Die ersten 126 Zeilen.
Hei, Apakah semua orang kesepian ini ketika mereka sedang jatuh cinta?
VISION OF ESCAFLOWNE Subtitle Indonesia oleh Why_Hyde Member of IDFL SUBSCrew
Hei, apakah mereka akan merangkul rasa sakit bahkan lebih dalam dari kegelapan?
Semua itu akan kita alami hingga kita bisa bersinar, Aku tahu itu!
Aku cinta... Aku cinta padamu
Aku menatapmu dengan tulus.
Aku percaya... Aku percaya padamu.
Bahkan di malam yang sangat dingin.
Aku memanggilmu sekarang dengan air mataku.
Aku tidak butuh janji atau hal-hal seperti itu,
Karena yang berharga kekuatan yang telah kau berikan padaku.
Apakah ini mimpi? Atau sebuah ilusi?
Tidak, semua ini kenyataan.
Semuanya dimulai ketika aku bertanya kepada kartu tarot apakah aku akan menemukan cinta.
Episode 1 Pengakuan Takdir
- Sampai jumpa! - Dadah!
Sampai nanti!
Pasti!
Bersedia!
Hei, Hitomi! Ramal aku dong!
Nanti, ya!
Ya ampun, dia kemana sih?
Latihan sudah dimulai, Hitomi!
Iya, aku tahu!
Selanjutnya!
Ya ampun, Hitomi!
Kamu telat!
Telat, TELAT banget!
Ketika anggota tim trek datang terlambat untuk latihan,
Manajernya... aku... yang diomeli. Mengerti?
Sori, Yukari!
Tadi aku sibuk buat makalah.
Jadi, apa aku melewatkan uji coba anggota cowok?
Ahh...berikutnya yang terakhir.
Giliran gebetanmu yang lari.
Amano senpai...
Bersedia!
10.64 detik...
Hitomi, dia hebat! Hebat!
Amano senpai mengalahkan waktu 11 detik!
Hebat banget!
Berikutnya, uji coba untuk anggota perempuan\
Baik!
Hitomi?
Apa-apaan sih?!
Cepetan pergi sana!
Iya, aku ngerti!
Baiklah.
Bersedia!
Berjuanglah, Hitomi!
Apa ini...?
Panas...
Anginnya panas...
Van-sama, anda sudah siap?
Iya. Aku tidak apa-apa.
Saya yakin anda mampu membunuh seekor naga, Van-sama.
Jauhkan aib kakak anda dari pikiran.
Cukup, Balgus. Aku tidak akan menunjukan kelemahanku dihadapan musuh.
Senpai...
Amano-senpai? Ini...
Kau harus tetap berbaring.
Maafkan aku...
Tapi, aku lega kau tidak apa-apa.
Iya.
Performamu cukup sempurna, Kanzaki.
Kau sudah latihan sungguh-sungguh semenjak SMP.
Tidak, aku bahkan belum mematahkan rekor 13 detik...
Andai aku bisa lari secepat Amano-senpai.
Menurutku kau sudah di jalur yang benar.
Kau fokuskan segala kemampuanmu lalu kemudian melesat maju.
Fokus segalanya...?
Begitulah.
Liontin kalungmu bagus
Oh, ini?
Ini jimat keberuntungan pemberian nenekku.
Sebenanya, benda ini cukup menarik.
Kalau diayun seperti ini, jadi seperti pendulum jam.
Satu ayunan sama dengan satu detik, tidak pernah melambat.
Boleh pinjam sebentar?
Satu.
Dua.
Tiga.
Empat.
Lima.
Enam.
Tujuh.
Delapan.
Sembilan.
Sepuluh.
Sebelas.
Duabelas.
Tigabelas.
Empatbelas.
Limabelas.
Enambelas.
- Tujuhbe... - Kanzaki.
Sebenarnya. Aku...
Aku...
Hitomi!
Ranselmu...Ahh!
Yukari...! Ayo dong, Yukari!
Ngomong dong, Yukari!
Aku bisa melupakan yang tadi dengan kue beras stroberi Yuugetsudo.
Dan beberapa cheesecake Kamakuraya, dorayaki Shounan-Honpo,
dan eskrim peppermint Gelat Classic.
Oh, dan mungkin makan penutup berbeda setiap hari. Sepertinya sudah cukup.
Ayolah, aku kan pingsan bukan disengaja?!
Oh, beneran? Aku yakin kamu berharap senpai melakukan sesuatu...
...kalau aku tidak muncul.
Dasar jelek.
Hitomi?
Apa kamu sudah meramalkan kamu dengan Amano-senpai?
Enggak.
Kok enggak?
Bagaimana jika aku bilang itu tidak akan berhasil?
Begitu.
Tapi kalau kamu menyukainya...
Kenapa, Yukari?
Dengar, Hitomi... Aku dengar pembicaraan anak kelas tiga.
Kata mereka... Amano-senpai akan pergi ke luar negeri.
Mungkin dia tidak akan ikut lomba lari antar prefektur!
Makanya...
Aku mengerti perasaanmu kepadanya, Hitomi...
Kamu harus mengatakan kepadanya. Kalau tidak kamu akan menyesal.
Aku tahu kamu akan menyesalinya...
Kanzaki
No comments yet. Be the first to leave one.