Die ersten 200 Zeilen.
Mau menjenguk Kamijou-kun?
Ya...
Maaf...
Pemeriksaan medisnya kami teruskan...
Sekarang dia sedang di sayap rehabilitasi.
Begitu...
Terima kasih.
Dia sering sekali kesini...
Kita terbantu olehnya...
Pasiennya cukup berat.
Dia yang selalu mendukung pasien itu...
Sebelum kecelakaan...
Dia pemain biola berbakat, kan?
Walaupun sekarang dia sudah bisa jalan...
Tapi jarinya...
Selamanya dia tidak akan...
Bisa bermain biola lagi.
Kenapa Kyousuke?
Jari-jariku...
Bagaimanapun kugerakkan...
Tidak membuat kebaikan.
Kenapa bukan aku, tapi Kyousuke?
Jika harapanku...
Adalah untuk kepulihan tubuh Kyousuke...
Lalu Kyousuke akan berpikir bagaimana?
Dia akan berkata "Terima kasih"...
Cuma itu?
Atau bahkan...
Aku berharap sesuatu yang lebih?
Aku memang...
Jahat.
Jika mengingatnya...
Aku menyadari bahwa aku tidak mengetahui apa-apa.
Dibalik keajaiban dan harapan...
Ada imbalannya.
SE-NO!! FANSUBS
Kawashita yakusoku wasurenai Yo
Me wo toji tashikameru
Oshiyoseta yami furihanatte susumu yo
Itsu ni nattara nakushita mirai wo
Watashi koko de mata mirukoto dekiru no
Afuredashita fuan no kage wo
Nando demo saite kono sekai ayumi de iku
Tomedonaku kizamareta toki wa ima hajimari tsuge
Kawaranai omoi wo nose tozasareta tobira akeyou
Mezameta kokoro wa hashiridashita
Mirai wo egaku tame
Muzukashii michi de tachidomatte mo
Oozorawa kirei na aosa de itsumo mattetekureru
Dakara kowakunai
Mou nani ga atte mo kujikenai
Jangan lupakan janji yang kita ikatkan
Ku ingin tahu apa kau memegangnya saat ku menutup mata
Mari kita keluar dari kegelapan yang terus maju ini
Aku pernah merasakan kehilangan masa depan
Tapi yang kubisa hanya menunggu di sini
Bayangan ketakutan yang terus membanjiri hatiku
Harus berapa kali kulupakan agar ku terus bisa berjalan diatas dunia ini
Waktu yang terpahat tanpa henti menjadi awal baru
'Kan kugunakan kenangan ini untuk membuka pintu yang tertutup itu
Hatiku yang terbangun mulai berlari
Demi melewati masa depan
Walaupun jalan yang kulalui penuh rintangan
Selama ada langit biru yang indah diatasku
Aku tak akan takut
Apapun yang terjadi nanti, aku tidak akan kalah
Episode 4 Keajaiban, sihir, semuanya ada
Madoka...
Kalau tidak cepat makannya bisa terlambat.
Kenapa, kak?
Tidak enak, ya?
Enak...
Sangat enak...
Aku bisa hidup...
Menikmati makanan Papa...
Yang seenak ini...
Kau tahu Yuka?
Padahal sudah diberitahu tapi belum sadar juga!
Dia malah bertanya, "Apa? Apa aku salah bicara lagi?"
Aku benar-benar tergelak!
Sayaka-chan, soal kemarin...
Maaf, aku tidak bisa bicara soal itu sekarang...
Nanti saja.
Seperti yang kalian tahu...
Bahwa masa-masa reproduksi...
Bisa diketahui secara medis...
Tapi jika kalian memperkirakan usia perkawinan dari sana...
Kalian salah besar.
Artinya...
Wanita usia 30...
Masih punya kesempatan pasti mendapatkan jodoh...
Jadi...
Disini tidak diperkenankan penggunaan kalimat lampau sempurna...
Melainkan penggunaan kalimat pengutaraan kedepan...
Yang lebih tepat.
Rasanya...
Seperti mendarat di negeri lain, ya?
Baik sekolah ini, Hitomi-chan...
Tidak ada perubahan sejak kemarin...
Rasanya seperti...
Mereka adalah orang asing.
Tidak ada yang mengetahuinya.
Soal Majo...
Soal Mami-san...
Kita tahu...
Dan sisanya tidak.
Sama saja...
Kita hidup di dunia lain...
Dalam kehidupan yang lain.
Sayaka-chan...
Kitalah yang sudah berubah sejak dulu.
Harusnya sadar sejak dulu...
Bahwa kita...
Madoka...
Apa kau masih...
Ingin menjadi Magika?
Ya...
Aku tidak menyalahkanmu.
Aku tahu ini tidak adil...
Sekarang memang sudah terlambat, kan?
Tapi...
Aku tidak bisa...
Walaupun aku...
Hanya membicarakannya...
Atau mengingatnya, aku merasa tidak bisa hidup....
Aku takut...
Aku tidak menginginkannya.
Mami-san...
Benar-benar orang yang baik.
Untuk melawan...
Apa yang ada di depannya...
Dan menunjukkannya pada kami...
Dia...
Kyuubei...
Kota ini akan jadi bagaimana?
Sebagai ganti Mami-san...
Siapa yang akan melindungi semuanya dari Majo?
Sudah lama daerah ini menjadi teritori Mami.
Tapi kalau sekarang kosong, Magika lainnya tidak akan diam saja.
Akan segera datang orang lain yang berniat memburu Majo.
Tapi apa dia...
Hanya mengincar bibit duka?
Seperti murid pindahan itu?
Magika tipe Mami memang sangat jarang...
Biasanya mereka hanya memikirkan diri mereka sendiri.
Bergerak atas keinginannya sendiri.
Lalu...
Tapi...
Yang bisa menyalahkan mereka...
Aku kira cuma mereka yang memiliki takdir sama sebagai Magika.
Aku mengerti perasaan kalian.
Sayangnya...
Aku tidak bisa memaksa kalian.
Kita berpisah...
Aku harus mencari seseorang yang mau membuat perjanjian denganku lagi.
Maaf, Kyuubei.
Aku juga...
Maaf sudah melibatkan kalian.
Walaupun hanya sesaat...
Terima kasih...
Aku sangat menikmatinya, Madoka.
Maaf...
Maafkan aku!
Aku hanya...
Anak penakut.
Maafkan aku...
Homura-chan?
Kau terlalu menyalahkan dirimu.
Kaname Madoka.
Tidak ada yang bisa...
Menyalahkanmu.
Dan aku tidak akan membiarkannya jika ada.
Sepertinya...
Kau mendengarkanku.
Jika aku mendengar kata-kata Homura-chan lebih awal...
Itu tidak akan mengubah takdir Tomoe Mami.
Tapi...
Takdirmu berubah.
Walaupun hanya menyelamatkan satu orang...
Aku senang.
Homura-chan...
Aku merasa kau itu seperti punya maksud lain pada Mami-san.
Mungkin saja...
Aku tidak menyalahkannya.
Seperti kemarin...
Apa kau sering melihat orang yang mati seperti itu?
Ya.
Berapa kali?
Aku berhenti menghitungnya.
Apa kamar itu akan seperti itu selamanya?
Selain kerabat jauhnya, tidak ada lagi yang mengenal Tomoe Mami.
Sebelum ada yang menyadari dia hilang...
Masih ada waktu panjang.
Tidak ada yang menyadari kematian Mami-san?
Tidak ada yang bisa kita perbuat.
Jika kau mati disana, tidak akan menginggalkan mayat.
Di dunia ini, dia akan hilang selamanya.
Itulah saat terakhir Magika.
Tidak adil...
Padahal dia sudah bertarung selama ini untuk kita...
No comments yet. Be the first to leave one.