Die ersten 200 Zeilen.
Sudah cukup! Hentikan!
Jangan rekam.
Lihat, yang benar saja.
Jong-Hyun dan Se-Kyung resmi berkencan.
Sial, dasar tukang pamer.
Aku sungguh membencinya!
Mati saja kau!
Dia kira dadanya besar?
Apa mungkin reporternya disuap?
Selesai.
Penontonnya banyak sekali.
Uangnya sudah di transfer.
Berapa banyak?
Itu lebih banyak dari gajiku.
Jangan coba-coba mengadu.
Kalau begitu traktir kami.
Oh, Apa ini?
Misteri gadis manis?
Pasti menarik.
Dia marah lagi.
Tunggu aku.
Dia benar-benar berbakat.
Kami saja butuh waktu seminggu untuk melakukan itu.
Patut menjadi pelajar KAIST
Joon-Hyuk, bekerjalah disini sebulan lebih.
Kami akan urus gajimu.
Maka, beban kerja kita akan kelar seketika.
Aku tidak bisa fokus.
Bocah tengik.
Mari biarkan dia bekerja.
Baiklah, bocah tengik.
Itu bukan urusanku.
Apa masalahmu?
Kenapa?
Jadi, bicarakanlah masalah ini pada Se-Hee.
Sekali saja.
Kumohon.
- Tidak - Hye-Jin!
- Kami cuma teman. - Entahlah.
Aku merindukanmu.
Mau nonton?
Aku merindukanmu. Mau Nonton?
Kenapa harus denganku?
Terima kasih.
Dikirim lagi?
Kau cantik dengan Rok pendek.
Kakak.
Jangan mengunggah video dengan pakaian seperti itu...
Kenapa aku harus memakainya?
Jelek sekali.
Gaya rambutmu.
Ayah pasti senang melihatnya.
Jangan jahat begitu.
- Kau seperti ibu. - Anak nakal.
Halo!
Kalau begitu. Pulanglah.
Kak Joon-Hyuk.
Pusat Keamanan Siber?
Dia mahasiswa ilmu komputer.
Kurasa dia magang disana.
Kudengar dia bisa mengakses situs terlarang.
Jadi, dia pasti bisa melakukannya.
Ada sebuah video web populer.
Soal alien?
Video terkutuk.
Kudengar videonya bisa mengendalikan kita.
Videonya sungguh bisa melakukannya?
Menurutmu video kutukan itu sungguhan?
Kakak.
Apa kau terlalu sibuk untuk bisa menelponku?
Jeong-Mi, Aku mau...
Menceritakan kebaikanmu pada kakakku?
Bukan begitu.
Kau tak pandai berbisnis.
Berbisnis ada syaratnya.
Kau mau makan apa?
Aku sedang diet.
Kau mau buah?
Aku mau kau memakai kemampuanmu.
Kau bisa dapatkan video misterius?
Video Youtube yang dihapus atau diblokir.
Sebut saja begitu. Kenapa?
Bisa kau salin untukku?
- Tidak - Sudahlah
Tunggu dulu.
Duduklah
Oke?
Lihat sepatu cantik ini.
Cantiknya.
Pasti tampak cocok buatmu.
Orang-orang akan melirikmu.
Jangan sedih. Senyumlah! Tahi lalat yang bagus.
Jadi menurutmu, pengawas CCTV sedang mengawasimu?
Mungkin sekarang dia mengawasiku.
Yang benar saja...
Ruang ganti staf juga dipasang CCTV kan?
Itu tidak berfungsi.
Disana banyak pencuri. Itu untuk menakuti mereka.
Tahu darimana itu berfungsi atau tidak?
Diantara banyak staf, cuma kau yang mengeluhkannya.
Hal seperti ini bisa dilaporkan.
Lapor? Kau punya bukti?
Jika kau punya silahkan.
Harus kuapakan dia?
Kenapa belum pulang?
- Aku menunggu Pak Kim. - Baiklah.
Sampai jumpa.
Apa ini rusak?
Selesai.
Sedang apa kau?
Hari ini ulang tahun putriku. Aku harus segera pulang.
Pak, dia anak baru.
Bisa tolong matikan komputernya?
Sialan, kau bisa bicara begitu karena tidak ada yang menunggumu.
- Terus saja memujinya. - Aku juga akan...
Tutup mulutmu
Ayo cepat.
Ya.
Misteri gadis manis.
Ketuk pintunya kak.
Hei, Anak SMA
Bangunlah.
Dia kenapa?
Tidak biasanya.
Rasakan ini.
- Kapan kau disini? - Barusan.
Kau lelah?
Bagaimana kerjamu?
Aku cuti sementara.
Kenapa? Apa ada masalah?
Tidak.
Bagaimana kabarmu dengannya?
Kami putus.
Kenapa putus?
Sulit mencari pria sepertinya.
- Sejauh ini... - Jeong-Mi
Hentikan.
Dadaku mirip ibu kan?
Orang mengira aku kakakmu.
Apa kau teringat ibu?
Tidak.
Aku cuma memikirkannya.
Tidak apa.
Lagipula kau juga mirip ibu.
Ayah bagaimana?
Aku ingin kuliah di Amerika.
Ayah kesulitan hidup sendiri.
Mengertilah.
Setelah lulus,
Aku akan bekerja,
Dan menanggung kuliahku.
Kau bisa kuliah lagi dan ayah bisa pulang.
Semuanya akan bahagia, oke?
Oke. Jeong-Mi yang baik.
Kak Joon-Hyuk
Jeong-Mi, dimana kakakmu?
Jangan sekarang, dia masih marah.
Baiklah
Videonya?
Apa ini?
Aku belum melihatnya.
Semuanya dari situs terlarang.
- Pasti ada sesuatu. - Baiklah
Serius mau ditonton?
Dah.
Jeong-Mi
Apa?
Cuma satu?
Ini tidak seru.
Apa ini?
Nekromansi?
Mengagetkan saja.
- Ada apa? - Kenapa?
Bukan apa-apa. Ada perlu apa?
Video tari perutmu kini trending. Selamat.
Terima kasih.
Namun itu bukan apa-apa dibandingkan denganmu.
Aku awalnya juga begitu.
Apa dia memancingku?
Apa?
Harusnya aku lebih giat lagi.
Benar. Aku punya video menarik.
Apa itu?
Semoga itu belum kumiliki.
Nekromansi.
Aku belum melihatnya.
Tidak buruk. Kita sepakat.
Berapa upahnya?
Biar kulihat dulu.
Bagaimana tawaranku?
Oke.
Tidak buruk.
Dia lari?
Gadis Manis memberikan 100.000 poin hadiah
Dermawan sekali.
Wanita jalang
Halo Hye-Jin, bagaimana kabarmu?
Jangan Munafik.
Kutahu kau mencaciku.
Kenapa begitu? kita ini teman.
No comments yet. Be the first to leave one.