Die ersten 200 Zeilen.
SELURUH TOKOH, ORGANISASI, LOKASI, DAN INSIDEN
YANG DIGAMBARKAN DALAM DRAMA INI SEPENUHNYA FIKSI
"Mari kita korbankan satu orang
untuk menyelamatkan satu tim." Apa itu pemikiranmu?
Untuk apa aku mencelakai seorang jaksa?
"Aku akhirnya memberanikan diri.
Aku berada di TKP pada hari itu."
Aku melihat seseorang mengangkut sesuatu di bagasi mobil.
Aku melihat wajah pelaku.
Dia melihat wajah pelaku.
Siapa orang ini?
Dia sering terlibat kasus judi dan penipuan.
Kurasa motif jam tangan. Apa ini motif bunga?
Ternyata kejanggalan dalam foto itu bukan lampu ruangan.
Jam tangan milik polisi.
Apa maksudmu dengan ini?
Apa kau bercanda?
Panggil semua anggota kepolisian Segok. Cepat panggil mereka!
Sialan.
Ini benar-benar konyol.
Ya.
- Pak Jeon Gi-hyeok? - Ya?
Kau saksi kasus, 'kan? Aku detektif Yongsan.
Kau kini di mana?
Pak Jeon Gi-hyeok. Kami sudah menyimpan nomor identitas serta alamatmu.
Karena kami sedang buru-buru, cepat beri tahu kami.
Kau kini di mana?
Bila tak bicara, kami akan ke rumahmu.
KEPOLISIAN NASIONAL KOREA
EPISODE 11
Silakan duduk di sana.
Ayo masuk.
Silakan duduk di ujung.
Halo.
- Halo. - Halo, Pak.
Hei. Di mana tim kita?
Detektif Jang ke tempat saksi.
Sun-chang mencari kaptennya.
- Dalam perjalanan ke sini? - Entahlah.
Kapten Baek sedang patroli, tapi tak bisa dihubungi.
- Hubungi mereka. - Baik.
Kapten Baek…
Apa itu?
DETEKTIF SEO
Astaga.
Apa kau coba mencabut paku besar?
Ya.
Kau tahu ini harus dilarutkan dengan air, 'kan?
Ya.
- Terima kasih. - Sampai jumpa.
MOTEL DAEWON
Siapa kau?
Halo, Pak.
Halo.
Kau juga datang?
Kau bisa duduk di sebelah sana.
- Kim Su-hang. - Ya?
Kau bekerja memandikan manula.
Apa membersihkan bekas darah juga?
Tidak, Pak.
Aku bekerja dari pagi hingga malam.
Dia sudah terbukti bekerja seharian, Pak.
Siapa yang bekerja di Pasar Bangsan?
Aku, Pak.
Apa kau membantu toko ibumu?
Seorang ibu pasti akan berkata anaknya terus menemani walau anaknya ke luar toko.
Pada hari itu,
aku bekerja sampai malam, para pemilik toko sekitarku juga tahu.
Hari apa?
Ketika jaksa itu hilang. Bukankah kau panggil kami karena itu?
Ibumu bisa saja meminta
para pemilik toko sekitar untuk berkata bahwa mereka melihatmu.
Apa maksudmu?
Kami juga banyak pelanggan di hari itu.
Kejadiannya sudah lama. Apa mereka masih ingat wajahmu?
Aku saja lupa bertemu dengan siapa kemarin.
Mereka pelanggan tetap.
Aku sama sekali tak pernah bertemu dengan jaksa yang hilang itu.
Tokonya dipasang CCTV untuk mencegah pencurian.
Dia terekam bekerja hingga malam.
Kapan kau datang ke Seoul?
Bagaimana rasanya kembali ke kampung halamanmu?
Aku bekerja di perusahaan keamanan.
Aku piket malam di tanggal 26 Maret.
Aku juga melaporkan adanya alarm palsu.
Kami sudah memastikannya.
Aku kini di Ulsan.
Bila kalian jauh-jauh memanggil orang yang tidak ada di Seoul pada malam itu,
bukankah berarti ada alasan khusus?
Aku sudah bukan polisi.
Semua orang di sini juga tak diharuskan menuruti perintah kalian.
Apa kalian berhak mengganggu pekerjaan warga sipil seperti kami
tanpa ada tuduhan jelas dan masuk akal?
Dasar berengsek. Kau tak lihat situasinya sekarang?
Kapan kau ke Seoul?
Kau datang untuk memastikan alibi?
- Kau yang memanggilku. - Maaf, Pak.
Mereka sebenarnya datang hari ini untuk wawancara investigasi.
Ada enam orang tim patroli di Kepolisian Segok.
Kalian bertiga di sini,
dan satu lagi dipenjara.
Tak ada kabar dari yang beremigrasi?
Benar. Dia belum kembali sejak pergi.
Di mana kapten kalian?
Sebenarnya…
Aku sudah mengirim salah satu detektif ke sana.
Aku akan coba telepon dia untuk cek keberadaannya.
Kau masih jeli rupanya.
Kau tak meluputkan apa pun.
Di mana jaksa itu sekarang?
Di antara keempat tersangka, satu orang tanpa alibi
bisa menjadi pelakunya.
Toko Bogwang-dong milikmu, 'kan?
Apa jaksa itu datang menginterogasimu?
Karena itulah kau mengamuk?
Kau juga menyerang cucu pimpinan perusahaan.
Kau menendangnya karena dia tak lihai menyetir saat itu.
Karena temperamenmu itu, apakah kau juga menyerang jaksa?
Sauna.
Aku di sauna saat itu.
Sauna di mana?
Di mana sauna itu?
Sauna Emas.
- Cek alibinya. - Baik.
Apakah laporan lemburnya terbukti dipalsukan?
Kapan kalian tahu?
Kami baru saja tahu itu.
Kalau toko Bogwang-dong?
Soal itu…
kami ketahui bersamaan dengan laporan lembur palsunya.
Kami sudah cek tokonya.
Bila tokonya sudah dicek,
berarti kalian seharusnya memberi tahu jaksa penanggung jawab kasus ini.
Masih ada yang perlu kutahu, 'kan?
Jam tangan. Jam tangan milik polisi.
Seberapa besar kesalahanku?
Salahkah aku berusaha mendapat bayaran lebih?
Bila mau disebutkan,
uangku banyak keluar untuk investigasi.
Aku memperbaiki mobilku sendiri saat tertabrak selama pengejaran.
Aku hampir tiap hari bekerja semalaman saat menjadi detektif.
Apakah kalian mengupah dengan layak?
- Paman. - Diam!
Untunglah aku pindah.
Jika tidak, tabunganku akan habis.
Kalian seharusnya tahu malu!
Kau!
Maaf aku terlambat, Pak.
Apa dia menolak ikut?
Bukan begitu, Pak.
Apa maksudmu?
Kami sangat membutuhkan uang.
Maafkan aku.
ZONA PARIWISATA SPESIAL DONGDUCHEON UNTUK TURIS ASING
Ibunya Sersan Lee sakit parah.
Sersan Lee? Dia yang dipenjara?
Bila tak meminum obatnya, dia bisa langsung meninggal.
Dia bertahan selama lima tahun dengan deposit sewanya,
- Hei! - tapi itu pun sudah habis terpakai.
- Cukup! - Hentikan!
Dia bilang tak kuat lagi dan menangis di depan kami.
- Hei! - Mundur!
Aku merasa kasihan dengannya.
Astaga, apa kau bilang?
Namun, obat itu akan ditanggung asuransi bila hukum baru diberlakukan,
dan harganya menjadi satu persen dari harga resmi.
- Halo? - Ayolah.
Kami berencana untuk bertahan sampai saatnya.
"Bertahan" bagaimana?
Aku yang menganjurkan pada mereka.
Sampai hukum baru diberlakukan…
kita terima suap.
Sampai biaya obat ditanggung asuransi,
kami terima suap.
Kau terima suap dari pebisnis bar?
Kalian terus menerimanya.
Kami tak bisa berhenti.
Lantas, Kapten Baek?
Kapten berbeda dengan kami. Kami bersumpah.
Dia langsung berhenti usai kami tak butuh uang lagi untuk obatnya.
Dia tak tahu kalau kami terus menerima suap.
Sebagai kapten,
kau pasti tahu bahwa informasi ini bocor dari pemilik bar, 'kan?
Tentu saja aku tahu.
Mereka sulit kuhentikan.
Kau sudah berusaha.
Kau memarahi, bahkan memohon pada kami.
Aku yang memulai semuanya.
Orang yang menanamkan benih keburukan dalam pemikiran mereka…
adalah aku.
Pada tanggal 26 Maret, sejak pukul 19.00 hingga 23.000,
Pak Baek berada di mana?
Itu sungguh bukan aku.
Aku langsung pulang pada hari itu.
Hanya istrimu yang melihatmu malam itu.
Kami tinggal serumah. Siapa lagi yang bisa memberi kesaksian?
Mengagetkan saja.
Apa itu?
- Maaf… - Kalian pikir kami bodoh?
Jika kalian menunjukkan surat bunuh dirinya setelah tahunan,
No comments yet. Be the first to leave one.