatakan padanya, aku tak mau pergi ke tempat seperti ini.

Tapi dia memaksaku./ Aku takut.

Aku takut, tahu. Itulah sebabnya.

Kau sungguh kesakitan, bukan?

Aku takut... sungguh takut. Itulah sebabnya.

Jika dia pergi dari Rumah Perawatan, ke mana dia pergi?

Andai kami tahu itu, bukankah sudah kami bawa kemari?

Yang kami tahu, gerbang terbuka dan dia pergi entah ke mana.

Kami tengah menanyakan orang2 di sana dan jika perlu, akan kami cari.

Aku boleh duduk?

Kau tidak mencari gelas untuk memukulku lagi, bukan?

Aku pun juga telah disiksa pelan-pelan.

Sungguh?

Pelan-pelan? Maka kenapa pukul aku keras-keras? Tengkorakku bisa pecah.

Apakah itu sakit?/ Tidak.

Nama indahmu?/ Ya?

Siapa namamu?

Nehalata./ Apa?

Nehalata./ Tapi mereka memanggilmu Reshmi./ Namaku bukan Reshma.

Di sini mereka memanggilku begitu. Tapi kenapa?

Di rumah kau dipanggil apa?

Di rumah, ibuku... ia memanggilku Latti.

Dan ayahku memanggilku Neha.

Bagaimana?

Di mana kau tinggal?

Kau tahu kuil itu?

Ada kolam di dekatnya. Di sanalah.

Kuil yang mana?

Yang ada banyak merpati di atapnya. Dan saat bertepuk tangan, mereka kabur semua.

Kuil yang itu.

Kuil yang ada merpati.

Berapa usiamu?

Bagaimana aku tahu?

Siapa nama ayahmu?

Nama ayah?

Nama ibu?/ Ibu?

Nama ibuku, Raju.

Raju? Itu nama laki-laki.

Begitulah ayah memanggilnya.

Raju... mungkin Rajani, Rajeshwari...

Ada apa? Kenapa menangis?

Ibu... Aku ingin bersama ibu.

Di mana ibumu?

Di mana bisa kutemui?

Aku tidak tahu. Aku rindu ibuku!

Aku ingin bersama ibu.

Bagaimana kau bisa berada di tempat ini?

Waktu itu aku di rumah dokter, lalu ada yang bilang kepadaku...

Ia akan membawaku ke ibuku. Dan aku menyetujuinya.

Tapi ia tinggalkan aku di sini lalu pergi.

Aku tak suka di sini. Aku merasa ketakutan.

Banyak sekali pria dewasa datang ke sini.

Mereka tidak berikan aku makan selama 2 hari ini. Aku sangat kelaparan.

Aku tidak suka berada di sini. Aku akan lari ke suatu tempat.

Kau akan pergi ke mana?/ Ke mana saja.

Aku ingin bersama ibuku.

Aku tidak merasa yang kau lakukan ini benar. Pikirkanlah lagi.

Sudah kupikirkan berulang kali dan inilah keputusanku.

Aku ingin membawa Reshmi keluar./ Keluar? Tidak, dia sangat keras kepala.

Tidak masalah. Pagi hari nanti kukembalikan.

Dengarkan aku. Otaknya bermasalah. Kurasa ia keterbelakangan mental.

Dan jika ia membuat malapetaka ke tempat kau membawanya, maka...

Polisi akan menangkapku. Namaku akan tercemar. Aku juga punya harga diri.

Nanti kucarikan orang yang lebih...

Takkan ada masalah.

Kau bersikeras, ya, Anak Muda? Sekali kau putuskan... tak dapat kau batalkan.

Syukurlah, kau dapat tiket 1st class. Jika pergi bersamanya dengan...

tiket 2nd class, kau bisa mati. Lihatlah cara dia duduk.

Jangan salah paham. Tapi ini semua tampak tak masuk akal.

Masih ada waktu. Pikirkanlah lagi.

Es krim!

Yang itu juga.

Uang?

Berikanlah... uangnya.

Mau?

Tidak.

Kalau mau, kau boleh cicip sedikit.

Berdiri...

Duduk di sana./ Pegang ini.

Duduklah.

Oke, Somu. Hati-hati di jalan dan kirimi aku surat.

Dia seperti pencuri?/ Jangan berkata begitu.

Hujan.../ Ya. Tutupi kepalamu dengan ini.

Gulungan benang siapa ini?

Siapa namamu?

Somu... Somprakash./ Kau punya dua nama?

Tidak. Panggil salah satunya saja.

Dingin sekali di sini. Mengapa dingin sekali di sini?

Karena ini bukit./ Mengapa bukit dingin sekali?

Karena bukit itu tinggi sekali, dan semakin tinggi semakin dingin.

Mengapa semakin tinggi semakin dingin?/ Karena...

Sudah seperti itu sejak awal./ Awal yang mana?

Halo, Balua. Semua baik saja?/ Tuan? Kapan Anda tiba?

Baru saja.

Sadma subtitles in other languages

Kommentare

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left