Die ersten 200 Zeilen.
S
Su
Sub
Subt
Subti
Subtit
Subtitl
Subtitle
Subtitle
Subtitle o
Subtitle ol
Subtitle ole
Subtitle oleh
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~ D
Subtitle oleh: ~ Da
Subtitle oleh: ~ Dar
Subtitle oleh: ~ Dark
Subtitle oleh: ~ DarkS
Subtitle oleh: ~ DarkSm
Subtitle oleh: ~ DarkSmu
Subtitle oleh: ~ DarkSmur
Subtitle oleh: ~ DarkSmurf
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfS
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSu
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub I
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub In
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Ind
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indo
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indon
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indone
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indones
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesi
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia ~
Subtitle oleh: ~ Dark Smurf Sub Indonesia ~
D
Di
Dit
Dite
Diter
Diterj
Diterje
Diterjem
Diterjema
Diterjemah
Diterjemahk
Diterjemahka
Diterjemahkan
Diterjemahkan
Diterjemahkan o
Diterjemahkan ol
Diterjemahkan ole
Diterjemahkan oleh
Diterjemahkan oleh:
Diterjemahkan oleh:
Diterjemahkan oleh:
Diterjemahkan oleh: ~
Diterjemahkan oleh: ~
Diterjemahkan oleh: ~ q
Diterjemahkan oleh: ~ qy
Diterjemahkan oleh: ~ qyy
Diterjemahkan oleh: ~ qyy6
Diterjemahkan oleh: ~ qyy6
Diterjemahkan oleh: ~ qyy6 ~
Diterjemahkan oleh: ~ q y y 6 ~
Kau...
Sedang apa sekarang?
Seok Hoon. Kenapa kau di sini?
Kau juga tidak menelpon.
Bukankah kau bilang kau mengasuh anak kecil?
Kau sekarang sedang bekerja?
Kau suami Hong Joo?
Aku ingin sekali bertemu denganmu.
Aku Kang Min Woo.
Kita pulang saja.
Jangan salah paham.
Aku datang untuk melihat anakku. Setelah itu ingin minum segelas wine.
Hong Joo hanya menemaniku saja.
Kenapa diam saja?
Seok Hoon.
Pulanglah, Hong Joo.
Tapi...
Istirahatlah selama akhir pekan ini. Kembalilah hari Senin nanti.
Hari ini sudah terlalu larut. Lain kali aku akan mengundangmu minum.
Aku berhutang banyak terima kasih pada Hong Joo.
Aku tidak yakin akan bisa bertemu kau lagi.
Hong Joo dan aku,
akan membangun kembali istana pasir itu walau ombak menghancurkannya.
Kami akan mengulanginya setiap kali roboh.
Tapi Representatif, kau tidak akan bisa melakukannya.
Karena kau yang sekarang sama pengecutnya dengan kau yang kecil.
Kau tidak apa-apa?
Ada yang terluka?
Maaf. Aku salah, Seok Hoon.
Ya. Ada apa?
=Ayo minum wine bersama, Eonnie.=
Aku sedang ada di luar.
=Bohong. Aku lihat lampu rumahmu hidup.=
=Aku sudah ada di pintu masuk.=
Jangan pikir kau bisa menginap malam ini.
Aku tidak akan membiarkanmu tidur di sini.
Aku juga tidak mau tidur di sebelahmu. Aku takut akan mimpi buruk.
Pelan-pelan saja. Nanti bisa terjadi kecelakaan.
Seok Hoon.
Apa yang dilakukan si brengsek itu?
Dia sering mengunjungimu di malam hari?
Kau berbincang-bincang dan tertawa bersamanya?
Jangan bicara omong kosong.
Aku tidak pernah melakukan apa yang ada di kepalamu itu.
Lalu apa yang kulihat?
Minum-minum bersama ayahnya juga termasuk mengasuh anak?
Kalau aku tidak datang, apa yang akan kau lakukan?
Seok Hoon. Kau tidak percaya aku?
Aku percaya padamu.
Tapi tidak dengan bajingan itu.
Memperkerjakan istri orang lain sebagai pengasuh.
Keluar masuk di malam hari. Aku tidak bisa percaya dia.
Karena banyak hal yang dikhawatirkan mengenai anaknya.
Aku harus mengobrol dengannya karena aku khawatir pada anak itu.
Itu masalahnya! Kenapa kau harus ikut khawatir?
Kau bicarakan mengenai dirimu sendiri?
Apa?
Kau bilang tidak terjadi apa-apa di Hong Kong.
Kau menyuruhku untuk mempercayai itu.
Tapi kenapa kau sekarang curiga padaku?
Seok Hoon, kau punya hak apa untuk melakukan ini?
Benar.
Aku yang salah.
Membiarkan istriku pergi sendirian.
Malah pergi bersama wanita lain selama beberapa hari.
Aku tidak punya hak sebagai suami.
Maaf atas kelancanganku.
Kau ingin jalan sampai Seoul?
Cepat masuk.
Kalau tidak mau, aku akan pergi.
Seok Hoon.
Oh, iya. Aku bertemu dengan Min Woo Oppa.
Sepertinya dia sibuk sekali.
Tapi terlihat selalu bermain setiap hari.
Tapi Presiden itu tetap Presiden.
Aku katakan padanya kalau Eonnie punya pacar.
Dia langsung jatuh dalam tipuanku.
Kenapa bicara omong kosong?
Kau tidak punya pacar?
Bukankah kalian bersama-sama di kamar hotel?
Sudah kubilang itu room service.
Ayah hanya menduga-duga saja.
Benarkah?
Tentu saja.
- Benarkah? Katakan saja. Katakan. - Aigoo. Geli! Jangan seperti ini.
Seharusnya aku berbakti kepada Eonnie.
Kau sudah menemukan seseorang?
Bagaimana?
Apa ini?
Kau memfotonya diam-diam?
Tampan, kan?
Ini tipeku.
Dia sedikit menggemaskan juga.
Jangan cari pacar. Tapi cari calon suami.
Menikah tidak langsung begitu saja. Harus ada langkah-langkahnya.
Manis dan menggelitik di hati.
Eonnie, jangan bilang kau tidak pernah merasakannya sekalipun?
Seperti apa?
Seperti itu...
Telapak kakimu seperti digigit nyamuk.
Tidak peduli bagaimanapun kau menggaruknya masih tetap gatal.
Di sini. Jangan bilang kau tidak pernah merasakan geli sebelumnya.
~ Seperti angin. ~
~ Tapi selalu menghilang seperti embun pagi. ~
~ Bagaimanapun juga harus menyisakan jejak-jejak hidupku. ~
~ Jiwa pria kesepian yang terbakar. ~
~ Tidak akan ada yang tahu apa yang akan terjadi. ~
Aku tidak bisa mengantarmu ke Kilimanjaro.
Tapi aku bisa mengantarmu ke Seoul.
Kalau kali ini kau masih keras kepala, aku akan benar-benar pergi.
Maaf.
Aku tidak merasa menyesal sama sekali.
Aku tahu.
Seharusnya kau tahu lebih cepat.
Cepat masuk.
Kau harus lebih banyak berlatih menyanyi.
Seat belt.
Panas, ya?
Iya.
Kenapa menelponku pagi-pagi?
Kang Min Woo dari Grup Ajin, sepertinya mulai bergerak ke industri hotel.
Kau benar-benar ingin berperang dengan Presiden Kang?
Masih belum pasti.
Aku masih memeriksanya.
Seandainya itu benar,
Representatif Yoo harus melepaskan pengambil alihan hotel di Hong Kong.
Ayah.
No comments yet. Be the first to leave one.