Brotherhood

Brotherhood (Irmandade)

Download Indonesian Untertitel

Staffel 2

Release Info

Brotherhood S02E06 Siblings 1080p NF WEB-DL DDP 5 1 H 264
Ein Kommentar von UFSIMV
EPS 06

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
1080
Veröffentlicht am: 2022-05-26
Downloads: 32
Hörgeschädigt: No

Indonesian Untertitel-Vorschau

Die ersten 200 Zeilen.

SERIAL NETFLIX

- Edson mana? - Aku tak tahu.

Mau mencari, Marcel?

Satu, dua, tiga, empat,

lima, enam, tujuh, delapan, sembilan.

Di sana!

- Kemarilah, Marcel. - Di mana dia?

Kena kau!

Ikut aku, Cris. Semuanya akan baik-baik saja.

Turunkan pistolmu, Marcel.

Lupakan kau melihat kami.

Kau membelanya?

- Kau babi sekarang? - Edinho.

Kukira aku bisa memercayaimu, Kawan.

- Kau sama seperti ayahmu! - Jangan membicarakan Ayah!

Saat Ayah ada, kita merasa damai.

- Kedamaianmu perang bagiku. - Preman tak membuatku takut.

Hentikan!

Ini tak membantu!

Kami sudah selesai, Ari.

Segera borgol mereka. Tinggal bosnya sekarang.

Apa, Cris?

Ayo tangkap dia. Sekretaris sudah memberi izin.

Perhatian. Waspadalah. Edson si Biadab melarikan diri, tapi ada di dekat sini.

Edson Ferreira…

Kau memanfaatkan putriku, Berengsek?

Dia akan kuajari apa yang benar.

Serahkan dirimu atau kutembak.

Lakukan.

Lakukanlah.

Cepat lakukan!

Ayo tembak aku!

Kau tak bisa melakukannya, Nak.

Kau pengecut.

Dengar, Bodoh.

Kau hanya berandal.

Kau tak akan

menjadi pria sejati.

Edson, cukup.

Ayo pergi.

KAKAK BERADIK

Kita tak akan ditemukan di sini.

Polisi siap menembakkan senjata.

Mereka membunuh yang harus dibunuh.

Haruskah warga São Paulo selalu ketakutan?

Pemirsa, gangster ini binatang.

Orang-orang ini tak layak dimakamkan.

Mereka bukan manusia.

Lempar mereka untuk anjing!

Walau anjing terlalu baik untuk daging mereka.

Busuk!

Menelepon Sekretaris?

Baiklah, saya di sini

bersama Sekretaris Keamanan Publik.

Dia akan bercerita tentang perburuan

musuh masyarakat nomor satu di São Paulo.

Silakan.

Malam, Waldemar.

Benar, dia masih berkeliaran.

Penjahat berkuasa yang membunuh istrinya tanpa berpikir panjang.

Orang yang membunuh

banyak nyawa tak berdosa,

termasuk orang paling spesial bagi saya,

putra saya.

Saya memimpin dengan tangan besi.

Sekarang saya akan lebih tegas lagi.

Jadi, Edson,

Anda bisa mencoba lari,

bersembunyi seperti hewan,

tapi saya janji tak akan berhenti sampai Anda

dan setiap anggota organisasi kriminal Anda yang tersisa

dihukum atas perbuatan kalian.

Kebebasan ini tak akan lama.

Berengsek.

Anda mendengarnya, bukan?

Waktunya akan tiba.

Sekakmat.

Sekarang bagaimana?

Kau akan membiarkan pria ini mengacaukan pikiran kita?

Atau kau akan membalasnya?

Aku sudah mati.

Banyak orang dibunuh.

Tapi kau masih hidup.

Persaudaraan kacau, tapi jangan sampai mati.

Hormati asal-usulmu!

Perlihatkan pada dunia apa yang kita mulai di lapas itu.

Kau memenggalku, bukan? Untuk apa?

Untuk lari seperti kecoak?

Atau memulai revolusi?

Lihat apa yang kubawa.

Kau tahu dia di mana, 'kan?

Dia di luar.

Di rumah saudara.

Alamatnya?

Kau memberiku banyak?

Hei, Faísca!

Faísca!

Hei, Faísca!

Ada apa? Kau datang untuk membunuhku?

Katakan! Siapa kau?

Pengacara mengutusku!

Dia tak bilang. Untuk apa aku percaya?

Aku tak bersenjata.

Aku di sini karena bos menyingkirkanku sepertimu.

Para babi benar.

Ini sekakmat.

- Kau pasti bercanda! - Tak ada waktu untuk bercanda.

Kita harus mengirim pesan!

Hanya kita yang tersisa. Ini bukan waktunya…

- Nona, para babi membunuh semua orang. - Tepat.

Entah apa tindakan mereka terhadap Buri.

- Jika bukan sekarang, kapan? - Meledakkan kantor polisi?

- Kalian pikir itu mudah? - Diam.

Kita bisa melakukannya.

Kita Persaudaraan!

Pikirkan berapa orang yang mungkin tewas. Risiko yang kita ambil.

Persaudaraan bisa tamat jika…

Ini perang! Tidakkah kau mengerti?

Jika kita membiarkan ini, semuanya berakhir.

- Benar, Biadab. - Ada cara lain.

Kita tundukkan Gomes dan perang berakhir.

Aku muak bernegosiasi dengan bajingan ini. Dan akan kutegaskan.

Mereka membunuh satu saudara,

kita balas dengan membunuh tiga, lima, sepuluh babi.

Saatnya memberi pesan.

- Aku setuju. Saatnya berkorban. - Ya?

- Jika saatnya berkorban, kita siap. - Benar.

Mereka menguasai negara bagian!

Tahu apa dampaknya? Mereka akan menangkap kita, satu per satu.

Persetan.

Biarkan mereka memburu, membunuh, berbuat semaunya.

Namun, satu hal sudah pasti.

Setelah bom itu meledak,

gagasan Persaudaraan akan menyebar.

Ini tak perlu terjadi.

Dengar, Cristina.

Rencana ini akan diwujudkan.

Besok kita akan mencuri bomnya.

Dan sebelum mereka tahu apa yang terjadi…

Duar!

Kau benar tentang satu hal.

Di luar sini

hanya ada kita.

Dan itu sebabnya

aku perlu tahu

kau akan membelaku sampai akhir.

Benar?

Benar, 'kan?

Kita Persaudaraan.

- Hei, beri aku dagingnya. - Ambillah.

Di sini tamu melayani tuan rumah.

Maaf berantakan.

Aku sudah lama di sini sampai merasa seperti zombi.

Aku baru keluar dari penjara.

Ini seperti hotel bintang lima, kau mengerti?

Siapa itu?

Sial, Nona!

Hei.

Baiklah, Cris.

Apa kabar?

Agak terluka.

Selamat datang! Anggaplah rumah sendiri.

Silakan makan sosis.

Jika mau merokok, ada beberapa batang.

Ada apa, Nona?

Bisakah sarang narkoba kita kuasai?

Aku memimpikannya setiap hari.

Tapi aku harus tahu keadaan di sana.

Persaudaraan sama buruknya dengan mafia.

Membunuh polisi tanpa rasa bersalah…

- Hei, lihatlah Persaudaraan! - Keren, Kawan.

Tutup pintu dan jendela kalian, para gangster ini berbahaya…

Persaudaraan itu keren.

Persaudaraan harus menunjukkan siapa yang berkuasa.

Persaudaraan, Tamara?

Itukah yang kudengar? Persaudaraan? Orang-orang yang merugikanku?

Benarkah?

Kau memihak geng lain sekarang?

Aku terjebak di persembunyian karena para bedebah itu

dan kau di sini meneriakkan nama mereka?

Beginikah sikapmu di rumahku?

Saudaraku tewas dalam pembantaian Carandiru.

Harus ada yang mengurus para babi.

Aku tidak?

Aku tak mengurus mereka? Katakanlah!

Cepat kerja. Pergilah!

- Tutup barnya. - Semuanya keluar!

Cepatlah!

Semuanya pergi. Tempat ini milik Oseas!

Ganti ke Saluran 2.

Apa-apaan, Biro? Bir ini hangat.

Kakakmu meninggalkanku.

Sekarang dia punya ide ini.

Mengebom kantor polisi, Cris?

Dia sudah gila.

Aku sudah bilang tak ada bom.

Aku mempermainkannya.

Aku harus yakin kita bisa merebutnya.

Dia tak mendengarkan siapa pun.

Jika dia mendengar kita punya rencana lain untuk kedamaian, keadilan, uang,

Kommentare

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left