Die ersten 200 Zeilen.
Drama ini fiksi. Semua tokoh, tempat, dan peristiwa adalah rekaan.
Adegan anak-anak direkam dalam pengawasan.
TEMPEST
Kita tetap tak bisa menghentikan perang ini.
Untuk terakhir kalinya…
Kuingin kau berpura-pura…
ini hanya hari biasa.
Andai ini hanya hari biasa
dan kita hanya pria dan wanita biasa,
aku akan bertanya padamu…
"Siapa kau?"
"Kenapa kau datang padaku?"
"Benarkah kau
rela ditembak demi aku?"
"Kenapa kau hadir dalam mimpiku?"
Aku tak pernah takut pada apa pun.
Namun, aku takut…
kau akan terluka.
Takut sesuatu terjadi padamu dan aku tak sempat berada di sana.
Itu sebabnya aku meraihmu bahkan di dalam mimpi.
Aku takut kehilanganmu juga di sana,
saat aku tak punya apa pun lagi di dunia ini.
Sejujurnya, aku tak terlalu peduli soal perang atau yang lain.
Aku hanya ingin kabur bersamamu, Munju.
Ayo pergi.
Benarkah?
Benar.
Aku ingin pergi.
Ke mana kau ingin membawaku?
Gurun Gobi.
Gurun Gobi?
Dua tahun aku di sana setelah membelot dari Korea Utara.
Ada banyak hal yang harus kulupakan.
Ayahku, ibuku,
dan nenekku yang melarangku kembali.
Bintang-bintang bergerak perlahan,
dan pada akhirnya, hanya satu yang tak bergerak.
Polaris.
Saat menatap bintang itu,
rasanya tak ada apa pun selain aku dan bintang itu.
Saat itu, tak penting aku tak punya keluarga atau tanah air.
Itu membuatku merasa aku bisa pergi ke mana saja.
Apakah aku juga bisa begitu?
Ada sesuatu yang ingin kau lupakan?
Tangan ibuku saat aku kecil.
Kasar dan kering karena bertahun-tahun bekerja di toko kelontong,
pabrik, dan salon kuku.
Dia pulang ke rumah kelelahan dan langsung tertidur.
Aku ingin melindungi tangan itu.
Tapi pada akhirnya, aku gagal.
Itu alasanmu datang ke Korea?
Setelah ayahku meninggal,
ibuku bilang dia kabur sejauh mungkin dan berujung di Amerika.
Tapi kukira
setiap orang punya negara, sebagaimana setiap anak punya ibu.
Dan bagiku, satu-satunya tempat yang bisa kusebut rumah adalah Korea.
Itu sebabnya sangat penting bagiku untuk kembali ke sini
dan jadi orang yang dibutuhkan negara ini.
Itu alasanmu ingin menghentikan perang ini?
Sebesar keinginanku melindungi tangan ibuku.
Namun, lagi-lagi, aku gagal.
Diiringi penuh harapan Republik Rakyat yang agung ini,
kapal selam nuklir terbaru
telah diperkenalkan dengan megah,
tepat menyambut upacara peluncuran bersejarah besok.
Kapal selam nuklir yang selama puluhan tahun
menjadi simbol agresi terhadap republik kita,
kini menjelma simbol kekuatan rakyat kita…
Itu kapal selam yang akan kita serang?
Itu kapal selam yang akan kita serang?
Astaga.
Kapalnya sama sekali berbeda dari perkiraan kita.
Kapal selam ini model kelas Romeo 3.000 ton,
modifikasi berat dari rancangan Rusia lama.
Lambungnya tak akan tahan tekanan peluncuran rudal.
Geladak rudal dipasang di belakang anjungan tanpa alasan jelas.
Dari sisi desain,
kapal ini tak punya efektivitas fungsional.
Tadi malam, kami menembak jatuh pesawat intai AS yang nekat
melanggar wilayah udara kami.
Anggap ini peringatan.
Kami negara bersenjata nuklir
dan militer kami tak melontarkan ancaman kosong.
Dunia macam apa yang kau jumpai besok, terserah pilihanmu.
Video Anderson itu menyebar cepat sekali.
Apa kau sungguh akan memulai perang demi kapal itu?
Apa? Kapalnya akan diteliti, tapi itu bukan yang utama sekarang.
Perang ini pertarungan antara demokrasi dan despotisme.
Jika sekarang kita mundur, kita menyerahkan masa depan
pada rangkaian kediktatoran dari Tiongkok ke Rusia ke Idisha,
hingga Korea Utara.
Ada sedikit masalah, Ibu Presiden.
Benar, Tn. Presiden.
Dalam situasi sekarang,
sulit bagi saya meyakinkan rakyat kami
untuk menanggung pengorbanan perang.
Abaikan insiden jet intai itu dulu.
Waktunya tak tepat untuk kita balas.
Kita akan cari cara lain.
Seperti sudah saya sampaikan, ini kesempatan terakhir kita.
Jika kesempatan ini hilang,
dunia bebas akan terancam.
Saya akan berusaha maksimal dari sini,
tapi saya juga butuh Anda melakukan sesuatu.
Seo Munju, mantan dubes Anda.
Dia cukup mengganggu.
Saya harap Anda menanganinya.
Pukul 23.51 tadi malam,
sebuah pesawat intai AS
yang menjalankan misi pengawasan rutin di sekitar Semenanjung Korea
ditembak jatuh rudal permukaan-ke-udara milik Korea Utara.
Militer kami segera memberlakukan siaga pertahanan nasional Level 2,
dan Komando Gabungan RK/AS menaikkan WATCHCON ke Level 2.
Pusat Kendali Peringatan Sipil
segera mengeluarkan peringatan awal,
yang kini telah dicabut.
Pemerintah dan militer kami akan tetap teguh
dalam komitmen melindungi
jiwa dan keselamatan rakyat dalam keadaan apa pun.
Kami minta seluruh warga tetap tegar dengan keberanian yang kukuh
serta kepercayaan yang tak goyah, dan kembali ke rutinitas.
Kita harus saling menjaga.
Syukurlah krisis telah lewat.
Itu bukan kegagalan total.
Kita baru melewati gelombang pertama.
Republik Korea tak akan mundur atau gentar,
apa pun keadaannya.
Seo Munju, mantan dubes Anda.
Dia cukup mengganggu.
Saya harap Anda menanganinya.
Saya mengerti, Tn. Presiden.
Dia tak akan lagi jadi masalah.
PRESIDEN CHAE IMBAU WARGA AGAR KEMBALI BERKEGIATAN
Presiden masih sangat khawatir.
Krisis ini belum usai.
LAPORAN KEPRESIDENAN
SEMENANJUNG KOREA DI AMBANG PERANG?
KETEGANGAN MEMUNCAK, APA SELANJUTNYA PERANG?
Ini respons media atas pernyataan Anda.
TAK PERCAYA PRESIDEN KOREA ATAU AS SEO MUNJU DINILAI TEPERCAYA
TANPANYA, PERANG PASTI SUDAH PECAH
PERNYATAAN SEO JADI SOROTAN…
HANYA DIAKAH SUARA YANG DIPERCAYA?
Sebagian besar menilai pemerintah tak bisa dipercaya.
Dan Seo Munju mendadak jadi Jeanne d'Arc.
Dengan Korea Utara memamerkan kapal selam,
klaim Anderson terbukti benar.
Jadi, kini orang percaya Seo Munju mencegah perang.
Kalau kita gelar jajak pendapat sekarang,
tingkat dukungannya akan melambung.
Selama kau menjabat, pernahkah menghadapi krisis begini, Direktur?
Tidak, Bu.
Ini sulit.
Bahkan jika kudapat dukungan satu negara, ini tetap situasi sulit.
Namun,
Seo Munju membalikkan opini publik melawanku.
Haruskah aku diam dan membiarkannya?
Tentu tidak.
Setiap perang dimulai dengan perebutan opini publik.
Untuk menang melawan Korea Utara, rintangan pertama yang harus Anda atasi
adalah Seo Munju.
Sudah lama kami menyiapkan skenario seperti ini.
Kau sudah lama punya rencana untuk Seo Munju?
Beri saya waktu, akan saya jelaskan semua.
Sudah sepuluh menit.
Presiden Chae Kyungsin telah menyampaikan pernyataan publik
terkait penembakan pesawat intai AS oleh Korea Utara.
Presiden Chae menyatakan bahwa peringatan nasional semalam
kini telah dicabut.
Beliau juga menegaskan pemerintah dan militer akan teguh
dalam melindungi jiwa dan keselamatan warga dalam keadaan apa pun.
Miji?
Bu, Changhee sudah siuman.
Apa?
Changhee, bagaimana kondisimu?
Hari ini dia dipindah dari ICU ke kamar pribadi.
Syukurlah pendarahan bisa dihentikan lewat operasi.
Aku baik-baik saja, sungguh.
Dengar,
ada sesuatu yang perlu kau tahu.
Pagi itu,
saat kubuka kunci ponsel Tn. Jang,
aku bersemangat,
kukira akhirnya bisa mengakses surel aman. Namun…
Pengguna Tak Dikenal
Aku melihat beberapa pesan belum dibaca.
7 SEP
PANGGILAN MASUK BESOK 23.00
Berikutnya, kami menganugerahkan kehormatan tertinggi
Republik Rakyat Demokratik Korea, Orde Kim Il Sung!
Ini upacara hari jadi berdirinya negara.
HUT KE-77 RRDK
Kamerad Jang Junik.
Kamerad Jang Junik telah mendedikasikan hidupnya
untuk menghentikan perang para pengkhianat yang busuk dan culas
dan kaum imperialis, serta mencapai reunifikasi bangsa kita,
meninggalkan warisan kepahlawanan yang akan tercatat dalam sejarah.
Meski hari ini kami tak bisa menyematkan medali ini di seragammu,
saat hari reunifikasi bangsa tiba,
kau akan kembali tanpa ragu untuk menerima kehormatan ini.
No comments yet. Be the first to leave one.