The Murky Stream

The Murky Stream (탁류)

Download Indonesian Untertitel

Staffel 1

Release Info

The Murky Stream S01 KOREAN DSNP WEB H264-EDITH
Ein Kommentar von tedi
Retail Hotstar | 9 eps Resync for DSNP

Tags

webdl
Veröffentlicht am: 2025-10-17
Downloads: 114
Hörgeschädigt: No

Indonesian Untertitel-Vorschau

Die ersten 200 Zeilen.

Lokasi, tokoh, organisasi,

latar, peristiwa cuma rekaan.

Siyul.

Jika tertangkap, kau akan mati.

Jika kau dibawa ke Biro Kepolisian

sebagai bandit, kau takkan selamat.

Kau harus pergi dari sini selagi bisa.

Tidak.

Biar aku yang balas dendam.

Ada orang yang harus kulindungi.

Maksudmu, para bandit yang bersamamu?

Bagi orang lain, mereka memalukan,

tapi mereka sudah kuanggap sebagai keluarga.

Aku berjanji…

takkan melakukan apa pun yang akan memaksamu menangkapku.

Siyul.

Para penjahat itu…

pada akhirnya akan binasa.

Namun, tidak sekarang.

Aku janji akan membuat mereka membayar akibat perbuatan mereka kepadamu.

Dasar bocah nakal.

Hei, Wakil Ketua.

Dari mana kau?

Aku mencari udara segar karena tak bisa tidur.

Kau tak boleh terlalu sering berkeliaran.

Kau akan lapar.

Baiklah.

Omong-omong,

kenapa kau bawa pisau?

Apa?

Tadi kau bilang cari udara segar.

The Murky Stream

TUJUH. PEDANG, TOMBAK, PALU, DAN ARIT

Lee Dolgae menemui ketua Donghonaru?

Ya.

Pria itu, Wang Hae, adalah imigran dari utara.

Sepertinya dia menguasai dermaga di bawah perlindungan Asisten Perwira Lee.

Asisten Perwira Jung.

Silakan lanjutkan.

Saat ini, pemerintahan negara ini busuk hingga ke akarnya.

Sedangkan Jepang sedang melirik negara ini.

Kita harus mempersiapkan pertahanan.

Kau yakin Jepang akan menyerang kita?

Mau bertaruh?

Utusan yang mengunjungi Jepang berkata mereka tak mungkin menyerang.

Pemerintah juga khawatir pemikiran ini akan menimbulkan kekacauan.

Mereka tak peduli pada pendapat rakyat.

Mereka hanya peduli pada pendapat Raja.

Perwakilan yang pergi ke Jepang memberikan ini kepadaku secara diam-diam.

Jika mesiu dimasukkan dan api dinyalakan,

kekuatannya cukup untuk menembus baju zirah.

Menurutmu, kenapa tentara Jepang

memiliki senjata baru seperti senapan ini?

Namun, Tuan,

meskipun tujuannya menyelamatkan negara,

membuat peta yang telah dilarang Raja adalah ide yang berisiko.

Jadi, apa hanya orang yang melindungi Raja yang setia…

dan yang melindungi rakyat adalah pengkhianat?

Kita harus…

siap menghadapi peperangan.

Peta ini bisa memengaruhi nasib Joseon.

Setelah tugas ini selesai,

aku ingin hidup menyendiri.

Tuan, aku akan masuk.

Bagaimana?

Aku sudah menemukan seorang ahli peta dan beberapa pelukis.

Apa kau ingin menemui mereka?

Tidak perlu.

Aku yakin kau menanganinya dengan baik.

Tuan, sejak masa akhir Goryeo hingga awal Joseon,

tiap kali ada pemberontakan,

pengkhianat selalu mulai dengan membuat peta.

Apa maksudmu, pengkhianat?

Itu bisa menimbulkan kesalahpahaman dan menjerumuskanmu ke dalam masalah.

Tidak. Jaga ucapanmu.

Aku hanya mempelajari ciri-ciri geografis

untuk memahami aliran uang dan orang.

Seharusnya tujuannya tak lebih dari itu.

Memang seharusnya begitu.

Bagaimana Daeil?

Kabarnya dia tiba dengan selamat di Kuil Daegwang.

Bocah nakal itu.

Mana mungkin dia bisa belajar di gunung sedangkan dia tak bisa belajar di rumah?

Apa yang harus kulakukan dengannya?

Maniak ujian negara itu?

Eun.

Apa kau tidur?

Tidak, Ayah.

Ayah akan masuk.

Duduklah di sana.

Apa ini?

Ini surat kepemilikan ladang ginseng di Yeoju

dan surat kepemilikan ladang garam di Seocheon.

Ayah membelinya atas nama Kuil Gilsang,

jadi meskipun ada masalah di serikat kita, ladang-ladang itu takkan disita.

Kenapa Ayah memberikannya kepadaku?

Joseon sedang menuju kehancuran.

Jika orang berkuasa berambisi melakukan sesuatu,

semua akan dia lakukan.

Simpanlah baik-baik.

Apa yang pernah Ayah bilang tentang pedagang?

Yang terpenting, mata yang tahu menilai barang.

Untuk bertahan hidup, kau harus punya mata yang jeli.

Sebaiknya kau mulai lagi dari awal.

Ayah.

Serikat ini tak hanya menjual sutra bagus.

Kau harus merendah dan menghindari masalah.

Uang mengalir ke bawah, seperti air.

Akan kuingat.

Eun.

Negara Joseon

takkan bisa berdiri kokoh…

pada zamanku maupun zamanmu.

Berbaris.

Astaga.

Debunya beterbangan.

Lihat dirimu.

Minum-minum sepagi ini?

Apa ada masalah?

Astaga, ini membuatku kesal.

Kenapa ragu, padahal biasanya bermulut besar?

Maksudku, Siyul memintaku…

untuk merahasiakannya.

Begitu rupanya.

Kalau begitu, jangan katakan.

Gaechun.

Duduklah.

Kau harus merahasiakannya.

Mengerti?

Jangan bilang siapa-siapa.

Baiklah.

- Sini, telingamu. - Apa?

Dekatkan telingamu.

Benarkah?

Maksudku,

kehidupan Siyul lebih keras daripada kita.

Siapa itu?

Bajingan mana?

Siapa yang membunuh ibunya?

Kita harus patahkan leher iblis itu!

- Tentu… - Terserah!

Hei, Malbok, Jungbok! Sini kalian.

- Ada apa? - Ambil senjata kalian.

Apakah kita diserbu?

Wakil ketua kita.

Dia bertemu dengan orang yang membunuh ibunya.

Siapa bajingan itu?

Kita serang dia sekarang.

Akan kubunuh dia.

Bung.

Omong-omong, siapa dia?

- Siapa? - Orang jahat itu.

Siapa bajingan itu?

- Wang Hae. - Apa?

Wang Hae?

Wang Hae yang itu?

Si berengsek itu.

Akan kubunuh dia.

Kita harus balas dendam.

Budi dibalas sepuluh kali, dendam dibayar seratus kali.

Itu prinsip bandit, bukan?

Sangat mengharukan. Astaga. Sungguh.

Bos. Aku dengar

anak buah Wang Hae hebat, tapi Wang Hae sendiri bukan masalah besar.

Kita bisa ambil kesempatan ini untuk memelintir leher bajingan itu

dan merebut Donghonaru, Bos.

Kita bisa menyerang bajingan itu saat dia sendirian.

- Benar sekali. - Serang dia dengan arit!

Ya! Tusuk kepalanya.

Tutup mulut kalian!

Setelah kalian diberi makan nasi, apa kalian sudah hilang akal?

Kalian kira Wang Hae hanya preman di pasar pinggir jalan?

Kalian pikir balas dendam semudah kedengarannya?

Benar, bukan?

Sudah kuduga dia akan menolak.

Aku sudah tahu.

Lihat. Siyul datang.

Mari kita tanya pendapatnya.

Tanyakan apa?

Bung.

Bung.

Kudengar Wang Hae adalah orang yang membunuh ibumu.

Benarkah kata Walwal?

Apa? Kenapa?

Kau tak tahu

jika mulutku yang paling besar di Maponaru?

Hei, mereka ingin balas dendam.

Bahkan, semuanya.

Menurutmu, itu masuk akal?

Bung. Kita tak perlu berpikir dua kali, bukan?

Jika kau setuju, kami juga, bagaimanapun juga.

Ya, tentu saja. Kita harus melakukannya.

Apa pun yang terjadi.

Para penjahat itu pada akhirnya akan binasa.

Namun, tidak sekarang.

Aku takkan melakukan apa pun yang akan memaksamu menangkapku.

Aku setuju dengan kata Ketua.

Apa?

Ibumu dibunuh, tapi kau tak mau melakukan apa pun?

Aku akan…

The Murky Stream subtitles in other languages

Kommentare

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left